
Terlihat dua orang gadis tengah duduk santai di belakang halaman sekolahnya setelah kejadian di rooftop tadi. Setelah beberapa lama terlihat dua orang pemuda datang menghampiri mereka.
"Kok kalian disini?" Tanya Rara.
"Kenapa, gak boleh hmm?" Jawab Rey dengan suara serak basahnya.
"Ber damage cok" Batin Rara menjerit.
"Bo-boleh kok" Ucap Rara gugup sedangkan Rey tersenyum dan mengelus lembut rambut Rara, Rara pun tersentak dan merasa panas menjalar di pipinya.
"Kamu cantik" Ucap Rey terkekeh melihat Rara sedangkan Rara bertambah merona mendengar ucapan Rey.
"Cantik ke pantat babi, iya" Ucap Nana yang merusak suasana.
"Bangsat lo" Ucap Rara kesal.
"Si Rey matanya lagi katarak kok bisa-bisanya bilang lo cantik" Ucap Nana sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Gue emang cantik bangsul" Ucap Rara.
"Cantik dari mananya?"
"Dari sono nya lah" Ucap Rara kesal.
"Udah, nanti cantiknya hilang loh" Ucap Rey menggoda sedangkan Rara menatap kesal ucapan Rey.
"Mau eskrim?" Tanya Rey.
"Mau mau mau" Ucap Rara dengan cepat dan berbinar-binar.
"Tapi 1 kulkas ehh 2 kulkas yaa" Lanjutnya.
"Boleh, ayo" Ucap Rey dan langsung meninggalkan Key dan Nana di sana.
"Lah kok gue ditinggal sih" Ucap Nana menggerutu.
"Queen" Panggil Key ke arah Nana.
__ADS_1
"Hmm" Jawab Nana yang masih memaki ria Rara karena meninggalkan nya bersama Key.
"Queen"
"Hmm"
"Queen"
"Hmm"
"Queennnnnn"
"Apa sih Key" Ucap Nana menatap sebaliknya Key.
"Kok Key sih" Ucap Key kesal sambil memanyunkan bibirnya.
"Anjir, kok gemes sih aaaa" Batin Nana.
"Lah, bukannya nama lo Key" Ucap Nana binggung.
"Kok gitu?"
"Kan Queen, Ratu nya Raja" Ucap Key tersenyum lebar.
"Sa e lu pantat kebo" Ucap Nana terkekeh sambil memukul lengan Key. (Kebiasaan cewe kalo lagi ketawa main pukul² aja)
"Raja kan serius" Ucap Key kesal
"Lah kapan mau diseriusin?"
"Queen kapan mau nya?"
"Terserah"
"Cewek selalu aja jawabnya terserah" Gumam Key sebal.
"Queen, aku suka kamu" Ucap Key tiba-tiba.
__ADS_1
Deg deg deg
Nana mendengar itu pun terbengong dengan wajah bodohnya, apa dia tak salah dengar?
"L-lo ngomong apa Key?" Tanya Nana memastikan pendengarannya.
"Gue tau ini tiba-tiba, gue suka sama lo saat pertama kali gue bertemu dengan lo dan lama kelamaan gue gak bisa nahan perasaan gue dan sekarang rasa suka gue berubah menjadi cinta dan sayang sama lo. Setiap gue dekat dengan lo, gue nyaman dan gue ga pernah senyaman ini berdekatan dengan cewek, gue juga cemburu kalo lo dekat dengan cowok lain. Jadi, Will you be mine?" Ucap Key lantang.
"Lo su-suka gue?" tanya Nana gugup
"Yes, I like you" ucap Key tegas.
"Gue gak tau mau jawab apa" ucap Nana ragu-ragu.
"Kamu bisa jawab yes or iya" ucap Key tersenyum lebar.
"Yes atau iya, ga ada bedanya sama-sama nerima" ucap Nana kesal.
"Itu mau ku" ucap Key.
"Jadi mau gak kamu jadi pacar aku?" tanya Key lagi.
"Gak ada pilihan kan selain yes or iya" ucap Nana melihat ke arah Key sedangkan Key tersenyum lebar dan langsung memeluk Nana dengan erat.
"I love you" Ucap Key disela pelukan.
"Hmm Ilove you to" Ucap Nana ragu-ragu.
Sedangkan disisi lain ada seorang pemuda menatap sendu kedua insan yang jatuh cinta itu.
"Pada akhirnya gue kalah dan gue cuma di anggap sahabat, lo bener na gue obsesi sama lo dan itu akan merusak semuanya. Gue akan menjauh dan mencoba merelakan lo dan semoga kalian bahagia" Ucap pemuda itu dan langsung pergi meninggalkan Key dan Nana.
Yaps, pemuda itu adalah Aris, dia sadar bahwa dia cuma obsesi terhadap Nana dan juga dia menyesal karena telah pernah melukai Nana dan tidak mau kejadian itu terulang lagi dia pun harus pergi menjauh melupakan cinta pertama yang kandas sebelum memiliki nya. Ya, Nana merupakan cinta pertama dan kesedihan pertamanya dalam hal cinta meskipun begitu dia senang telah pernah mencintai orang seperti Nana ya walaupun cintanya itu di anggap sahabat oleh Nana.
"Tingkat akhir dalam mencintai seseorang adalah merelakan, jadi aku akan merelakan kamu dengan dia, kamu adalah cinta pertama ku walaupun kamu tak membalasnya, but you will always have a special place in my heart"
^^^~Aris Algazali Ramanda Altar~^^^
__ADS_1