
Keesokan harinya tepat jam 16.00 di sebuah ruangan terdapat dua orang pemuda dan seorang gadis ralat wanita yang tengah berkumpul dengan pembicaraan yang serius.
"Buat apa lo nyuruh gue kesini dan kenapa lo bawa dia" Ucap pemuda 1 menunjuk ke arah pemuda 2.
"Tenang sayang, aku hanya akan berbicara sesuatu penting untuk kalian" Ucap wanita itu dengan nada menggoda.
"Cih, gue gak punya waktu cepat katakan apa yang ingin lo bicarakan" Desis pemuda 1.
"Gue punya penawaran spesial buat kalian" Ucap wanita itu sambil tersenyum miring.
"Penawaran lo gak diterima j"l*ng sialan" Ucap Pemuda 1 dengan amarah.
"Wow, tenang dude apakah tak ingin mendapatkan wanita mu?" Ucapan wanita itu membungkam ucapan pemuda itu.
"Hahaha, gue tau lo semua pasti ingin mendapatkan cinta kalian, bukan?" Ucap wanita itu.
"Apa maksudnya lo" Ucap pemuda 1 .
"Jangan sok lugu, gue tau apa yang akan kalian rencanakan"
"Jangan macam-macam b*t*h " Desis pemuda 1.
"Gue gak macam-macam sayang cuma satu macam kok" Ucap wanita itu sambil mengedipkan matanya.
"Lo menjijikan" Ucap pemuda 1 itu dingin.
"Hentikan omong kosong kalian, apa yang ingin lo bicarakan?" Ucap pemuda 2 itu yang sudah jengah.
"Ahh rupanya lo gak suka basa basi yaa, oke gue cuma ingin menawarkan sesuatu"
"Cepat katakan" ucapnya menatap tajam ke arah wanita itu.
"Oke, bagaimana kalau kita berkerja sama untuk memisahkan mereka" Ucap wanita itu sedangkan kedua pemuda itu menatap dalam wanita itu.
"Apa rencana lo?" Tanya pemuda 2.
"Gue punya rahasia yang mana membuat dia dendam padanya" Ucap wanita itu tersenyum miring.
"Apa yang lo ketahui tentang dia?" Ucap pemuda 2.
"Aku tau semuanya" ucap wanita itu.
"Katakan" ucapnya dengan penuh penekanan.
"Mendekat lah" ucap wanita itu menyeringai kearah mereka dan membisikan sesuatu yang membuat mereka tersenyum menyeringai.
"I like it"
...🌸🌸🌸🌸...
Sedangkan di sebuah ruangan terdapat dua orang yang saling menatap dengan tatapan dingin.
"Turuti apa yang dia mau" Ucap pemuda itu.
"Tapi dia menyuruh saya membunuh wanita mu" Ucap pria di depannya.
"Anda tidak mungkin bodoh bukan tuan Jeriko?" Ucap pemuda itu mengejek.
__ADS_1
"Apa kamu punya rencana tentang hal ini?"
"Tentu saja, aku tidak ingin berlama-lama menjauh seperti ini dengan wanita ku itu"
"Ahh, kau terlihat mencintainya" Ucap pria itu tertawa mengejek.
"Tentu saja pak tua" Ucap pemuda itu mengejek.
"Tapi, bukankah dia punya kekasih" ucapnya dengan nada mengejek.
"Cih, akan ku singkirkan dia" ucapnya dengan nada tak suka.
"Hahaha, kau tau siapa yang kau lawan itu"
"I know and I'm ready to face it" ucapnya tegas.
"Baiklah, aku akan melakukan apapun untuk mu" Ucap tuan Jeriko.
"Anda sangat manis tuan, apalagi dengan bertambahnya budak nafsu mu itu" Ucap pemuda itu mengejek.
"Aku sudah tak sabar bermain dengannya"
"Tapi dia sudah longgar pak tua"
"I know that"
"Lakukan apa pun mau mu dan tunggu hari itu, anda tau apa yang akan anda lakukan bukan?"
"Tentu saja anakku"
"Aku pergi tuan Jeriko atau aku harus memanggilmu ayah" ucapnya dengan menekankan kata ayah sedangkan pria paruh baya itu hanya tersenyum miring ke arah anak nya itu.
