TRIO DUDA

TRIO DUDA
Itu Punya Dika


__ADS_3

"Pak Chris, kalau gitu Saya pamit ya." Hania izin pulang yang mana saat sampai kantor sudah malam hari.


Chris menganggukan kepala tanpa melihat kearah Hania.


"Hania kamu mau bareng Saya tidak?" Dika menawarkan tumpangan.


"Makasi Pak. Saya biasa naik ojol." tolak Hania dengan halus.


"Oh gitu. Kamu hati-hati ya." Dika memperingatkan pada Hania.


"Sipp Pak Dika." Hania memberikan jempolnya.


Sementara Chris hanya menatap kepergian Hania.


"Pak Saya duluan ya. Sudah janjian sama pacar Saya soalnya." Dika pamit meski tersengar ia sedikit ngeri pada sang boss.


"Ya sudah." Chris membiarkan Dika pulang lebih dulu tak lupa ia membawa belanjaannya yang segambreng untuk pacar, calon mertua dan ibunya.


Chris pun tak lama segera memutuskan kembali kerumah setelah ia lelah seharian harus pp Jakarta - Bali meskipun menggunakan privat jet.


Chris melihat dari dalam mobil saat macet di lampu merah terihat Hania menunggu di halte dekat kantor.


Lampu merah seakan mengerti posisi Chris yang masih betah menatap Hania yang tampak duduk sambil lirik kanan kiri di Halte.


"Apa gw ajak bareng aja ya?" batin Chris menimbang sebelum lampu hijau menyala.


Sebuah mobil mewah mendekat ke arah halte dimana Hania berada.


Hania tampak berbincang sambil tersenyum ramah pada pemilik mobil tersebut.


Tak lama Hania pun masuk ke dalam mobil mewah tersebut dan membawanya.


"Ah, hampir gw ketipu sama wajah polos dia. Hari gini di Jakarta masih ada yang lugu. Yang ada pura-pura lugu iya!" pikiran negatif Chris saat mobil mewah yang membawa Hania telah melaju.


Lalu lintas yang selalu ramai sering kali membuat lelah para pengguna jalan tak terkecuali Chris yang saat ini baru saja tiba dirumahnya.


"Malam Mam! Halo jagoan Daddy! Lagi main apa?" Chris sangat bahagia manakala bertemu sang anak yang semakin hari tumbuh sehat.


"Daddy mandi dulu dong!" Mama Chris mengingatkan Chris.


"Aku mandi dulu deh Mam. Hai boy tunggu Daddy ya."


Chris bergegas ke kamarnya mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian bersih ala rumahan.


Setalah segar dan rilex Chris menemui Rafael dan Mamanya diruang TV.


"Wah Chris itu apa? Banyak sekali! Tumben kamu belanja-belanja?" Mama Chris menerima paper bag hasil belanja di the keranjang.


"Untuk Mama dan Rafa. Sini Jagoan, gendong sama Daddy!"


Chris mengambil alih Rafael dalam gendongan Mamanya.


Diciuminya Rafael, wangi tubuh Rafael seolah menentramkan dan menjadi relaksasi bagi lelah Chris.

__ADS_1


"Wah, Rafa lihat nih Daddy beli baju buat Rafa. Bagus kan? Besok kita pakaian ya Sayang!" Mama Chris menatap pakaian yang di beli Chris untuk Rafael putranya.


"Ini Tas untuk Mom Chris?" Mama Chris memandang Tas yang dibelikan putranya tak biasanya Chris langsung membelikan barang, paling biasanya Chris membiarkan Mamanya memilih sendiri kado ulang tahunnya.


"Suka ga Mam?" Chris bertanya.


"Suka banget! Tumben kamu bisa belanja, pilih-pilih beginian." Mama Chris menatap wajah Chris masih tak percaya itu pilihan Chris.


"Ya kan aku bisa tanya pramuniaganya Mam mana yang cocok buat Mam."Chris berbohong karena tidak mungkin juga kan ia bilang dipilihkan oleh Hania.


"Oh gitu." tatapan Mama Chris seolah masih tidak puas dengan jawaban putranya.


"Loh Chris ini punya siapa?" Mama Chris membuka 1 paper bag lagi.


"M@mpus! Itu kenapa baju Hania masih disini! Dasar ceroboh!" umpat Chris dalam hati.


