Transmigrasi Dua Gadis Absurd

Transmigrasi Dua Gadis Absurd
EMPAT PULUH ENAM


__ADS_3

"Tuan Jeriko" ucap pemuda yang datang tiba-tiba dengan tangan mengepal yang menandakan bahwa pemuda itu sedang marah.


"Kamu tidak sopan sekali Angga" jawab pria paruh baya dengan santai.


"Kamu lupa aku ini ayah mu" sambung nya menatap tajam ke arah anak nya itu.


"Aku tidak peduli" jawabnya.


"Aku ingin bertanya mengenai gadis ku, dimana dia sekarang sudah dua tahun aku beri anda waktu untuk mencari nya tapi hasilnya tidak ada" ucap Angga menatap tajam ke arah ayahnya itu.


"Dari awal sudah ayah beritahu lawan mu itu bukan orang sembarangan" ucapnya.


"Aku tau, tapi anda mempunyai sebuah mafia tapi kenapa anda tidak dapat mencari satu gadis pun" ucapnya dengan amarah meledak-ledak.


"Angga jaga bicara mu" desis nya.


"Mafia ayah memang di peringkat atas tapi mafia mereka lebih jauh di atas ayah mu ini" ucap nya tegas.


"Kita harus bergerak hati-hati, tapi ayah rasa mereka juga tau rencana kita" ucap nya menatap Angga dengan tajam.


"Agrhhh, dasar gak berguna" ucap Angga frustasi.


"ANGGA" teriak ayahnya tak terima.


"Kamu tau nya menyalahkan orang lain tapi kamu tidak tau kalau ayah mu dalam bahaya kalau menargetkan mereka"


"Cih, aku tidak peduli tentang urusan mu itu yang aku mau bawa kembali gadis ku itu" ucapnya dengan datar.


"Jangan egois Angga, kamu mengorbankan ayah mu demi obsesi mu itu. Jangan kekanak-kanakan, wanita di dunia ini bukan dia saja, ayah muak selalu kamu tekan begini. Dan ingin aku ingatkan kalo aku ini ayah mu bukan suruhan mu" ucap ayahnya berkilat marah dengan menatap tajam anaknya.


"Aku juga sudah membuang j*lang itu, jadi apa lagi mau mu" sambung ayahnya.


"Aku mau gadis ku kembali" ucap Angga menatap tajam.


"Aku pergi" ucap Angga dan langsung pergi dari ruangan ayah nya.


"Cih, dasar anak kurang ajar" ucap ayahnya menatap pasrah anaknya.


Angga pun keluar dari ruangan ayahnya dengan perasaan marah.


"Dimana lagi aku harus mencari Nana" desahnya frustasi.


"Gue tau pasti lo yang sembunyi in Nana"


"Gue akan menghancurkan lo Keynan Raja Aditya Aldesson" ucap Angga dengan penuh penekanan.


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


"Dad mom" panggil Brayen dengan marah.


"Kenapa?" jawab daddy nya santai.


"Kenapa kalian diem aja kalo Nana ngehilang udah dua tahun dia pergi, kalian terlihat tenang dan seakan tak terganggu. Apa kalian tau di mana Nana?" ucap Brayen meminta penjelasan.


"Kami tidak tau" ucap mommy nya.


"KALO GAK TAU KENAPA KALIAN DIEM AJA BANGSAT" teriak Brayen tak suka menatap kedua orang nya.


Plakkk


"BRAYEN JAGA BICARA MU" teriak daddy nya bersamaan dengan tamparan yang mengenai pipi Brayen.


"Daddy nampar Brayen" ucap Bryan tak percaya melihat kejadian itu.


"Kenapa memang nya, dia tak mengerti sopan santun" desis daddy nya.


"Tapi gak nampar Brayen juga dad" ucap Bryan tak suka.


"Kamu mau seperti Brayen juga?" ucap daddy nya dengan tatapan tajam.


"Hahaha, semenjak Nana pergi kalian berubah kalian seakan bukan orang tua kami" ucap Brayen tertawa kecewa.


"Kalian udah mulai berani main tangan dan gak segan-segan membiarkan aku dan Bryan" sambung Brayen.


"Brayen kecewa sama daddy dan mommy" ucap Brayen yang langsung pergi keluar rumah.


"Kalian jahat, Bryan kecewa sama kalian" ucap Bryan yang menyusul ke kembarannya.


...🌸🌸🌸🌸...


"Leo, Rara dimana kok mama cari di kamar gak ada" ucap mamanya dengan mata sembab, yaa begitu lah keadaan mamanya setelah di tinggal pergi oleh Rara. Mamanya terlihat kacau setiap hari nya, mamanya selalu memikirkan kesalahannya dan mengalami penyesalan yang amat sangat ke putri nya itu Rania Ananda Putri Atdmaja atau Rara.


"Leo, Rara dimana hiks hiks" tanya mamanya dengan terisak.


"Rara ada kok, cuma dia pergi jauh" ucap Leo memberikan perhatian ke mamanya.


"Tapi kenapa lama sekali dia pergi?" tanya mamanya.


"Dia lagi istirahat nenangin hati nya ma, kan kita selalu nyakitin dia makanya dia pergi sebentar" ucap Leo dengan lembut.


"Mama jahat Leo, mama jahat udah nyakitin Rara" ucap mamanya sedih.


"Mama nyesel Leo udah nyia-yia adik kamu hiks hiks" tangis mamanya pecah.


"Mama jangan nangis gini Leo gak tega liat mama begini" ucap Leo sambil memeluk mamanya dengan tatapan sedih.

__ADS_1


"Mama jahat Leo hiks hiks, andai saja dulu mama gak mengadopsi anak dan lebih perhatian sama Rara. Gak mungkin Rara ninggalin mama kek gini hiks hiks"


"Bawa kembali Rara Leo hiks hiks"


"Mama mau minta maaf sama Rara, mama gak akan nyakitin Rara lagi Leo" ucap mamanya dengan penuh penyesalan.


"Bawa Rara kembali Leo hiks hiks"


"Bawa Rara kembali" lirih mamanya dan akhirnya mamanya pingsan.


"Ma"


"Ma"


"Ma, bangun ma"


"Ma bangun ma" ucap Leo panik, dia pun langsung mengangkat mamanya itu menuju kamar mamanya. Setelah itu, dia pun tergesa-gesa mengambil minyak angin untuk menyadarkan mamanya.


"Ma" ucap nya menepuk pelan pipi mamanya tapi tidak ada reaksi apa pun dari mamanya.


"Gue harus nelpon papa" ucapnya mengambil handphone nya dan langsung menelpon papanya.


Sedang memanggil.......


Berdering......


00.01.....


"Hallo pa"


"Kenapa nelpon papa Leo, papa lagi sibuk" ucap papanya.


"Mama pingsan pa, kemungkinan mama kelelahan karna mikirin Rara"


"Hah, papa nanti ada meeting, papa sibuk" ucap papanya dengan menghela nafas lelah.


"Papa jangan sibuk mulu, mama lagi butuh papa"


"Leo gak mau tau papa pulang sekarang"


"sebentar lagi Leo"


"Leo kasihan liat mama pa"


"Oke, papa akan pulang"


"Iya, oke pa"

__ADS_1


__ADS_2