
...SELAMAT MEMBACA!!!!...
Sekarang Nana dan Rara telah sampai di bandara internasional di Indonesia, ya hari ini merupakan hari keberangkatan Nana dan Rara ke luar negeri untuk pengobatan Nana. Mereka juga pergi dari rumah secara diam-diam pada dini hari dengan di antar oleh Key dan Rey.
"Yakin kalian perginya berdua, apa kalian gak mau kami antar ke negara itu?" tanya Key.
"Yakin kok, kalian tenang aja kami bakal baik-baik aja" ucap Nana tersenyum.
"Lo pada gak usah khawatir, gue bakal jagain Nana sampai dia sembuh" ucap Rara tersenyum lebar.
"Gue percaya lo, jaga baik-baik Nana ya" ucap Key sedangkan Rara pun menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan ucapan Key.
"Gue akan selalu nunggu lo" ucap Rey sambil mengelus rambut Rara.
"Kami akan pergi sebulan sekali ke negara itu" ucap Key.
"Oke Raja" ucap Nana tersenyum.
"Terasa sulit kalo kamu pergi Queen" ucap Key sambil memeluk erat Nan.
"Aku cuma sebentar kok sayang" ucap Nana mengelus lembut punggung Key sedangkan Key tersenyum salting mendengar ucapan sayang dari Nana.
"Ucul banget sih" ucap Nana sambil mencubit pelan pipi Key.
"Sayangggg" ucap Key manja.
"Bucin terossss" julid Rara.
"Biarin terserah gue dong wwleekk" ucap Nana sambil menjulurkan lidahnya.
"Idih"
"Panas yaa panas yaa owh jelas panas dong, makanya punya pacar" ucap Nana mengejek sedangkan Rara hanya menatap kesal ke arah Nana.
"Lo pikir gue gak ada pacar, ini pacar gue" ucap Rara sambil memegang erat tangan Rey.
"Kalian udah jadian?" tanya Nana dengan mengerutkan dahinya.
"Hmm masih belum sih" ucap Rara dengan menggaruk-garuk kepalanya.
"Yaa elah, gue pikir udah gak taunya belum" ucap Nana tertawa mengejek.
"Udah, bentar lagi jadian kok" ucap Rey.
"Haa?" kaget Rara.
"Rara, dari awal aku udah suka sama kamu dan makin lama perasaan ku makin besar sama kamu. So, do you want to be my girlfriend?" ucap Rey berlutut menyatakan perasaannya dengan sepucuk bunga mawar yang indah di tangannya.
"Wow, ayo terima aja ra, TERIMA TERIMA TERIMA" ucap Nana berseru heboh sedangkan Key hanya tersenyum melihat kelakuan Nana yang heboh.
"AYO TERIMA AJA MBAK KALO GAK MAU MAS NYA SAMA SAYA AJA" ucap salah satu gadis di bandara itu.
"TERIMA TERIMA TERIMA" sorak-sorak terdengar ramai dan itu membuat pipi Rara makin memerah.
"Iya" ucap Rara pelan.
"Aku gak denger, coba keraskan lagi" ucap Rey tersenyum.
"IYA, AKU MAU JADI PACAR KAMU" teriak Rara keras dengan wajah yang makin memerah.
"Akhirnya" ucap Rey memeluk erat Rara sedangkan Rara membalas pelukan dari Rey sambil tersenyum lebar.
"Udah woy udah, itu pesawat nya mau take off" ucap Nana membubarkan acara romantis mereka.
"Ngganggu aja lo" ucap Rara mendengus kesal.
"Ciee yang baru punya pacar tapi udah mau LDR" ucap Nana tertawa.
"Biarin, lagian Rey akan datang kok ke negara itu" ucap Rara.
"Iya kan Rey?" tanya Rara.
"Iya sayang" jawab Rey.
"Aduh, melehot dipanggil sayang sama ayang" batin Rara.
"Raja, jaga diri baik-baik ya jangan ngelirik cewek lain terus jangan lupa buat dateng ke sana terus jangan lupa ngabarin. Kalo ada masalah nanti cerita aja sama aku yaa, aku siap kok dengerin cerita nya Raja. I love you sayang" ucap Nana sambil memeluk erat pacarnya itu.
__ADS_1
"Kamu juga jangan lupa kabarin aku, kalo ada apa-apa ngomong ke aku. Aku siap juga buat datang ke sana dengan cepat dan jaga diri kamu. Jangan ngelirik cowok-cowok di sana, nanti kamu akan tau akibatnya kalo berani membantah ucapan ku sayang" ucap Key dengan nada rendah.
"Cita-cita buat liat cogan harus pupus, mana Key serem banget lagi" batin Nana.
"Iya sayang tenang aja" ucap Nana.
"Rey juga yaa, jangan ngelirik cewek-cewek kalo Rey ngelirik cewek abih tuh nanti gue potong-potong" ucap Rara menatap serius ke arah Rey.
"Iya, kamu tenang aja" ucap Rey tertawa pelan.
"Kita pergi dulu yaa, mau take off soalnya" ucap Rara.
"Iya, jangan lupa nanti kabari ya" ucap Rey.
"Oke, see you sayang" ucap Rara sedangkan Rey tersenyum dan mendekat ke arah Rara.
