
Pada malam hari di sebuah mansion mewah terdapat dua orang berbeda gender tengah berbicara sesuatu.
"Sudahkah kamu menarik perhatian mereka, saya tidak mau rencana yang dibuat akan hancur sedikit pun saya tak akan membiarkan mereka bahagia setelah membuat saya menderita dulu? " Ucap seorang paruh baya kepada dia.
"Ahh, tenang saja!! mereka masih dalam genggaman ku walaupun mereka lumayan luluh dengan dia" Ucapnya.
"Kamu memang anak yang berbakti" Ucapnya sambil mendekat kearah dia dan mengelus lembut pipinya.
"Aku tau itu dad" Ucapnya sambil mencium singkat bibir daddy nya.
"Kamu nakal sayang" Ucapnya sensual sambil mencium bibir sampai ke leher wanita itu sedangkan wanita itu pun menikmati permainan daddy nya
"Ahhh, kamu selalu membuat ku gila sayang dan kamu harus memuaskan ku" Ucapnya tersenyum lebar.
"Tentu saja dad, aku pun dengan senang hati melayani mu" Ucapnya sensual.
Dan terjadilah pergulatan panas antara anak dan sang daddy nya.
Di sisi lain
"Menjijikan" Ucap dua gadis yang melihat persetubuhan dua orang itu.
"Seorang gadis ahh tidak wanita maksudnya yang mempunyai sifat polos dan lembut melakukan hal yang menjijikan seperti itu" Ucap salah satu gadis itu.
"Orang yang seperti ini mereka bela-belain sampai melupakan adik kandung nya sendiri. Ck ck ck, lihatlah setelah mereka mengetahui segalanya kata maaf pun tak akan diterima lagi" Ujar gadis disamping nya.
"Lo bener ra, tunggu aja semua bukti akan terbongkar sebentar lagi" Ucap Nana.
"Gue ga sabar liat reaksi mereka pasti ketar ketir deh" Ucap Rara.
Kedua gadis itu adalah Nana dan Rara, jangan salah dengan mereka yang tergolong miskin dulunya tapi dengan kecerdasan mereka, mereka bisa meretas CCTV dan lihat kemampuan mereka sangat berguna saat ini.
Sebenarnya mereka berniat ingin pulang dari cafe tetapi pada saat di jalan mereka melihat seorang yang mereka kenal memasuki sebuah mansion mewah dan itu membuat tingkat kekepoan Nana dan Rara meningkat dan tanpa banyak bicara lagi Nana pun mengambil laptop di tasnya dan mulai meretas CCTV di mansion itu. (Mereka membawa laptop karna lagi mengerjakan tugas di sebuah cafe)
"Gue ga nyangka daddy nya aja di sikat apalagi yang lain pasti udah longgar banget tu, dari o jadi O" Lanjut Raa sambil tertawa.
"Ahhh, dia kan ***** wajar aja sih selalu di celap celup" Ucap Nana.
"Gila sih, kuy pulang" Ajak Rara.
"Muak gue di neraka itu" Ucap Nana memanyunkan bibirnya.
"Sabar, setelah selesai semuanya kita akan pergi ke luar negeri sekalian ngobatin lo" Ucap Rara tersenyum lebar.
"Oke" Ucap Nana pasrah.
"Ehh, btw besok kan perayaan sekolah dan perusahaan kita diundang pada malam puncaknya untuk memberikan arahan gitu secara kan perusahaan berkembang pesat saat ini dan juga sekaligus memperkenalkan diri kita sebagai CEO N'R Company" Ucap Nana tersenyum lebar.
"Dan juga membuat pertunjukan yang menarik" Ucap Rara menatap Nana dengan senyuman devil nya dan dibalas dengan seringai oleh Nana.
__ADS_1
Setelah pembicaraan itu mereka pun pulang ke mansion mereka masing-masing.
*****
Saat ini Rara menuju mansion dengan senyuman setelah beberapa saat akhirnya dia pun sampai, dia pun mengerutkan dahinya melihat banyak motor di halaman mansion nya.
"Pasti ada tamu" Gumam Rara.
Rara pun tak menghiraukan nya lagi, dia pun memasuki mansion nya dan Rara pun melihat geng Angkasa tengah bercanda tawa di sana. Rara melihat mereka pun melanjutkan jalannya menuju kamarnya. Sesampainya dia di kamarnya dia pun membersihkan tubuh nya dan setelah itu merebahkan tubuhnya di kasur queen sizenya.
