Transmigrasi Dua Gadis Absurd

Transmigrasi Dua Gadis Absurd
SEMBILAN


__ADS_3

Seorang pemuda tengah menelpon seseorang dengan nada dingin.


"Cari data dia, 5 menit"


Tut...


Setelah beberapa saat, terdengar notifikasi yang menandakan bahwa apa yang diinginkan sudah di laksanakan.


Ting


Nama : Nadia Amanda Queen Nelson


Umur : 17 tahun


Sekolah : SMA KARYA BANGSA


Sifat : Angkuh, sombong dll


Dia tak disukai keluarganya dan bla bla bla.


"Kita akan berjumpa lagi" Batin key.


Yaps, yang mencari data itu adalah Keynan Raja Aditya Aldesson adalah seorang pemuda tampan, dingin, cuek dan tidak mau bersentuhan bahkan berdekatan, dia adalah ketua geng Black Blood. Namun siapa sangka pertemuannya dengan Nana menjadikannya tertarik akan sosok gadis tersebut.


👣👣👣


Nana yang tengah santai duduk di lapangan padahal lagi dihukum dan pada saat lagi asik-asiknya terdengar suara cempreng dari sang sahabat.


"NANA, I'M COMING" Teriak Rara berlari ke arah Nana.


"AAA, RARA I MISS YOU" Teriak nya lebay dan merentangkan tangannya berpelukan teletabis.


"Ngapain lo disini ra? " Tanyanya melepaskan pelukan.


"Mau nemenin lo lah, sekalian nyari cogan lewat" Ujarnya berbinar-binar.


"Sweet banget sih, gue jadi terhura" Ujarnya dramatis.


"Terharu kali" Ralatnya di perbaiki Rara sedangkan Nana hanya nyengir-nyengir.


"Na, ada cogan tuh" Ucap Rara menunjuk salah satu siswa yang lewat.


"Kita cegat dia" Ucap Nana diacungin jempol oleh Rara.


"Heii, elo" Panggil Rara sedangkan yang dipanggil bingung dan menunjuk dirinya dan dijawab anggukan oleh N&R ( disingkat biar gak ribet ya).


"Iya elo ganteng" Ucap Rara mengedipkan matanya sedangkan si cowok mendekat.


"Sini duduk sama kita bentar" Ajak Nana.


"Kenalan kita dulu, gue Rara" Ucapnya.


"Kalo gue Nana" Ucapnya menyodorkan tangannya.


"Iya saya tau, nama saya Aldi" Ucapnya membalas jabatan tangan mereka.


"Kalo sama kita pake lo-gue aja biar akrab" Ucap Rara merangkul Aldi, sedangkan Aldi sudah gugup.


"Lo kelas berapa" Tanya Rara.


"Kelas X IPA 2" Ucapnya tersenyum kaku dan membuat Rara gencar menggoda Aldi.


"Huwaa, senyuman kamu itu seperti glukosa, manis" Ucap Rara sedangkan Aldi menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Aldi, semenjak bertemu dengan dirimu, energi statik dari dirimu telah mengejutkan gaya pegas jantungku" Gombal Rara mengedipkan matanya sedangkan Aldi semakin gugup dan memerah.


"Nggak penting mau arus DC atau AC, yang penting fokus ku cuma satu yaitu kamu" Ucap Rara memegang tangan Aldi, Aldi diperlakukan begitu jadi salting gugup gak karuan.


"Dirimu bagaikan nukleus, inti sel. Percayalah, tanpa adanya dirimu, semua akan menjadi kacau"gombalnya lagi sedangkan Aldi yang tak tahan lagi.


" HUWAA MAK, ALDI BAPER" Teriaknya keras sampe-sampe orang-orang di sana kaget dong, mendengar teriakan Aldi yang notabenya pendiem, jarang komunikasi dengan orang.


Sedangkan yang ngegombalin ketawa ngakak liat muka merah si Aldi kek nahan berak.


Setelah kejadian itu mereka pun pergi ke kantin.


"MANG UJANG, BAKSO SAMA ES TEHNYA 2 YA" Teriak Nana dan teriakannya menjadi pusat perhatian.


"OKE NENG NANA" jawab mang Ujang.


Setelah beberapa saat makanan mereka pun datang.