Cup
"See you to sayang" ucap Rey setelah mencium kening Rara sedangkan Rara tersentak kaget dan langsung tersenyum-senyum.
"Raja gak mau cium kayak Rey dan Rara?" tanya Nana menatap Raja.
Key pun tersenyum dan mendekat ke arah Nana.
*Cup
Cup
Cup*
"Wahh, triple kill dong" ucap Nana heboh setelah di cium oleh Key.
"Norak lo" ucap Rara.
"Udah, itu pesawat nya mau berangkat" ucap Key.
"Oke, kita pergi yaa" ucap Nana dan Rara sambil melambaikan tangannya ke arah ke dua pemuda itu.
"Good bye guys" ucap Nana tersenyum sambil berjalan menuju ke arah pesawat sedangkan kedua pemuda itu tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Gimana orang-orang kita udah stand by mengikuti mereka?" tanya Key.
"Kerja bagus" ucap Key.
...🌸🌸🌸🌸...
Sedangkan di sebuah mansion keluarga Nelson, mereka tengah sarapan bersama.
"Mom Dad Nana di mana, kok dari tadi gak keluar kamar?" tanya Brayen.
"Mommy ga tau" jawab mommy nya santai.
"Kalian lihat aja di kamar nya, mungkin dia masih tidur" ucap Daddy nya.
"Oke, biar Brayen liat dulu"
"Gue ikut" ucap Bryan.
Brayen dan Bryan pun pergi menuju kamar Nana.
*Tok
Tok
Tok*
"Nana" panggil Brayen.
"Nana ini abang" ucap nya sambil mengetok pintu kamar Nana.
"Nana ehh" ucap Brayen terhenti karena pintu kamar Nana bisa terbuka.
"Kok gak di kunci?" Heran Bryan.
"Gue juga gak tau" ucap Brayen dan langsung masuk ke kamar Nana.
"Nana, kamu di mana dek" teriaknya.
__ADS_1
Mereka pun menyelusuri kamar Nana dan mereka heran kenapa banyak barang-barang Nana yang tidak ada.
"Bryan, coba liat lemari Nana"
"Kenapa?"
"Lo periksa aja cepat"
"Kenapa sih?"
"Periksa aja anj*ng"
"Oke" ucap Bryan yang langsung memeriksa lemari Nana.
"Kok ga ada pakaian Nana" khawatir Bryan ketika melihat isi lemari yang sudah tidak ada.
"Bray, pakaian Nana gak ada di lemari" ucap Bryan panik.
"Bener dugaan gue"
"Jangan bilang Nana pergi?"
"Seperti yang lo lihat" ucap Brayen menghela nafas sedih.
"Kita harus ngomong ke mommy dan daddy, supaya mereka juga nyari Nana"
"Oke ayuk" ucap Bryan dan mereka pun langsung menuju ke meja sarapan.
"Daddy mommy, Nana pergi dari rumah" ucap Brayen dengan nada panik.
"Terus?" ucap daddy nya.
"Terus kata daddy, Nana pergi dad" ucap Brayen tak percaya.
"Itukan kemauan dia, terserah dia mau pergi apa enggak" ucap mommy nya.
"Kalian orang tua dia apa enggak sih" sentak Bryan dengan setengah teriak.
"Jaga ucapan kamu Bryan"
"Nana pergi dan kalian gak panik, lucu sekali" ucap Brayen.
"Itukan kemauan dia" ucap daddy nya.
"Terserah kalian, aku pergi" ucap Brayen pergi meninggalkan orang tuanya dengan perasaan kecewa.
"Bryan kecewa sama mommy dan daddy" ucap nya langsung menyusul ke arah Brayen.
"Akhirnya anak itu pergi dan hartanya jadi milik kita" ucapnya tertawa.
"Tentu, akhirnya kita bebas melakukan apa saja dan lagi pun dia tak akan sembuh dari penyakit nya" ucap nya dengan tertawa.
...🌸🌸🌸🌸...
Sedangkan di mansion Ajdmaja mereka di hebohkan dengan kehilangan putri mereka.
"LEO, DIMANA RARA LEO" teriak mama nya dengan menangis keras.
"Ma, kenapa mama nyariin Rara bukannya dia di kamar" ucap Leo yang baru datang dengan tergesa-gesa.
"Rara gak ada Leo, pakaiannya gak ada hiks hiks"
"Mama udah nyari dia kemana pun dan mama liat lemari pakaian nya terbuka dan ga ada isinya lagi Leo hiks hiks"
"Rara pergi Leo hiks hiks"
"Mama tenang aja, Leo akan nyari Rara ma" ucap Leo dengan nada khawatir.
"Ada apa ini?" tanya papanya yang baru datang.
"Rara pergi pa hiks hiks" ucapnya sambil terisak.
"Kalian udah periksa seluruh mansion ini?" tanya papanya dengan nada panik.
"Belum tapi pakaian di lemari Rara udah ga ada hiks hiks"
"Leo kamu cari Rara di rumah temannya kemungkinan dia di sana" ucap papanya.
__ADS_1
"Dan papa juga akan telpon orang suruhan papa untuk nyari Rara"
"Baik pa"