TRIO DUDA

TRIO DUDA
Hang Out Trio Duda


__ADS_3

Hamparan rumput hijau di padang golf yang begitu luas seolah terkalahkan oleh pesona trio duda, Al, Bara dan Chris yang kini sudah ganteng pool abis membuat para caddy yang mendampingi ketiganya salah tingkah.


Seakan padang luas nan hijau bertambah indah dengan kehadiran ketiganya membuat suasana pagi yang cerah semakin bersinar.


Tak lama mereka hanya sekejap melepas penas dan memang sudsh lama ketiganya tidak datang sekedar melepaskan beberapa pukulan dan stik yang belakang hanya sebagai pajangan disudut rumah.


Ketiganya kini malah santai manja di sebuah cafe menyesap secangkir ekspresso sambil saling berkelakar.


"Al, btw Gw mau tanya-tanya soal cancer dong." Bara meletakkan cangkir kopinya memulai percakapan.


"Lo sakit Nyet?" Al seketika panik bukan main.


Bagaimanapun ia dan Bara bagai tom and jerry keduanya saling khawatir.


"Bukan Gw. Klien Gw. Doi bilang cancernya sudah stadium 4. Terus kata dokternya udah ga lama lagi umurnya." Bara teringat akan Om Taka.


"Doi menjalani kemo kan? Minum obat rutin? Pola hidup sehat?" sisi seorang Dokter Al begitu terasa bila berkaitan dengan pasien.


"Ya Doi udah lakuin semua itu. Cuma beban pikiran sih yang Doi beratin." Bara tanpa sadar curhat.


"Ya lo harus support lah Bar." Al memberikan saran.


"Ya pastilah. Apalagi ternyata Doi sahabat bokap nyokap Gw. Teman kuliah, BBF banget!" Bara menceritakan.


"Kalo emang perlu apa -apa bawa aja ketempat Gw Bar. Semaksimal mungkin Gw akan bantu!" Al menepuk bahu Bara.


"Ok nanti Gw coba deh ngomong ke si Om. Cuma Gw kesel banget sama anaknya. Emang sih si Om ga ngebolehin Gw bilang keanaknya kalo Doi sakit cancer, takut anaknya khawatir." Bara menlanjutkan.


"Ya Lo kasih pelajaran aja lah! Masa bokapnya sakit Doi ga tahu! Perlu kita bantuin ngerjain tuh anak?" Al kesal karena Bara seakan dipersulit.


"Enak aja Lo! Anaknya cewek Bro! Ya kali kalo cowok udah Gw ajak duel!" Bara kesal teringat meeting pertama yang sudah membuatnya naik darah akibat ulah Tasya yang kabur padahal utusan pekerjaan mereka belum kelar.


"Hahaha, pantes Lo ribet! Baek-baek dari benci ntar Lo jadi cinta sama anaknya!" ledek Al pada Bara.

__ADS_1


"No way!" Bara menggerakan telunjuknya.


"Eh iya Chris Gw denger tander Lo sama pengusaha tiongkok goal neh!Tapi kan Doi ga bisa bahasa Inggris, cuma bisa bahasa mandarin. Bagi lah link penerjemahnya! Gw juga kadang ada klien Tiongkok tapi ga Gw ambil banyak yang ga bisa bahasa Inggris! Ya susah lah!" Bara sambil menghabiskan kopinya dalam tegukan terakhir.


"Oh itu kebetulan ada anak magang dikantor. Dia bisa bahasa Mandarin ya Gw ajak aja buat jadi penterjemah." Chris menikmati kopinya yang hampir dingin.


"Wah ide bagus tuh, Gw cari anak magang aja kali ya?" Bara mendapat ide.


"Eh kemaren tumbenan lo pake PJ Lo, ga biasanya. Lo kan sultan rasa rakyat jelata Chris." Bara yang tahu bagaimana Chris meski hartanya berlimpah ruah memiliki PJ sendiri ia lebih senang naik pesawat umum saja.


"Ya karena ngejar waktu dan lagi kan Gw bertiga. Gw, Wisnu, sama Hania." jawab Chris santai.


"Hania? Siapa tuh?" jiwa kepo Bara meronta.


"Anak magang yang Gw ceritain tadi!" Chris tahu maksud tatapan Bara.


"Tapi kalo Lo mau cari magang kudu selektif Bar, pilih yang ga bawel! Sama nurut! Jangan yang suka nyerocos plus berani sama Lo!" Al teringat Bianca yang sering membuat Al pusing dengan pertanyaannya dan ada saja jawaban jika Al memarahinya.


