
Al sudah duduk diruang kerjanya menyelesaikan beberapa dokumen yang harus ia tanda tangani.
Saat sedang melakukan tugas adminstrasinya sebagai Direktur RS Tiara Medika wakilnya mengetuk ruang kerja Al.
"Masuk."
"Selamat Pagi Dok, Saya mau memberitahukan kalau pagi ini kita kedatangan para koas yang akan mulai praktek di RS Tiara Medika. Pihak kampus mereka juga sudah datang. Pak Direktur diharap bergabung untuk memberikan sambutan sekaligus menerima mereka." Wakil direktur mengabari Al untuk menghadiri acara tersebut.
"Baik. Ayo kita kesana."
Al menutup pekerjaannya, berjalan menu tempat acara.
Kedatangan Al tentu saja disambut dengan hormat oleh semua yang ada disana.
"Terima kasih Pak Direktur, sudah menerima mahasiswa kami untuk praktek disini. Semoga keberadaan para koas bisa membantu dan memberikan kontribusi bagi RS Tiara Medika." dosen PA dari koas yang akan menjalani praktek.
"Kami senang, bahwa banyaknya generasi muda yang berminat untuk bergabung bersama kami di RS Tiara Medika."
Al menerima jabat tangan dari dosen PA para koas tersebut.
Saat akan berkenalan dengan satu per satu koas yang akan praktek di RS Tiara Medika tampak seorang koas yang baru bergabung.
"Maaf Pak, Saya telat. Tadi macet!" seorang wanita muda dengan nyeleneh tampak santai meski sang dosen telah metap kesal mahasiswa yang membuatnya kesal tapi tak bisa ia tegur karena nama besar sang orang tua.
"Cepat kamu beri salam kepada Direktur RS Tiara Medika." ujar PA dsri Koas tersebut.
Betapa terkejutnya Al bahwa salah satu koas yang akan praktek ditempat adalah si cewek bar-bar yang pernah berebut beradu mulut dengan Al.
Begitupun dengan si cewek yang terkejut mengapa harus bertemu dengan Om-Om nyebelin yang mengganggu dirinya saat akan order makanan.
"Selamat Pagi Dokter perkenalkan Saya Bianca." Koas bernama Bianca mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Al.
"Ah kena kamu cewek bar bar! Kalau kemarin kamu bisa dengan seenaknya sama gw, sekarang lo bakal gw bikin ga betah disini!" batin Al merencanakan pembalasan dendam.
"Selamat datang, selamat menjalani praktek bagi para koas ya. Semoga lancar!" Al tersenyum penuh maksud.
"Ah Gila males banget gw kenapa mesti nugas di RS si Om nyebelin sih!"batin Bianca mendumen meski wajahnya tersenyum terpaksa.
Para koas diajak mengelilingi setiap poli yang akan nantinya secara beeganti mereka akan ikut mendampingi setiap dokter yang praktek.
__ADS_1
"Kalian semua secara terpisah akan kami bagi untuk jadwal mendampingi dokter yang praktek. Silahkan ini dilihat. Dan mulai besok kalian sudah bisa langsung menuju poli sesuai dengan jadwal yang ada disana. Untuk piket di IGD kalian juga tetap harus ikut sesuai jadwal setelah mendampingi dokter yang praktek di poli." jelas Wakil Direktur kepada para koas.
"Ah si@l@n kenapa stase awal gw harus mendampingi si Om gaje sih! Sabar Bia lo pasti bisa. Inget lo harus sukses, lo ga mau kan bokap lo kecewa sama lo?" Bianca si cewek bar-bar menenangkan hatinya.
"Silahkan kalian menemui dokter yang akan kalian dampingi untuk bertanya." wakil Direktur mempersilahkan para koas menemui masing-masing dokter yang akan mereka dampingi.
"Maaf Dokter, ruang Dokter Al dimana? Saya mendapat bagian untuk mendampingi Dokter Al." tanya Bianca pada wakil direktur.
"Oh stase awal kamu dengan Dokter Al ya? Beruntung kamu, kamu harus perhatikan baik-baik, ini kesempatan bagus. Jadi jangan kamu sia-siakan. Dokter Al itu sangat profesional dia tidak suka telat dan kerja dengan beliau harus gesit jangan lelet ya. Kamu juga jangan telat kalo mau aman." seolah kata-kata wakil Direktur membuat Bianca semakin yakin akan hari - hari menyebalkan yang ia akan lalui bersama si Om menyebalkan.
Bianca melangkah menuju ruang kerja Al.
Bianca melihat sebuah nama tertera dipintu masuk.
...Althaf Sarfaraz Xaquil...
...Direktur RS Tiara Medika...
Bianca mengetuk ruang kerja Al.
Tok,Tok,Tok!
"Permisi Dok. Saya mau lapor diri, mulai besok Saya yang akan mendampingi dokter Al di poli jantung." Bianca menata kalimatnya sesopan mungkin meski sambutan dingin terlihat dari wajah Al yang tidak menatap wajah Bianca malah asik didepan laptopnya.
