
"JANGAN LAKUIN ITU NA HIKS HIKS" Teriak Sisil yang histeris sedangkan Nana hanya mengerutkan dahinya.
"Buat drama apa ni bocah? Batin Nana.
👣👣👣👣
" NANA JANGAN AGKHHH" Teriak Sisil yang menjatuhkan dirinya sendiri dan itu membuat Nana melotot tak percaya.
Ntah kebetulan atau memang sudah direncanakan, Alex dkk melihat Sisil yang jatuh dengan darah yang mengalir di kepalanya dan itu membuat Alex mengelap marah.
Plakkk
Plakkk
Dua tamparan mengenai pipi mulus Nana dan itu membuat bibir Nana robek.
"INI KALI KEDUA LO MAU NGEBUNUH SISIL, GUE GAK AKAN LEPASIN LO" Teriak Alex dengan wajah mengelap.
"Gue gak dorong dia, dia yang jatuhin diri sendiri" Ucap Nana membela diri.
"Bawa Sisil Ke rumah sakit dulu" Ucap Angga datar, mendengar itu Alex pun dengan cepat membawa Sisil Ke rumah sakit.
"Sumpah gue gak dorong Sisil, dia jatuhin diri sendiri" Ucapnya.
"Lo gila, apa untungnya dia ngejatuhin diri sendiri" Ucap Bima sinis.
"Maling mana ada yang ngaku" Ucap Danis.
"Gue kecewa sama lo na, padahal gue mau minta maaf ke lo tapi sikap lo memang gak berubah" Ucap Brayen kecewa.
"Pembunuh"
"Kasihan ya si Sisil"
"Katanya udah berubah"
"Gak terima kalik kalo Sisil sama Alex"
"Gak tau malu"
"Penjahat"
"Gila sih ngebunuh orang di sekolah"
"Dasar pembunuh"
"Udh j*l**ng pembunuh lagi"
"Masukin ke penjara aja"
"Dia orang kaya nyogok pake uang dia bebas"
Begitulah kira-kira cibiran dari mereka melihat kejadian itu.
"NGAK MUNGKIN NANA DORONG SISIL DAN GUE PERCAYA SAMA SAHABAT GUE" Teriak Rara yang baru datang dan mendekati Nana.
"Alah palingan lo sama sahabat lo yang ngerencanain ini" Ucap Bryan sinis.
__ADS_1
"Dih, abang apaan lo yang gak percaya sama adik sendiri" Ucap Rara sinis.
"Jijik gue nganggap pembunuh itu sebagai adik" Ucap Bryan.
"GUE GAK PEMBUNUH" Teriak Nana berlari meninggalkan mereka.
Siapa sih yang gak sakit hati kalau dituduh seperti itu, kesalahan yang gak dibuat malah mendapatkan hinaan dari mereka. Namanya juga perempuan pasti hatinya sangat mudah terluka walaupun dia terkesan dingin dan cuek. Sekuat apapun perempuan pasti ada kalanya dia menangis. Tangisan seseorang perempuan bukan berarti dia itu cengeng atau lemah tapi dia hanya menumpahkan sedikit masalahnya dengan tangisan agar dia sedikit lega.
Back to topic
Sedangkan Key dkk hanya menatap tajam mereka satu persatu.
"Jangan sampai kalian menyesal" Ucap Key dan pergi dari sana.
Sedangkan mereka mendengar kata Key hanya acuh tak peduli dan pergi menyusul Alex ke RS.
Sedangkan Nana, dia berlari menuju belakang sekolah tanpa menghiraukan cibiran-cibiran yang mengatakan kalau dirinya itu pembunuh.
"Hiks hiks gue gak dorong Sisil, dia jatuhin diri dia sendiri hiks hiks" Ucapnya menangis tersedu-sedu.
"Iya gue percaya sama lo" Ucap Key yang baru datang.
"Hiks hiks Key lo percaya gue kan? Tanyanya yang masih menangis.
" Iya sayang, gue percaya " Ucapnya tersenyum ngusap lembut air matanya sedangkan Nana pun blushing mendengar panggillan 'sayang' dari Key.
"Ciee yang blushing makin cantik aja" Goda Key dan itu membuat Nana malu.
"Sejak kapan nih si kulkas berjalan bisa menggoda cewek" Ucap Nana mengejek untuk menetralkan detak jantungnya.
"Bisa mati muda gue kalo deket sama Key" Batin Nana.
"Ganteng banget" Ucapnya spontan.
"Gue emang ganteng" Ucapnya pd sambil menyugar rambutnya.
"Si-siapa yang ngomong lo ganteng" Ucap Nana gugup.
"Kok gugup sih" Ucapnya terkekeh geli.