"Ini neng makanannya" Ucap mang Ujang.


"Terimakasih mang, ini uangnya kembaliannya ambil aja" Ucapnya menyodorkan uang selembar berwarna merah.

__ADS_1


"Iya neng, Sama-sama" Ucapnya meninggalkan mereka.


Nana dan Rara pun makan dengan hening hingga tiba-tiba...


Plakkk


Bunyi tamparan yang mengenai pipi Nana dari seseorang, bukan hanya Nana yang kaget tapi juga seluruh kantin. Nana hanya diam sambil memegang pipinya yang perih sedangkan Rara melihat itu mengelap.


"BAJ*NGAN LO, KENAPA LO NAMPAR SAHABAT GUE" Teriak Rara yang mengelap emosi.


"SEHARUSNYA GUE YANG TANYA DIA, KENAPA DIA MASIH BULLY SISIL" Bentak Alex yap yang nampar tadi adalah Alex.


Sedangkan Nana masih diam melihat drama menjijikkan itu.


"Emang lo punya bukti kalo Nana yang bully Sisil?" Tanya Rara dengan remeh.


" Kalo bukan dia siapa lagi, kan Nana yang sering bully sisil " Jawab Bima sedangkan yang lain diem ae.


"Cih, menjijikan"ucap Nana membuka suara.


" Lo lebih menjijikkan kali"celetuk Danis (si Danis kalo ngomong no filter) .


"Lo yang menjijikan anj*ng" Emosi Rara ke Danis.


"Jaga ucapanmu Rara" Ucap Leo membuka suara.


"Mulut mulut gue, jadi bebas donk gue ngomong" Ujarnya santai.


"RARA" Bentak Leo sedangkan Rara berteriak lebih keras.


"APA HAAA?" teriak Rara dan itu membuat Leo diam tak mau memperpanjangnya.


"Kalian membela anak pungut ini hmm" Ucap Nana menatap Alex dkk.


"Lo makin hari makin menjadi-jadi yaa kelakuan lo" Ucap Bryan menunjuk Nana.


"Percuma penampilan lo berubah tapi kelakuan lo gak" Desis Brayen tajam.


"Gue heran sama kalian kok bisa kalian membela wanita simpanan ini?" Ucap Nana pura-pura berpikir sedangkan Alex sudah memerah menahan marah.


"Hiks hiks aku bu kan wanita simpanan hiks hiks" Tangisan sisil tersedu-sedu dan membuat mereka(-N&R) merasa iba mendengar tangisan sisil.


"Lo kan emang cewe simpanan" Ucap N&R serentak.


Plakkk


Plakkk


"Wah wah wah, lo nampar gue? Tanya Rara menunjuk Leo.


"Dan lo nampar gue?" Tanya Nana menunjuk Bryan yang diam merasa bersalah apa yang telah dilakukannya.


" A pa yang gue lakuin" Batin Bryan bersalah.


"Kesalahan yang fatal" Batin Angga dan Chandra.


"Haha, gue senang" Batin sisil menyeringai.


"Bahkan gue gak ada salah" Ucapnya lagi pura-pura sedih.


"Gak usah lo pura-pura sedih, lo pikir kita iba liat muka lo" Ucap Alex sinis.


"Alex ini bisa dibicarakan secara baik-baik dan gak perlu kasar ke mereka" Ucap Angga dingin yang sedari tadi diam.


"Bener kata Angga" Ucap Chandra datar.


"Kalian ko bela mereka sih ngga?" Tanya Bima yang sewot.


"Kita gak bela mereka" Ujar Angga tegas.


"Cabut" Ucap Angga dingin dan mereka pun menghela nafas dan pergi. Namun, saat mereka hendak pergi Nana pun bicara.


"Setelah kalian menamparku kalian mau pergi begitu saja? Tanya Nana tersenyum miring dan mereka pun menoleh kearah Nana. Mereka dapat melihat mata Nana yang merah pekat dan tentunya mereka terkejut.


"I won't let you go baby"(saya tidak akan melepaskan kalian) Ucapnya menyeringai, mereka melihat Nana pun menegang merasakan hawa dingin darinya.


