
...SELAMAT MEMBACA!!!!!!! ...
"Dek, maafin abang" Ucap seorang pemuda dengan tatapan bersalah nya sedangkan si adek cuma menatap sinis pemuda itu.
"Abang tau abang salah, abang udah membela j*l*ng itu tapi bisakan adek maafin abang"
"Hentikan panggilan menjijikan itu"
"Tapi aku aba_" Ucap Leo terpotong oleh Rara.
"Lo gak pantas di panggil abang, apa lo tau seberapa sakit Rara selama ini? Tentu lo gak akan tau, apa yang Rara alami ini gak semudah itu, dan lo juga ga akan pernah tau. Gue heran sama kalian dengan teganya kalian memungut orang luar padahal jelas-jelas Rara masih ada disini, apa lo tau alasan Rara selama ini berpenampilan cupu karena apa? Usia 9 tahun Rara pernah hampir dilecehkan oleh sekelompok orang, Rara ketakutan saat itu, Rara hanya bisa berteriak memanggil lo dan keluarganya, lo bayangin aja anak 9 tahun yang sangat menyedihkan hampir dilecehkan pastinya mentalnya akan down, beruntung saat itu Rara bisa lari dan bertemu dengan seorang pria yang baik, Rara meminta tolong dengan tangisan sendunya sejak saat itu Rara berpenampilan cupu supaya dijauhkan dari orang-orang yang akan melecehkannya karena muka cantiknya itu, ya dirinya memang dijauhi tapi Rara juga mendapatkan hinaan bahkan bully-an habis-habisan pada saat itu Rara mengalami trauma yang sangat berat selama 8 tahun tapi dia masi bertahan bertahan hingga akhirnya dia memilih menyerah dan berakhir bunuh diri" Ucap Dira yang menerawang kehidupan Rara sedangkan Leo menatap Rara dengan rasa sedih yang menyesakkan. Leo tak tau harus berbicara apa sekarang, dia sangat tak mengerti apa yang Rara katakan.
__ADS_1
"Lo pasti gak ngerti, kan?"
"Pasti lo ingat kejadian beberapa bulan yang lalu pada saat Rara masuk rumah sakit karna overdosis, yaa Rara bunuh diri karna pertahanan selama ini dia sudah runtuh dan pada saat itu juga Rara meninggal dan di ganti oleh jiwa Dira Amelia, seorang gadis yang sudah terbiasa hidup bebas tanpa orang tua" Ucap Dira terkekeh miris.
"Gak gak gak mungkin Rara meninggal, jangan bercanda, LO RARA LO MASIH DI SINI DI HADAPAN GUE" Ucap Leo mengebu-gebu dengan air mata yang sudah menderas ntah kenapa dadanya sesak mendengar ucapan Rara atau jiwa Dira itu.
"Itulah faktanya Leo, Rara adek lo yang menyedihkan itu sudah meninggal sejak lama, gue jadi kasihan sama Rara. Seorang gadis yang sangat menyedihkan meninggal dengan cara menyedihkan dan lebih mirisnya tanpa tau apa yang di alami dia selama ini dan juga tanpa kebahagiaan yang sudah seharusnya dia dapat"
"Dari kecil Rara gak pernah diperhatikan oleh kedua orang tua lo karna pekerjaan mereka seharusnya lo sebagai abang bisa menemani dia tapi lo lebih memilih ikut bersama orang tua lo daripada bermain sama dia dan semenjak dia berpenampilan buruk kalian lebih menjauhinya acuh padanya, setelah kejadian itu makin hari makin tersiksa hidup Rara dan puncaknya orang tua lo memungut seorang anak kecil dari situlah kehidupannya Rara makin menyiksa fisik maupun batinnya, yang awalnya cuma menjauhi dirinya tapi dengan teganya kalian mulai membentak, memukul tubuh kecilnya hingga dewasa. Lo tau, pada hari spesialnya hari ulang tahunnya yang seharusnya hari bahagia untuk nya tapi justru hari paling menyedihkan dalam hidup nya, dia udah gak sanggup lagi dan memilih bunuh diri dengan meminum satu botol obat penenang " Ucap Dira yang juga mengeluarkan air mata yang deras. Dira takjub pada Rara yang bertahan dengan rasa yang menyedihkan itu, dia kagum dengan pertahanan Rara selama ini walaupun Rara yang akhirnya memilih untuk pergi dari dunia ini.
"ARGHHH, GAK MUNGKIN INI GAK MUNGKIN RARA GAK MUNGKIN PERGI, GUE BODOH GUE GAK PANTAS DI PANGGIL ABANG GUE BAJINGAN GUE BAJINGAN HIKS HIKS, RARA HIKS HIKS ABANG MINTA MAAF, ABANG MENYESAL, MAAFIN ABANG RARA ABANG MENYESAL RARA, MAAFIN ABANG RA HIKS HIKS" Pilu Leo dengan isak tangis yang sangat menyedihkan bahkan jika orang yang melihatnya pasti akan ikut meneteskan air mata mereka.
__ADS_1
"Lo emang bajingan Leo, dan lo liat hanya penyesalan yang akan lo dapat di akhir hidup lo" Ucap Dira menatap Leo yang bersimpuh dihadapannya dengan tatapan tajamnya.
"Dan kata maaf dari lo itu tak akan berguna lagi, karna Rara sudah pergi"
"Maafin abang ra, abang menyesal" Ucap Leo dengan pilu nya, hanya kata maaf dan penyesalan yang di ucapkan oleh Leo.
"Percuma lo nyesel sekarang, karna itu gak ada gunanya"
"Maafin abang Rara" ucap Leo dengan menatap kosong ke arah Dira.
"Menyedihkan" Satu kata yang Dira ucapkan saat melihat isak pilu serta penyesalan yang tidak ada gunanya itu.
__ADS_1
"Selamat menikmati rasa sakit itu" Batin Dira menyeringai.