
Rara pun menaiki motornya menuju sekolah tapi di tengah perjalanan dia melihat seseorang pemuda yang dia kenal sedang berhenti memperbaiki mobilnya, melihat itu Rara pun menghentikan motornya.
"Hey ganteng, mobil lo kenapa? Jatuh dari tebing ya? Ucap Rara ngawur sedangkan pemuda itu hanya diam menatap malas ucapan Rara.
"Jangan diam in gue, gue gak bisa hidup tanpa mendengar suara lo, lo tau seakan hidup gue gak ada artinya" Ucapnya melenceng jauh dan pemuda itu hanya menatap datar gadis didepannya.
"Walaupun tatapan mu datar tapi itu menyiratkan kasih sayang yang besar untukku" Gombal Nana dengan mengedipkan matanya sedangkan pemuda itu terdiam kaku dengan telinga memerah. (Buaya betina lagi mode on ya bund)
"Jangan kaku begitu lama-lama terbiasa kok dengan kehadiran diriku di hatimu" Ucapnya kedap-kedip genit sedangkan pemuda itu hanya bisa menahan senyum.
"Gak usah ditahan kalo mau senyum, senyum aja tapi untuk gue jangan ke cewe lain" Godanya sedangkan pemuda itu mengerutkan dahinya.
"Kenapa?" Ucapnya.
"Senyuman lo manis jadi hanya gue yang boleh liat" Godanya sedangkan pemuda itu tak mampu lagi menahan dan akhirnya tersenyum lebar.
"Lo ganteng banget" Ucapnya malu-malu kambing melihat senyum pemuda itu sedangkan pemuda itu pun terkekeh geli.
"Cantik" Batin pemuda itu.
"Nama lo siapa?" Tanya pemuda itu tersenyum.
"Masa lo gak tau sih sama gue yang cantik membahana kan kita pernah kenalan waktu di kantin pas gue sama Nana itu" Ucapnya dengan nada kesal. (Tadi aja seneng kok sekarang kesel dasar Rara)
"Oh lo Rara ya?" Tanyanya tersenyum kikuk.
"Iya gue Rara dan kenapa tuh mobil lo?" Tanya Rara.
" Mogok" Ucapnya malas, jelas-jelas tu mobil lagi diperbaiki tapi si Rara kek orang bego pake tanya yang gak penting.
"Mobil mewah kok mogok" Sindir Rara sedangkan Reza hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Hoho iya, pemuda tampan itu adalah Reza Rahadian. Masi ingat kan Reza itu adalah anak geng Antariksa.
"Mau nebeng sama gue gak Za? Tanya Rara dan Reza hanya mengangguk kaku.
"Nih lo yang nyetir, lo bisa nyetir motor kan? Tanya Rara menyodorkan kuncinya.
" Bisalah" Ucapnya menerima kunci motor Rara.
"Yuk buruan nanti telat" Lanjutnya.
"Mayan, pagi-pagi udah dapat vitamin boncengan lagi, aghh senangnya" Batin Rara tertawa.
Mereka berdua pun pergi bersama, setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di sekolahnya dan itu membuat mereka menjadi pusat perhatian.
"Huwaa coganku"
"Rara gercep huwaa"
"Couple baru ni"
"Suamiku kamu selingkuh huwaa"
"Ingat anak mas"
Kira-kira begitulah teriakan para ciwi-ciwi sedangkan mereka hanya acuh dan berjalan beriringan menuju kelas mereka.
__ADS_1
Disisi Key dkk
Rey yang menatap Rara bersama Daren hanya bisa mengepalkan tangannya dengan mata menatap dengan tajam.
"Mereka berdua kok bisa bersama yaa? Celetuk Restu.
" Jangan-jangan mereka pacaran" Ucap Rafa heboh sedangkan Rey hanya mengepalkan tangannya menahan cembukur.
"Jadi Rey kita gak dianggap donk" Ucap Ivan polos.
"Hooh, kasian banget lo Rey" Ucap Rafa prihatin.
"Yang tabah ya Rey dalam menjalaninya" Ucap Restu dramatis menoleh ke Rey sedangkan Rey memberikan tatapan tajam sendari tadi seketika nyali Restu menciut melihat tatapan dari Rey.
"Heheh, peace deh" Ucapnya mengangkat dua jari melihat tatapan Rey.