"Saat sekarang kalian bisa tertawa tapi tunggu aja ke depannya kalian akan merasakan apa yang pernah gue dan Nana rasain, dan juga di hidup kalian hanya akan ada kata penyesalan" Gumam Rara.
"Gue laper banget, masak deh" Ucapnya sambil beranjak dari kasurnya.
Rara pun turun menuju dapur tanpa melihat geng Angkasa yang tengah menatapnya.
"Gue masak sup ayam terus perkedel aja kali yaa, udah lama kagak makan itu" Ucap Rara tersenyum lebar.
Rara pun mengeluarkan sayuran dan ayam untuk masakannya setelah satu jam berkutat dengan masakannya akhirnya pun siap. Rara pun menata masakannya di meja makan dan memakan nya dengan hikmat tanpa melihat geng Angkasa yang tengah menelan saliva nya.
"Ra" Panggil Bima membuka suara sedangkan Rara hanya menaikan satu alisnya.
"Lo kagak ada niatan nyuruh gue nyicip gitu" ucapnya dengan memelas.
"Males"
"Tega amat lu Ra"
"Pelit banget lo ra" Ucap Danis.
"Sukak gue lah"
"Makanan ga enak gitu di minta" Ucap Leon mengejek.
"Gue sih oh aja, mau enak mau engga yang penting gue kenyang"
"Ra, gue laper bagi dikit yaa" Ucap Bima tanpa mendengar ucapan Leon.
"Karna gue baik nih, jadi lo boleh ambil aja dan kalian kalo mau juga boleh kok. Mana tau lo pada mau makan masakan gue yang ga enak ini" sindir Rara sambil menatap sinis ke arah Leo sedangkan Leo hanya berdecih sambil memalingkan wajahnya.
"Wahh, lo memang baik Ra" ucap Bima tersenyum lebar sedangkan Rara hanya tersenyum tipis.
"Gue duluan" Ucap Rara beranjak dari meja makan itu.
"Gilaa, ini enak banget" Pekik Bima berbinar menyicipi masakan Rara.
"Lebay lo" Dengus Leo.
"Gue serius anjir, kalo ga percaya coba aja nih"
__ADS_1
Mendengar itu mereka langsung memakan masakan Rara.
"Enak banget ini mah" Batin Leo.
"Wow, semakin menarik aja" batin seseorang.
"Gimana enak kan?"
"Biasa aja" Ucap Leo padahal mah beda dihatinya.
"Ini ga enak aja tapi enak buanget" Ucap Danis berbinar dan di angguk oleh mereka semua (-Leo).
Mereka pun makan dengan lahap bahkan Leo yang katanya biasa aja nambah terus bahkan mereka mencibir Leo sedangkan Leo pun tak memperdulikan cibiran mereka.
"Owh iya Le, Si Sisil mana?" tanya Danis sambil mencari-cari Sisil.
"Dia lagi nginep rumah temannya" jawab Leo.
"Lah, numben" ucap Danis heran.
"Sering kok tiap minggu gitu" ucap Leo.
"Siapa nama temennya Sisil?" tanya Alex.
"Mmm, kalo gak salah si Tara" ucap Leo sedangkan Alex pun mengangguk.
"Tara yang rumornya suka main sama om-om itu yaa?" tanya Bima sedangkan yang lain hanya mengerutkan dahi mereka.
"Tara?? setau gue bukannya Tara itu polos banget yaa masak iya main nya sama om-om" ucap Bryan tak percaya.
"Gue denger dari kelas lain sih tapi gak ada tau yang pasti nya" ucap Bima.
"Paling cuma rumor" ucap Brayen.
"Tapi gue pernah liat dia sama om-om loh" ucap Danis.
"Mana tau papa nya" ucap Leo.
"Tapi pakaiannya sexy anjir mana mesra lagi" pekik Danis.
"Apa rumor itu bener yaa" ucap Bima.
"Kemungkinan bener" ucap Angga.
"Makanya jangan liat luarnya aja, mana tau dibelakang dia gitu" ucap Chandra.
"Kalo gitu bahaya banget kalo Sisil berteman sama Tara, bisa-bisa nanti Sisil ikutan Tara lagi" ucap Bima.
"Sisil gak mungkin gitu" ucap Alex datar.
__ADS_1
"Yaa mana tau aja, nanti bisa-bisa lebih pro an Sisil lagi" ucap Danis tertawa sedangkan Alex dan Leo menatap tajam ke arah Danis.
"Hehe, bercanda" ucap Danis sambil mengangkat dua jarinya sedangkan mereka hanya menatap datar Danis.