
Nana berjalan-jalan dengan motornya menuju taman tapi ditengah jalan didekat taman dia melihat seseorang yang dia kenal.
"Hei Key" Panggil Nana sedangkan Key terkejut melihat Nana ada di dekatnya tapi dia pun cepat-cepat menetralkannya.
"Hmm" Jawabnya datar.
"Lo kok ada disini dan ini lagi pakaian lo ada noda darah? Tanya Nana.
"Kepo" Ucapnya sedangkan Nana hanya memanyunkan bibirnya.
"Key kasi tau donk" Ucap Nana tapi Key tak menjawab dia hanya berjalan meninggalkan Nana.
"Key, lo kok pergi sih tungguin gue" Ucapnya berjalan mendekati Key dan Key hanya diam dan terus berjalan.
Mereka pun berjalan menuju taman dan duduk di sana.
"Key lo kok gak jawab gue sih, kenapa lo ada disini terus ini lagi di baju lo ada noda darah jangan-jangan lo bunuh orang ya?" ucap Nana menyipitkan matanya sedangkan Key menatap Nana dengan tatapan sulit diartikan.
"Berisik banget lo" ucapnya datar.
"Kan gue kepo" gerutu Nana.
"Gak boleh kepo" ucapnya.
"Kepo itu wajib" ucap Nana dan Key hanya jengah Nana.
"Kata siapa?" tanya Key.
" Kata gue lah" jawabnya mendongak bangga.
"Oh" Ucapnya singkat dan Nana menatap Key kesal.
"Lo mah gitu" Ucapnya memanyunkan bibirnya.
"Lo kode gue?" tanya Key menaik turunkan alisnya.
" Kode apa?" ucapnya bingung.
"Noh bibir lo di majuin" Ucapnya.
"A-paan gak kok" Ucap Nana gugup dengan wajah memerah.
"Kalo mau gue siap kok" goda Key dan itu membuat Nana makin memerah malu.
"Lo apaan sih" Ucapnya memalingkan wajahnya.
"Imut banget sih" Ucapnya mencubit pelan pipi Nana dan Nana diperlakukan begitu jadi salah tingkah.
"Key, ud-ah ma-lem gue mau balik dulu" Ucapnya gugup dan dengan cepat meninggalkan Key sedangkan tersenyum geli melihat Nana.
Setelah kejadian itu Nana pulang dengan keadaan jantung yang tak sehat.
"Gila ni jantung lagi berdisko ria" Ucapnya memegang jantungnya.
"Bisa mati kedua kalinya gue kalo gini terus" Lanjutnya lagi.
"Udah lah mending gue tidur" Ucapnya sambil merebahkan tubuhnya.
Pagi hariβ
Nana sekarang tengah berada di sekolahnya dan terdengar para murid sedang heboh atas berita yang terjadi di sekolahnya tapi Nana hanya acuh tentang itu, dia pun pergi menuju kelasnya tapi sebelum itu ada Aris yang mendekat kearahnya. Nana dan Aris akhir-akhir ini udah dekat banget jadi mereka sering ke kelas bareng.
"Pagi" ucapnya tersenyum tipis.
"Pagi Aris" jawabnya tersenyum.
"Malam ini kamu ada acara? tanyanya lembut.
" Kayaknya gak ada" jawabnya.
"Malam ini aku jemput" upapnya.
"Kemana? tanya Nana binggung.
__ADS_1
"Jalan-jalan" jawabnya.
"Hemm, iya deh" ucapnya dan Aris pun tersenyum lebar.
Mereka pun jalan bersama menuju kelas.
"Na" panggil Rara dan Nana pun menoleh kearah Rara sedangkan Aris meninggalkan mereka untuk menemui gengnya.
"Apa?" ucap Nana.
"Ada berita kalau Ririn dkk meninggal dengan keadaan mengenaskan" ucapnya heboh dan Nana hanya mengerutkan dahinya.
"Ririn siapa? tanya Nana.
