Transmigrasi Dua Gadis Absurd

Transmigrasi Dua Gadis Absurd
DUA PULUH TIGA


__ADS_3

Seorang pemuda tengah menatap Nana dan Aris dengan sulit diartikan.


"Berdua dengan milikku hmm" Ucapnya dan langsung pergi dari sana.


Dia pun berjalan menjauhi mereka, dengan mata tajamnya dia mencari seseorang untuk menghilangkan hasrat yang ada di tubuh nya. Dia berjalan menyusuri jalanan yang gelap itu dengan tangan yang terus mengepal.


Setelah beberapa saat akhirnya dia melihat seorang wanita seksi berjalan santai, melihat itu dia menyeringai dan pergi mendekati wanita itu sedangkan wanita itu yang melihat seorang pemuda tampan itu mendekat dia pun tersenyum senang dengan tak tau malu wanita itu malah menggoda pemuda itu.


"Apakah kamu mau bermain denganku" Ucapnya dengan nada sensual sedangkan pemuda itu melihat wanita tersebut hanya diam menampilkan wajah datarnya.


"Apakah boleh?" tanya pemuda itu membuka suara berat nan seksinya.


"Tentu saja, kita akan bersenang-senang karna aku akan memberikanmu kepuasan yang tiada tara" Ucapnya menurunkan pakaian bagian atasnya hingga memperlihatkan gunung yang akan meledak itu sedangkan pemuda itu hanya memperlihatkan wajah datarnya padahal di hati pemuda itu menatap jijik terhadap wanita tersebut.


"Tunggu apa lagi ayo kita bersenang-senang" Ucapnya mendekat kearah pemuda itu.


"Ayo ikuti aku" Ucap pemuda itu sambil berjalan pergi menuju suatu tempat sedangkan wanita itu dengan cepat mengikuti pemuda itu dengan girang.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai ke sebuah tempat yang kumuh.


"Kenapa disini? tempat ini sangat kotor" ucap wanita itu yang jijik melihat tempat itu.


" Hanya ini tempat yang dekat dan ini tidaklah kotor, dan juga aku tidak sabar lagi bermain denganmu" Ucap pemuda itu tersenyum menyeringai tentu wanita itu berbinar senang dan tidak sabar lagi.


"Kalau karna itu kamu memilih tempat ini aku ikuti saja yang penting kita bersenang-senang" Ucapnya dengan tanpa rasa malu.


"Baiklah, kamu duduk dulu di kursi itu" Ucap pemuda itu menunjuk kursi yang kebetulan ada ditempat itu.


"Baiklah" Ucap wanita itu senang dan tanpa rasa malu membuka semua pakaiannya menampilkan dua gunung yang berdekatan seakan meletus dan hutan rimbanya.


"Ayo kita bermain aku sudah tidak sabar lagi" Ucap wanita dengan memperlihatkan tubuh nya itu sedangkan pemuda itu menatap jijik wanita itu.


"Mau cepat-cepat hmm? Ucap pemuda itu dengan nada seksinya dan membuat wanita itu semakin tidak sabar.


"Iya ayo, aku sudah tidak sabar lagi" Ucapnya dengan sensual.


"Ahhh cepat lah sayang, aku sudah tidak sabar" ucapnya.


"Baiklah karna kau sudah tidak sabar aku akan melakukannya sekarang juga" Ucap pemuda itu mendekat dan langsung mengikat wanita tersebut dengan tapi yang sudah disediakan olehnya.


"Kenapa kamu harus mengikatku begini? apakah kamu suka bermain kasar?" tanya wanita itu dengan tersenyum menggoda.

__ADS_1


"Iya, aku sangat suka bermain kasar" jawabnya menyeringai.


"Baiklah, lakukanlah sekarang sayang" ucap wanita itu.


" Kamu sendiri yang memintanya" Ucap pemuda itu dengan tersenyum, bagi wanita itu senyum itu adalah senyuman manis tapi kalau diperhatikan dengan baik itu merupakan senyuman yang sangat mengerikan.


"A-pa ya-ng ak-an ka-mu la-kukan" Ucapnya terbata-bata melihat pisau itu sedangkan pemuda itu hanya diam mendekat kearahnya.


"Aku ingin bermain denganmu" Ucapnya sambil memegang pisau.


"Tidak, lepasan aku" Ucapnya menegang takut.


"Kau sendiri yang menginginkannya" ucap pemuda itu.


"Jari ini sangat menjijikkan" Ucapnya melihat jari wanita itu dan dia pun langsung memotong-motong jari tersebut.


"Aghhh sakit, lepaskan aku hiks hiks" Ucapnya kesakitan.


