
Seorang anak laki-laki berumur 10 tahun tengah bermain dengan seekor kucing. Jangan salah dia bukan bermain seperti anak umumnya tapi dia bermain ekstrem dengan kucing itu.
"Ini sangat menyenangkan" Ucapnya tertawa girang saat dia memotong-motong kucing itu.
"Kamu lucu banget kalo gini" Lanjutnya lagi melihat kucing itu berdarah-darah.
"Yah kok mati" Lanjutnya menatap kucing itu lesu dan pergi meninggalkan kucing itu. (Kasihan banget hiks hiks)
Dia pun pulang ke rumah dengan wajah datarnya bukan sambutan hangat yang didapat tapi keadaan ibu dan adiknya yang mengenaskan dengan tusukan di perut ibunya sedangkan keadaan adiknya yang lebih mengenaskan dengan bagian sensitif adiknya yang banyak mengeluarkan darah dengan ayahnya berada di atas adiknya tak henti-hentinya mencabuli adiknya yang sudah terkulai lemas. Sedangkan anak laki-laki itu menatap dengan penuh amarah dengan penuh dendam dan Ibunya yang masi setengah tersadar pun bicara.
"N-ak pe-rgi dari si-ni" Ucap ibunya terbata-bata dan menghembuskan nafas terakhirnya.
"Ka-ka-k hiks hiks" Ucap adiknya menangis dengan tangan yang hendak menggapainya karna sudah tak berdaya dia pun menghembuskan nafas terakhirnya dibawahan lengkuhan ayahnya.
Anak laki-laki itu menatap adiknya dan ibunya dengan meneteskan air matanya, dia sangat marah dia dendam pada ayahnya itu yang seharusnya melindungi tapi apa yang dilakukan ayahnya tidak seperti ayah pada umumnya dia benci, benci dan sangat benci. Kalau ditanya sedih tentu dia sedih melihat kedua perempuannya dalam keadaan mengenaskan dan ayahnya dia tak bisa menjabarkan dengan kata-kata hanya benci, benci dan benci yang dia rasakan.
"Hei anak sialan, kasi aku uang yang banyak" Ucapnya mendekati anak laki-laki itu dengan sempoyongan sedangkan anak itu hanya diam dengan menatap nyalang sang ayah aarghh bukan ayah tapi iblis yang menjelma menjadi manusia.
"Hei bajingan mana uangnya" Ucapnya yang emosi.
"Gak ada" Ucap anak itu seadanya sedangkan ayahnya menatap marah anak itu dan mulai memukulnya sedangkan anak itu hanya diam menerimanya karna sudah biasa baginya dipukul setiap hari.
"Sialan dasar anak tak berguna" Ucapnya terus memukul anak itu.
"Kamu itu harusnya mati saja, gak ada gunanya kamu hidup" Lanjutnya esemosi ehh emosi maksudnya.
Sedangkan anak laki-laki itu hanya memejamkan matanya perbuatan dan ucapan ayahnya selalu terngiang-ngiang di pikirannya sakit hanya sakit yang dirasakannya dan dia pun mencoba membuka matanya menganggap sekarang dia sedang berada di mimpi buruknya dia hendak bangun dari mimpi buruknya itu dia mau mengakhirinya tapi, dia hanya bisa tersenyum miris melihat didepannya ibu dan adiknya meninggalkan dirinya dengan mengenaskan ditangan sang ayah bukan orang lain, ayah ya dia seorang suami dan ayah dari mereka. Miris bukan tapi itu adalah kehidupan anak laki-laki itu, dia sudah tak tahan lagi sudah cukup.
Dia menatap ayahnya dengan datar dengan cepat dia mengambil pisau yang membunuh ibunya dan dia pun menusuk sang ayah dengan bruntal, tidak ada lagi belas kasih untuknya dia hanya ingin ayahnya mati ya mati dengan mengenaskan. Dia pun menusuk-nusuk perut ayahnya dengan tersenyum menyeramkan sedangkan ayahnya langsung tumbang dengan nafas yang tersengal-sengal.
"A-pa ya-ng ka-mu la-ku-kan si-al-an? Tanya ayahnya terbata-bata dengan darah yang berserakan.
"Membunuhmu" Ucapnya dingin dan terus menusuk-nusuk perut sang ayah dan saat itu pun ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya.
