Transmigrasi Dua Gadis Absurd

Transmigrasi Dua Gadis Absurd
DUA PULUH TUJUH


__ADS_3

Malam yang sunyi seorang gadis berjalan-jalan ria ditemani oleh kuntil badak, Canda kuntil. Dia menyelusuri jalan dengan kakinya menuju ntah kemana.


"Serem oyy" Ucapnya memperhatikan sekitar dan dia pun bernyanyi untuk menghilangkan rasa seremnya.


Pada malam hari ku berjalan-jalan


Menapak di tanah tak seperti tante kunti


Tapi ku lihat dia ngedate dengan si poci


Aku yang Jomblo jadi ngiriiiii o o


Karna aku iri jadi ku dorong mereka


Mampus bwahahaha (ini nada naik delman, wkwk).


Begitulah kira-kira nyanyian asalan unfaedah si kembaran baya betina yaitu Rara. Ya dia adalah Rania Ananda Putri Atdmaja atau akrab dipanggil Rara.


Rara sekarang tengah berhenti dia pun menyipitkan matanya seperti melihat sesuatu di gang sepi dekat dengan sungai, melihat itu dia pun bersembunyi di dekat sebuah pohon beringin, gede cuy serem lagi. (Tihati ya ra, tante kunti sama pak poci balas dendam sama lo karna lo udah ngerusak ngedate mereka)


Dia pun terus memperhatikan orang itu seketika dia menegang, tak percaya apa yang dia lihat adalah orang itu tengah menyiksa seorang dengan keji darah berserakan kemana-mana isi perut orang itu dengan gampang ditariknya, Rara yang melihat itu hanya bisa menutup mulutnya tak percaya dan keringatnya pun membasahi seluruh tubuhnya, Rara bergedik ngeri sekaligus takut melihat orang itu.


Rara terus memperhatikan orang itu sedangkan orang itu yang merasa sesuatu yang memandang nya dia pun menoleh ke sembarang arah, dikarenakan gelap jadi orang itu tak melihat Rara. Sedangkan Rara dia sangat jelas melihat wajah orang itu, dia pun terkejut bukan main setelah melihatnya dan sekuat tenaga agar tak bersuara. Sedangkan orang itu yang melihat sekitarnya tak ada dia pun melanjutkan aksinya dan beberapa lama akhirnya dia pun selesai dan langsung menceburkan mayat itu ke sungai dan pergi begitu saja. Sedangkan Rara hanya bisa mati-matian menahan ketakutan dan sekarang dia pun bisa menghela nafas lega dan dengan cepat meninggalkan lokasi itu.


Setelah beberapa menit akhirnya dia pun sampai di rumahnya dengan wajah pucat, dia pun berlari menuju kamarnya dengan cepat sedangkan keluarganya yang melihat itu mengerutkan dahinya binggung.


Rara yang telah sampai di kamar dia pun memeluk kakinya gemetar.


"Gu-e ga-k nya-ng-ka dia psikopat" Ucapnya terbata-bata takut.


"Apa dia juga yang bunuh Ririn dkk? berarti memang ada kaitannya dengan Nana dong" Monolognya.


"Gak gak gue harus kasi tau ke Nana, ini gak bisa dibiarin gue takut nanti Nana yang jadi sasarannya apalagi dia kaya suka sama Nana bukan suka tapi dia pasti akan terobsesi ke Nana secarakan seorang psikopat memang seperti itu" Lanjut Rara gemetaran takut.


"Gue harus tidur" Ucapnya merebahkan tubuhnya yang ketakutan itu menuju alam baka ralat alam mimpi. Canda doang ya ra


Pagi hari☀


Rara tengah bersiap-siap dengan cepat hendak pergi ke sekolah untuk memberikan berita yang mengejutkan ini.

__ADS_1


"Gue harus cepat perasaan gue gak enak" Ucapnya menghela nafas, beberapa menit kemudian dia pun telah siap dan langsung pergi tanpa sarapan.


Di ruang makan


Keluarga nya tengah dilanda kekhawatiran kerena hilang nya anak adopsi mereka.


"Leo, dimana Sisil?" tanya mamanya khawatir karena tak melihat Sisil sedari tadi.


"Leo gak tau ma" ucap Leo.


"Cepat cari Sisil, Leo" ucap papanya tegas.


"Baik pa" ucap Leo khawatir.


Rara pun langsung pergi keluar dari mansion itu, sedangkan keluarganya yang melihat Rara yang pergi tanpa melihat mereka, hanya menatap sendu Rara. Ya makin lama mereka merasa bersalah tak bisa dipungkiri perubahan Rara sangat berefek pada keluarganya.


