
Rara sekarang tengah terduduk di taman rumah sakit dengan menundukkan kepalanya tapi beberapa saat kemudian seseorang datang dan duduk disampingnya.
"Ra" panggil Rey sedangkan Rara pun hanya diam tanpa melihat ke arah Rey.
"Dia gak mau lo khawatir dan dia juga sayang sama lo" Ucap Rey melihat ke depan sedangkan Rara pun menoleh kearah Rey.
"Gue takut, gue cuma punya Nana hiks hiks" Ucap Rara menangis, melihat Rara yang menangis Rey pun memeluk Rara.
"Gue gak mau kehilangan dia hiks dari kehidupan dulu sampe sekarang dia yang terus berada di dekat gue hiks hiks dia udah gue anggap sebagai saudara kandung gue, sakit rasanya liat dia menderita penyakit yang bahaya itu sendiri dan bodohnya gue baru tau sekarang hiks hiks" Ucap Rara menangis tersedu-sedu.
"Gue yakin dia kuat dan kita harus kasi support dia terus supaya dia gak ngerasa sendiri" Ucap Rey mengelus punggung Rara.
"Lo bener gue harus kasi semangat, makasih Rey" Ucap Rara melepaskan pelukan dan tersenyum tulus menatap Rey sedangkan Rey hanya menganggukkan kepalanya.
"Cantik" Batinnya.
"Ayo kita balik keruangan Nana" Ucap Rey.
"Ayo" Ucap Rara dengan semangat.
Mereka pun pergi keruangan Nana dengan bergandengan tangan. Setelah beberapa menit sampailah mereka di ruangan itu dan terlihatlah banyak orang di sana yaitu Alex dkk (Sisil), geng Black Mamba dan Antariksa (-Aris) menoleh ke arah Rey dan Rara.
"Ehmm" deheman Daren menyadarkan mereka.
"Kalian kesini? " Tanya Rara menggaruk pipinya canggung.
"Gak, kita di kuburan Nana nih" Ucap Arya dengan wajah dibuat sedih sedangkan Nana melotot mendengar ucapan Arya.
"Lo kira gue mati" Ucap Nana.
"Berjanda doang atuh neng" Ucap Arya menampilkan giginya.
"Bercanda kalik" Ucap Rara.
"Ciee tangannya udah gak perawan lagi" Ucap Restu menaik turunkan alisnya ke arah Rey dan Rara.
"Mana ada tangan yang gak perawan" Ucap Rara melepaskan pegangannya dengan Rey.
"Emangnya anu gak perawan" Lanjut Rara sinis.
"Perawan itu apa?" Tanya Bamb polos sedangkan mereka terdiam melihat wajah polos Bamb.
" Ihh, Bamb nanya kalian loh" Ucapnya polos sambil memanyunkan bibirnya.
" Gemesin banget "
"Ade gue gak semanis dia, ehh gue kan kagak punya adik"
"Dia lakik gak sih? "
"Bawa pulang boleh gak? "
Begitulah kira-kira batinan mereka mereka terhadap Bamb.
"Ehh perawan itu cantik" Ucap Rara cepat.
"Oh, berarti Rara gak perawan dong wlekk" Ucapnya tertawa mengejek dan di ikuti yang lain (kecuali para kutub) sedangkan Rara melotot kearah Bamb.
"Enak aja lo ngomong gitu" Ucap Rara ngengas.
"Rasain salah sendiri sih" ucap Abi tertawa.
"Heheh, Rara perawan kok jangan marah lagi yaa" Ucapnya tersenyum manis.
"Serah lu dah" Ucap Rara pasrah dan mendekati Nana.
"Lo baik-baik aja kan na? Ucap Rara khawatir.
" I'm fine Rara" Ucap Nana tersenyum.
__ADS_1
"Gue gak mau lo sakit kek gini" Ucapnya memeluk Nana.
"Lo tenang aja ra, gue akan baik-baik aja" Ucap Nana membalas pelukan Rara.
"Sekarang gak tau nanti" Batin Nana sendu.
Semuanya berkumpul (-mommy dan daddy Nana) di ruangan tempat Nana dirawat termasuk Sisil yang sudah membaik akibat tusukan itu.
"Gue mau ngomong ke lo na" Ucap Alex dingin sedangkan Nana hanya menaikan satu alisnya.
"Kenapa lo selalu aja ganggu Sisil, liat dia sekarang jengukin lo padahal masi belum sembuh karna ulah lo" Ucap Alex menahan marah sedangkan Nana dan yang lain kecuali Alex dkk hanya menatap Alex dengan tatapan tak mengerti.
"Apa maksud lo? Tanya Nana binggung.
" Gak usah sok gak tau, lo waktu itu udah nusuk Sisil" Bentak Alex.
"Apa maksud lo ngebentak Nana" Ucap Key menatap tajam Alex.
"****** itu udah mencoba membunuh pacar gue" Ucapnya.
"Udah lex, aku gak apa-apa kok" Ucap Sisil lembut.
"Liat betapa baiknya Sisil ke lo na tapi, lo gak tau bertemakasih banget" Ucap Bima sinis.
"Apa sih maksud kalian gue gak ngerti dan lagi gue gak pernah nusuk Sisil anjing aww" Teriak Nana yang kesakitan dibagian belakang nya karna berteriak dan itu membuat Brayen emosi.
"Anjing lo Lex, Nana baru sadar koma lo udah nyari masalah aja" Ucap Brayen yang emosi.
"Lo udah keterlaluan Lex" Ucap Bryan tak suka.