__ADS_1
Sedangkan anak itu tak puas dengan cara matinya sang ayah dia pun mengambil pisau yang lebih besar dan langsung mencincang-cincang tubuh sang ayah, mencongkel matanya dan mengiris-ngirisnya dengan senyuman yang mengembang dan juga memotong bagian penting pria dan langsung melemparkannya dengan asal, dia sangat senang melakukan itu bahkan tak ada rasa prihatin pada sang ayahnya.
Setelah selesai anak laki-laki itu pergi meninggalkan semuanya sebelum itu dia pun membakar rumah tersebut berserta mayat-mayat yang ada didalamnya dia pun menatap rumah tersebut dengan wajah datarnya dan pergi dari sana ntah menuju kemana.
❁ ❁ ❁
Sekarang Rara dan Key dkk berada di markas geng BB, mereka tengah melacak keberadaan Nana. Ya Nana hilang tak tau dimana dan sekarang key tengah sibuk mencarinya.
"Cepat cari Nana hiks hiks" Ucap Rara yang menangis di pelukan Rey sedangkan rey mengelus-elus kepala Rara mencoba menenangkannya
"Lo tenang aja ya ra" Ucap Restu.
"Iya ra tenang aja ada gue yang selalu ada buat lo" Ucap Rafa mengedipkan matanya sedangkan Rey menatap malas Rafa.
"Kalo butuh pelukan gue, lo bisa kok peluk gue" Ucap Ivan tersenyum lebar dan menampakkan lesung pipinya sedangkan Rey melotot kearah Ivan.
"Heheh, peace deh" Ucap Ivan nyegir dan menampilkan dua jarinya dan Rey hanya mendengus kesal melihatnya.
"Dia pembunuh keji, dia psikopat" Ucap Rara gemetar takut.
"Dia jahat, dia gak punya hati hiks hiks" Ucap Rara menangis.
"Lo tenang, Nana akan baik-baik" Ucap Rey lembut.
"Memangnya siapa ra? Tanya Rafa dan Ivan serentak.
"Dia adalah _____ ???
👣👣👣👣
Saat ini Key dkk (termasuk Rara) menuju sebuah mansion, ya mereka sudah tau lokasi di mana Nana berada karna Key melacak keberadaannya. Setelah beberapa jam mereka pun sampai dan tanpa babibu lagi mereka pun turun dari motornya.
"Buka gerbangnya" Ucap Key dingin dan menatap tajam penjaga itu sedangkan penjaga berbadan kekar itu gemetar melihat tatapan Key seakan hendak membunuh.
__ADS_1
"Tidak akan" Ucap salah satu penjaga itu memberanikan diri.
"Buka atau mati" Ucap Key dengan penuh penekanan di akhir.
"Tidak karna kami telah diperintahkan untuk tak membiarkan satu orang pun masuk" Ucap salah satu penjaga itu.
"Baik" Ucap Key dengan sorot dingin.
Key pun mendekat ke arah penjaga iu dan
Bughhh
Bughhh
Empat pukulan mendarat kepada dua orang penjaga itu seketika dua orang itu pingsan akibat pukulan dari Key.
"Pukulan maut boss dilawan" Pekik Restu tertawa melihat aksi Key.
"Hahaha, ngakak gue liat mereka percuma badannya kekar tapi sekali pukul langsung pingsan" Ucap Rafa tertawa heboh.
"Si boss memang the best" Ucap Ivan mengacungkan kedua jempolnya.
"Ayo" Ucap Rey mengajak Rara menyusul Key yang sudah masuk ke mansion itu.
Sesampainya di sana mereka bertemu dengan beberapa penjaga yang lumayan banyak dan terjadilah aksi saling menyerang diantara mereka sedangkan di dalam mansion terdengar suara seorang teriakan yang sangat familiar ditelinga mereka.
"APA YANG LO LAKUKIN BAJINGAN" Teriak gadis itu sedangkan Key yang mendengar teriakkan tersebut langsung mencari asal suara.
"LEPASIN GUE BANGSAT" Teriakannya lagi.
" TOLONGIN GUE KEY HIKS HIKS" Teriakkan nya sambil menangis.
"KAMU ITU MILIK GUE BUKAN MILIK DIA, GUE MUAK DENGERIN LO BICARA KEY KEY DAN KEY TERUS NANA" Bentak seorang pemuda bersama gadis itu, ya dia adalah Nana yang sedang memberontak melepaskan diri dari cengkraman pemuda itu.
__ADS_1