
...SELAMAT MEMBACA!!!! ...
Sudah lima hari berlalu, hari-hari yang Nana dan Rara lewati sangat menyenangkan, apalagi Nana yang tengah mabuk asmara dengan sang pacar yang baru akan masuk minggu pertama itu, siapa lagi kalo bukan Key. Dan lihatlah mereka sekarang tengah menikmati malam bersama di sebuah taman dengan pemandangan bintang-bintang yang bertaburan, bulan yang terbentuk sempurna, dan suasana yang tenang, sangat mendukung dengan suasana mereka yang saat ini sedang bahagia.
"Kamu bisa menghitung bintang itu?" Tanya Key menatap Nana dan menunjuk ke arah langit sedangkan Nana menggeleng-gelengkan kepalanya tandanya tidak bisa.
"Seperti itulah cinta ku tak bisa terhitung oleh mu" Gombal Key dengan malu-malu.
"ANJAY, ga nyangka si ayang bisa gombal" Pekik Nana heboh sedangkan Key pipi dan telinganya memerah karena malu.
"Uluh, emes banget sih ayang bebeb gue ini" Ucap Nana sambil mencubit pelan pipi Key.
"Jangan gitu Raja malu" Rengek Key sambil membenamkan kepalanya di leher Nana.
"Cekek boleh ga sih, gemes soalnya" Batin Nana .
"Kok bisa seorang Key malu sama Nana?"
"Bukan Key tapi Raja"
"Iya-iya ayang Raja" Ucap Nana terkekeh geli sedangkan Key tersenyum lebar mendengar panggil itu.
"Queen tau gak, ini pertama kali nya Raja pacaran? " Tanya Key yang telah melepas pelukannya.
"Yo ndak tau kok tanyak saya"
"Queen kok gtu" Ucap Key cemberut.
"Berjanda elah"
"Bercanda Queen" Ucap Key sambil mencubit gemas pipi Nana.
"Raja bahagia bisa memiliki pacar kaya Queen" Ucap Key tersenyum lebar.
"Aduh, pengen salto dengernya" Ucap Nana yang salting sedangkan Key terkekeh gemas mendengar ucapan Nana.
Setelah itu hening diantara mereka, mereka hanya menatap bintang-bintang yang bertaburan indah di langit yang gelap.
__ADS_1
"Hmm Raja, kalo suatu hari nanti Nana pergi, apa Raja bisa terima?" Tanya Nana tiba-tiba, sedangkan Key mendengar ucapan Nana menatap lekat kearah Nana.
"Aku akan ikut denganmu"
"Kenapa?"
"Di dunia ini, aku hanya punya kamu" Ucap Key yang langsung mengalihkan pandang kearah langit sedangkan Nana menatap Key dengan tatapan tak paham.
"Sepuluh tahun yang lalu kedua orang tua ku dibunuh oleh sekelompok orang tak dikenal tepat di depan mata ku. Aku ketakutan saat melihat orang-orang itu dengan keji menembak keduanya tanpa ampun. Aku ingin mendekati kedua orang tua ku tapi mommy menatap ku dengan tersenyum dan menggeleng memberi isyarat untuk jangan mendekati nya. Aku hanya bisa menatap mereka dengan pasrah dan bersembunyi dari orang-orang itu, setelah orang itu pergi aku langsung pergi mendekati kedua orang tua ku yang sudah tak bernyawa dengan tubuh yang tak berbentuk. Aku hanya menangis pilu melihat kedua orang yang ku sayangi telah meninggalkan ku dengan cara yang tragis, aku tak bisa berbuat apa-apa dan sejak saat itu aku bertekad menjadi lebih kuat untuk membalaskan dendam ku pada orang-orang yang telah membunuh kedua orang tua ku" Ucap Key dengan tubuh yang bergetar menahan kesedihan serta dendam yang sangat kuat.
"Maaf aku membuka luka lama mu" Ucap Nana dan langsung memberikan pelukan pada Key sedangkan Key membalas pelukan Nana dengan eratnya.
"Jangan tinggalkan aku, Queen" Ucap Key pelan di sela-sela pelukan mereka.
"Aku akan selalu ada di samping mu, aku akan berusaha untuk sembuh demi kamu dan yang lain nya" Ucap Nana dengan penuh tekad.
"Aku akan selalu mendukung kamu" ucapnya tersenyum manis.
"Dua hari lagi aku pergi kel luar negeri untuk berobat" ucap Nana.
"Tidak, biarkan aku fokus dengan pengobatan ku lagian di sana juga ada Rara jadi Raja tak perlu khawatir"
"Tapi aku ingin ikut dengan mu, untuk menjaga mu"
"Aku bisa kok sendiri, selesaikan pendidikan Raja di sini dulu dan Raja bisa kok jengukin Nana di sana nanti"
"Yakin?"
"Yakin kok"
"Baiklah, I love you and Get well soon baby. Aku akan selalu menunggu mu"
"Yaa, I love you too my king" ucap Nana sambil memeluk Key dengan erat.
"Aku pasti bisa ngelawan sakit ini, yaa aku pasti bisa" batin Nana. ppp
Sedangkan dari kejauhan ada seseorang yang melihat momen itu dengan tatapan tajam dan tangan yang mengepal menahan amarah.
__ADS_1
"Aku akan mendapatkan mu dan menjadikan mereka pion ku, sejak awal kau milik ku dan segala yang menjadi milik ku akan tetap jadi milik ku, kamu yang memulai hanya aku yang boleh mengakhiri nya" Ucapnya dengan tatapan yang obsesi yang tinggi.
****
Sedangkan di sebuah mansion mewah terdapat dua orang berbeda gender yang tengah berbicara serius.
"Aku ingin anda membunuh mereka dengan keji tapi jangan tergesa-gesa biarkan untuk sekarang mereka bahagia dulu setelah itu baru hancurkan kebahagiaan mereka" Ucap seorang wanita menyeringai sambil melempar sebuah foto kearah seorang pria tersebut.
"Itu urusan mudah bagi ku" Ucap pria itu santai.
"Aku tidak mau tau, mereka harus mati dengan cara yang keji dan menyakitkan karna mereka kesenangan ku jadi hancur" Ucap seorang wanita dengan sorot mata yang menunjukkan dendam yang besar.
"Hahahaha, kamu tenang saja sayang mereka akan mati mengenaskan ditangan mafia ku, tapi kamu harus membayar mahal dengan tubuh mu itu seperti biasanya" Ucap pria itu menyeringai dengan tatapan mesumnya.
"Apapun keinginan anda akan aku penuhi, lagi pun tidak ada yang menolak tubuh indah ku"
"Cih, menjijikan" batin pria itu.
"Jadilah budak nafsu ku sayang, kamu harus terus melayani aku sampai aku puas" Ucapnya dengan tertawa.
"Baiklah aku terima tawaran itu"
"Ahh, mendekat lah j*l*ng ku" ucap nya sambil menatap mesum ke arah wanita itu.
"Cih, dasar j*l*ng"
Wanita itu pun mendekat dengan gerakan sensual dan langsung duduk di pangkuan pria paruh baya itu dan dia pun mencium bibir pria itu dengan sedikit menggoda.
"Ahh, kamu agresif seperti biasanya sayang"
"Tentu saja sayang" ucapnya dengan nada sensual.
"Aku jadi tidak sabar" ucapnya
"Kita bisa memulainya sekarang"
"Baiklah sayang, layani aku sekarang" ucapnya dengan tertawa.
__ADS_1