Transmigrasi Dua Gadis Absurd

Transmigrasi Dua Gadis Absurd
TIGA PULUH SATU


__ADS_3

Seorang gadis cantik tengah terbaring lemah di brangkar rumah sakit, dia adalah Nadia Amanda Queen Nelson atau Nana. Sudah seminggu dia belum membuka matanya setelah di nyatakan koma oleh dokter yang menanganinya.


Flashback on


Nana pun dibawa ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru tersebut.


"Kita harus berusaha semaksimal mungkin karena gadis ini adalah kekasih tuan muda pemilik rumah sakit tempat kita sekarang ini, jadi kalian harus berhati-hati salah sedikit saja tuan muda akan menghabisi kita " Ucap kepala RS berkeringat dingin kala mengingat ancaman dari Key.


"Ba-baik dok" Jawab salah satu dokter tersebut dengan gugup.


"Mari kita mulai" Ucap Kepala dokter tersebut dan dijawab anggukan oleh semua para dokter yang berjumlah sepuluh orang itu.


Mereka pun melakukan operasi dengan serius untuk gadis tuan mudanya.


Sedangkan diluar ruangan terdapat seorang gadis dan lima orang laki-laki tengah menunggu jalannya operasi dengan wajah yang khawatir.


"Apa kita gak ngehubungin keluarga Nana?" Tanya Restu dan mereka pun menoleh kearah Restu kecuali Key yang tengah bersandar memejamkan matanya.


"Sebaiknya hubungin aja" Jawab Rey.


"Tapi mereka gak peduli sama Nana" Ucap Rara yang agak tak senang mendengar nya.


"Mereka keluarganya dan mereka berhak tau" Ucap Rey menatap lembut ke Rara sedangkan Rara pun hanya pasrah mendengarnya.


Rara pun mengambil hpnya dan menghubungi telpon rumah Nana.


"Hallo"


"...... "


"Nana kecelakaan dan sekarang berada di RS K'R HOSPITAL bi"


"...... "


"Iya bi sama-sama"


Tut


Rara pun mematikan hp miliknya.


Selang beberapa jam datang dua orang paruh baya dan twins B. Yaa mereka adalah keluarga Nana.


"Bagaimana keadaannya? Tanya wanita paruh baya itu.


" Belum ada kabar" Jawab Rara.


"Cih, menyusahkan" Ucap Bryan pelan yang masi didengar oleh mereka.


"Harusnya lo khawatir liat adik lo tertembak gitu" Ucap Rara yang tak senang mendengar ucapan Bryan sedangkan keluarga Nana yang mendengar Nana masuk RS karna tertembak pun terkejut.

__ADS_1


"Na-na tertembak? Bagaimana bisa?" Ucap daddy Nana terkejut.


" Apa kalian tau Nana itu diculik, ahh tentu kalian tak tau" Ucap Rara sinis dan itu membuat mereka terkejut.


"Saya heran dengan kalian apa kalian itu keluarga Nana atau tidak, bukan kalian juga sih tapi kalau boleh jujur keluarga saya juga begitu. Apa sih salahnya kami meminta diperhatikan kami juga butuh kasih sayang. Tak salah kan meminta diperhatikan? Ck ck ck kalian dan juga keluarga Atdmaja sama saja, sama-sama bodoh akan hal itu" Ucap Rara tersenyum miris sedangkan mereka mendengar itu hanya bisa terdiam dan mereka pun hening dengan pikiran masing-masing.


Setelah beberapa akhirnya kepala dokter pun keluar dari ruang itu dan dengan cepat mereka mendekati dokter tersebut.


"Bagaimana keadaannya dok?


" Bagaimana keadaan putri saya dok?


" Gimana keadaannya?


"Apa operasinya berhasil?


" Apa dia baik-baik saja dok?


"Jawab dok"


"Bagaimana keadaannya?


Begitulah rentetan pertanyaan dari mereka sedangkan sang dokter hanya menghela nafas panjang.


" JAWAB DOK BAGAIMANA KEADAANNYA" Teriak Key yang emosi karena sang dokter hanya terdiam.


"Maaf, sebelumnya tenang dulu tuan muda" Ucap sang dokter menenangkan.


"Tenang dulu Key dan untuk anda lanjutkan " Ucap Rey dingin menatap sang dokter.