"Tamparan kalian sakit loh padahal gue ditampar sekali, apalagi Nana pasti sakit karna ditampar dua kali" Ucap Rara sedih dengan mata hitam pekat, sedangkan mereka terkejut melihat perubahan mata mereka.


"Kenapa kalian memakai soflen seperti itu? Itu tak terlihat menakutkan" Tanya Alex dingin walaupun dia sedikit takut melihatnya.


"This is real (ini asli)" Ucapnya.


"I'm Sasa" Ucapnya menyeringai.


"Kalian sudah melukai kesayanganku" Ucap Max altar ego Rara dengan nada berat.

__ADS_1


Mereka yang mendengar itu seketika terkejut dan menegang.


Note :


Nana itu punya altar ego cewe namanya Sasa kalo Nana dikendalikan oleh Sasa matanya akan berubah merah pekat. Sedangkan Nana altar egonya cowok namanya Max.


"Ke napa de ngan suaramu Rara?" Tanya Leo terbata-bata.


"Not Rara I'm Max" Ucapnya


"Kalian sudah melukai kesayangan kami maka siap mati" Ucapnya menyeringai sambil memegang sebuah pisau yang terletak di meja kantin.


"APA-APAAN KAU RARA, KAU SUDAH SUDAH GILA" Bentak Leo.


"I already said it's not Rara but I'm Max" Ucapnya santai.


"Kalian mempunyai altar ego" Ucap Angga yang menyadari keanehan mereka dan tentunya mereka terkejut mendengar ucapan Angga.


Sasa pun tidak menjawab nya tapi dengan cepat menghampiri Alex, Bryan dan Leo.


Plakkk


Plakkk


Plakkk


Bughhh


Bughhh


Bughhh


Sasa menampar dan membogem mentah Alex, Bryan dan Leo di bagian perutnya dan itu membuat Alex, Bryan dan Leo terjatuh ke lantai dengan meringis kesakitan dan lainnya tentu sangat terkejut atas tindakan Nana.


Dan selanjutnya Sasa mendekati Sisil yang menangis ketakutan.


"Ma u a pa ka u Na na hiks hiks" Ucap Sisil menangis dan memundurkan dirinya dan tentunya Nana hanya diam terus berjalan mendekati Sisil.


"Jangan sentuh dia Nana" Bentak Alex.


Sasa pun tak mengindahkan perkataan Alex dan terus berjalan mendekati Sisil dan.


Plakkk


Plakkk


Plakkk


Plakkk


Empat tamparan tersebut membuat Sisil pingsan sedangkan yang lainnya melotot ke arah Nana.


"Baru empat tamparan malah pingsan sangat lemah" Gerutu Sasa.


"APA YANG LO LAKUKAN" Teriak Alex yang menatap tajam Nana.


"Aku hanya memberi nya sedikit tamparan" Ucap Sasa santai dan tentunya Alex mengelap marah.


"Max, ayo kembali N&R gak kasi kita bunuh mereka" Ucap Sasa kesal padahal mau bunuh mereka tapi N&R bilang "belum saatnya, kita akan menekan batin dan akan mati secara perlahan"


Mereka pun kembali ke semula. N&R yang sadar pun meninggalkan mereka dan sebelum itu.


"Jangan cuma bertindak sebelum melihat bukti" Ucap Nana dingin.


Setelah kepergian N&R


"Gila tu Nana nampar dan membogem lo" Ucap Bima heboh karna dari tadi diem.


"Sejak kapan si N&R punya altar ego, hebat banget mereka" Ujar Danis berbinar.


"Jangan banyak bacot kalian, bantuin mereka" Ucap Chandra datar.


"Iya-iya ini mau bantuin mereka" ucap Bima sambil memapah Alex, Danis memapah Leo dan Brayen memapah Bryan menuju UKS. Owh ya, Sisil dibawa oleh siswi yang ada di sana.


UKS


Mereka pun mengobati luka masing-masing temannya.


"Lain kali jangan menuduh" Ucap Angga dingin.


"Kita harus cari bukti dulu, lihatlah kemarahan mereka buat gue bergedik ngeri" Ucap Bima.


"Gue jadi takut ama mereka" Celetuk Danis.


Sedangkan yang lain hanya diam menyimak dengan perasaan yang bercampur aduk.

__ADS_1


__ADS_2