
Tak terasa sudah 1 bulan setelah kejadian yang hampir meregangkan nyawa Nana dan lainnya, kini mereka telah bersama kembali dan sekarang waktu nya untuk bersenang-senang dan membalaskan dendam pada orang-orang yang telah menyakiti Nana dan yang lain.
Dengan langkah tegas dan tatapan tajam Nana Rara berserta yang lainnya pun masuk ke dalam sebuah jalan gelap hingga akhirnya mereka sampai ke sebuah ruangan yang di mana terdapat Jeriko ayahnya Angga, Angga, Tuan Adtmaja beserta tuan dan nyonya Nelson.
"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Nana dengan nada tenang tanpa emosi.
"Lepaskan saya baj*ngan" ucap tuan Nelson.
Nana tertawa mendengar ucapan sang paman "Mau di lepasin yaa?" ucap Nana dengan nada bertanya.
"Owh tentu saja tidak bisa" ucap Rara mengejek sedangkan mereka mendengus mendengar ucapan Rara.
"Mau lihat Nana dengan mata merah darah dan Rara dengan mata hitam nya gak tapi nanti kalian akan di siksa abis-abisan loh" ucap Nana tersenyum mengerikan.
"Hehehe, lihat sekarang mata Nana akan menjadi merah" ucap Nana sambil memperlihatkan matanya pada mereka berganti warna merah.
Mereka melihat itu pun terkejut dan bertanya-tanya kenapa mata Nana bisa seperti itu.
"Apakah kalian kaget? tentu saja kaget" ucap Nana tertawa lebar.
Nana pun mendekat kearah mereka, melihat itu tuan Nelson waspada dan langsung memberontak "LEPAS" ucapnya keras.
"Tenang paman aku gak aneh-aneh kok sama pamanku tercinta ini" ucap Nana sambil menepuk pelan kepala tuan Nelson sedangkan tuan Nelson menatap nyalang ke arah Nana.
Srekkk
Secara tiba-tiba Nana pun langsung menusuk mata sebelah kiri tuan Nelson "Arghhh, mata ku" ucapnya berteriak kesakitan sambil menundukkan kepalanya. Posisi tuan Nelson di ikat bagian tangan dan kaki, jadi ketika di tusuk secara tiba-tiba oleh Nana dia tak dapat menghindari tusukan itu. Sedangkan twins B hanya memalingkan wajahnya ngeri sedangkan Key, Rey dan Rara hanya menatap datar kejadian itu.
"Ups, tangan Nana kelepasan" ucap Nana sambil menundukkan kepalanya pura-pura merasa bersalah.
"Simpan wajah bodoh mu, aku jijik melihatnya" ucap tuan Nelson dengan keras dan memberontak.
Dengan menampakkan giginya dan tersenyum lebar "Padahal aku sangat cantik loh paman, kenapa paman jijik melihat ku? " tanyanya dengan kepala miring.
"KAU IBLIS" teriaknya tepat di depan wajah Nana.
Nana pun menutup matanya sejenak hingga akhirnya dia menatap mengerikan orang di depannya. Mata yang berbeda dari biasanya, mata yang menunjukkan amarah yang besar pada orang itu.
"Kau tau tuan Nelson aku adalah iblis yang kalian buat, iblis yang kalian bentuk. Andai saja kau tak membunuh orang tua ku pasti aku tidak akan seperti ini pasti aku bahagia bersama mereka tapi hanya karena harta kalian dengan tega membunuh mereka, kalian akan menerima apa yang sudah kalian lakukan. KALIAN AKAN MERASAKAN KESAKITAN SETIAP GORESAN YANG TERUKIR INDAH DI TUBUH KALIAN, PENDERITAAN KALIAN, AKU INGIN PENDERITAAN KALIAN" ucap jiwa asli Nana dengan mata memerah, mata yang terlihat menyimpan dendam yang amat besar pada keluarga Nelson.
"Kalian tau aku menyerah karena kalian, aku menyerah karena tak sanggup tapi Tuhan memberikan aku kesempatan untuk membalas dendam kepada kalian melalu jiwa orang lain. Akhirnya jiwa itu sampai di titik ini walaupun harus menghadapi masalah yang sangat besar. Aku sangat beruntung walau aku sudah mati" ucap jiwa asli Nana dengan tertawa mengerikan.