" Anak IPS 3" jawab Nana.
"Gue kagak kenal dan tadi yang gue dengar heboh itu mereka ya?" Tanyanya.
"Iya, gempar banget" Ucap Rara heboh.
"Tapi gue kepo yang namanya Ririn dkk itu yang buat sekolah kita gempar, ada fotonya gak?" Tanya Nana mode keponya.
Rara pun mengecek ig milik Ririn dan memperlihatkan fotonya ke Nana, Nana melihat fotonya terkejut.
" Ini yang nampar gue semalem" Ucap Nana ke Rara.
"Jadi dia yang nampar lo, kalo gitu mah bagus deh dapat karma berlipat ganda" Ucap Rara santai.
"Ngeri banget karmanya langsung KO gini" Ucap Nana bergedik sedangkan Rara pun tertawa melihat Nana.
"Tapi kok gue janggal ya" Ucap Rara serius.
"Janggal kenapa?" Tanya Nana.
" Tadi lo bilang mereka yang nampar lo kan terus besoknya mereka meninggal dengan mengenaskan, berarti ada seseorang yang bunuh mereka" Ucap Rara menyambung potongan cerita tersebut dan tentu Nana melotot ke arah Rara.
"Lo jangan nakutin gue deh bukan gue yang bunuh mereka yaa, gini-gini gue gak akan membalas mereka segitunya kecuali emang udah keterlaluan" Ucapnya kesal.
Dalam berpikirnya dia teringat dengan Key yang terlihat noda darah di pakaiannya tapi tidak mungkin Key membunuhnya tapi bisa jadi juga pikirnya.
" Ra, gue lihat tadi malam Key dan di pakaiannya ada noda darah apa mungkin dia? Ucap Nana ragu-ragu.
"Dimana lo lihat dia?" tanya Rara.
" Di taman, kebetulan pas gue lagi jalan karena gue males di rumah neraka itu" Ucap Nana.
"Sepertinya kita harus memecahkan misteri ini" Ucap Rara yang cosplay jadi detektif.
"Gue takut ini ada hubungannya dengan gue" Ucap Nana takut.
"Lo tenang aja kan lo gak salah jadi lo tenang aja dan kita harus memecahkannya" Ucap Rara menenangkan Nana.
"Oke, kita harus mencari orang itu supaya gue jadi tenang karna gue takut kalo itu beneran ada hubungannya dengan gue" Ucapnya yang mulai tenang.
"Oke, kita mulai penyelidikannya dari sekarang" Ucap Rara dengan semangat dan Nana pun menganggukkan kepalanya.
π£π£π£π£
Nana tengah berdiri didepan cermin sambil membolak-balikan tubuhnya.
"Ferfect" Ucapnya tersenyum menatap dirinya dicermin.
"Gila sih, gue cantik banget, kalo disuru pake kostum monyet ataupun babi tetep aja kecantikan gue itu terpancar kek ada cahaya ilahi" Ucapnya narsis dan tertawa tekikik.
"Gue tebak nih yaa pasti banyak cogan yang nempel ke gue secara kan gue cantik, seksi dan kaya lagi" Ucapnya narsis sambil berpose bak model.
Setelah puas melihat dirinya sendiri dia pun pergi bawah.
Tap tap tap
Nana pun yang hendak berjalan keluar rumah tapi sebelum itu ada twins B di sana yang duduk sambil menonton TV. Mereka yang melihat Nana yang rapi mereka pun mendekatinya.
"Mau kemana kamu? Tanya Bryan.
__ADS_1
" Jalan" Ucapnya datar.
"Lo jalan sama siapa? Tanya Brayen.
" Aris" Ucapnya.
"Jangan pulang malem-malem" Ucap Brayen sedangkan Nana hanya menaikkan satu alisnya.
"Numben perhatian" Ucap Nana.
"Lo itu cewe wajar gue ngomong gitu" Ucap Brayen.