"Sebelumnya operasi berjalan lancar dan beruntung tidak mengenai jantungnya dan saat ini nona muda mengalami koma" Ucap sang dokter.


"Ko-ma?" Ucap mereka terkejut.


" Iya nona muda tengah mengalami koma dan juga tidak dapat diprediksi kapan dia sadar" Ucap dokter tersebut


"Ini salah gue" Lirih Key frustasi dan terduduk di lantai.


"Ini bukan salah lo boss" Ucap Rafa dan diangguk oleh mereka.


"Hmm, dan juga nona muda mengalami kanker otak" Ucap sang dokter ragu-ragu.


Deg


Mereka semua mematung atas apa yang mereka dengar bahkan mommy Nana dan Rara lemas mendengar ucapan itu.


"Ti-tidak mungkin dok, putri saya mengalami kanker otak" Ucapnya tak percaya dan meneteskan air mata.


"Apa kalian tidak tau?" Ucap dokter tersebut dan dijawab gelengan oleh mereka.

__ADS_1


"Sepertinya dia menyembunyikan penyakitnya dan juga dia sudah lama terkena penyakit itu" Ucap dokter tersebut menghela nafas panjang.


"Tidak mungkin" Lirih Key meneteskan air matanya.


"Dokter gak mungkin kan sahabat Rara sakit" Ucapnya menangis tersedu-sedu.


"Tapi inilah sebenarnya" Ucap dokter tersebut dan pergi meninggalkan mereka.


"Gak mungkin, gue gak salah denger kan" Ucap Brayen terduduk lemas.


Mereka hanya bisa tertunduk terutama keluarga Nana yang hanya bisa menatap ruangan tempat Nana dengan tatapan bersalah dan hanya ada penyesalan di hati mereka karena perlakuan mereka selama ini.


Flashback off


Setelah kejadian itu mereka pun selalu melihat keadaan Nana yang sampai sekarang belum sadar.


Setelah beberapa lama akhirnya Nana pun tersadar dari komanya.


"Euggg" Leguhan Nana pun terdengar dan tentu itu membuat mereka dengan cepat mendekati Nana.


"Ada yang sakit hmm? Tanya Key sambil mengelus rambut Nana dan di jawab gelengan oleh Nana.


"A-air" Ucapnya pelan dan Key dengan cepat mengambil minum untuk Nana.


"Nak, kamu butuh sesuatu? Tanya mommy Nana lembut.


" Gak" Jawab Nana ketus sedangkan mommy Nana terdiam mendengar ucapan ketus anaknya.


(Hening)


"Ra, lo kok gak bilang kalo lo sakit? Ucap Rara membuka suara dengan raut wajah kecewa sedangkan Nana pun terdiam mendengarnya.


" Kalian udah tau" Ucapnya menghela nafas.


"Selama ini lo sembunyi dari gue, jadi lo anggap gue apa selama ini na, lo gak pernah cerita kalo lo punya penyakit itu, kenapa na kenapa lo gak cerita kalo lo punya penyakit yang bahaya ini na. Seharusnya lo gak sembunyiin ini dari gue, gue na, gue sahabat lo harusnya lo ngomong ke gue" Ucap Rara memerah menahan tangis sedangkan yang lain hanya menatap mereka dengan diam.


"Gue gak mau lo khawatir ra" Ucap Nana menatap sedih ke Rara.


"Iya, wajar gue khawatir lo satu-satunya orang yang berharga bagi gue dan gue sayang lo sebagai saudara kandung gue seharusnya lo bagi rasa sakit itu na" Ucap Rara meneteskan air mata.


"Ra gue_" Ucap Nana terpotong ucapan Rara.


"Gue kecewa sama lo ra" Ucap Rara pergi meninggalkan mereka sedangkan Nana menghela nafas melihatnya.


"Gue nyusul Rara" Ucap Rey langsung pergi tanpa menunggu jawaban mereka.


"Semuanya akan baik-baik saja" Ucap Key mengelus rambut Nana.


"Semoga saja" Lirih Nana.

__ADS_1


"Apa gue bisa bertahan? " Batin Nana sedih.


"Makan dulu na" Ucap Key mengambil bubur yang disiapkan oleh perawat sedangkan Nana hanya menganggukan kepalanya.


__ADS_2