Transmigrasi Dua Gadis Absurd

Transmigrasi Dua Gadis Absurd
DUA PULUH DELAPAN


__ADS_3

"Ayo kita cari Nana" Ucap Key dingin dan di angguk oleh Rey dan Rara sedangkan yang lain mereka.....


❁❁


Sedangkan yang lain mereka hanya diam, bingung apa yang terjadi terhadap Nana.


"Gue gak liat Sisil dari tadi" Ucap Danis membuka suara sedangkan yang lain langsung tersadar bahwa Sisil belum datang.


"Dimana Sisil? Apa dia juga hilang?" Tanya Bima sedangkan Alex sendiri menjadi panik.


"Apa ini ada hubungannya dengan Nana? Jangan-jangan Nana nyulik Sisil, kan dia juga gak ada" Lanjut Bima menatap mereka.


" Jangan nuduh " Ucap Angga dingin dan menatap tajam Bima.


"Gue gak nuduh" Ucap Bima sedangkan Angga hanya menatap tajam Bima.


"Kalo gue bisa nyimpulin banyak kejadian-kejadian yang terjadi beberapa minggu ini, mulai dari Ririn dkk meninggal dengan mengenaskan, teror yang kita dapatkan dan hilangnya Nana dan Sisil secara bersamaan dan juga siapa maksud Rara kalo dia itu psikopat dan juga kenapa dia nyari ketua geng Black Mamba dan Antariksa. Gue rasa ini saling berhubungan " Ucap Chandra panjang lebar dengan datar. Ya Chandra ini orangnya cepat tanggap atas sebuah informasi jadi ya dia bisa menyimpulkan sesuatu dengan cepat.


"Gue rasa ini ada kaitan dengan Nana" Ucap Bryan menatap mereka.


"Kenapa lo bisa beranggapan seperti itu?" Tanya Brayen.


" Gue rasa diantara ketua geng Black Mamba dan Antariksa pasti suka dengan Nana, kalian liat sendiri kan ketua mereka itu dekat dengan Nana yang notabenya mereka itu gak suka dekat dengan cewe dan sekarang demi Nana mereka pindah ke sekolah kita" Ucap Bryan sedangkan yang lain diam sambil memikirkan apa yang di ucapkan Bryan ada benarnya juga.


"Jadi kalian menyalahkan ketua geng kami" Ucap Arya tak suka.


"Kita bukan menyalahkan ketua geng kalian tapi kalo gak ketua kalian siapa lagi? Dan juga kenapa Rara menanyakan ketua kalian?" Ucap Danis sinis dan Arya pun hanya diam mendengarkan ucapan Danis.


"Ck pasti dia" Batin seseorang.


"Kalian gak perlu berdebat lagi, kita harus cari Sisil dan juga Nana" Ucap Alex dingin.


"Dimana kita harus cari mereka?" Tanya Bima.


" Kita akan cari disekitar sekolah dulu nanti kita cari mereka di mansion Adtmaja" Ucap Chandra datar dan dijawab anggukan oleh semua.


"Sisil gak ada di mansion" ucap Leo yang baru datang.


"Sisil semalaman gak pulang ke mansion setelah pergi di supermarket siang itu, rencananya gue mau tanya ke lo Lex karna Sisil sama lo. Tapi, setelah gue denger cerita kalian berarti Sisil beneran hilang" ucap Leo panik.


"Sial" ucap Alex.

__ADS_1


"Gak perlu buang waktu lagi sekarang kita cari Sisil sekarang" tegas Alex


"Kita akan bantu cari mereka di sekitar sekolah" Ucap Rocky dan di angguk oleh anggota geng Black Mamba dan Antariksa.


"Kami akan cari mereka di jalanan menuju supermarket" Ucap Alex dingin dan di anggukan oleh semua.


Setelah pembagian itu mereka pun berpencar mencari kedua orang itu.


Sudah satu jam berlalu tapi mereka belum ada tanda-tanda Sisil ataupun Nana ketemu.


"ANGGA, CEPAT LACAK KEBERADAAN SISIL" Teriak Alex yang khawatir dan Angga hanya diam mengikuti apa yang diucapkan oleh Alex.


"Untung lo temen gue" Batinnya marah.


Angga pun menggutak-atik laptopnya dan pada akhirnya dia menemukan keberadaan Sisil.


"Dia di RS Cemara" Ucap Angga datar sedangkan yang lain (-Chandra) panik mendengar kata 'RS'.