"Biasanya gue gak pulang aja kalian gak peduli" Desis Nana sedangkan mereka hanya terdiam.
"Gue pergi" Ucap Nana datar dan twins B hanya menatap kepergian Nana dengan perasaan yang bercampur aduk.
Sekarang Nana keluar rumahnya dan tampak lah ada seorang pemuda dengan motor sport nya.
"Malam ris" Ucap Nana tersenyum manis.
"Malam" Jawabnya tersenyum tipis.
"Sorry gue lama tadi ada masalah sedikit" Ucap Nana.
"Gak papa, ayo naik" Ucap Aris dan dijawab anggukan oleh Nana.
Mereka pun menelusuri jalan hingga sampai lah ke sebuah restoran mewah.
"Mewah banget ni resto pasti mahal nih Sultan mah bebas, lah gue kan anak Sultan tapi anak sultan terbuang sih" Batin Nana terkikik geli sambil melihat restoran mewah itu.
"Ayo kita masuk" Ucap Aris sedangkan Nana hanya mengangguk.
Mereka pun masuk ke restoran tersebut dan Nana hanya bisa terkagum-kagum melihat kemewahannya, mereka pun duduk di salah satu kursi yang telah disediakan.
"Selamat datang tuan dan nona, silahkan dipilih menunya" Ucap waitress yang datang dengan ramah sambil menyodorkan buku menu tersebut sedangkan mereka hanya menganggukkan kepalanya.
"Marni-Laduree Gold Leaf Macarons, pizza, burger, golden steak dan minumannya Chocolate and Coffee " Ucap Aris datar namun santai sedangkan Nana hanya melongo tak percaya apa yang dipesan oleh Aris.
"Baik, silahkan ditunggu tuan dan nona" Ucap waitress tersenyum dan pergi dari sana.
"Gila lo ris, lo beneran mau pesan makanan sebanyak itu? Dan mahal lagi " Protes Nana yang tidak enak kepada Aris.
"Gue gak miskin" Ucap Aris seadanya dan itu membuat Nana kesal.
"Itu kan membuang uang lo beli makanan mahal-mahal kek gini" Ucap Nana yang kesal.
"Santai aja, resto ini pun bisa gue beli" Ucapnya datar dan Nana hanya menatap Aris dengan kesal karna mendengar ucapan Aris yang terkesan sombong.
"Serah lu" Ucap Nana dan Aris hanya diam tak memperdulikan ucapan Nana.
Setelah beberapa lama akhirnya pesanan mereka datang dan Nana melihat makanan dan minuman itu hanya meneguk saliva nya bagaimana tidak semua makanan dan minuman tersebut di atasnya bertaburan emas.
"Gila, beneran bisa dimakan ni emas? Boleh gue simpen gak emasnya biar gue jual, liat gini aja gue gak tega makan ni emas" Batin Nana menatap tak percaya makanan itu.
"Hei, jangan diliatin aja cepat makan" Ucap Aris yang membuyarkan lamunan Nana.
"E-eh iya, ini bisa dimakan kan? Ucapnya polos.
" Bisalah, kalo gak ya gak dijual" Ucap Aris datar sedangkan Nana hanya mengangguk bodoh dan mencoba makanannya.
"Enak banget" Ucapnya berbinar-binar girang setelah mencicipi salah satu makanan itu dan Aris hanya tersenyum tipis.
"Kalo lo enak silakan abisin" Ucap Aris santai.
"Oke gue habisin jangan salahin gue kalo meras ATM lo" Ucapnya dengan penuh semangat sedangkan Aris hanya terkekeh geli.
"Kapan lagi gue makan emas kek gini" Batin Nana girang.
Mereka pun makan dengan senang hati apalagi si Nana makan mewah dengan gratis. Tau lah kan makanan gratis itu nikmat tiada tara.
Sedangkan di sisi lain ada seseorang yang melihat mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Berdua dengan milikku hmm" Ucapnya tersenyum miring diseberang sana.
__ADS_1