"Apakah sudah terlambat meminta maaf? Batin daddy Rara.


" Maafkan mommy, apa ada kesempatan untuk mommy? " Batin mommy nya Rara.


"Bisakah lo maafin gue dek? " Batin Leo.


Rara ingin keluarganya sadar bahwa kasih sayang dan pelajaran yang baik untuk seorang anak, itu sangatlah penting dalam pertumbuhan anak karna dengan kasih sayang dan pembelajaran yang baik tentu anak itu akan tumbuh menjadi anak yang bisa menghormati kedua orang tuanya, anak yang bisa berpikir mana baik dan buruk serta membuat keluarga menjadi harmonis, tentu keluarga yang harmonis akan membuat sebuah keluarga itu akan merasakan kebahagiaan yang tiada tara.


Kadang Rara berpikir apa salahnya terlahir sebagai anak yang kurang pintar dan berpenampilan cupu bukan kan itu bukan wajar? Karena setiap anak itu berbeda-beda jika saja mereka mengerti mengenai Rara, apa yang di alaminya, pasti mereka akan sedikit demi sedikit bisa merubahnya. Rara kadang juga heran dengan keluarganya ini yang selalu menuntut untuk jadi sempurna. Hingga mereka juga mengadopsi seorang anak perempuan padahal mereka punya anak perempuan yang masih butuh kasih sayang. Tapi hanya untuk kesempurnaan, mereka dengan tega melakukannya.


Kadang Rara juga bertanya-tanya apakah mamanya tak merasa bersalah melihat anaknya dicaci maki? padahal dia itu mama kandung Rara yang dengan susah payah mengandung dan melahirkan. Tapi apa? dia malah membela suaminya padahal anak itu adalah buah cinta dari mereka, memikirkan itu Rara menjadi pusing sendiri mungkinkah orang tuanya udah gila, bego atau apa lah itu dia pun hanya bisa menghela nafas panjang.


Di sekolah🏫


Rara telah sampai di sekolahnya dia memcari-cari Nana tapi tak kunjung melihatnya. Rara pun menunggunya dikelas, sekarang jam sudah jam 7.00 dan para murid sudah banyak berdatangan termasuk Key dan Rey melihat kedatangan mereka berdua Rara pun menghampirinya.


"Kalian ada liat Nana gak? Ucapnya dengan panik sedangkan mereka menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" Ucap Rey lembut yang melihat Rara panik.


" Perasaan gue gak enak" Ucapnya pelan.


" Ayo ikut gue nyari twins B" Lanjut nya sedangkan mereka pun mengganguk setuju dan berjalan menuju kelas twins B.

__ADS_1


Sesampainya mereka di kelas XII IPS 1 , Rara pun langsung mencari twins B yang kebetulan sudah ada di kelas.


"Nana mana?" Ucap Rara to the point sedangkan twins B mengerutkan dahinya binggung.


"Dia tadi malam gak pulang" Ucap Bryan santai.


"Terus lo gak khawatir gitu, gila banget lo" Ucap Rara marah.


"Biasanya juga sama lo" Ucap Brayen yang sedikit panik. Ingat sedikit!!!


"Dia gak ada sama gue, makanya gue nanya kalian" Ucap Rara geram.


"Kenapa lo, numben banget nyari Nana?" Tanya Bima yang nimbrung.


" Ada hal yang mengejutkan sekaligus bahaya ini menyangkut Nana " Ucap Rara yang panik sedangkan mereka mendengarnya pun kaget.


"Kenapa dengan Nana?" Tanya Key dingin.


" Kita harus tanya mereka" Ucap Rara pergi menuju kelasnya dan diikuti oleh Key dkk dan Alex dkk.


Mereka pun menuju kelas Rara dan di situ telah ada geng Black Mamba dan Antariksa.


"Dimana dia?" Tanya Rara ke geng tersebut.


" Siapa?" Tanya Arya.


"Ketua kalian" Ucapnya.


"Boss kami ada urusan mendadak jadi dia gak masuk" Ucap Rocky seketika Rara semakin panik.


"Gak kita harus segera nyari Nana" Ucapnya takut.


"Hei, kenapa hmm? Tanya Rey.


" Dia psikopat, gue takut Nana kenapa-kenapa hiks hiks" Ucap Rara menangis tersedu-sedu.


"Apa maksud lo ra?" Tanya mereka yang panik mendengarnya.


"Nana kita harus cari dia hiks hiks" Ucapnya menangis, melihat Rara menangis Rey pun memeluk Rara untuk menenangkan tangisannya.

__ADS_1


"Ayo kita cari Nana" Ucap Key dingin dan di angguk oleh Rey dan Rara sedangkan yang lain mereka....


__ADS_2