TRIO DUDA

TRIO DUDA
Pacar Bianca?


__ADS_3

Selesai sudah Al menjadi narasumber dan semua berjalan dengan lancar.


Antusias Audience saat mendengarkan materi yang disampaikan oleh Al yang selalu ramah setiap berkomunikasi dengan pasien atau Audiensinya tentu berbeda saat ia di RS menghadapi pegawai terutama Koas ngeyelan yang satu ini, siapa lagi kalau bukan Bianca Anindya Brotoseno.


Loh Al kok hapal nama lengkapnya, katanya sebel, kesel, emosi sama Bia? Hayo jangan bilang udah nyicil ngapalin nama terus tinggal ngapalin nama Bapaknya! Eh, keceplosan deh!


Bianca yang mendampingi Al senang dengan antusias Audience membuat ia semangat membantu sang Direktur menyebalkan sekaligus PA nya.


Bianca melihat sisi lain Al yang humoris dan mampu mencairkan suasana manakala berinteraksi saat menjawab pertanyaan yang diajukan Audiense.


Hal itu membuat Bianca penasaran akan sosok yang ia baru ketahui bahwa Al adalah seorang duda cerai.


Tak sengaja Bianca sedikit mendengar percakapan Al dengan rekan sejawatnya saat bertemu dalam acara tersebut.


Bianca tidak terlalu memperhatikan hanya saja ia sedikit mendengar bahwa mantan dari sang Direktur akan kembali bertunangan.


Bianca juga melihat wajah Al yang datar tanpa ekspresi hingga Bia tidak bisa membaca apakah Al sedih atau masa bodo.


Hanya saja gesture tak nyaman yang terlihat dari sang Direktur ingin segera berlalu dari bahasan akan hal tersebut.


"Ngapain kamu disini kayak patung pancoran. Masuk Saya antar pulang!" Al berjalan lebih dulu melewati Bianca seperti biasa drngan nada ketus dan wajah flat cenderung jutek.


"Maaf Dok, Saya sudah dijemput. Sampai berjumpa besok Dok!" Bianca yang memang tak ada jadwal lagi di RS mengatakan ia akan pulang.


Al tak sempat mencegah karena yang punya diri sudah lebih dulu ngeloyor setelah pamit.


"Baguslah ga ngerepotin Gw!" Al berhenti sejenak memeriksa ponselnya ternyata Chris mengabarkan ia sudah balik dari RS.


Memang sebelum Al berangkat, Al mengatakan pada Chris jika kondisi Chris sudah sehat dan boleh pulang.


Chat masuk lainnya dari Bara yang mengatakan urusannya sudah selesai di RS dan mengucapkan terima kasih dengan gaya ala Bara yang tetap slengean.


Al memasukan ponselnya ke saku ia menuju parkiran mobil.


Sesaat Al melihat pemandangan yang menyebalkan bagi dirinya.


"Cih! Dasar cewek! Kalo ga gila duit gila belaian!" Al membanting pintunya kasar setelah melihat Bianca berpelukan dengan pria tampan berkacamata hitam sebelum kedua masuk mobil sambil bergandengan mesra.


Suasana hati Al tiba-tiba memburuk.


"Mampir ke coffe shop Ah, ngantuk banget Gw!" Al membawa si roda 4 miliknya masuk sebuah gerai coffee kenamaan berlambang seorang perempuan.


"Tumben antri!" melihat 3 orang didepannya terpaksa Al ikut mengantri dengan sabar meski tetap ngedumel.


Lumayan antrian Al tinggal 1 lagi, didepannya tepat seorang cowok yang Al sejenak berpikir bukankah ini cowok yang tadi pelukan sama Bianca.

__ADS_1


"Halo Sayang. Aku lg di coffee shop nih."


"Oh kamu mau? Yaudah mau apa nanti aku pesenin."


"Iya Sayang, nanti aku ke apart kamu, janji!"


"Ga lama kok, selesai anter Bianca aku langsung ketempat kamu."


"I'm promise darling!"


"Bye, see you soon baby!"


Pesanan pria itu telah selesai dan ia segera keluar.


Ekor mata Al menatap tajam.


Al tak percaya dengan apa yang ia lihat sebelumnya.


"Anj!ng tuh cowok! Bisa-bisanya dia selingkuh! Dasar goblok Bianca! Cowok model begitu segitu bucinnya!"


