
"Akhirnya nyampe juga di sini" ucap Rara menatap ke arah suasana yang sudah dua tahun mereka tinggal.
"Banyak berubah" ucap Nana tertawa pelan.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Rara.
"Sekarang kita gak bergerak dulu, kita ke apartemen Key dan Rey pasti mereka kaget liat kita pulang hari ini" jawab Nana.
"Oke, kita ke sana dulu" ucap Rara tersenyum lebar.
"Ahh, gue rindu banget sama pacar gue itu" ucap Rara berbinar bahagia.
"Dasar bucin" cibir Nana.
"Lo juga sama btw" cibir balik Rara sedangkan Nana hanya cengengesan mendengar ucapan Rara.
"Yuk kita otw" ucap Rara dan di angguki oleh Nana.
Dengan mengendarai sebuah mobil Nana dan Rara pun pergi membelah jalanan ibukota menuju ke Apartemen Key. Setelah beberapa menit akhirnya mereka pun sampai ke sebuah apartemen mewah milik Key.
Mereka berjalan menuju lobby apartemen menuju lantai paling atas. Mengenai apartemen Key, apartemen Key memiliki 20 lantai masing-masing memiliki 10 kamar dan khusus untuk Key dia mendiami lantai 20, di lantai tersebut terdapat 2 kamar, 1 ruangan untuk bermain game dan 1 ruangan untuk olahraga.
Kembali ke Nana Rara yang telah sampai di lantai 20 pun langsung dengan iseng menekan bell berkali-kali.
"Teken terus na, biar kesel tu mereka" ucap Rara tertawa keras.
"Aman" ucapnya tertawa.
Sedangkan di dalam Key dan yang lainnya yang tengah berkumpul pun merasa terganggu.
"Ck, berisik banget sih" Ucap Rafa kesal.
"Siapa sih yang iseng itu?" tanya Restu.
"Ga tau" ucap Ivan.
"Kemungkinan bocil gak sih?" ucap Rafa.
"Iya kali ada bocil di sini goblok" ucap Restu sambil memukul kepala Rafa.
__ADS_1
"Aduh, sakit njir" ucap Rafa meringis.
"Kan mana tau ada bocil di sini" sambung Rafa sedangkan Restu hanya menatap datar Rafa.
"Owh iya Key, besok Nana sama Rara pulang kan?" tanya Ivan menatap ke arah Key
"Hmm" jawab Key.
Tak lama dari pembicaraan mereka, suara bell apartemen Key semakin berbunyi secara terus menerus.
"Makin menjadi-jadi aja tu orang" decak Rafa kesal setengah mati.
"liatin Raf" Suruh Rey.
"Ck" decak malas Rafa dan beranjak dari tempat duduk nya.
"Siapa sih" ucap Rafa sambil membuka pintu dan melihat ke arah orang itu.
"SUPRISE" teriak Nana dan Rara secara bersamaan sedangkan Rafa hanya bisa terdiam kaku akibat kaget mendengar teriakan Nana dan Rara. Sedangkan yang di dalam ruangan tidak mendengar keadaan di luar karna mereka berkumpul di salah satu kamar tempat bermain game.
Plakkk
Nana memukul lengan Rafa karna masih terpaku melihat Nana dan Rara. "Lah, gue kira Key yang buka gak taunya lo Raf" ucap Nana melihat Rafa yang masih terdiam.
"Ramah sekali ucapan anda" cibir Nana.
"Sakit tangan gue karna lo pukul" ucap Rafa.
"Salah sendiri diem-diem aja padahal lagi di ajak bicara" ucap Nana.
"Iya, salah lo bukan kitanya" sambung Rara.
"Gue kaget ngeliat kalian setelah sekian lama kalian ngehilang di telan bumi" ucap Rafa dramatis.
"Alah lebay banget lo kaleng kerupuk" cibir Nana.
" Kata bos kalian pulang besok kenapa sekarang udah di sini aja?" tanya Rafa heran.
"Kita mau buat suprise buat ayang-ayang kita lah" ucap Rara.
__ADS_1
"Dasar bucin" cibir Rafa.
"Kalian lagi kumpul ya?" tanya Nana.
" Iya, tu di dalem ada Restu ama Ivan juga" ucap Rafa.
"Raf, kok lama banget ngapain lo di depan pintu sana" teriak Restu dari dalam.
"Bentar, ada cewek cantik di sini" jawab Rafa dengan keras.
"Gatel banget lo, buruan sini ngapain ngurusin cewek gak penting di depan" teriak Restu lagi.
"Enak aja ngatain kita gak penting" ucap Rara dengan kesal.
"Yuk masuk na biar gue timpuk tu mulut si Restu" ucap Rara sambil menarik tangan Nana dan meninggalkan Rafa yang masih di depan pintu.
"Lah, gue di tinggal" ucap Rafa yang tersadar dan langsung mengikuti Nana dan Rara dari belakang.
Nana dan Rara pun berjalan menuju ke arah perkumpulan para pemuda-pemuda itu dengan kesal. Dengan cepat Rara pun menepuk bagian belakang kepala Restu. Sedangkan Restu kaget dan langsung membalikkan badannya dengan kesal.
"Anj**g lo Raf" ucap Restu dengan nada marah.
"Enteng banget lo ngomong kek gtu" cibir Rara kesal.
"Loh, para bidadari kok udah pulang" ucap Restu dengan nada kaget dan melupakan kemarahannya, sedangkan yang lainnya pun kaget melihat Nana Rara pulang dan tak mengabari kekasihnya.
"Baby, kok diem gitu? gak kangen apa?" ucap Nana dengan nada cemberut sedangkan Key pun tersadar dan langsung memeluk erat Nana yang tengah berdiri di depan mereka.
"I miss you baby" ucap pelan Key dan mengecup kening Nana.
"Lo gak kangen gue Rey" ucap Rara yang tengah kesal melihat keromantisan Nana dan Key sedangkan dirinya tidak di sambut seperti itu oleh kekasihnya.
"Sorry sayang" ucap Rey yang langsung berdiri dan menarik pelan tangan Rara menuju ke arah sofa.
"Yang ngontrak gini amat" cibir Rafa.
"Gini amat jadi jomblo" ucap Restu.
"Ivan jadi pengen di peluk" ucap Ivan cemberut.
__ADS_1
"Gak usah iri kalian wahai para babu" ucap Nana tertawa kencang sedangkan Rafa, Restu dan Ivan hanya bisa cemberut mendengar ucapan Nana.
"Nasib jomblo" batin Rafa dan Restu.