"Kita kesana segera" Ucap Alex panik dan diikuti oleh semua.


Setelah satu jam mereka sampai ke RS karena jarak dari supermarket ke rumah sakit itu jauh. Sesampainya di sana mereka pun menanyakan kepada resepsionis.


"Maaf, apa ada pasien yang bernama Sisil Amara" Ucap Alex dingin sedangkan resepsionis itu tersenyum kaku melihat para pemuda tampan di depannya.


"Ada tuan di kamar melati no 20" Ucapnya tersenyum sedangkan mereka pun langsung pergi menuju kamar tersebut dan akhirnya mereka pun sampai ke kamar tersebut.


Di kamar tersebut terlihat gadis cantik itu terbarik lemah di brangkar sedangkan Alex langsung mendekati gadis tersebut.


"Sayang, kenapa kamu bisa begini?" Tanyanya khawatir sedangkan yang lain hanya diam tak tau. Beberapa menit kemudian Sisil pun tersadar.


" Euuggg" Lenguhan Sisil pun terdengar.


"Hei sayang apakah ada yang sakit?" Tanya Alex lembut.


" Kak, dimana ini? Tanya pelan.


"Kamu ada di rumah sakit" Ucapnya sambil mengelus kepala Sisil.


"A-pa di-a a-da di-sini? Tanyanya terbata-bata takut sedangkan yang lain menatap Sisil binggung.


" Siapa?" Tanya Alex binggung.

__ADS_1


"Dia hiks yang telah menusuk perutku hiks hiks" Ucapnya menangis.


"Kamu tenang, ini minum dulu baru cerita ke aku" Ucap Alex menyodorkan air putih dan Sisil pun langsung meminumnya.


"Sekarang cerita ke kami siapa yang udah nusuk kamu" Ucap Alex lembut.


"Ta-pi aku takut" Ucapnya.


"Lo gak usah takut kami ada untuk lo sil" Ucap Bima dan diangguk oleh semua.


"Tadi aku mau pulang dari supermarket tapi pas di jalan mau pulang Nana nyamperin aku dan kami adu mulut sedikit. Terus hiks hiks dia gak terima kalau aku deket kalian apalagi Alex dan twins B dia dia hiks hiks nusuk perut aku hiks hiks dan dia bilang 'ini akibat karna kamu udah mengganggu hidupku dan milikku' untung aja aku berteriak minta tolong jadi aku gak dibunuh dia hiks hiks" Ucapnya menangis tersedu-sedu sedangkan yang lain menatap tak percaya ucapan Sisil. (Ck ck ck, dah ditolong malah gini balasannya, ini nih definisi air susu dibalas air tuba)


"Lo jangan sembarangan Sil" Ucap Angga dingin dan menatap tajam Sisil sedangkan Sisil agak gemetar mendengar suara Angga.


"Aku gak bohong kok, dia yang udah nusuk aku hiks hiks" Jawab Sisil melanjutkan dramanya.


"Ini gak bisa dibiarin" Ucap Alex berkilat marah dan diangguk oleh semua (-Angga dan Chandra).


"Apa teror itu dibuat oleh Nana juga?" Tanya Danis.


"Bisa jadi dia" Ucap Bryan dan itu membuat Alex bertambah marah.


"Tapi untuk apa Nana melakukan itu?" Tanya Brayen.


"Balas dendam" Ucap Alex dingin.


"Kalian jangan menyimpulkan sesuatu sendiri, kita harus cari bukti" Ucap Chandra.


"Kenapa sih lo belain j*l*ng itu" Ucap Danis yang sedikit emosi.


"Gue gak belain dia tapi setidaknya kita memiliki bukti" Ucap Chandra dingin dan tegas.


"Jadi kalian gak percaya sama aku hiks hiks" Ucap Sisil menangis sedangkan Angga dan Chandra menatap datar gadis itu.


"Kami percaya kok sama kamu" Ucap Alex mengelus rambut Sisil.


"Kita harus memberi pelajaran ke Nana" Ucap Alex dengan marah sedangkan yang lain mengangguk tapi tidak dengan Angga dan Chandra.


"Hahaha, kena kau Nana" Batin Sisil senang.


"Sangat merepotkan" batin Chandra.

__ADS_1


"Tak kan ku biarkan kalian menyentuh nya" Batin Angga.


__ADS_2