"Gak kok" Ucapnya malu-malu.
Cup
"Lo gemesin" Ucapnya setelah mencium bibir Nana sekilas sedangkan Nana terdiam mendapatkan serangan mendadak dan jantungnya pun berdetak dua kali lipat.
"A-aku ma-u ke kelas, makasi" Ucapnya gugup dan langsung berlari tanpa mendengar jawaban dari Key.
"Lo buat gue gila Nana" Ucapnya pelan sambil menatap punggung Nana yang menjauh.
Sedangkan Nana dia seakan tak peduli lagi masalah tadi dan cibiran ketika dia melawati para siswa/i, dia hanya punya tujuan yaitu menjauh dari Key yang merupakan pelaku membuat jantungnya berdetak tak menentu.
Dia pun sampai di kelasnya dan duduk dengan Rara yang sudah ada di sana.
"Lo kemana aja sih?gue nyariin lo dari tadi? dan ini muka lo kenapa merah, lo sakit? Tanya Rara beruntun.
" Gue gak papa kok ra" Jawabnya.
__ADS_1
"Bener nih gak apa-apa? Gue khawatir sama lo Na" Ucapnya.
"I'm fine my best friend" Ucap Nana tersenyum manis.
"Lo gak boleh banyak pikiran, lo lagi sakit" Ucap Rara sendu.
"Hey jangan sedih donk, gue aja lagi seneng nih" Ucap Nana malu-malu.
"Seneng kenapa? Tanya Rara heran.
" Ada deh" Jawabnya tersenyum kala mengingat ciuman dari Key tadi.
"Serah lo deh" Ucap Rara malas.
Dan mereka pun hening dan sampai terdengar suara bell masuk berbunyi.
👣👣👣
Keesokan harinya setelah kejadian Sisil yang terjatuh dari tangga, Nana pun di panggil ke ruang BK bersama kedua orang tuanya. Di ruang tersebut sudah terdapat tuan Adjmaja beserta istri nya.
"Baik saya mulai saja, saya selaku kepala sekolah memanggil anda kemari karna anak bapak yaitu Nadia Amanda Queen Nelson karena insiden dia mendorong seorang Siswi yang bernama Sisil Amara Adjmaja di tangga. Karena ini perbuatan fatal jadi, kami akan mengeluarkannya" Ucapnya tegas.
"Benar kamu mendorongnya, sifat kamu memang tak bisa berubah" Ucap daddy nya sedikit emosi.
"Aku tidak mendorong Sisil" Ucap Nana membela diri.
"Tapi sudah terbukti kamu yang berada di tangga itu" Ucap tuan Adjmaja.
"Tapi bukan saya pelakunya" Ucapnya tak terima.
"Dia sendiri yang menjatuhkan dirinya, jadi bukan salah saya" ucapnya lagi.
"Yang kalian lihat belum tentu yang terjadi, jadi jangan memutuskan sesuatu tanpa adanya bukti" Ucap Nana dingin dan itu membuat mereka bungkam.
"Baik saya tidak akan mengeluarkan kamu tapi saya akan meng skor kamu selama tiga hari" Ucapnya tegas dan dijawab anggukan oleh mereka.
"Saya tidak terima dengan hukuman yang bapak berikan" ucap nyonya Adjmaja tak terima.
"Maaf nyonya, untuk sekarang kami akan meng skor dulu setelah ada bukti kami akan menghukum Nadia dengan tegas" ucap kepala sekolah.
"Tapi saya kan tidak salah, kenapa harus di hukum" Ucap Nana tak terima.
"Sudah, kamu buat malu saya saja" Ucap daddy nya
"Saya permisi" ucap daddy nya dan pergi sambil menarik kuat tangan Nana sehingga membuat Nana kesakitan.
"****, sakit banget" Batin Nana.
Mereka pun pulang menuju mansion, setelah beberapa menit akhirnya mereka pun sampai.
"APA SIH MAU KAMU BIKIN MALU KELUARGA INI SAJA, KAMU TAU AKIBAT ULAH MU SAHAM DI PERUSAHAAN ANJLOK, SEPERTINYA BENAR KAMU MEMANG ANAK PEMBAWA SIAL" Bentak daddy nya dengan nafas memburu.
"Kamu memang tak bisa berubah dan benar kata suami saya kamu memang anak pembawa sial" Ucap mommy nya.
"GUE GAK DORONG DIA" Teriak Nana menggebu-gebu.
"LEBIH BAIK KAMU MATI SAJA, MUAK SAYA LIAT KAMU UDAH SERING BIKIN ULAH DAN KAMU PENYAKITAN LAGI" Bentak daddynya mengelap emosi.
__ADS_1
Degg