Transmigrasi Dua Gadis Absurd

Transmigrasi Dua Gadis Absurd
TIGA PULUH DELAPAN


__ADS_3

Terlihatlah layar proyektor dengan menampilkan beberapa video seksual dan beberapa video fitnah seorang siswi SMA KARYA BANGSA, semua orang yang melihat itu membulatkan matanya tak percaya bahkan tidak segan-segan memaki siswi tersebut.


"Wahh, ga nyangka dia ppb"


"Tertipu dengan muka polosnya"


"Pantes dapet rangking satu mulu ga taunya main sama guru"


"Longgar tu dah lobangnya"


"Di sekolah aja dia sok baik, so polos tapi pas luar sekolah liar banget"


"Melayani om-om ga tu"


"Muka polosnya minta di picik-picik"


"Gue merasa bersalah sama Nana dan Rara"


"Bener banget"


Sedangkan Alex dan yang lainnya melotot tak percaya, begitu pun dengan Sisil. Sisil hanya bisa terdiam dengan badannya gemetar hebat dan keringat pun membasahi seluruh tubuhnya.


"Dasar j*l*ng" Ucap Alex sambil mendekat ke arah Sisil dan.....


Plakk


Plakk


Plakk


Tiga tamparan tepat di pipi kanan Sisil sedangkan Sisil pun hanya bisa memegang pipinya yang terasa sakit dan perih.


Yap, video tersebut adalah video seorang Sisil Amara seorang siswi KARYA BANGSA. Di dalam video tersebut terdapat beberapa kejadian dimana Sisil melakukan hubungan intim dengan seorang guru dan beberapa pria paruh baya lainnya. Tidak hanya itu terdapat beberapa video mengenai penusukan Sisil waktu itu dan beberapa drama yang dilakukannya untuk memfitnah Nana dan Rara.


"GAK, GAK ITU BUKAN AKU ITU BUKAN AKU PASTI ITU EDITAN" Teriak tiba-tiba Sisil dengan berderai air mata buayanya.


"Lo buta ya jelas-jelas itu lo, gak nyangka sih lo polos tapi ganas" Ucap salah satu siswi yang menonton adegan tersebut.

__ADS_1


"Pakek acara fitnah Nana dan Rara lagi" Ucap teman sebelah siswi itu.


"ITU BUKAN AKU" teriak Sisil dengan histeris.


"Alex kamu percaya aku kan, aku gak seperti itu aku di fitnah oleh Nana dan Rara hiks hiks" Ucap Sisil sambil menatap Alex sedangkan Alex hanya diam menatap Sisil dengan dingin.


"Gak nyangka gue ke lo sil" Ucap Bima kecewa.


"Gue selalu bela lo sil tapi lo seperti ini kelakuan lo, dasar ******" Ucap Bryan dengan kilat kemarahan.


"J*l*ng sialan, gara-gara lo gue menyalahkan adek gue demi anak pungut kayak lo" Ucap Leo dengan tatapan tajam dan dingin.


"B*j*ngan lo sil, dasar j*l*ng sialan gara-gara lo hubungan gue dengan Nana Rara jadi hancur" Ucap Brayen.


"Cih, rendahan" Ucap Chandra dingin.


"Murahan" Ucap Angga datar.


"Alex kamu percaya aku kan hiks hiks" Ucapnya yang tak peduli dengan ucapan yang lain dan terus memegang tangan Alex dan Alex pun langsung menepis dengan kasar tangan Sisil hingga terjatuh ke lantai.


"Nyesel gue belain lo terus dan sekarang kita putus, dan gue gak mau liat muka lo lagi" Ucap Alex dengan nada dingin sedangkan Sisil tertegun mendengar ucapan penuh penekanan Alex.


"Papa, mama kalian percaya sama Sisil kan? ini pasti ulah Rara sama Nana. Mereka cuma iri ke aku makanya mereka merencanakan ini" ucap Sisil yang menuju ke orang tuanya.