Al menghentikan pekerjaannya kini ia menatap wajah Bianca dengan arogan.
"Siapa nama kamu?" Al dengan wajah arogannya sambil berdiri bersidekap dengan kedua tangan di dadanya.
"Sumpah kalo ga inget doi PA gw disini, pengen gw kruwes aja tuh muka nyebelin si Om!" batin Bianca.
"Bianca Anindya Brotoseno. Panggil saja Bianca Dok." Bia menyebutkan nama aslinya.
"Ok. Ada beberapa hal yang harus kamu ikuti dan tidak boleh dilanggar jika ingin Saya sebagai PA memberikan kamu izin untuk ikut praktek bersama Saya." Al dengan jumawa merasa menang bisa membalas cewek bar-bar di hadapannya.
Bianca menahan sabar, karena disini posisi dirinya sebagai koas tentu akan tergantung oleh si Dokter nyebelin dihadapannya.
"Pertama setiap hari kamu sudah harus stand by jam 7 pagi. Karena Saya ga suka yang namanya telat! Kedua kamu belum boleh pulang sebelum Saya pulang meskipun jadwal praktek Saya sudah selesai. Ketiga tolong jaga sikap selama kamu koas disini, Saya ga mau lihat sifat bar -bar kamu seperti di drive thru waktu itu! Paham!" Al dengan tatapan mengintimidasi dan gesture jumawa berhasil membuat Bianca kesal meski terlihat wanita itu menahan sekuat tenaga.
"Gw bilang apa! Dia itu bakal bales dendam kan soal direstoran! Oke, emang dia aja yang bisa bales dendam! Belum tahu pesona Bianca dia, awas aja, gw bikin baper nih Om - Om nyebelin!" siasat Bianca dalam hatinya.
__ADS_1
"Jawab! Malah bengong! Kemaren aja marah-marah sok nantangin Saya! Sekarang diem aja tuh mulut yang kemaren nyerocos kayak Bebek sawah!" Al dengan seenaknya mengatai Bianca dengan puas.
"Sabar Bia, lo harus sukses bikin siasat lo menang menghadapi serangan doi. Dia pikir gw bakal gentar gitu? Oh No, tidak ada dalam kamus Bianca nyerah! Awas Om, gw bakal bikin lo klepek-klepek sama gw sampe Koas gw selesai dan nilai gw bagus! Setelah itu Bye Om Nyebelin!" batin Bianca mengatur siasatnya tanpa sadar ia malah senyum-senyum dengan lamunannya.
Al dengan enteng menyentil dahi Bianca yang malah melamun sambil senyum-senyum.
Pletak!
"Aowww!" Bianca mengusap dahinya yang disentil oleh Al.
"Ini namanya KDRT Dok!" Bianca asal berucap ga sadar apa dengan kata-katanya.
"Sejak kapan kita nikah? Lagi kenapa kamu malah melamun! Senyum-senyum seperti pasien ODGJ!" Al tanpa merasa berdosa sudah menyentil dahi koas bar-barnya.
"Maksud Saya KDRS Dok!" Bianca tertawa sambil mengusap dahinya, jitakan Al niat banget lumayan sakit.
"Kenapa si bar-bar terlihat manis saat tertawa? Al inget lo harus bikin nih cewek bar-bar ga betah!" Al mengatur siasat agar tidak terbuai oleh keindahan yang baru saja ia lihat.
"Dok, Dokter! Yah malah ngelamun! Mikirin istri sama anak ya Dok?" Bianca dengan gerakan tangan di depan wajah Al yang kini malah melamun.
"Jangan sok tahu dan jangan banyak tanya!" Al tersadar segera ngomel.
"Jangan banyak ngomel Dok! Tambah tua. Coba dokter lihat deh wajah Dokter udah keriput tuh! Makanya Dok harus banyak senyum, bukan ngomel-ngomel!" Bianca dengan seenak jidat ngatain Al sudah keriput dan tua.
Al reflek mematut dirinya di kaca yang menempel di dinding ruangannya.
"Kamu jangan sembarangan! Buta ya mata kamu! Ga lihat Saya itu paling tampan di RS ini!" Al dengan tingkat pede maksimal saat mengatakan hal tersebut.
Prok,Prok,Prok!
Bianca tertawa sambil bertepuk tangan.
"Iyain aja deh! Iya Dokter emang ganteng! Ganteng banget! Tapi udah tua! Hahahahaa!" Bianca puas meledek Al dengan tawanya.
"Awas aja! Sekarang boleh ketawa-ketawa. Nilai lo dan nyawa lo ada ditangan gw cewek bar bar." batin Al mengucap sambil senyumannya penuh makna tersirat.
"Wah kayaknya si Om pengen bikin gw ga selamet nih selama ngekoas disini? Tenang Bia lo harus bisa ngelewati ujian dari si Om-Om nyebelin ini dan lulus dengan segera! Semangat Bia! Fighting!" Bianca menyemangati dirinya sendiri dalam hati.
.
__ADS_1