"Eits, wait, Lo kayak lagi curhat Nyet! Emang ada masalah apa lo? Jangan bilang lo ribut lagi sama rekan sejawat lo! Gw ga mau ya dimintain tolong kalo Lo disomasi?" Bara antisipasi.


"Jangan bilang koasnya cewek! Ah lagu lama Al, ntar juga lo cinlok sama dia! Judulnya kepentok cinta Koas Bawel! Hahaha, bagus tuh buat judul novel!" Bara malah semakin menggoda Al.


"Dasar m0nyet! Ga ada bagusnya Gw cerita sama Lo!" Al mendengus kesal.


"Eh gimana nih liburan Kita? Kemaren kan batal tuh! Sumpah Gw pengen banget healing nih! Pake PJ Lo Chris! Kayaknya Bali enak! Lo kan abis kesana, gimana?" tanya Bara.


"Ya standar aja sih. Apa serunya ke Bali, cuma kerja ketemu klien terus beli oleh-oleh!" jelas Chris.


"Tumben seorang Christian Xaverio Smith mau bersusah ria beli oleh-oleh padahal kalo Mama ultah aja lo nitip Gw atau Al buat cari kado." Bara memang ga akan habis energinya saat sedang kepo.


"Ya sesekali gapapa lah." Chris teringat paper bag berisi baju Hania yang couple dengan dirinya ia sengaja letakkan dimobil agar saat ke kantor ia akan langsung berikan pada Hania.


Ketiganya asik mengobrol dari A hingga Z, dari persoalan kerjaan hingga hal ga jelas.

__ADS_1


Bagi ketiganya yang penting happy, bisa menghibur diri, ditengah rasa hati yang sepi karena tidak adanya cinta yang belum lagi bersemi setelah ditinggal pergi.


"Eh Lo tahu ga ternyata cowok bajingan yang selingkuh sama mantan Gw, itu suka morotin anaknya klien Gw! Parah ga tuh!" Bara kembali membuka percakapan.


"Heran Gw hari gini laki-laki morotin duit cewek? Sumpah tuh laki ga pantes banget sih disebut laki!" Al ikut kesal mendengarnya.


"Yah selama yang diporotin baek-baek aja Gw sih terserah! Lagi pula sekarang banyak cewek juga yang menghalalkan segala cara demi bisa hidup enak kencan sana sini cari mangsa pria kaya!" Chris terbayang manakala ia melihat Hania naik mobil mewah dari halte didekat kantor.


"Ya bagus deh Gw udah lepas sama cewek modelan begitu! Rasanya lega hati Gw!" Bara benar-benar plong setelah ia tahu kelakuan mantan istrinya yang menurut Bara menjijikan.


"Kali ini Gw setuju Bar sama Lo!" Al menunjuk pada Bara.


Saat ketiganya sedang asik ngobrol seorang waitress menghampiri menyapa ramah sambil memberikan sebuah kartu nama dari pelanggan yang ada disudut kanan sambil waitress itu menunjukkan.


"Permisi Mas, ini ada pesan dari table yang disana,"


Bara membuka kertas yang berisi kartu nama dan ajakan untuk ONS dari wanita-wanita yang berusia kisaran 45 keatas.


Bara menunjukkan kepada Al dan Chris tulisan dikertas itu.


Tanpa banyak bicara seolah Bara sudah tahu maksud dari kedua temannya.


Bara menulis sebuah pesan di balik kertas yang tadi diberikan dari wanita tersebut.


"Mbak maaf minta tolong, kasih ke table yang disana ya. Terima kasih."


Tak lama terlihat wajah kesal menahan amarah hingga kertas kiriman Bara di remas dan dilempar oleh wanita yang mengajak Al, Bara dan Chris ONS.


Tanpa banyak bicara wanita tersebut segera pergi meninggalkan cafe sambil membuang wajahnya malas melihat trio duda.


"Emang lo tulis apa Bar sampe tuh tante keluar tanduk?" Al heran melihat reaksi wanita itu dan Bara yang tertawa puas.


"Jangan bilang lo seriusan kasih nomor kita-kita? Awas aja lo!"

__ADS_1


"Gw cuma bilang gini dari pada ONS dan buang uang buat bayar kita bertiga, lebih baik tante buat janji sama dokter kecantikan, supaya kulit tante ga longsor!" Bara tertawa saat iya mengulangi apa yang ia tulis dikertas tersebut.


Tentu saja Al dan Chris tertawa dengan kata-kata Bara yang wajar saja membuat tante-tante tadi murka hingga meninggalkan cafe.


__ADS_2