"Jangan panggil saya mama dan jangan kamu salahkan anak saya atas perbuatan kamu. Saya menyesal sudah membela anak seperti kamu dan menelantarkan anak kandung saya" ucap mama Rara dengan marah yang meledak-ledak.


"Cih, murahan" ucap mama Rara sambil meludah kearah Sisil sedangkan Sisil menatap tajam ke arah mama Rara.


"Apa? kamu memang pantas diperlakukan seperti itu" lanjutnya.


"Jangan pernah datang ke mansion saya lagi" ucap papa Rara dengan nada menahan amarah.


"kasihan" Ucap salah satu siswa dengan nada mengejek. Siswa itu pun melemparkan botol kosong ke arah Sisil dan di ikuti oleh para murid yang lain bahkan mereka melemparkan kan sisa-sisa bekas makanan mereka kepada Sisil sedangkan Sisil pun hanya bisa pasrah apa yang dialaminya.


"Ini semua karena kalian Nana Rara, tunggu pembalasan gue" Batin Sisil mengeram marah.


Setelah kejadian itu, Sisil pun dipanggil ke ruang BK untuk menanggung semua yang sudah dia lakukan dan acara yang di gelar pun sudah kacau karena Sisil dan pada hari itu juga pihak sekolah mengambil keputusan untuk mengeluarkan Sisil di sekolah KARYA BANGSA dan mengambil keputusan lain mengenai orang yang berkaitan dengan Sisil sehingga tidak akan ada lagi kasus-kasus yang terjadi seperti Sisil lagi.

__ADS_1


Sedangkan di sisi Alex dkk mereka langsung menuju rooftop, mereka masih tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi dan itu terlihat jelas dengan raut wajah mereka yang memerah menahan amarah serta kekecewaan mereka.


"Gue merasa bersalah sama Nana dan Rara" Ucap Bima yang membuka suara.


"Gue juga" Sahut Danis.


"Agrhhh, gue gak pantas di panggil abang" Ucap Leo dan di angguk oleh twins B. Mereka amat menyesal apa yang sudah dilakukan mereka pada Nana Rara.


"Oh, ****" Gumam Alex mengeram.


"Kesalahan kalian sendiri yang gak melihat sisi dari Sisil bahkan kalian sering main tangan ke meraka terlebih lagi ke Nana dan lihat akhirnya kalian yang menyesal" Ucap Chandra dingin sedangkan yang lain terdiam mendengar ucapan Chandra kecuali Angga tentunya.


"Agrhh, hancur semuanya" teriak Alex.


"Penyesalan memang selalu datang di akhir" Ucap Angga menyeringai.


"Gue harus minta maaf ke Nana dan Rara" Batin mereka (-Chandra dan Angga).


👣👣👣


Beralih ke Nana Rara mereka nampak lega karena akhirnya kejahatan Sisil terbongkar dan sekarang mereka sedang bersenang-senang bersama dua lelaki tampan, siapa lagi kalau bukan Key dan Rey.


"Thanks yaa udah bantuin kita" Ucap Nana tersenyum tulus.


"Tidak masalah sayang" Ucap Key dengan suara yang serak dan seksi ke arah Nana sedangkan Nana merona di panggil 'sayang' oleh Key. (Melehoy jirt)


"Akhirnya lega juga, hama itu udah pergi dari sekolah" Ucap Rara tersenyum lebar.


"Apapun untuk mu baby" Ucap Rey tersenyum ke arah Rara, ahh jangan tanya lagi soal Rara dia pun sama dengan Nana.


"Mengemaskan" Batin Key dan Rey.


"Sebentar lagi kita akan pergi jauh dan lo juga akan berobat di luar negeri, gue gak mau liat lo sakit-sakit lagi" ucap Rara dengan mata berkaca-kaca.


"Iya, gue akan nurut ke lo" ucap Nana cemberut.


"Kita akan ikut kemana pun kalian pergi" ucap Key tersenyum dan di angguk Rey.

__ADS_1


"Thanks yaa kalian selalu ada buat kami" ucap Rara.


"Apapun untuk kalian" ucap Rey dan di balas senyuman lebar oleh Nana Rara.


__ADS_2