
POV Nana
Gue setelah ditolak sama pak dokter ganteng itu karna dia sudah menikah, wihhh kecewa gue sama tu dokter terus gue langsung ninggalin rumah sakit dengan hati yang hancur lebur sebenernya gak sih.
Gue jalan menyelusuri jalan menuju entah kemana tapi dijalan ada seseorang yang memukul belakang gue seketika mata gue burem kek hidup lo pada. Canda doang
Pas gue bangun, gue udah di kamar yang mewah.
"Anjirr, gue dimana nih? Ucapnya melihat sekeliling dan dia pun mengerutkan dahinya binggung melihat ada banyak foto dirinya berbagai gaya di dinding tersebut.
"Kok banyak foto gue sih" Ucapnya bingung.
"Apa gue mau di santet? Lanjutnya ngawur.
"Gak mungkin sih tapi kok__" Ucap Nana terpotong dengan suara pintu yang terbuka.
Cklekk (anggap suara pintu kebuka)
Nana pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu itu dan terlihatlah seorang pemuda tampan yang berdiri di sana.
"Sudah bangun baby" Ucapnya lembut.
"Baby baby memangnya gue babi apa" Gerutu Nana.
"Kenapa lo bawa kesini haa? Tanya Nana sinis.
" Kamu itu milikku, kamu tidak akan kemana-mana " Ucapnya tersenyum miring.
"Apa maksud lo ngomong gitu" Ucap Nana dengan perasaan tak enak sedangkan pemuda itu mendekat ke arah Nana yang masi terduduk di kasur tersebut.
"Kamu sangat mengemaskan baby" Ucapnya mengelus pipi Nana sedangkan Nana menepis tangan pemuda itu.
"you will soon be mine" Ucapnya tersenyum menyeringai sedangkan Nana menegang mendengarnya.
"Lo-lo ja-ng-an ma-cam-ma-cam? Ucap Nana gugup.
" Gak banyak kok, cuma satu macam aja" Ucapnya tersenyum lebar, Nana melihat itu hatinya menjadi was was.
"Lo jangan deketin gue" Ucap Nana menatap tajam sedangkan pemuda itu hanya mendekati dirinya ke arah Nana.
"APA YANG KAU LAKUKAN BANGSAT" Teriak Nana yang memberontak sedangkan pemuda itu langsung mengunci pergerakan Nana.
"LEPASIN GUE BANGSAT" Teriaknya lagi sedangkan pemuda itu menindih Nana dengan kasar.
"" TOLONGIN GUE KEY HIKS HIKS" Teriak Nana yang menangis, dia takut dengan situasi sekarang dia hanya bisa berdo'a di dalam hati semoga Key atau yang lainnya menolongnya.
Plakkkk
"LO ITU MILIK GUE BUKAN MILIK KEY" Bentak seorang pemuda menampar Nana dengan keras sedangkan Nana merasakan perih di pipinya dia hanya bisa menangis merasakan sakitnya.
__ADS_1
"Lepaskan aku dari bajingan ini ya Tuhan" Batin Nana yang menangis.
"Lo itu milik gue, milik gue" Ucapnya menekan kata diakhir dan dia pun menarik paksa tangan Nana ke dekatnya sedangkan Nana terus saja memberontak.
Pov Nana off
Brakkk
Pintu di buka paksa oleh seorang pemuda tampan matanya yang tajam seakan hendak membunuh dengan rahangnya yang mengeras dan tangannya mengepal dan dia pun mendekat ke arah mereka dan langsung mendorong tubuh pemuda itu.
"BAJINGAN LO" teriak Key langsung membogem wajah pemuda itu sedangkan pemuda itu menatap Key dengan mata yang tajam.
"Wow,santai bro" Ucapnya tersenyum miring.
"Key" Gumam Nana pelan menatap sendu sedangkan Key menatap Nana tersenyum tipis dan beralih ke pemuda itu.
"Lo gak akan bisa ngambil yang merupakan milik gue" Ucap pemuda itu menatap tajam Key.
"Milik lo, sedangkan dia aja gak mau" Ucap Key tersenyum mengejek sedangkan pemuda itu mengelap marah. Kalo nanya yang lain mereka masi menyerang para penjaga.
"LO SALAH UNTUK BERMAIN-MAIN" Bentak pemuda itu dan langsung menyerang Key dengan bruntal sedangkan Key hanya menghindar dari serangan itu.
"Kenapa gak lawan gue, takut lo" Ucapnya mengejek sedangkan Key hanya menatap datar pemuda itu.
"Kalo itu mau lo gue akan lawan lo" Ucap Key tersenyum miring dan langsung menyerang pemuda itu dengan santai.
Setelah beberapa akhirnya pemuda itu pun terjatuh ke lantai dengan darah yang sudah keluar dari mulutnya.
Dorrr
Semuanya diam mematung melihat siapa yang terkena tembakan itu tentu mereka kaget bahkan Rey, Rara dkk yang baru datang saja sudah di suguhkan pemandangan itu.
Nana memeluk Key untuk melindunginya dari tembakan itu dan dia pun bisa tersenyum lega melihat orang yang dicintainya baik-baik saja sedangkan Key hanya mematung melihat kejadian itu yang sangat cepat. Ya pada saat pemuda itu mengarahkan pistol tersebut, dia pun berlari dan memeluk Key yang tak sadar akan pistol yang mengarah padanya dan ya akibatnya bagian belakang Nana terkena tembakan itu.
Nana pun melihat ke arah sang pelaku tersebut dengan tatapan kecewa.
