
Pada pagi harinya dihebohkan dengan meninggal nya Alex, Raka, dan Aris di saat bersamaan, tentu saja itu merupakan berita yang mengejutkan terutama Nana dan Rara. Siapa yang menyangka bahwa ketua-ketua geng itu meninggal secepat itu, siapa yang menyangka hal itu bahkan teman-temannya mereka kaget seakan tak percaya.
"Kalian tau kan dia telah bergerak dengan cepat" Ucap Key menatap datar teman-temannya.
"Yaa, tak disangka seorang Angga Alvino Dinanta melakukan itu semua" ucap Rey dengan tersenyum miring.
"Membunuh penghalang walaupun penghalang itu teman dia sendiri" sambung Rey.
Sedangkan Key hanya tersenyum miring " miris " satu kata yang terucap oleh mulut Key.
"Setelah ini, bukannya dia akan menculik Nana?" tanya Restu.
"Bukankah itu tujuan dia" ucap Key tenang.
"Iya, dia akan menculik nya setelah kejadian ini?" tanya Rafa.
"Ini tidak bisa di biarkan Key" ucap Restu.
"Iya Key" ucap Ivan menyetujui saran Restu.
Key memejamkan matanya mendengar ucapan teman-temannya "Kalian akan tau nanti" ucapnya tenang.
"Dan kita berangkat ke pemakaman mereka" sambung Key dan kemudian berdiri meninggalkan teman-temannya.
Mereka pergi menuju tempat pemakaman dimana tempat ketiganya dimakamkan. Dengan jas berwarna hitam mereka tampak gagah dan tak berapa lama mereka pun langsung menuju ke sana dan juga di sana telah ada Nana dan Rara beserta keluarganya.
*Di Pemakaman*
Mereka kaget dengan kemunculan Nana dan Rara terutama keluarga mereka. Keluarga nya tidak menyangka bahwa mereka bisa bertemu seperti ini. Sungguh sangat kebetulan atau itu memang rencana dari mereka?
"Kamu di sini Nana" kaget papanya.
Nana pun menatap datar sang papa " Lo kira gue udah mati, tentu saja tidak papa ahh atau aku harus memanggil mu paman" bisik Nana ke telinga daddy nya atau lebih tepatnya pamannya sendiri. Ya selama ini yang menjadi keluarga nya itu sebenarnya bukan keluarga kandung nya tetapi keluarga pamannya.
__ADS_1
Pada masa itu keluarga kandung Nana tiba-tiba kecelakaan disaat sang ibu pada saat itu sedang mengandung Nana dan saat itu juga Twins B akan berumur satu tahun. Bukan tanpa sebab kecelakaan itu terjadi, keluarga pamannya lah yang membuat rem blong pada mobil yang akan di kendaraan oleh kedua orang tua nya ketika akan memeriksa kandungan ibu nya yang telah memasuki usia 7 bulan.
Akibat dari kecelakaan itu sang ayah kandung nya meninggal dan ibu nya yang masih memiliki kesadaran langsung meminta tolong. Mereka pun dibawa ke rumah sakit dan ibunya memiliki pesan terakhir untuk menyelamatkan sang anak yang dikandungnya. Berkat cepat di tangani, bayi yang di kandung nya pun berhasil selamat dengan keadaan yang baik sedangkan sang ibu pun harus meregangkan nyawa karna tidak kuat atas pendarahan dan terluka di bagian kepalanya. Sejak saat itu lah mereka di asuh oleh keluarga sang paman. Nana mengetahui ini dari kekasihnya Key, Key mengusut kejadian yang telah terjadi selama balasan tahun itu karna Nana yang memintanya. Tentu saja Key mengiyakan segala kemauan kekasihnya itu.
Siapa yang menyangka keluarga pamannya tega melakukan itu semua karena harta, yaa karna harta lah yang membuat sang paman beserta istrinya melakukan hal itu. Tentu Nana yang telah mengetahui itu merasa dendam dan akan membuat mereka menderita.
"Aku tau semuanya dan tunggu saja permainan yang ku buat" ucap Nana tertawa sedangkan sang paman hanya bisa menahan amarahnya yang bisa meledak kapan saja.
"Owh iya, aku akan mengadakan sebuah acara di perusahaan ku jadi aku harap paman datang yaa soalnya para perusahaan lain juga datang. Jadi paman bisa saja menjalin kerjasama dengan mereka dan acaranya itu seminggu lagi jadi paman beserta keluarga wajib hadir, baik Nana kan" ucap Nana tersenyum manis sedangkan sang paman hanya menatap bingung Nana.
Sedangkan di satu sisi mama Rara tersenyum senang saat akhirnya Rara kembali dihadapan nya " Sayang" ucapnya tersenyum lebar sambil ingin memeluknya tapi dengan cepat Rara menghindar pelukan itu.
"Rara" ucapnya menatap anaknya tak percaya sedangkan Rara hanya menatap sinis mamanya.
"Rara itu udah mati" ucap Rara sinis.
"Maafin mama Rara" ucap mamanya dengan nada sedih.
