
Suara tembakan terdengar nyaring dan itu membuat para tamu mengalami kericuhan yang bertambah parah. Mereka pun berdesak-desakan untuk keluar tapi terhalang oleh orang-orang berbadan kekar.
Key yang melihat Angga menodongkan pistol ke arahnya pun langsung menghindar "****, baj*ngan lo ngga" ucapnya marah.
"Sialan, gak kena" ucap Angga yang melihat peluru itu tidak mengenai Key. Angga pun mencoba menembakkan pistol nya berkali-kali sampai akhirnya mengenai bahu Rara.
Dor
Dor
Dor
"Agggrhhh" teriak Rara kesakitan, melihat itu Nana, Rey dan Leo pun menatap nyalang ke arah Angga.
Dengan gerakan cepat Leo pun berlari ke arah Angga dan langsung menerjang Angga, dengan gesit Leo melawan Angga yang hampir terjadi karena terjangan Leo.
"Anj*ing lo Angga, udah bunuh Alex dan yang lain sekarang lo mau bunuh adek gue mati lo angga" ucap Leo sambil memukul bertubi-tubi Angga.
Angga pun hanya menghindari pukulan-pukulan dari Leo, dengan gerakan tiba-tiba Angga pun langsung menendang keras perut Leo, Leo pun terjatuh dan mulutnya mengeluarkan darah segar.
"Si*lan" ucap Leo sambil mencoba berdiri.
Sedangkan Angga dia menatap remeh temannya itu "Lemah" ucap nya. Dia pun hendak menembakan ke arah Leo tapi berhasil di terjang oleh Nana.
"****" ucap Angga sambil menatap ke arah orang yang menerjang nya.
"Kamu semakin menarik baby" ucap Angga tersenyum miring.
"Yaa, gue emang menarik baj*ng*n" ucap Nana tertawa.
"Aku akan menjadikan kamu miliki ku ucapnya tertawa mengerikan.
"Itu tak kan terjadi Angga Alvino Dinanta" ucap Key menatap mengejek sambil memeluk pinggang Nana.
__ADS_1
Melihat gadisnya di sentuh orang lain, Angga pun menatap tajam Key "Jangan sentuh gadis gue" desis Angga.
Key pun menatap Angga dengan datar "Apa lo gak tau kalo Nana itu pacar gue?" tanya Key menyeringai.
"Iya gue itu milik Key, Angga" ucap Nana membenarkan sedangkan Angga menatap nyalang ke arah keduanya.
"Lo tau Ngga, lo itu sebenarnya baik tapi karna obsesi cinta lo itu, lo dibutakan oleh itu semua. Lo tau kenapa gue gak suka sama lo, itu karna lo orang nya kasar, keras kepala dan juga lo gak segan-segan ngehilangin nyawa orang lain. Lagian lo cinta gue itu cuma rasa penasaran, rasa ambisi lo harus mendapat apa yang lo inginkan. Gue benar kan Angga?" ucap Nana yang diakhiri dengan sebuah pertanyaan.
Angga tertawa " Ya, lo bener lo itu cuma akan jadi boneka gue karna wajah dan tubuh lo sangat indah" ucapnya tersenyum mengerikan.
Key yang mendengarkan ucapan Angga pun menatap tajam dan langsung memukul wajah Angga "baj*ng*an lo" ucap Key memukul bertubi-tubi Angga.
"S*alan" ucap Angga yang melihat darah di sudut bibirnya. Angga pun membalas serangan Key secara beruntun tapi pukulan itu hanya mengenai Key sekali. Key pun membalas serangan Angga sehingga Angga terjatuh di dekat pistol nya. Dengan cepat dia pun mengambil pistol itu dan langsung menembak ke arah Key.
Dor
"RAJAAAA" teriak Nana melihat Key tertembak. Angga pun tersenyum senang tapi tak lama kemudian Angga pun di tembak oleh Rey.
"Cih, baj*ng*n" ucap Rey menatap ke arah Angga yang terkena tembakan di bagian dadanya.
"BRAYEN" teriak Bryan sedangkan Nana hanya mematung melihat itu.
"Tangkap tuan Jeriko, tuan Adtmaja beserta tuan dan nyonya Nelson" teriak Nana pada orang suruhan nya.
"Dan bawa juga Angga ke tempat biasa" sambung Nana.
"Raja, Brayen, Rara" ucap Nana bergetar melihat darah yang mengalir di tubuh mereka.
"Ten-nang sa-yang" ucap Raja dan akhirnya pingsan.
Nana yang melihat itu pun langsung berteriak "panggil ambulan" teriak Nana.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka yang terluka pun langsung di bawa ke rumah sakit. Key, Rara dan Brayen pun berada dalam ruangan operasi untuk mengeluarkan peluru di tubuh mereka, diantara keadaan mereka yang paling parah adalah Brayen karena tembakan itu hampir mengenai jantungnya sedangkan Key dia tertembak di bagian perutnya. Dan keadaan mereka sekarang cukup memperihatinkan walaupun tidak mengenai organ penting mereka.
__ADS_1
Sekarang Nana menunggu dengan air mata yang terus mengalir "Gue gak nyangka akan sebanyak ini yang terluka" ucapnya.
"Agrrhhh, kenapa begini" frustasi Nana, Nana sangat tidak menyangka akan terjadi begini, dia benar-benar tidak menyangka.
Bryan yang melihat Nana menangis pun mendekat ke arah Nana dan langsung memeluk nya "Tenang Na, mereka akan baik-baik aja" ucap nya
Nana pun hanya menangis sambil membalas pelukan Bryan "Maafkan abang Na, maafin abang" ucap Bryan, sungguh Bryan sangat menyesal atas perlakuan nya selama ini, dia sangat bodoh sehingga dia tidak mengetahui tentang orang tua kandung nya.
Setelah sekian lama menunggu akhirnya dokter pun keluar dari ruang operasi tersebut dengan cepat Nan pun berdiri dan bertanya pada dokter tersebut.
"Bagaimana keadaan mereka dok" tanya Nana.
"Keadaan mereka baik tapi pasien bernama Keynan Aldesson dan Brayen Aldebaran lukanya cukup parah dan kemungkinan besok pagi akan sadar" ucap sang dokter.
Nana pun menghela nafas lega "Syukur lah" ucap Nana.
"Apakah kami bisa menemui pasien dokter?" tanya Bryan.
"Boleh, tapi jangan menganggu pasien" ucap dokter.
"Baik, terimakasih dok" ucap Bryan.
"Saya pamit dulu" ucap dokter dan di angguk oleh Nana dan Bryan.
Nana dan Bryan pun masuk ke dalam ruangan tersebut, Nana pun duduk di samping hospital bed Rara.
"Ra, lo kapan sadar nya" ucap Nana menitikkan air matanya.
"Sejak kapan lo cengeng Na" ucap Rara dengan nada serak.
"Rara" ucapnya sambil memeluk Rara.
"Sakit nj*r" ucap Rara karena bahunya tersentuh oleh Nana.
__ADS_1
"Maap hehe" ucap Nana cengengesan.
Mereka pun bercerita tentang pembalasan dendam mereka dengan senang.