
"LEBIH BAIK KAMU MATI SAJA, MUAK SAYA LIAT KAMU UDAH SERING BIKIN ULAH DAN KAMU PENYAKITAN LAGI" Bentak daddynya mengelap emosi.
Degg
👣👣👣
Bagai ditusuk ribuan jarum Nana merasakan amat sakit mendengar bentakan daddy nya padahal baru aja dia sedikit merasakan kasih sayang, bohong kalo dia tak merasa bahagia walaupun dia bicara ketus dan dingin kepada mereka padahal di hatinya menghangat mendapatkan kasih sayang itu tapi ini daddy nya maupun yang lain malah marah dan kecewa padanya padahal dia tidak salah. Kecewa dan kecewa dia kepada keluarganya seharusnya mereka mempercayainya bukan omongan orang lain, bolehkah Nana menyebutkan kata bodoh, goblok, a*j*ng, bab*, b*ngs*t, s*t*n kepada keluarganya???
"Kalian kan tau kalau dia itu pembawa sial, harusnya dari kecil kalian membunuhnya" Ucap Bagas sedikit keras yang baru saja pulang dari tugasnya.
"Kenapa Kenapa kalian tak mempercayaiku" Ucap Nana menatap tak percaya keluarganya.
"Aku sakit, harusnya aku mendapatkan perhatian atau kasih sayang dari kalian tapi ini tidak ada, jadi kapan aku mendapatkannya???" Lanjutnya dengan menhan tangis
"SAMPAI KAMU MATI PUN KAMI TAK MEMBERIKANNYA" Teriak daddy nya sedangkan Nana dia hanya menatap mereka tak percaya.
"BAIK SAYA NADIA AMANDA QUEEN KALO SAMPAI KALIAN MENGETAHUI SEMUA KEJADIAN YANG SEBENARNYA, KATA MAAF KALIAN TAK BERARTI LAGI CAMKAN ITU" Teriak Nana mengebu-gebu dan pergi ke luar mansion.
Deggg
Mereka yang mendengar itupun terdiam merasakan sedikit sakit tapi namanya juga ego mereka menepis itu semua.
👣👣👣👣
Saat ini Rara tengah berjalan menuju mansion nya dengan malas.
"Darimana saja kamu sore begini baru pulang? Tanya daddy nya.
"Ribut ni pasti" Batinnya.
"Jalan sama temen" Jawab Rara malas.
"Kamu itu perempuan harusnya berada di rumah, lihat Sisil dia udah sedari tadi pulang ke rumah" Ucap mommy nya sinis.
"Ck,Sisil Sisil Sisil aja mulu" Ucap Rara berdecak.
"Gue heran sama kalian tiap hari marah terus gak capek tu mulut nyerocos kek mulut bebek" Lanjutnya.
"Jaga sopan santun kamu Rara" Ucap daddy nya sedikit keras.
"Jigi sipin sintin kimi Riri" Ucap Rara menirukan ucapan daddy nya.
"Lagian aku gak di ajarkan sopan santun jadi ini akibatnya" Lanjutnya sinis.
"DENGERIN GUE NIH YAA, KALIAN ITU MEMANG ORANG TUA GUE TAPI SECARA RAGA SEDANGKAN GUE NIH JIWA ORANG LAIN JADI GUE BUKAN ANAK KALIAN. LAGIAN GUE KAGAK PEDULI TUH SAMA KALIAN" Lanjutnya mengejek.
"Apa maksud kamu bicara begitu?" Tanya daddy nya bingung.
"Suatu hari nanti kalian akan tau dan lagi urus tuh anak pungut biar gak liar, jangan lupa diperhatiin biar gak salah jalan" Ucap Rara sinis.
"Apa maksud kamu Rara?" ucap Sisil menatap sendu Rara.
__ADS_1
"Jangan sering celap celup sana sini" ucap Rara mengejek.
"Rara jaga ucapan mu" ucap daddy nya.
"Udah ahh, gue ke kamar aja kalo di lanjutin nih gak kelar-kelar nih urusannya" ucap Rara malas dan langsung pergi dari sana.
Rara pun masuk ke kamarnya dengan mood yang buruk.
Ting
0822xxxx
Sv
^^^Anda^^^
^^^Siapa??^^^
0822××××
Rey
^^^Anda^^^
^^^Darimana dapet nomer gw??^^^
Si Kulkas🥶
Jalan yuk
^^^Anda^^^
^^^Males^^^
Si Kulkas🥶
Tidak menerima penolakan!!!
^^^Anda^^^
^^^Siapa lo yang maksa gue😏^^^
Si Kulkas🥶
10 mnt lagi otw
^^^Anda^^^
^^^Ehh, beneran nih???^^^
Read
__ADS_1
"Numben ngajak jalan nih anak" Ucap Rara bingung.
"Aukk ahh, yang penting jalan sama cogan" Lanjutnya senang.
"Beneran nih gak yaa, siap-siap aja kali?"
"Kalo boong nih si kulkas, siap-siap aja tu burung pipitnya gue sunat" lanjutnya tersenyum lebar.
Rara pun bersiap-siap dengan pakaian casual nya.Setelah beberapa saat akhirnya Rara pun siap.
Ting
Si Kulkas🥶
Gw di depan
^^^Anda^^^
^^^Bentar, dikit lagi kul^^^
Si Kulkas🥶
Gw tunggu!!!
Read
"Cepet banget nyampenya gue belum make up an lagi" Gerutunya.
Rara pun memoleskan sedikit bedak dan liptint nya. Setelah beberapa lama akhirnya dia pun selesai dan dengan segera dia pun keluar menemui Rey.
Sebelum Rara keluar terihat lah keluarganya berkumpul tanpa dirinya.
"Kamu mau kemana?" Tanya daddy nya menatap Rara dengan tajam.
" Gue buru-buru dia udah nunggu di depan jadi, jangan cari masalah dulu" Ucap Rara jengah.
"Siapa dia?" Tanya Leon
"Rey" Ucap Rara malas dan langsung pergi dari sana tanpa menghiraukan izin dari mereka.
Rara berjalan menuju depan mansion nya dan terlihat lah seorang pemuda tampan yang tengah bersandar di samping mobilnya.
"Hai kul" Sapa Rara tersenyum.
"Hmm" Jawabnya.
"Seperti biasa lo cantik" Lanjutnya tersenyum tipis dan itu membuat pipi Rara memerah.
"Emang gue cantik dari dulu, ngak pernah ada yang mengalahkan pesona seorang Rara" Ucapnya menghilangkan kecanggungan nya sedangkan Rey terkekeh geli mendengar ucapan Rara.
"Ayo buruan kata lo mau jalan"
__ADS_1
"Ayo" Ucap Rey membukakan pintu mobil untuk Rara. Mereka pun pergi menyelusuri jalanan besar dengan pemandangan lampu-lampu cantik yang menghiasi jalanan itu.