Transmigrasi Dua Gadis Absurd

Transmigrasi Dua Gadis Absurd
TIGA PULUH SEMBILAN


__ADS_3

Seminggu telah berlalu semenjak kejadian di malam puncak tahunan SMA KARYA BANGSA dan sudah seminggu pula hidup Nana dan Rara sangat menjengkelkan karena di hadapkan dengan permintaan maaf oleh enam orang pemuda tampan dan jangan lupakan satu orang lagi yang pernah menyesal karena tak sengaja menembak Nana (chapter 42), siapa lagi kalo bukan Alex dkk dan juga Aris.


N&R benar-benar jengah dan muak dengan sikap mereka yang sangat menganggu itu bahkan dimana pun N&R berada mereka akan mengikuti nya layaknya anak ayam, benar-benar menjengkelkan.


Dan sekarang mereka tengah berada di rooftop karena Nana dan Rara malas ke kantin.


"Ck, bisa ga sih ga ngikutin kita mulu" rooftop na berdecak.


"Sumpah gue muak sama muka-muka lo pada" Ucap Rara.


"Na, Ra kita mau minta maaf atas perlakuan kami selama ini" Ucap Alex dengan muka memelas.


"Dek, gue juga mau mintak maaf" Ucap Twin B dan Leo.


"Iya Na, gue minta maaf karna ga sengaja nembak lo waktu itu, gue terlalu emosi dan gue cinta sama lo" Ucap Aris memohon sedangkan yang Key, Alex, Raka dan Angga menatap tak suka perkataan Aris.


(Note : yang ada di rooftop itu Alex dkk, Key, Rey, Aris dan Raka)


"Itu bukan cinta ris itu obsesi, lo itu udah gue anggap sebagai sahabat gue tapi lo udah buat gue sedih dan kecewa sama lo dan juga untuk kalian semua (menunjuk Alex dkk), gampang banget lo pada minta maaf setelah perlakuan kalian yg bajingan itu, kalian pikir pukulan dari kalian ga sakit dan kalian pikir hati gue ga sakit mendengar cibiran serta hinaan kalian? KALIAN MIKIR GAK? HATI GUE INI BUKAN TERBUAT DARI BATU ATAU BAJA ANJ*ING, JADI GA KUAT SEPERTI YANG KALIAN PIKIRKAN BANGSAT, LO PADA MENTAL GUE GA DOWN KARENA KALIAN HINA HAAA? KALIAN ITU NAMBAH BEBAN HIDUP GUE, KALIAN KEK BAJINGAN DAN JUGA DI TAMBAH SAMA KELUARGA NERAKA ITU. BISA-BISA GUE MATI MUDA KARENA KALIAN" ucap Nana dengan emosi yang menggebu-gebu sedangkan mereka hanya menundukkan kepalanya, mereka pun juga menyadari dan menyalahkan diri sendiri atas perlakuan mereka ke Nana dan Rara.


"Kalian harusnya sadar dari awal, gue heran sama kalian yang terus ngebela ****** itu padahal kalian itu abang kandung dan orang tercinta kami dulu. Gila sih pantas aja Nana dan Rara lebih milih ninggalin kalian, ga taunya sikap kalian melebihi baj*ngan. Dan juga seharusnya keluarga itu harusnya melindungi keluarga yang lainnya tapi kok kalian beda yaa, gue heran sama kalian, suer deh ga boong" Ucap Rara dengan nada santai sekaligus mengejek, sedangkan Alex dkk menatap Rara dengan raut wajah binggung.

__ADS_1


"Apa maksud lo Ra?" Tanya Leo.


"Suatu saat nanti kalian akan ngerti" Ucap Rara dan langsung pergi bersama Nana sedangkan mereka hanya bisa diam tak mengerti atas ucapan Rara.


"Kata maaf kalian itu cuma sia-sia" Ucap Rey menyeringai melihat mereka.


"Pada akhirnya kalian menyesal telah membuang berlian demi batu karang" Ucap Key datar + dingin dan pergi bersama Rey meninggalkan Alex dan kawan-kawan. Sedangkan Alex dkk hanya bisa terdiam mendengar ucapan Key dan Rey.


"Gue udah bilang ke kalian, penyesalan itu datang di akhir" Ucap Angga dingin.


"Agrhhhh, bangsat gue emang bodoh" Teriak Alex.


"Kita memang bodoh udah bela ****** murahan itu" Ucap Brayen yang terduduk lemas.


"Gue nyesel dan maaf" Batin Alex dkk (kecuali Angga dan Chandra).


...🌸🌸🌸🌸...


"Huft, akhirnya masalahnya selesai juga" Ucap Rara.


"Yaa, gue lega semuanya udah terbongkar" Ucap Nana.

__ADS_1


"Sekarang apa tujuan kita?" Tanya Rara.


"Menikmati hidup" Ucap Nana tersenyum lebar.


"Seminggu lagi kita pergi ke luar negeri untuk berobat lo" ucap Rara.


"Oke, gue nurut lo aja" ucap Nana pasrah.


"Btw, keluarga neraka nya Rara minta maaf terus sama gue". Ucap Rara.


" Lo maafin?" Tanya Nana.


"Ya kagak lah, gue diem-diem aja sih kalo keluarga neraka itu minta maaf katanya nyesel udah nyia² gue, sumpah muak dengernya dan juga gue seneng sih liat muka sedih mereka" Ucap Rara tersenyum lebar.


"Abaikan aja, gue juga muak karena keluarga Nana minta maaf terus sama gue, dia kira gampang maafin mereka setelah kelakuan mereka yang jahanam ke gue dan Nana" Ucap Nana.


"Jangan maafin dulu, kita akan bikin mereka tersiksa dulu" Lanjut Nana menyeringai.


Sedangkan disisi lain ada seorang wanita yang sangat menyedihkan menatap Nana dan Rara dari luar sekolah dengan mata yang tajam dan tangan terkepal menandakan kalo sang wanita tengah marah dan terlihat jelas di matanya begitu besar kilatan benci terhadap Nana dan Rara.


"Bersenang-senanglah dulu dan tunggu pembalasan ku" Gumamnya dan langsung pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2