TRIO DUDA

TRIO DUDA
Happy Ending


__ADS_3

Akhirnya setelah perdebatan panjang hari ini Al dan Bianca resmi menjadi sepasang suami istri.


Kedua sahabat karib sekaligus somplak Al, tentu saja datang bersama istri masing-masing turut memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang tengah berbahagia.


"Jadi group Trio Duda udah bubar nih ceritanya?" tanya Bara pada Chris dan Al.


"Ya ganti nama lah!" La tentu saja tak terima karena kini ia bukan lagi seorang duda melainkan suami dari Bianca.


"Slow aja sih manten baru! Ngegasnya ntar malem aja di kamar!" begitulah Bara.


"Btw Lo seneng banget Bara, jangan-jangan?" tentu saja sebagai sahabat Al dan Chris tahu kalau Bara selama menikah memang belum melakukan ritual keramat para pasutri.


Tak perlu berkata-kata, dengan menaikkan alisnya serta senyuman lebar ala pepsodent menjawab sudah.


"Cie, ternyata! Pantes senyum Lo lebar banget selebar Kalimalang!" Al menoyor kepala Bara yang menampilkan wajah jumawa dan dianggap menyebalkan.


"Nah sekarang giliran Lo nanti malam! Eh tapi si Ananconda masih Ok ga? Jangan-jangan udab karatan?" Bara tentu saja langsung diamuk oleh Al meski dalam konteks bercanda.


"Weits, Lo jangan menganggap remeh Ananconda Gw Nyet! Pokoknya nanti malam Gw gaspoll lah!" Al melirik ke.arah Bianca yang kini sedang berbincang dengan kedua istri sahabatnya.


Disisi para istri mereka kini sedang berbincang dengan akrab.


"Selamat ya Bia, wah semoga langgeng terus sama Pak Althaf!" Tasya memeluk dan cipika cipiki.


"Pokoknya, Aku seneng banget sekarang punya 2 Kakak yang asik." Hania memeluk keduanya, Tasya dan Bianca.


"Gimana nih Hania, udah ada tanda-tanda belum?" tanya Tasya.


"Tanda apa Ka Tasya?" Hania bingung.


"Itu loh, calon Pak Chris dan Hania junior!" Tasya mengusap perut Hania.


"Ah itu," Hania baru paham dan ia masih malu jika ditanya begitu.


"Asik kali ya kalau Kita bisa hamil barengan." Tasya tersenyum.


"Iya bener." jawab Bianca spontan.


"Kayaknya manten baru Kita bakal langsung gaspool nih nanti malam!" Tasya tertawa mendengar jawaban Bianca.


Ketiganya tertawa bersama. Karena suami mereka, kini ketiganya pun intens berkomunikasi layaknya sahabat.


Menikmati acara resepsi yang mengusung garden party, semua yang hadir merasa nyaman dan santai, pengantin bebas berbaur dengan tamu undangan.

__ADS_1


"Yang, malam ini Kita check ini disini yuk!" Bara berbisik pada Tasya.


"Mas Bara pasti pikirannya kesitu-situ mulu!" Tasya mencubit kecil pinggang Bara.


"Papa udah minta Cucu Yang! Ya Kita sebaik anak yang baik harus mengabulkan keinginan orang tua!" Bara si pengacara selalu tak akan kehabisan kata-kata.


"Alesan bawa-bawa Papa. Tapi, makasi ya Mas, Aku senang Papa semakin hari kondisinya semakin membaik. Perusahaan juga sudah stabil kembali dan Aku ga nyangka kalau Om Soni harus membayar perbuatannya mendekam di bui." Tasya menampilkan gurat kesedihan.


"Sayang, semua itu rencana dan takdir dari Tuhan. Sekarang lebih vaik Kita fokus dengan kesehatan Papa yang semakin membaik dan Ayang sama Mas fokus bikin baby, yuk!" Bara merangkul pinggang istrinya dengan posesif.


"Malu Mas, dilihat banyak orang!" Tasya baru sadar nyatanya suaminya memiliki kemesuman yang luar biasa.


"Anggap aja yang lain patung!" Bara malah mencuri kecupan dibibir Tasya dan membuat wajah istrinya merona seketika.


Sementara Chris yang tak mau melepas Gania sedikitpun kini tengah duduk dan melihat Hania memijat kepalanya.


"Sayang, ga enak badan?" Chris meletakan tekapak tangannya di dahi Hania.


"Cuma pusing dan mual aja Mas mencium aroma makanan." Hania mengusap hidungnya dengan fresh care.