Sedangkan tuan Nelson dan nyonya Nelson menatap tak mengerti apa maksud nya, mereka tidak mengerti termasuk yang lainnya kecuali Rara.
__ADS_1
"Owh kalian tak mengerti yaa, biar aku jelaskan sebelum kalian mati. Aku yang sekarang adalah jiwa lain yang masuk dalam tubuh ku, aku dulu kecelakaan waktu Alex menyakiti ku pada saat itu lah jiwaku berganti dengan jiwa lain" ucap Nana asli menjelaskan kejadian sebenarnya.
"Tapi sangat disayangkan Alex harus mati mengenaskan di tangan sahabat nya sendiri yaitu Angga Alvino Dinanta padahal aku juga dendam padanya tapi kau membunuh nya" ucap Nana menatap ke arah Angga sedangkan Angga menatap tajam Nana.
Melihat tatapan tajam itu Nana asli mendekat dengan membawa sebuah pisau yang sudah tersedia di ruangan itu "Diri mu sangat menjijikkan Angga, membunuh wanita yang kau cintai untuk di jadikan boneka dan di pajang di ruangan yang telah kau siapkan. Tapi ku rasa itu bukan cinta tapi kelainan dirimu" ucap Nana menggoreskan pisau tersebut di tangannya, darah Angga pun bercucuran tapi itu tidak membuat Angga kesakitan.
"Menjijikan sekali, karena mu teman satu-satunya yang ku punya mati" ucap Nana melihat Angga tajam sedangkan Angga memejamkan matanya mencoba mengingat.
"Apa maksud lo?" tanya Angga dengan suara rendah.
"Apa kau ingat Angga saat kelas 2 SMP, ada dua orang gadis yang sangat dekat yang satu cerewet dan yang pendiam, Airin Darya Aditama dan Nadia Amanda Queen Nelson. Airin sangat polos sehingga Nana menjaganya sifatnya yang cerewet, ramah dan perhatian sehingga membuat orang-orang menyukai nya termasuk Angga Alvino Dinanta. Iya, lo yang terobsesi dengan wajah cantik Airin selalu mendekati dia dan pada akhirnya kalian berpacaran ketika kenaikan kelas. Awalnya baik-baik aja tapi ketika dia sudah memberontak karena sifat lo yang kasar akhirnya lo menjadikan Airin boneka lo. Apakah sudah ingat?" ucap Nana mencengkram dagu Angga.
Angga terkekeh setelah mendengar cerita tersebut dan juga dia baru ingat tentang gadis cantik nan polos itu "Itulah akibatnya kalo dia memberontak" ucap Angga tanpa rasa masalah.
"BAJ*NGAN, MATI LOOO" teriak Nana sambil menusuk-nusuk secara membabi buta di perut serta tangan Angga sedangkan Angga hanya berteriak kesakitan hingga akhirnya dia pun pingsan.
"RAWAT DIA JANGAN SAMPAI DIA MATI, KARNA BELUM SAAT NYA DIA MATI" titah Nana pada suruhannya.
Nana pun terjatuh hingga akhirnya kesadarannya diambil alih oleh jiwa Caca kembali.
"Apa yang lo rasain Na?"
"Apakah ada yang sakit? "
Pertanyaan bertubi-tubi dari Rara, Key dan twins B sedangkan Nana pun berdiri "Gue gak papa" ucapnya.
"Kenapa bisa jiwa asli Nana kembali?" tanya Rara penasaran.
"Nana yang minta" ucap Nana seadanya.
"Lebih baik jangan mengotori tangan kita, biar suruhan kita dan Key yang menyiksa mereka sampai mereka menginginkan kematian" ucap Nana ke Rara dan lainnya.
Sedangkan yang lainnya pun mengiyakan ucapan Nana dan langsung keluar dari ruangan tersebut.
"Kalian semua urus mereka" Titah Key kepada para suruhannya.
Mereka pun pergi menuju apartemen Nana Rara untuk mengantarkan mereka pulang, Selang beberapa menit akhirnya mereka sampai. Nana dan Rara hanya menutup mata mereka lega.
"Istirahat lah sayang, I love you" ucap Key sambil mencium kening Nana.
Sedangkan Nana tersenyum dan mengangguk " Makasih yaa Raja dan I love you more" ucapnya sambil mengecup bibir Key dan langsung masuk berlari ke kamar nya.
"Nakal" gumam Key tersenyum sambil menyentuh bibir nya.