"Tidak, ini sangat menyenangkan" Ucap pemuda itu tersenyum menyeramkan.


"Bagian bawah mu akan ku puaskan,bolehkan?" ucap pemuda itu tersenyum sambil memegang sebuah besi panjang dan hendak memasukan benda itu ke bagian bawah wanita tersebut sedangkan wanita itu menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Jangan hiks hiks lepaskan aku" Ucapnya menangis tersedu-sedu.


"KAU PSIKOPAT" Teriak wanita itu.


"Ku anggap itu pujian" Ucapnya tersenyum miring.


"Lepaskan aku hiks hiks" Ucapnya wanita itu menangis.


"Kamu yang mau tadi jadi aku turuti kesenangan ini" Ucap pemuda itu memasukan benda itu ke bagian bawah wanita itu sedangkan wanita itu hanya berteriak kesakitan melihat banyak darah yang keluar.


"Aghhhhhh sa-kit, a-ku mo-hon le-pas-kan a-ku" Ucapnya terbata-bata sedangkan pemuda itu hanya diam melanjutkan aksinya.


"Kakimu cantik dan mulus bolehkah aku memintanya?" tanya pemuda itu tersenyum dan wanita itu hanya menggeleng kuat kepalanya.


" Terimakasih " Ucap pemuda itu sambil memotong kaki wanita tersebut dan lagi-lagi wanita itu hanya berteriak.


"Berisik sekali" Ucap pemuda itu sambil membuka mulut wanita tersebut dan langsung memotong lidahnya sedangkan wanita itu hanya menangis tak berdaya.


"Sepertinya organ dalam mu boleh juga" Ucap pemuda itu sambil membelah perut dan langsung mengeluarkan isi dalamnya wanita itu sedangkan wanita itu sudah berdaya krna kehilangan banyak darah dia pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan kematian yang mengenaskan.

__ADS_1


"Sangat menyenangkan" Ucapnya tertawa menggelegar.


👣👣👣👣


Pagi yang cerah sinar matahari yang masuk ke celah-celah jendela membangun seorang gadis.


"Udah pagi aja hoamm" Ucapnya sambil menguap lebar selebar samudera Antartika.


"Mau mandi tapi takut mati,ihhh" Ucapnya bergedik ngeri.


"Mandi gak ya? Kalo mandi nanti cantik kalo cantik nanti di tempelin cogan terus kalo di tempelin jadi dekat kalo dekat bisa pdkt an kalo bisa pdkt nanti pacaran kalo udah pacaran nanti bosan kalo udah bosan ditinggalin kalo ditinggal gue jadi sadgirl donk kalo jadi sadgirl gue depresi kalo gue depresi gue bunuh diri, aduh kagak usah mandilah takut mati" Monolognya bergedik.


"Buat para readers 'jangan mandi nanti kalian mati, kan gak seru tuh kalo kalian mati karna mandi' yaa kan? Ucap Rara mengajarkan yang baik ralat tak baik. (Jangan tiru ucapan Rara govblok ya)


Dan pada akhirnya Rara pun ber siap-siap menggunakan pakaiannya. Heit, dia mandi kok karna dia bikin konsep lagi "kalo gue gak mandi gue gak bisa dapet cogan bisa-bisa mati rasa ni hidup tanpa cogan disisi gue" Begitu konsepnya si kembaran baya betina.


Rara pun turun menuju ruang makan dan sesampainya di sana dia melihat keluarganya dia pun hanya diam sambil duduk di kursinya sambil memakan makanannya. Setelah selesai dia pun langsung pergi tanpa mengucapkan satu patah kata pun mereka yang melihat itu pun hanya diam dan acuh.


"Rara" panggil Sisil sebelum Rara keluar dari mansion nya sedangkan Rara menghentikan jalannya dan membalikkan badannya menghadap Sisil.


"Apa?" tanya Rara.


"Aku bareng kamu yaa?" ucap Sisil tersenyum berharap.


"Gak" jawab Rara.


"Kok kamu gitu Ra hiks hiks" ucap Sisil menangis.


"Idih, jijik gue liat lo nangis mulu perasaan" sinis Rara.


"Rara, jaga ucapan kamu" desis papa nya.


"Rara, jigi icipin kimi" ejek Rara.


"RARA" bentak papa nya.


"GUE GAK DENGER, BYE BYE GUE KE SEKOLAH DULU" teriak Rara sambil berlari keluar.


Sedangkan di dalam mansion keluarga nya, mereka menahan amarah terhadap kelakuan Rara.


"Sial" batin seseorang.

__ADS_1


__ADS_2