"Gu-ue ke-ce-wa sa-ma lo ris, pa-da-hal gue ud-ah nga-ngap lo se-ba-gai sa-ha-bat gue" Ucap Nana terbata-bata kecewa dan memejamkan matanya.
Degg
sedangkan Aris terdiam dengan jantung yang berdebar kencang, dia pun berjalan mundur membayangkan kejadian itu, sangat jelas dengan raut wajahnya yang pucat karna terkejut sekaligus takut melihat orang yang dicintainya tertembak olehnya sendiri.
Ya pelakunya adalah Aris Algazali Ramanda Altar atau Aris yang merupakan ketua geng AR, dia adalah orang yang menculik Nana dan membawa Nana ke mansion nya dan dia juga orang yang telah membunuh Ririn dkk yang pada saat itu dia melihat Ririn yang menampar Nana di lorong kelas saat itu boleh dibilang dia salah satu orang yang terobsesi terhadap Nana.
"KALO SAMPAI TERJADI APA-APA SAMA NANA LO HABIS DITANGAN GUE" Teriak Key dengan sorot membunuh menatap Aris sambil menahan tubuh Nana yang tak berdaya.
"Gak gak gue gak bunuh Nana, gue mau bunuh LO BANGSAT, GUE GAK BUNUH NANA, AGKKHHH GUE GAK BUNUH NANA" Ucap Aris berteriak menjambak rambutnya frustasi.
"SEMUA INI GARA-GARA LO, KALO AJA NANA GAK NGELINDUNGIN LO DIA GAK AKAN SEPERTI INI" Teriaknya lagi menunjuk ke arah Key sedangkan Key hanya diam menatap Aris dengan tajam.
__ADS_1
"ASAL LO TAU NANA ITU MILIK GUE, LO GAK BERHAK UNTUK DIA" Teriaknya marah melihat Key.
"Lo gila ris, harusnya lo sadar Nana terluka karna lo dan Nana itu bukan milik lo kalo memang dia itu milik lo, lo gak akan melukai dia maupun orang di sekitarnya dan juga kalo lo cinta sama Nana, gak kaya gini caranya dan lo udah buktiin kalo lo itu gak cinta sama dia melainkan terobsesi" Ucap Rara berteriak marah dan menekankan kata 'terobsesi' kearah Aris sedangkan Aris hanya diam dan terduduk lemas karna teriakan Rara.
"Kita ke rumah sakit" Ucap Key dengan wajah memerah menahan amarah sekaligus tangis melihat Nana yang sudah banyak mengeluarkan darah.
Mereka pun dengan cepat membawa Nana ke rumah sakit sedangkan Aris masi terduduk lemas dengan memeluk kakinya.
"AAGHKKKK, GUE GAK BUNUH NANA HIKS HIKS" Teriak Aris sambil menangis.
Dia pun melihat telapak tangannya dengan bergetar, kejadian itu membuatnya terbayang-bayang dan merasakan takut apa yang akan terjadi terhadap Nana. Karna merasakan ketakutan yang berlebihan dia pun mengambil pisau di meja dan mulai menggores tangannya sendiri.
Sisi Key dkk
Key membawa Nana yang sudah pingsan dengan menaiki taksi sedangkan yang lain mengikuti Key menggunakan motornya.
"Nana lo harus kuat" Ucap Key meneteskan air mata.
"PAK BISA LEBIH CEPAT GAK" Teriak Key dingin sedangkan sang supir taksi terkejut sekaligus panik mendengar teriakan Key.
"Ma-af tuan ini sudah cepat" Ucap sang sopir gugup.
Sedangkan Key tak menghiraukan sang supir itu lagi, dia mengelus-elus Nana yang pingsan itu.
"Lo harus bertahan na, gue sayang sama lo gue gak mau lo kaya gini" Lirih nya sambil mencium kening Nana berulang-ulang. (Huwaa kagak perawan lagi tu kening Nana).
Setelah 30 menit menempuh perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit milik Key "K'R HOSPITAL"
"DOKTER CEPAT SELAMATKAN GADISKU" Teriak Key dingin dan teriakan tersebut membuat para dokter tersebut terkejut sekaligus takut melihat sang pemilik.
"CEPAT ANJIR" Teriak nya lagi dan semua penghuni RS pun panik mendengar teriakannya lagi dan mereka pun dengan cepat membawa Nana keruangan UGD.
"Ingat, kalian harus fokus dalam menangani gadisku, kalau sampai terjadi apa-apa terhadapnya kalian habis di tanganku" Ucap Key dingin sedangkan para dokter pun hanya bisa berkeringat dingin mendengar ancaman itu.
"Ba-ik tuan muda kami akan berusaha" Ucap kepala dokter gugup sedangkan Key hanya menatap mereka dengan dingin dan mengangguk.
"Dok, selamatkan sahabat Rara hiks hiks" Ucap Rara menangis.
"Anda tenang saja nona, kami mohon doa nya untuk pasien" Ucap kepala dokter tersebut dan mereka pun mengangguk dan para dokter tersebut pun langsung pergi meninggalkan mereka.
"INI SEMUA SALAH GUE, KENAPA GAK GUE AJA YANG TERTEMBAK" Teriak Key frustasi mengelap wajahnya dengan kasar.
"Ini bukan salah boss, ini salah Aris" Ucap Restu menenangkan Key.
"Lo gak usah menyalahkan diri sendiri" Ucap Rey.
"Gak akan terjadi apa-apa sama Nana, dia itu kuat" Ucap Rafa.
"Betul, Nana itu gadis yang kuat" Ucap Ivan.
__ADS_1
Sedangkan Key langsung terdiam dan berdoa untuk Nana.
"Gue yakin lo kuat na" Batin Key.