"Cabut" Ucap Key dingin dan mereka pun pergi menuju kelasnya tanpa membantah ucapan Key.
"Dia hanya milikku" Batin Rey tersenyum miring.
Saat ini NR dkk (termasuk Rey dkk dan RA dkk) sedang berada di kantin.
"Yuk duduk dipojok sana" Ucap Nana dan diangguk oleh semua orang.
Sesampainya di pojok an kantin mereka pun duduk bersama.
Posisinya duduknya
Key-Nana-Raka-Rey-Rara-Daren-Reza
____________ Meja ________________ Bamb
_________________________________ Abi
Restu-Aris-Apra-Arya-Rafa-Ivan-Rama
(Kira-kira begitu posisinya)
"Kalian mau pesen apa? Tanya Arya.
" Bakso sama es teh panas" Ucap Nana dan Rara penuh semangat.
"Oke, yang lain mau pesen apa" Ucap Arya.
"Samain kali yaa" Ucap Bamb tersenyum dan di angguk oleh semua.
"Oke gue pesenin dulu, Rocky dan abi bantu gue ya" Ucap Arya dan di angguk oleh mereka.
Ketika mereka hendak berjalan tetapi Arya tak bergerak dari tempat duduknya membuat Rocky dan Abi mengerut heran.
"Kenapa? Tanya Abi.
" Kek ada yang ganjal deh tapi apa?" Ucapnya sambil berpikir.
1 detik
__ADS_1
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
"EHH LO, MANA ADA ES TEH PANAS ANJIM" Teriak Arya kesal bisa-bisanya dia di kibulin N&R.
"Memangnya gak ada ya? Tanya Nana tampang polosnya.
" Ya gak ada maimunah, kalian juga ikut-ikutan" Ucap Arya memanyunkan bibirnya kesal sambil menatap semua orang.
"Kode nih" Ucap Apra tersenyum jail.
"Kode apaan? Tanya Arya.
" Tu bibir di majuin" Ucapnya mendekatkan dirinya seketika Arya bergidik ngeri.
"WOW, KALIAN HOMO" Pekik Rara heboh seketika ucapan Rara menjadi pusat perhatian sedangkan Arya dan Apra melotot ke arah Rara.
"Ihh jiujik"
"Cakep-cakep kok homo"
"Batang suka batangan"
"Gila sih suka sama batangan"
"Ngeri uyy"
Sedangkan Arya dan Apra memerah menahan kesal akibat ucapan Rara yang seperti toa.
"Gila lo ra gue normal njir" Ucap Arya melotot.
"Bener gue juga normal kali" Ucap Apra kesal
"Jangan melotot gitu Ar gue takut hiks hiks, gue kan melihat faktanya tadi" Ucap Rara yang pura-pura nangis sedangkan Rey dan Daren menatap Arya tajam dan Arya yang tak sengaja melihat mata mereka seketika nyalinya menciut.
"Maaf ya ra, gak usah nangis nanti kecantikan lo diambil orang perempatan jalan loh" Godanya mengedipkan matanya.
"Iiyuuu, gak mau gue secara kan kecantikan gue punya gue dan untuk lo" Ucapnya menatap Arya.
"Kok buat gue?" Tanya Arya bingung.
" Kan lo punya gue otomatis kecantikan gue buat lo juga" Godanya mengedipkan matanya sedangkan Rey dan Daren memberi tatapan horor ke Arya. (Rara salah tempat gombal, tihati ya Ar semoga tenang di alam sana)
"Nanti gue tunggu lo di markas Ar" Ucap Daren datar sedangkan Arya bergidik ngeri mendengarnya.
"Ar, lo tau kan lo itu bagaikan matahari yang menyinari duniaku" Gombal nya menatap Arya berbinar-binar sedangkan Arya udah ketakutan melihat tatapan horor para calon pawang Rara.
"Lo bisa gak ngitung bintang?" Tanya Rara dan bodohnya Arya dia menjawab dengan gelengan padahal ada dua makhluk yang udah dari tadi menatap horor ke Arya.
"Seperti itu pula cintaku yang tak bisa terhitung oleh mu" Ucapnya menggapai tangan Arya sedangkan Arya memerah menahan malu.
__ADS_1
"Berapa pun banyak laki-laki di dunia ini yang menyukai diriku tetapi tenang aku tetap memilihmu" Godanya tersenyum manis sedangkan Rey dan Daren sudah menggosok telinga tak tahan dan......