TRIO DUDA

TRIO DUDA
Pengacara vs CEO


__ADS_3

"Tasya pokoknya Papa ga mau dengar lagi kamu kabur apalagi menemui pria berandalan itu!" kelakuan Tasya memang menguji kesabaran Pak Taka sebagai orang tua.


Tasya tidak menjawab kata-kata Papanya memilih langsung mengoloyor menuju mobil.


"Om, Bara berangkat dulu ya. Om harus tahan emosi, rilex, jangan sampai kesehatan Om jadi terganggu. Bara janji akan jaga Tasya. Maaf kemarin Bara lengah." Bara pamit pada Pak Taka.


"Om percaya sama Kamu Bara. Titip Tasya. Maaf bila membuat Kamu repot. Terima kasih." jawab Pak Taka.


"Om, Bara minta izin, Bara akan tahan ponsel Tasya selama jam kantor. Agar Tasya ga komunikasi dengan Jerry."


"Lakukan jika itu yang terbaik. Kabari Om jika ada sesuatu dikantor. Hari ini Om akan menemui temanmu di RS Tiara Medika. Jangan sampai Tasya tahu." Pesan Pak Taka.


"Baik Om. Om hati-hati. Semoga Dokter Althaf bisa memberikan saran terbaik untuk kesembuhan Om." Bara dengan senyum menyemangati Pak Taka.


"Terima kasih Bara. Ya sudah berangkatlah, Tasya pasti sudah marah-marah dimobil!"


"Ah, sepertinya Bara sudah mulai biasa Om!" tawa Bara.


"Bara," Pak Taka menjeda kata-katanya.


"Ada apa Om?"


"Ah tidak apa-apa. Sudah berangkatlah!" Pak Taka menepuk bahu Bara.


"Baik Om. Kalau gitu Bara permisi."


Bara masuk ke dalam mobil, ia duduk disebelah Tasya.


Saat Bara masuk Tasya yang sedang mendumel langsung membuang muka manakala Bara duduk disebelahnya.


Bara melihat sikap Tasya memilih diam saja mengabaikannya.


Keduanya sampai dikantor, segera menuju ruang kerja milik Tasya.


Tasya melemparkan Tasnya dan ia memilih duduk dikursi dan kembali memainkan ponselnya.


Bara yang melihat itu segera mengambil ponsel Tasya.


"Lo apa-apaan sih Om!" Tasya langsung sewot Bara mengambil ponselnya.


"CEO itu kerja bukan main HP!"


"Terserah Gw lah kan gw Boss nya! Balikin HP Gw sini Om!" Tasya meraih ponselnya namun tidak berhasil.


Bara malah memasukan ponsel milik Tasya ke dalam saku dalam Jas nya.


"Lo tuh emang seneng ikut campur urusan orang! Dasar pengangguran banyak acara!" Tasya mengumpat.

__ADS_1


"Ga usah banyak ngeluh sama maki-maki orang! Pelajari dokumen di hadapan kamu! Nanti siang ada meeting dengan Klien perusahaan. Kamu ga maukan dibilang CEO bego ga bisa apa-apa!" sengaja Bara berkata menohok agar Tasya diam.


"Lo berani Om ngatain Gw bego! Lo sendiri apa? Dasar tukang ngatur! Pantes ditinggal istri!" seenaknya saja Tasya berkata seperti itu pada Bara.


"Ga usah sok tahu kalo emang tahu! Saya ga bodoh seperti Kamu yang mau diporotin sama bajingan penjahat kelamin seperti Jerry!" Bara dengan lantang.


Tasya melihat sorot mata Bara merah menahan kesal.


"Misi Boss, ada telp dari Klien." Wisnu memberikan ponselnya pada Bara.


"Jaga dia Nu, tahu sendirikan gimana sulitnya peliharaan satu ini sulit diatur!" wajah Bara menatap Tasya dengan merah padam.


Anggukan Wisnu menuruti perintah Bara.


Bara menerima telp dari Kliennya.


Kilen Bara menghubungi ponsel Bara namun tak dijawab karena Bara sejak tadi disibukkan dengan pertengkarannya dengan Tasya.


Sementara di ruangan Tasya tampak bete.


Ponsel disita Bara, Tasya juga masih kesal dengan Jerry bisa-bisanya pria itu membuat Tasya jengkel dengan segala kejadian kemarin.


