Transmigrasi Dua Gadis Absurd

Transmigrasi Dua Gadis Absurd
DUA PULUH SATU


__ADS_3

Sekarang Nana sedang mengendarai motornya menuju sekolah dan ya tak ada spesial hari ini.


Beberapa menit kemudian dia pun sudah tiba di sekolah tapi sebelum itu tampaklah tiga orang gadis bermake up menor dan berpakaian ketat menghampirinya, Nana pun hanya mengerutkan dahinya binggung dan mereka pun langsung menarik Nana ke lorong yang sunyi.


"Apaan sih kalian?" tanya Nana memberontak.


"Lo yang namanya Nana ya" Ucap salah satu diantara mereka.


"Iya, gue Nana" Ucapnya sinis.


"Jadi, apa lo ada masalah sama gue?" ucap Nana lagi.


"Jadi ini cewek murahan itu" Ucap ketuanya menatap tak suka Nana.


"Maksud lo apa ngomong gitu ke gue" Ucap Nana dengan tenang.


"Lo udah deketin para most wanted disini dan itu paling buat gue gak suka sama lo" Ucap ketuanya sinis dan Nana pun hanya terkekeh geli.


"Owh, jadi cerita nya nih kalian kalah saing sama gue? jangan salahin gue dong, gue kan emang lebih cantik daripada kalian" ucap Nana melihat remeh mereka.


"Lain kali tuh ngaca lihat penampilan kalian yang udah mirip tante-tante yang mau ngelayanin om-om, bukannya belajar malah jadi jal- upsss" Ucap Nana tertawa mengejek tentu mereka merasa marah dihina oleh Nana.


"LO" Ucapnya geram dan tiba-tiba dia menampar Nana.


Plakkk


"Anjir" Ucap Nana terkejut sambil memegang pipinya saat ditampar tiba-tiba.


"Lo nampar gue?" Tanyanya tersenyum miring dan mereka melihat Nana gemetar takut.


" Iya, kenapa?" Ucapnya dengan berani.


"Lo berani juga" Ucapnya menahan emosi.


"Lo itu cuma sampah jadi lo pantas untuk mendapatkannya" Ucapnya.


"Bener tu" Ucap temannya serentak dan tertawa mengejek.


"Karna lo udah nyentuh gue, lo akan terima akibatnya" Ucap Nana menyeringai dan mendekati mereka.


Plakk


"Ini untuk lo yang ngatain gue murahan"


Plakk


"Ini untuk lo yang udah buat mood gue hancur"


Plakk


"Ini untuk lo nampar gue tadi" Ucap Nana menampar ketiga orang itu dan mereka hanya mengelap marah ke Nana.


"Gimana enak kan?" Tanyanya tersenyum manis.

__ADS_1


" Lo akan gue hancurin" Ucap ketuanya dan pergi dari sana.


"Gue kagak peduli, silahkan aja malahan gue akan tunggu kehancuran itu" Ucap Nana mengejek dan pergi menuju kelasnya.


Tanpa disadari ada seseorang yang tengah melihat pertengkaran mereka.


"Berani sekali menyentuh milik ku, kau akan tau akibatnya" Ucapnya tersenyum miring dan pergi dengan menuju kelasnya.


Sedangkan Nana sekarang sedang menuju kelasnya dengan mood yang buruk dan terdengarlah teriakan cempreng dari sahabat seketika dia hanya menatap datar Rara yang menambah mood nya menjadi lebih buruk.


"NANA YUUUHUU" Teriak sang sahabat.


"Berisik lo" Ucap Nana datar.


"Apaan sih lo biasa juga gue begini" Protesnya ke Nana.


"Gue lagi badmood nih" Ucapnya.


"Kenapa? dalaman lo dicuri sama orang? Tanyanya ngawur.


"Kok dalaman sih" Ucapnya kesal.


"Mana tau sih, jadi lo kenapa tadi?" Ucapnya nyengir.


"Tadi itu ada tante-tante yang nampar tiba-tiba gue, mana sakit lagi ni pipi" Gerutunya sambil memegang pipinya yang agak merah.


"LO DITAMPAR? MANA ORANGNYA BIAR GUE BOGEM MEREKA" Teriak Rara emosi dan tentu yang lainnya terkejut mendengar teriakan Rara.


"Bagus deh, tapi kalo lo butuh bantuan gue melawan mereka gue siap dengan semangat 45 " Ucap Rara mengebu-gebu.