"Sayang, seingat Mas bulan ini seharusnya awal bulan Kamu datang bulan. Ini sudah akhir bulan Kamu belum dapat tamu bulanan. Jangan-jangan?" Chris mencurigai Hania hamil.


"Kok Mas malah inget sih, Aku saja lupa." Hania tak menyangka syaminya ingat hal seperti itu.


Hania membolakan matanya tak percaya suaminya yang berawal ia kenal sebagai Boss minim ekspresi kini berubah menjadi suami mesum sedunia.


"Kita periksa yuk Yang!" Chris mengajak Hania untuk ke Dokter setelah acara nikahan Al dan Bianca.


"Besok saja deh Mas." Hania ragu ia takut suaminya kecewa jika hasilnya negatif.


"Semakin cepat semakin baik. Kenapa Kamu takut Mas kecewa kalau hasilnya negatif?" tebakan Chris tepat.


Hania mengangguk sebagai jawaban.


"Sayang, kalau memang negatif ya Mas ga keberatan dan kecewa. Kan Kita bisa terus usaha. Orang enak kok! Ya ga!" Chris mengedipkan sebelah matanya sambil menatap hasrat pada sang istri.


"Astaga, suamiku omes sekali! Ampun Dj!" Hania menepum dahinya.


"Gapapa, Mas kan mesumnya sama isyriku tercinta aja!" Chris mencuri sekilas ciuman dibibir Hania.


"Ya Tuhan Mas! Malu banyak orang!" Hania melirik sekitar meski tak ada yang memperhatikan karena masing-masing asik dengan pasangannya.


"Kalau gitu malam ini Kita check in disini saja. Kita usaha biar poll!" Chris berbisik dan sedikit mengecup ceruk telinga Hania.

__ADS_1


Hania tak memungkiri aksi suami mantan dudanya ini memang selalu mampu membuat Hania mendesah tanpa perlawanan.


"Itu sih maunya Mas!"


Selesai acara resepsi, kedua pengantin baru kini sudah berada di dalam kamar hotel tang disulap layaknya tempat romantis yang siap menjadi saksi penyatuan kedua anak manusia yang telah bersiap melepas hasrat dalam dada.


"Mas, Aku mau mandi dulu. Gerah nih!" Bianca menahan wajah Al yang sudah main tubruk saja.


Maklum mantan duda sudah tidak sabar mau buka puasa.


"Kalo gitu kita mandi sama-sama!" Al dengan wajah sumbringahnya.


"Gantian aja! Yang ada bukan mandi!" Bianca mengambil pakaian ganti yang akan ia bawa ke toilet.


"Hayo, Kamu kok paham sih! Jangan-jangan?" Al senang saja menggoda sang istri.


"Sorry, Aku masih ting-ting ya! Belum pengalaman!" Bianca berfikir macam-macam takut suaminya menduga yang tidak-tidak.


"Sebentar lagi bakal tong-tong Neng!"


Al tak memperdulikan alasan Bianca malah menggendong istrinya, membaringkan dengan lembut di ranjang, mengungkung dengan posesif.


"Mas, Ah!" Bianca tak memungkiri sentuhan Al memabukkan dirinya.


"Jangan ditahan Sayang, Mas suka suara seksimu!" Al kembali melanjutkan aksinya.


Tentu saja lama tidak bongkar oli, Al seperti oase di gurun sahara yang tak kenal lelah mereguk manisnya madu Bianca.


Bianca yang sering mendengar cerita teman-temannya kini bisa membuktikan sendiri malah ia merasa bahwa Al begitu luar biasa, seakan tak kenal lelah dan membuat Bianca berkali merasakan pelepasan.


"Sayang, terima kasih ya. Kamu tuh bikin nyandu!" Al masih saja merusuh di area pengunungan yang kini menjadi destinasi wisata favoritnya.


"Ya Tuhan Mas, kena tubuhku seperti macan begini?" Bianca melihat dari pantulan cermin mendapati dirinya dipenuhi jejak-jejak cinta yang dilukiskan oleh Al pada tubuhnya.


"Yang, sekali lagi Yuk!" Al malah meminta mengulangi kembali.


"No, Aku capek. Mau tidur dulu." Bisnca menolak bukan tanpa alasan.


"Ok. Karena Mas suami yang baik, Mas akan meninabobokan Kamu Yang. Tidur lah, Mas akan tepuk-tepuk biar cepat pulas. Tapi besok pagi lanjut lagi ya!"


Tak menjawab permintaan suaminya, Bianca memilih memejamkan mata menikmati kelonan dari sang suami.


❤️THE END❤️

__ADS_1


__ADS_2