Pada malam hari di sebuah mansion terdapat satu keluarga yang berkumpul di meja makan dengan suasana yang canggung.
"Kamu ingin mommy ambilkan makanan apa Rara?" Tanya sang mommy.
"Tidak usah" Jawab Rara dingin sedangkan yang lain menatap Rara dengan tatapan sendu.
"Maaf" Ucap mereka, hanya kata itu yang bisa mereka ucapkan kepada Rara sedangkan Rara tak menjawab ucapan mereka.
"Rara, kami tau kami salah tolong maafkan kami" Ucapan mommy nya dengan mata berkaca-kaca.
"Bisakah kalian diam dulu, aku sedang menikmati makanan didepan ku" Ucap Rara dengan nada tenang namun tersirat ancaman didalamnya.
"Maaf" Ucap mommy nya sedangkan yang lain hanya menghela nafas panjang.
"Aku selesai dan aku akan pergi" Ucap Rara.
"Kamu ingin pergi kemana sayang" Ucap papa nya dengan lembut.
"Sayang mata mu peyang" Batin Rara.
"Aku pergi akan pergi selama-lamanya dari neraka ini" Ucap Rara dengan penuh penekanan.
"Jangan tinggalkan mommy sayang" Ucapnya berkaca-kaca.
"Kalian tau, anak kalian Rara sudah pergi dari dunia ini?"
__ADS_1
"Apa maksud kamu sayang?"
"Biar saya perjelas kepada tuan dan nyonya perkenalkan nama saya Dira Amelia, saya adalah jiwa yang menempati raga anak anda"
"Kamu jangan bercanda Rara" Ucap Papa nya tak percaya.
"Apakah tuan tidak menyadari sikap saya selama ini?"
"Ahh, saya rasa anda tidak pernah memperhatikan saya" Ucap Dira terkekeh.
"Ini tidak mungkin" Ucap mommy nya.
"Tidak ada yang tidak mungkin nyonya"
"Kamu bercanda kan Rara, Rara masih di sini didepan papa dan juga bang Leo"
"Papa lihat kan Rara masih didepan kita?" Tanyanya kepada suaminya dan diangguk oleh sang suami.
"Rara, kami tau kamu marah tapi jangan bicara seperti itu" Ucap sang papa.
"Ahh, kalian tidak mengerti juga yaa"
"Ya memang raga Rara belum mati tapi jiwa nya sudah pergi karna tidak tahan lagi dengan sikap kalian"
"Jadi itu benar yaa" Ucap Leo memalingkan kepalanya.
"Iya Leo, Rara sudah pergi"
Tapi, tiba-tiba ada cahaya yang datang dan menampilkan sosok Rara asli.
"Ra-rara" Ucap sang mommy tak percaya.
"Iya, ini aku Rara" Ucap Rara asli datar.
"Ini tidak mungkin" Ucap sang papa sambil memegang dada nya.
"Inilah kenyataan nya" Ucap Dira.
"Kenapa bisa begini Rara" Ucap sang mommy yang sudah menangis karna tak percaya.
"Kalian lah yang buat Rara seperti ini, kalian tau selama ini Rara bertahan dengan sikap kalian, Rara mencoba bersabar atas semuanya, Rara selalu menahan rasa luka atas perlakuan kalian. Tapi, tepat umur 17 tahun Rara sudah tak sanggup lagi, Rara capek pa mom kak. Rara gak kuat lagi jadi Rara, Rara udah coba berulang kali tapi Rara udah gak bisa, pada akhirnya Rara lebih memilih pergi dari dunia ini dan seperti Dira katakan kepada kalian Rara udah meninggal dan raga Rara ditempati Dira" Ucap Rara asli dengan tatapan yang menyiratkan kesedihan mendalam.
"Maafin abang dek"
"Maafin papa sayang"
"Maafin mama sayang"
"Percuma" Ucap Rara dan langsung menghilang dari sana.
"TIDAK, RARA JANGAN TINGGALKAN MOMMY RARA HIKS HIKS" Teriak sang mommy histeris.
"Maafin papa Rara" Ucap sang papa sambil meneteskan air matanya nya.
"Kenapa sesak sekali" Ucap Leo menahan tangis.
"Apa yang kalian tanam itulah kalian tuai" Ucap Dira dan pergi dari mereka.
__ADS_1
"JANGAN PERGI RARA"