"Udah lupain aja gak penting juga kok mereka" Ucapnya.


"Hemm, iya deh" Ucap Rara.


"Udah yuk bell masuk ke dalam neraka pelajaran mau bunyi tu" Ucap Nana tertawa.


"Hooh, pusing gue belajar terus untung gue pintar" Ucap Rara membusungkan dadanya bangga.


"Itu gak udah dimajuin tetep aja tepos" Canda Nana dan Rara hanya memanyunkan bibirnya.


"Tu bibir lagi ngak usah monyong jijik gue liatnya" Ucapnya lagi.


"Lo jahat banget sama dedek Rara" Ucapnya mendramatis.


"Anjer gue ngeri lo ngomong gitu ra" Ucap Nana bergedik.


"Huwaa dedek Rara gak like deh" Ucap Rara menghentak-hentak kakinya.


"Sumpah ra mau muntah gue, jijik banget pake plus plus lagi" Ucap Nana.


"Nana mah gitu" Gerutu Rara.


"Jadi lo mau gue kek mana? Kek Lisa blackpink? Ucap Nana tertawa.

__ADS_1


" Lo sama Lisa blackpink mah beda jauh banget malah" Ucap Rara mengejek.


"Biar pun beda jauh tapi para cogan nempel terus ke gue" Ucap Nana mendongak bangga dan Rara hanya mendengus kesal.


"Bukan lo aja gue juga banyak" Ucap Rara yang tak mau kalah.


"Oh aza" Ucapnya sedangkan Rara tak mau lagi memperpanjang karna kalo Nana sudah bicara pasti dia akan menang.


Setelah beberapa menit bell neraka ralat bell masuk pun berbunyi.


Kring kring kring


Mereka pun masuk ke kelas dan belajar seperti biasa, bukan belajar sih tapi main-main ada pula yang tidur. (Ini nih contoh yang gak baik jangan ditiru yaa!!!!).


👣👣👣👣


Malam hari yang dingin di sebuah ruangan yang minim cahaya terdapat satu orang pemuda bertopeng tengah berdiri menghadapi tiga orang gadis yang pingsan akibatnya.


Byurrr


Air dingin membasahi tiga orang gadis dan seketika gadis-gadis itu terbangun dari pingsannya.


"Dingin" Ucap mereka dan mereka membulatkan mata mereka melihat keadaan mereka yang terikat.


"Dingin hmm? Tanya pemuda itu yang baru datang kearah mereka dan seketika mereka terkejut melihat pemuda itu.


" Kenapa lo ikat kami?" Tanya salah satu gadis itu.


"Kenapa ya?" Ucapnya Pura-pura berpikir.


"Jangan sok gak tau lo lepasin kami" Ucap gadis yang lain.


"Kalian tak akan lepas setelah kalian menyentuh milikku" Ucapnya menyeringai.


"KAMI GAK PERNAH MENYENTUH MILIK LO DAN JUGA KAMI GAK KENAL LO" Teriak gadis yang satunya.


"Yang menyentuh milik ku akan mati mengenaskan" Ucapnya tertawa menggelegar dan seketika ketiga gadis itu ketakutan.


"Lepasin kami hiks hiks" Ucapnya takut dan menangis.


"Bermain dengan darah memang sangat menyenangkan" Ucapnya sambil memotong tangan salah satu gadis itu sedangkan gadis itu hanya menangis kesakitan.


"Aaakkhhhh lepasin kami" Ucapnya kesakitan.


"No no  no kalian tak akan aku lepaskan" Ucapnya sambil memotong tangan kedua gadis yang lain.


"Ka u psi ko pat " Ucapnya terbata-bata sedangkan pemuda itu hanya diam sambil melanjutkan aksinya memotong kakinya.


"Aakkhhh le pa sin ka mi hiks hiks sa kit" Ucap gadis itu menangis tetapi pemuda itu tak menghiraukan ucapnya dan terus membelah perutnya mengobrak abik isi dalam perut dari salah satu diantara mereka dan yang lain hanya bisa berteriak dan menangis sampai akhirnya mereka pun menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya.


"Saya suka darah" Ucap pemuda itu tersenyum lebar.


Dan pada malam yang sunyi itu ada tiga orang gadis yang meninggal dengan cara yang mengenaskan ditangan pemuda itu.

__ADS_1


__ADS_2