Al melihat mobil cowok itu meninggalkan parkiran ternyata Bianca tidak ikut turun menunggu dalam mobil sang cowok.


"Maaf Mas mau order apa?"


"Mas!"


"Mau pesan Es Coffee Vietnam campur sianida ada Mbak!" Al malah bicara ngaco.


"Maaf Mas, kalau itu ga ada. Kalau mau ngeprank jangan disini Mas. Kita sedang melayani pembeli!" Al kena semprot pramuniaga.


"Maaf, Maaf Mbak. Saya order Caramel Macchiato Frappuccino 1 size venti." Al segera menyebutkan menu pesanannya.


"Ok, silahkan ditunggu Mas." Kasir menyerahkan debit card milik Al setelah pembayaran.


Al menunggu pesanannya dibuat pikirannya masih terngiang oleh Koasnya yang malang dibohongin buaya buntung.


"Kalo Gw kasih tahu ke Bianca pasti tuh anak ga bakal percaya!" Al bermonolog sendiri dengan dirinya.


"Tapi kasian juga sih dia bakal dibohongin terus-terusan!" Al kembali mendapat pemikiran lain, rasa ibanya muncul.


"Bukan urusan Gw! Bodo amat!"


Al menerima pesanannya yang sudah jadi segera balik kanan.


"Ah si Monyet ngapain sih!" Al saat melihat panggilan Bara diponselnya.

__ADS_1


"Ehm!" jawab Al menerima panggilan Bara.


"Kalo ga nyusahin Gw, Lo emang ga tenang hidup lo Nyet!" Al kembali kesal menanggapi permintaan Bara.


"Iya Gw bawain. Kayak orang ngidam aja Lo! Tanyain Chris sama Mam mau dibawain apa. Chat Gw soon!"


Al menutup panggilan telponnya bersama Bara.


Meski Al sering adu mulut dengan Bara, tetap saja apa yang Bara minta akan dibelikan juga sama Al.


Begitulah sahabat, walau dibibir ribut terus tapi ada rasa sayang satu sama lain.


Ceuk urang Sunda mah Awet Rajet si Al jeung si Bara!


Al juga paham kesukaan dan apa yang tidak disukai kedua sahabatnya itu


Al mampir ke resto untuk membeli makanan pesanan Bara.


"Mas yang satu bumbu dipisah ya, sambalnya juga."


Al tahu jika Bara tidak bisa makan pedas maka ia membuat pesanan khusus untuk menu Bara.


Setelah dirasa komplit semua yang dipesan, Al meluncur menuju rumah Chris.


Jalanan menjelang malam begitu padat merayap ditambah besok weekend.


Al harus sabar menghadapi padatnya lalu lintas.


Sejenak Al terbayang, ucapan salah satu rekan sejawatnya tadi yang bertemu dengannya mengatakan mantan istri Al sudah bertunangan kembali.


Sudah tak ada rasa sama sekali di hati Al hanya saja ia merasa begitu mudahnya bagi orang lain membuka hati, namun tidak bagi dirinya.


"Heran Gw sama orang bisa cepet move on, kenapa Gw susah banget!" Al mendengus kesal dengan dirinya.


"Mana ada Gw selingkuh, Gw dulu boro-boro mikir selingkuh! Saking fokus kerja, malah dicerein bini!" Al mengumpat sendiri dalam mobil.


"Kadang ga ngerti sama cewek, kita yang ga macen-macem malah dituduh macem-macem padahal yang mulutnya manis sama sok romantis banyak yang jadi buaya!" seketika Al teringat si buaya buntung pacar Bianca.


"Besok Gw bakal kasih tahu Bianca, biar ga terus-terusan di begoin cowoknya yang brengsek! Terserah dia percaya atau ngak!"


Lampu merah kini akhirnya berganti hijau membawa si roda empat milik Al kembali menyusuri perjalanan.


"Lo dimana sih Nyet? Gw bisa mati nih nungguin makanan lo!"


Al membolakan matanya membaca chat masuk dari Bara.

__ADS_1


"Bagus kalo lo mati Nyuk! Biar ga nyusahin gw terus!"


Al membalas chat Bara dan meletakkan ponselnya di dasbord mobil.


__ADS_2