Jerry mengatakan ia pernah memang berhubungan dengan mantan istri Bara, itu karena kelakuan Bara sendiri yang membuat istrinya ga tahan selama menjadi istri Bara.


Itu cerita versi Jerry kepada Tasya.


Tasya melihat Wisnu sedang mengerjakan sesuatu di laptop.


"Nona ngobrol sama Saya?" Wisnu malas sebenarnya menanggapi pertanyaan Tasya.


"Terus diruangan ini manusia selain Gw sama Lo siapa lagi?"Tasya kesal dengan jawaban Wisnu.


"Memang kenapa Nona tanya begitu?" Wisnu menatap tidak suka pada Tasya.


"Weits santai Bro, ga usah ngegas lah!" Tasya melihat asisten Bara 11 12 modelan Bara.


"Heran aja Lo bisa betah kerja sama dia, Gw aja kesel banget bawaannya emosi sama si Om!" Tasya malah menumpahkan unek-uneknya.


"Itu karena sikap Nona saja yang buruk. Sejauh Saya bekerja dengan Pak Bara, beliau begitu menghargai orang lain, bahkan dengan para Kliennya Pak Bara berhubungan baik. Jadi jika Nona merasa begitu sebaiknya Nona introspeksi diri!" Wisnu ngegas kesal dengan ucapan Tasya.


Belum sempat membalas kata-kata Wisnu Bara sudah masuk ke dalam ruangan Tasya.


Bara menatap tajam Tasya.


Tasya tak kalah ia balik menatap Bara sengit.


"Nu, keluar sebentar." Bara mengajak Wisnu keluar.

__ADS_1


Anggukan Wisnu mengikuti langkah Bara keluar ruangan.


"Sok rahasia mereka! Ah bete Gw, pengen kabur! Gimana caranya! Tasya menghubungi teman-temannya pakai telp kantor. Sedikit berbincang lalu ia segera menutup telp nya saat Bara kembali keruangan.


"Ga kapok masih menghubungi si bajingan!" Bara menyudutkan.


"Sok tahu!"


"Jangan coba kabur! Percuma, lagi pula tuh bajingan barusan kegrebek polisi!" Bara dengan santai.


Bara menerima telp dari Klien salah satunya memberitahu kalau Jerry tertangkap tangan memiliki barang haram.


"Lo jangan asal Om!" Tasya ga percaya.


"Ada laptop kan? Buka aja, diinternet sudah banyak foto dia diciduk!"


Tasya mengikuti perkataan Bara dan betapa kagetnya Tasya saat ia melihat berita yang ada.


"Sudah percaya?" Bara tertawa.


"Sekarang kamu ikut Saya, kita tes urine. Jangan-jangan kamu salah satu konsumennya Jerry!"


"Lo jangan asal ngomong ya Om! Meskipun Gw itu begini, Gw ga pernah tuh pake dan nyentuh barang haram!" Tasya marah dituduh oleh Bara.


"Ya kita buktikan aja di Rumah Sakit!" tantang Bara.


"Siapa takut! Ayo!" balik Tasya menantang.


Saat ini, Bara melakukannya sebagai pembuktian bahwa Tasya tidak sebagai pemakai dan mutasi transfer dari Tasya ke rekening Jerry bukanlah transaksi pembelian narkoba.


Justru dengan kasus ini Bara bisa mengajukan tuntutan pada Jerry selama ini dengan kebohongannya menjanjikan Tasya untuk bisa membangun karier modelnya dengan meminta sejumlah uang.


Bara sebagai pengacara profesional tentu cepat tanggap dengan situasi dan kondisi seperti ini.


Bukan hal baru bagi Bara berurusan dengan kasus semacam ini.


Oleh karena itu Bara sengaja membawa Tasya melaukan tes urine sebagai bukti yang valid.


Bara juga sudah menghubungi Al untuk meminta bantuan tes urine di RS Tiara Medika dan tentu Al mengiyakan permintaan sahabatnya itu.


Bara melihat chat masuk ke ponselnya.


Tertera Om Taka.


Bara segera menjawab dan menjelaskan langkah yang akan ia lakukan.


Bara juga mengatakan ia dan Tasya menuju RS untuk membawa Tasya melakukan tes urine.

__ADS_1


Mendengar hal itu ada harap-harap cemas di hati Pak Taka terhadap putrinya.


Namun Pak Taka yakin Bara akan menanganinya dengan baik.


__ADS_2