"Anda ingin dimaafin?" tanya Rara tersenyum, bukan tersenyum manis melainkan senyum yang mengerikan.
"Bisa, datanglah di acara perusahaan Rara seminggu dari sekarang ajak juga yang lainnya" ucap Rara tersenyum lebar.
"Mama akan datang sayang, pasti mama akan datang" ucap mama nya tersenyum lebar.
****************
Seminggu telah berlalu dengan cepat dan semenjak kematian ketiga ketua geng itu, anggota-anggota mereka memutuskan untuk bubar karena mereka juga tidak berminat untuk membuat geng motor lagi.
Dan sekarang merupakan perayaan kembalinya pemilik NR Company setelah lama menghilang bak di telan bumi, banyak investor-investor yang berdatangan di acara tersebut termasuk keluarga Nana dan Rara, Key dan yang lainnya, Keluarga almarhum Alex, Ayahnya Angga, mantan geng motor Alex, Raka dan Aris dan lainnya.
Nana Rara menatap orang-orang yang telah berdatangan, mereka tersenyum menyeringai melihat orang yang akan dipermainkan datang.
"Sudah siap membuat pertunjukan" ucap Nana tersenyum lebar sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Tentu saja" ucap Rara menyambut uluran Nana.
Mereka pun berjalan menuju panggung yang telah di sediakan. Penampilan mereka yang cantik dan senyuman mereka yang manis menjadi daya tarik bagi para pemuda yang ada di sana. Ucapan-ucapan yang mengandung pujian pun tak terhindarkan oleh keduanya.
"Selamat malam semuanya" ucap Nana Rara dengan tersenyum lebar.
Para tamu pun memandang ke arah podium mendengar suara halus dan lembut mereka " Malam " ucap mereka.
"Kami berterima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir. Kami sangat senang bertemu dengan kalian apalagi keluarga Nelson, keluarga Atdmaja dan keluarga Dinanta, kami tak menyangka bahwa mereka hadir di tengah-tengah kita. Baiklah ini merupakan perayaan atas kembalinya kami setelah sekian lama kami pergi, jadi nikmati pesta ini dengan sesuka hati kalian, sekali lagi saya ucapkan terimakasih " ucap Nana dan Rara dengan tersenyum lebar dan Nana Rara pun langsung turun dari panggung.
Para tamu pun bersorak dan bertepuk tangan dengan meriah, mereka pun menikmati pesta dengan perasaan gembira. Acara pun berlanjut hingga jam menunjukkan pukul 22.00 dan sudah waktunya pertunjukan akan di mulai. Suasana yang terang menjadi gelap dengan tiba-tiba, para tamu pun ricuh akibat lampu yang tiba-tiba mati itu. Ketika suasana tersebut ricuh muncullah sebuah layar proyektor besar di atas panggung dan itu membuat semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka ke layar tersebut.
Layar itu menunjukan dua orang pria dan wanita sedang mengotak atik mobil hitam dan tak lama keluarlah seorang orang pria dan wanita yang tengah mengandung dan wanita paruh baya dengan dua orang anak kembar, mereka berbincang sedikit dan kemudian mereka pergi menaiki mobil yang di otak atik oleh pria dan wanita itu. Awalnya tidak masalah tapi ketika melewati tikungan,rem mobil itu tak berfungsi dan mengakibatkan mobil itu menghantam keras pembatas jalan. Pada insiden itu pria tersebut meninggal dan sang wanita yang. masih tersadar langsung meminta tolong pada orang tersebut, pada akhirnya sang wanita meninggal setelah melahirkan seorang bayi perempuan.
"Apa ini" ucap Bryan kaku.
"Apa maksud semua ini" ucap Brayen bergetar menahan tangis.
Layar pun berganti pada kasus perselingkuhan keluarga Atdmaja yaitu Tuan Atdmaja dengan istri dari keluarga Nelson yang sudah berjalan sejak 1,5 tahun.
"Pa-papa" ucap Leo tak menyangka.
"Ma-mas kamu" ucap mama Rara kaku dan lemas akibat kelakuan suaminya.
"Kamu" Tuan Nelson menatap marah istrinya.
Setelah menampilkan kejadian perselingkuhan itu layar pun berganti pada kasus pembunuhan yang di lakukan oleh keluarga Dinanta pada ketiga anak pembisnis ternama yang minggu lalu belum terungkap. Disana terdapat kejadian bagaimana cara mereka membunuh padahal penjagaan mereka sangat ketat.
"****" ucap Angga marah sedangkan sang ayah langsung menelpon suruhannya untuk mengepung perusahaan ini.
"Kita lakukan sekarang, bunuh tuan muda Aldesson saingan mu itu" bisik ayahnya kepada Angga.
sedangkan Angga menatap nyalang kearah sudut ruangan yang mana di sana ada Key yang tengah tersenyum mengejek " Sialan kamu Key" ucapnya dengan amarah yang besar.
__ADS_1
Angga pun mengeluarkan pistol dalam jas nya, dengan cepat dia mendekat dan membidikkan pistol itu ke arah Key.
Dor