Transmigrasi Dua Gadis Absurd

Transmigrasi Dua Gadis Absurd
EMPAT PULUH DELAPAN


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu dengan cepat, sudah seminggu pula Nana dan Rara kembali dari kepergiannya yang hilang bak di telan bumi itu. Dan sekarang mereka sudah kembali menampakkan diri kehadapan orang banyak dan sekarang mereka pergi berbelanja untuk kebutuhan kuliahnya. Ya, sekarang mereka sudah memasuki jenjang yang lebih tinggi yaitu dunia perkuliahan dan mereka berencana masuk ke Perguruan tinggi yang sama dengan Key dan teman-temannya. Sementara ini mereka belum ada pergerakan karena mengulurkan waktu dan membiarkan mereka bersenang-senang dahulu. Semenjak sembuh dari penyakit yang bahkan hampir mustahil untuk sembuh itu, Nana tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu karena ingin membalas dendam kepada orang yang telah menyakiti nya. Nana dan Rara tau semua tentang kebusukan-kebusukan mereka. Jadi, mereka akan membuat orang-orang tersebut ingin menghilang saja dari muka bumi ini. Kalian tunggu saja penderitaan dan kehancuran itu.


* Di Mall *


"Eh ra, baju ini bagus gak?" tanya Nana sambil menunjukkan cardigan pendek berwarna putih kepada Rara.


Rara pun melihat kearah Nana dengan mata yang menilai ke arah baju itu. Dia pun melihat dengan teliti mengenai baju tersebut "Menurut gue sih bagus, modelnya juga gue suka" ucap Rara.


" Ya udah, gue beli baju ini terus gue mau beli celana jeans juga untuk memperpadukan sama cardigan ini" ucap Nana tersenyum lebar.


"Boleh sih, bantuin gue dong pilih-pilih baju" ucap Rara cemberut.


"Iya-iya, sabar napa gue belum selesai nih" ucap Nana kesal.


Mereka pun memilih beberapa baju, celana, sepatu dan tas. Karena merasa sudah cukup dan hari pun sudah menunjukkan pukul 17.00, mereka pun pergi ke restoran karena sudah 3 jam mereka berbelanja dan mereka merasa kelaparan.


"Abis ini makan yaa gue laper banget" ucap Nana mengelus perut nya yang lapar.


"Gue juga laper banget nih, gak kerasa udah tiga jam aja kita belanja ginian" ucap Rara.


"Iya, yuk cari restoran terdekat setelah bayar ini" ucap Nana dan di angguki oleh Rara.


Mereka pun berjalan menuju kasir dan meletakkan barang-barang tersebut ke atas meja kasir. Barang-barang tersebut pun di scan dan setelah beberapa menit akhirnya selesai.


"Semuanya tiga ratus lima puluh juta lima ratus ribu rupiah (Rp 350.500.000;) mbak ucap penjaga kasir wanita dengan ramah dan tersenyum.


" *buset, banyak banget pada cuma dikit" batin Nana kaget.


"Gilak, gak nyangka sebanyak itu" batin Rara takjub*.


"Mbak, mohon pembayaran melalui apa yaa?" ucap ramah penjaga kasir.


"Owh iya ini aja mbak" jawab Nana yang tersadar dari kagetnya. Nana pun mengeluarkan sebuah black card dari dalam dompetnya dan memberikan kepada kasir tersebut.


Sang kasir pun mengambil dan mengeceknya "Baik, saya sudah mengetikan nominalnya mohon mbak periksa dan silakan membayarnya" ucap ramah penjaga kasir.


Nana pun memeriksa nya, karena di rasa sudah pas Nana pun mengetikan pin ATM nya dan langsung membayar.

__ADS_1


"Baik, ini dia barang dan bukti pembayarannya. Terimakasih sudah berbelanja di sini dan di rt


tunggu kedatangannya kembali ya mbak" ucap sang kasir tersenyum manis sambil menyodorkan barang mereka.


"Iya, terimakasih juga mbak" ucap Nana dan Rara membalas senyuman kasir dengan kaku.


Nana dan Rara pun langsung menuju ke sebuah restoran di dekat mall tersebut. Mereka pun masuk dan langsung memilih tempat yang kosong. Setelah itu, mereka pun langsung melihat apa saja makanan dan minuman tersebut, dirasa sudah dapat Rara pun langsung memanggil pelayan restoran itu.


"Udah dapet kan makanan dan minuman nya?" tanya Rara.


Sedangkan Nana yang melihat daftar menu pun langsung melihat ke arah Rara " Udah dapet, panggil aja pelayannya ke sini" ucap Nana dan Rara pun menganggukkan kepalanya.