"Wah ini couple ya? Chris jangan bilang kamu sudah punya pacar ya? Ayo ngaku sama Mama! Rafa, lihat Daddy punya baju couple. Sebentar lagi kamu punya Mommy baru!" tanpa saringan Mama Chris nyerocos begitu saja.


"Bukan Mom. Itu punya Dika. Sepertinya dia lupa tertinggal di mobil!" Chris segera mengamankan paper bag dari tangan Mamanya.


"Oh punya Dika. Kamu kalah masa Chris sama Dika. Dika aja sweet banget pake beli baju couplean gitu. Masa kamu ga iri memang?" Mama Chris sengaja memancing Chris.


"Ah Mam ada-ada saja. Pakai baju samaan begitu memang mau study tour! Hahaha, yang benar saja!" Chris mengalihkan pembicaraan.


Bisa gawat kalau Mam tahu baju couple itu milikku dan Hania.


Bisa panjang urusannya. Nanti Mam bakal kepo dan intograsi Hania macam-macam.


"Oh iya Mam, besok aku janjian sama Al dan Bara mau golf bareng. Gapapakan?" Chris tentu izin karena bagaimanapun ia menitipkan Rafael pada ibunya.


"Ya sudah bawa sekalian 1 pengawal ya Mam. Kasian kalau bertiga saja dengan sopir. Biar Mam ada yang gendong Rafael. Rafael mulai aktif ga bisa diam sekarang. Jagoan Daddy makin besar makin pinter ya Nak!" Chris mengajak ngobrol Rafael ditanggapi dengan ocehan Rafael yang belum jelas artinya.


"Iya dong, cucu Oma kan ganteng, pinter, sebentar lagi bisa jalan sama lancar ngomong ya Sayang!"Mama Chris mengajak Rafael bercanda ditanggapi tawa oleh sang cucu yang semakin menggemaskan.


Chris melihat notifikasi ponselnya.


Pesan berderet dari group Trio Duda.


"Chris mana nih!" Al


"Chris where are u?" Bara.


"Golf jadi ga sih?" Bara.


"Jadilah, kuy!" Al.


"Daddy Chris are you oke?" Bara.


"Daddy Chris jangan bilang keboboan nih ngelonin Rafael?" Al.


"Ah udah lama ga kelonan nih Nyet!" Bara.


"Kelonan sana sama kambing aja Nyuk!" Al.

__ADS_1


Chris membaca berderet 2 sahabatnya selalu saja tertawa.


"Sorry. I'm here. Kuy lah!" Chris.


"Akhirnya Lo nongol Bro!" Al


"Iya udah gabut gw chat berdua si m0nyet!" Bara.


"Jam berapa besok?" Chris.


"Jam 9 lah biar gak panas." Bara.


"Sok takut item lo!" Al.


"Ogah gw item! Bara.


"Areng aja belagu!" Al.


"Gw sumpahin lo Al jodoh sama cewek bar-bar🤪!" Bara.


"Ada juga Lo kali biar dapet jodoh yang nyebelinnya sama kayak lo!" Al.


"Udah. Kalian ga capek ribut mulu!" Chris.


"Males!" Al


"Apalagi gw!" Bara.


"Chris tadi gw kayaknya lihat lo di sosmed deh, lo abis ke Bali ya?" Bara.


"Iya. Liat dimana? Berasa orang penting gw ada di sosmed! Chris.


"Ya kan lo emang sepenting itu Bro🤦!" Bara.


"Dimana nyet lo liatnya! Ah kepo gw!" Al.


"Makanya gaul, jangan pasien doang diurus! Dasar duda!" Bara.


"Lo juga Duda monyet!" Al.


Chris meletakkan ponselnya membiarkan Bara dan Al ribut sendiri hingga keduanya siapa duluan yang tertidur.


"Chris Rafael sudah ngantuk tuh, bawa ke kamarnya aja." Mama Rafael melihat cucunya sudah merem dipangkuan Chris.


"Aku ke kamar duluan ya Mam. Mama juga istirahat. Biar malam ini Rafael tidur sama aku."


Chris membawa Rafael tidur dikamarnya.


Lagi pula besok weekend ia bisa sedikit bersantai hanya ada acara golf dengan para sahabatnya.


"Kamu kok cepet gede sih Nak. Maafin Daddy ya, sering tinggal kamu buat kerja." Chris mengecup pucuk kepala Rafael penuh kasih sayang.


Chris menempatkan Rafael diranjang kamarnya.

__ADS_1


Malam ini Chris ingin tidur bersama Rafael.


__ADS_2