"Lo kalo ngomong liat kondisi donk" Ucap Rara emosi.
"Gue gak bisa nahan emosi lagi, lo bayangin Nana hampir aja ngebunuh Sisil" Teriak Alex.
"Owh gue udah inget tapi harusnya lo bersyukur sil karna gue yang nolongin kalo bukan karna gue yang udah nolongin lo pasti lo udah mati" Ucap Nana menatap tajam Sisil sedangkan Alex dkk mengerutkan dahinya binggung.
" Gue yang udah nolongin Sisil waktu itu, waktu itu gue udah liat dia pingsan dengan bersimbah darah di bagian perutnya" Ucap Nana menjelaskan kejadiannya.
"Tapi kata Sisil lo yang nusuk dia" Ucap Danis dan diangguk oleh Alek dkk.
"Lo kalo gak tau berterimakasih gak usah nuduh lo anjing" Ucap Rara emosi.
"Bodoh" Ucap Key dingin.
"Sil jelasin ini" Ucap Alex dingin.
"Aku gak bohong hiks hiks Nana yang nusuk aku waktu itu hiks hiks" Ucap Sisil menangis tersedu-sedu.
"Nangis aja tros" Batin Nana jengah.
"Sil, tu air mata gak pernah abis kali yak nangis mulu kerjaan lo" Ucap Rara jengah.
"Beli dimana tuh air mata, gue mau beli untuk mereka yang nyakitin gue" Tanya Nana dengan wajah serius sedangkan mereka hanya menatap Nana dengan perasaan yang berbeda-beda.
"Hiks hiks kenapa kalian gituin aku" Ucap Sisil yang masi menangis.
"Kalian apaan sih, ngejek Sisil" Ucap Alex emosi karna tak tega melihat Sisil menangis dan Alex pun langsung memeluk Sisil.
"A-aku g-gak bohong hiks hiks" Ucap Sisil yang masih sesenggukan dengan nada yang menyayat hati bagi mereka tapi berbeda dengan para kutub yang hanya malas menatap mereka.
"Iya, aku percaya kok sama kamu" Ucap Alex lembut sambil mengelus rambut Sisil.
"Mau muntah gue" Batin Nana.
"Bulol" Batin Rara.
"Wee gue butuh plastik" Ucap Arya yang membuka suara dan mereka pun menoleh kearah Arya.
"Buat apa bro? Tanya Rama.
__ADS_1
" Gue pen muntah nih" Jawabnya.
"Lo hamil? Tanya Abi heboh sedangkan Arya melotot kearah Abi.
" Gue ngeri denger dia bukan hamil bambank " Ucap Arya menatap kearah Alex dan Sisil seketika mereka tertawa mendengar ucapan Arya.
"Emangnya dia hantu ya" Ucap Bamb polos.
"Lebih ngeri dari hantu Bamb" Ucap Rocky ngakak sedangkan Alex menatap mereka tajam.
"Bambam jadi takut ihh" Ucapnya berkaca-kaca.
"Lo gak perlu takut Bamb orang kek dia gak usah ditakutin lo harus keliatan LAKIK " Ucap Nana yang menekankan kata 'lakik'.
"Bambam pemberani kok" Ucapnya semangat dan itu membuat Nana dan Rara gemas.
"Lo gemesin banget sih Bamb" Ucap Nana.
"Pen gue bawa pulang juga" Ucap Rara.
"Bambam jadi malu ihh" Ucapnya dengan pipi yang merona.
"Pulang sama tante nanti ya baby" Ucap Nana mengedipkan matanya.
"Gak boleh" Ucap Key, Raka, Alex dan Angga serentak dan yang lain pun hanya diam menatap mereka dengan pikiran masing-masing.
"Ehemm" Deheman Reza menyadarkan mereka.
"Lo batuk? Tanya Rocky
" MINUM BAYGON" Teriak Restu, Rafa dan Ivan serentak.
"BATUK HILANG NYAWA PUN MELAYANG" Lanjut Arya, Apra, Abi, Rocky, Rama serentak dan kemudian mereka tertawa ngakak bersama sedangkan Reza hanya menatap datar mereka.
"Udah diem semua gue pusing" Ucap Nana sambil memegang kepalanya.
"Mau tidur aja hmm? Tanya Key lembut dan dijawab anggukan oleh Nana.
" Manja" Desis Alex yang tak suka.
"Hedeh, pacar lo lebih manja kalik" Ucap Rara sinis.
"Apaan si lo" Ucap Alex.
"DIAM" Ucap Key dingin dan mereka pun terdiam setelah mendengar suara Key.
"Dan lo PERGI dari sini" Ucap Key menekankan kata 'pergi' untuk Alex.
"Urusan kita belum selesai" Ucap Alex menatap Nana tajam dan keluar bersama teman-temannya kecuali twins B.
"Kita juga balik yaa bro" Ucap Arya mewakili mereka dan dijawab anggukan oleh mereka.
"Thanks udah jengukin gue" Ucap Nana tersenyum dan mereka pun membalas senyuman Nana.
"Tata Nana dan Rara cantik" Ucap Bamb tersenyum dan melambaikan tangannya sedangkan NR terkekeh melihatnya dan membalas lambaian tangannya.
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut.
"Gue kalah start"
"Gue gak suka dia"
"Dia hanya miliku"
"Awas aja lo"
"Gue cemburu honey"
Begitulah kira-kira batinan mereka setelah keluar dari ruangan Nana.
__ADS_1