"Hey, mbak saya mau pesan" ucap Rara dengan nada yang agak keras dan pelayan restoran itu pun dengan cepat ke arah Nana Rara.


"Iya, mau pesan apa mbak?" tanya pelayan itu sambil bersiap menulis ke daftar pesanan.


"Saya mau pesto chicken baked , spageti terus sama minumannya jus jeruk sama air mineral nya aja" ucap Rara sambil menunjuk ke arah daftar menu.


"Lo mau pesen apa Na? " tanya Rara melihat ke arah Nana dan pelayan tersebut juga melihat ke arah Nana.


Sang pelayan pun mendengarkan dan menulis semua pesanan tersebut dengan serius dan setelah itu dia membacakan pesanan Nana dan Rara.


"Baik, saya ulangi pesanan anda pesto chicken baked, spageti, wagyu, pizza dan minumannya jus jeruk, soda dan air mineral. Masing-masing satu dan air mineral nya dua, apa ada yang kurang mbak? " tanya pelayan tersebut.


"Gak ada mbak" jawab Nana.


"Apa ada tambahan lagi mbak?" tanyanya lagi


"Tidak ada mbak" jawab Rara.


"Baik, mohon menunggu sebentar mbak" ucap pelayan tersebut dengan ramah sedangkan Nana Rara pun tersenyum dan menganggukkan kepala mereka. Sang pelayan pun juga tersenyum dan langsung pergi menuju tempat memberikan list pesanan itu.


Setelah lumayan lama menunggu akhirnya pesanan mereka pun sampai. Dua pelayan pun mendekat ke arah Nana Rara dengan membawa pesanan mereka dan satu persatu makanan di sajikan di hadapan mereka.


"Selamat menikmati" ucap pelayan pria dan wanita dengan sedikit menunduk dan tersenyum ramah.


"Terimakasih mas, mbak" ucap Nana Rara serentak.

__ADS_1


"Sama-sama mbak" ucap pelayan pria tersebut sedangkan pelayan wanita itu hanya menganggukkan kepalanya dan dua pelayan itu pun pergi meninggalkan Nana dan Rara.


"Wow, kayaknya enak nih" ucap Rara berbinar melihat makanan dihadapannya.


"Iya, gue gak sabar mau makannya" ucap Nana juga berbinar senang.


"Skuy, mari kita makan" pekik Nana dan Rara tertawa senang. Mereka pun memakan makanan itu dengan perasaan gembira.


...****************...


Di sudut restoran tampak seorang pemuda menatap kearah Nana Rara dengan tatapan kaget dan dia bertanya-tanya apakah itu benar Nana dan Rara yang telah menghilang selama dua tahun ini, kalo itu benar ini akan menjadi berita mengejutkan bagi teman-temannya apalagi sekarang mereka tengah mencari Nana Rara tentu hal itu akan membuat mereka senang. Ia sangat tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan mudah dengan mereka padahal dua tahun belakangan ini ia dan teman-temannya mencari-cari di seluruh kota dan beberapa negara tapi, hal tersebut tidak ada gunanya karena mereka tidak mendapati jejek keduanya.


Tapi sekarang tanpa di cari mereka pun muncul dengan sendirinya, dan ia melihat dengan cermat raut muka mereka yang bahagia dan juga mereka semakin cantik semenjak hilang bak di telan bumi.


"Gue harus foto mereka sebagai bukti kalo gue bener-bener ketemu mereka" ucap pemuda itu sambil mengambil handphone nya dan memotret Nana dan Rara.


"Gue yakin ini bener kalian dan gue gak salah lihat, gue yakin pasti yang lain seneng kalo Nana dan Rara udah muncul lagi" ucapnya tersenyum lebar.


"Gue harus cepat pergi menuju markas, tapi gue lagi kencan sama Berlin. Kan gue gak mungkin tinggalin Berlin sementara pacar gue disini" ucapnya.


"Sayang, maaf lama antri soalnya" panggil seorang gadis yang baru saja tiba dari toilet dan duduk di hadapan pemuda itu.


Pemuda itu pun menoleh ke arah kekasihnya "Iya sayang" ucapnya.


"Aku udah pesanin makanan, ayuk kita makan" sambungnya lagi.


"Makasih sayang" ucapnya tersenyum sedangkan pemuda itu pun membalas senyuman sang kekasih.


"Berlin" panggil pemuda itu.


Berlin pun menoleh ke arah kekasihnya "Iya sayang" jawabnya.


"Aku gak bisa ngantar kamu pulang karna aku ada urusan penting di markas tapi nanti aku pesankan kamu taxi untuk mu" ucap pemuda itu.


"Iya, gak papa kok" ucapnya tersenyum.


Mereka pun melanjutkan makannya dan sesekali mengobrol ringan dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibir mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2