__ADS_1
*Di luar apartemen*
Rara menatap Rey dengan tersenyum dan dengan cepat dia pun mengecup pipi Rey. Sedangkan Rey tersenyum dan mengacak-acak rambut Rara.
"I love you" bisik Rey.
Sedangkan Rara memerah mendengar bisikan tersenyum dan dengan malu-malu dia menjawabnya " I love you to" ucapnya.
"Masukdan istirahatlah" ucap Rey lembut.
"Oke, dada sayang" ucap Rara dan langsung masuk ke apartemen nya.
"Lucu sekali" ucap Rey tersenyum menatap Rara.
Selang beberapa menit akhirnya Key keluar dari apartemen Nana dan mereka pun pulang menuju apartemen mereka masing-masing.
...****************...
Hari-hari telah berganti menjadi minggu dan minggu-minggu pun telah berganti menjadi bulan dan bulan-bulan pun berganti menjadi tahun. Tiga tahun sudah berlalu dengan cepat, hari-hari mereka sangatlah bahagia meskipun ada beberapa masalah tetapi masih bisa mereka hadapi. Semua orang-orang yang dulu bermasalah, mereka telah meninggal sejak 2 tahun yang lalu. Semua nya berjalan dengan baik kecuali hubungan tentang keluarga Nana dan Rara memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan keluarga mereka yang masih ada itu, karena untuk menjadikan pelajaran untuk mereka yang pernah menyakiti mereka.
Mengenai Brayen dan Bryan mereka masih meminta maaf pada Nana walaupun sudah dimaafkan, namun Nana tidak akan tinggal bersama mereka. Keluarga Nelson sekarang diurus oleh twins B. Mengenai keluarga Atdmaja, mama Rara sudah meninggal 1 tahun lalu akibat kecelakaan dan sekarang Leo lah yang mengurus perusahaan nya itu.
Sekarang merupakan hari bahagia untuk Nana dan Rara setelah menyelesaikan kuliah mereka akhirnya sang kekasih melamar mereka. Karena tak ingin berpisah Nana Rara memutuskan untuk melakukan acara pernikahan bersama. Tentu keputusan itu di setujui oleh kekasih mereka.
Pernikahan, sungguh mereka tidak percaya akan hal ini, mereka merasa waktu berjalan sangat cepat. Pasalnya perasaan baru kemarin mereka hampir kehilangan nyawa tapi Tuhan maha baik memberikan mereka kehidupan yang bahagia setelah terpaan badai. Ini semua terasa mimpi bagi Nana dan Rara, mereka yang dulu serba kekurangan dan akhirnya meninggal mengenaskan tapi Tuhan memberikan kesempatan kedua untuk hidup walaupun di tubuh orang lain. Ntah harus sedih atau bersyukur Nana dan Rara tidak tau.
"Gue gak nyangka yang awalnya berpindah tubuh dengan banyak masalah akan berakhir membahagiakan begini" ucap Rara dengan mata yang berkaca-kaca.
"Gue bersyukur bisa hidup setelah dinyatakan sembuh dari penyakit mengerikan itu" ucap Nana meneteskan air mata
Rara pun tersenyum "Di dunia ini tidak ada yang mustahil" ucapnya dan di angguk oleh Nana.
"Makasih yaa Na, lo udah rela nyerahin tubuh lo ke gue dan berbahagialah di sana" ucap Caca menatap ke atas langit
"Gue juga makasih sama lo Ra, semoga lo udah tenang ya Ra" ucap Dira tersenyum menatap langit.
"Terimakasih dan berbahagialah kalian" bisikan Nana dan Rara asli ke Caca dan Dira.
Caca Dira pun tersenyum dan mengangguk " ayuk, acara akan dimulai " ucap Dira. Mereka pun berjalan menuju tempat pernikahan mereka dengan perasaan yang bahagia.
"Terimakasih Tuhan" batin Caca Rara
...UDAH TAMAT AJA NI CERITA, LEGA BANGET BERAKHIR HAPPY ENDINGππ...
__ADS_1
...TERIMA KASIH YANG UDAH BACA YAA, TERIMAKASIH JUGA SELAMA INI UDAH SUPPORT AKU, KARNA KALIAN AKU JADI SEMANGAT SEKALI LAGI AKU UCAPIN BANYAK TERIMAKASIH π₯Ίπ₯Ίππ»ππ»ππ»...