
Memiliki sahabat Direktur RS plus reputasi Bara sebagai pengacara terkenal tak sulit baginya mencari fakta dan kebenaran mengenai tertangkapnya Jerry.
Bara pun tak menyangka mantan istrinya juga disangkut pautkan dalam kasus tersebut.
Bara mengantar Tasya untuk melakukan tes urine dan mengambil sample darah untuk dilakukan pemeriksaan.
"Sampai hasilnya keluar Saya harap Kamu bisa menjaga sikap. Sebagai CEO tentu akan sangat mempengaruhi stabilitas perusahaan bila Kamu terlibat kasus ini. Jangan sampai Om Kamu menjadikan ini sebagai senjata untuk semakin menyerang posisi Kamu." Bara menatap tajam penuh penekanan pada Tasya yang masih dongkol.
"Lo ga usah khawatir Om, lihat saja hasil tes nanti!" tantang Tasya.
Saat akan keluar dari RS seseorang berseragam aparat tampak memanggil Tasya.
"Tasya!"
Bara yang sedang menarik tangan Tasya langsung melepaskan genggamannya.
Bara takut Tasya kabur seperti yang sudah-sudah.
"Kak Juna!" wajah Tasya melepas tangannya dari genggaman Bara, seketika wajah Tasya cerah ceria memandang pria bertubuh tegap athletis lengkap dengan seragam di tubuhnya.
"Ternyata benar kamu Tasya. Kakak sampai ga ngenalin kamu Dek!" pria yang di panggil Juna oleh Tasya terlihat akrab sampai ia mengacak pelan rambut Tasya.
Bara menoleh menatap pria yang tampak akrab dengan Tasya dengan segudang tanya.
"Situ kapan kawin sama kambingnya Tasya Mas!" Bara mengumpat dalam hati.
"Kamu lagi apa disini? Ini?" tanya pria yang bernama Arjuna melihat keberadaan Tasya bersama Bara.
"Aku ada keperluan aja sih. Ini orang kantor aku." Tasya menjawab singkat.
"Kak Juna sendiri kapan balik ke Indonesia, Bukankah sedang ada tugas ke luar negeri?" Tasya tahunya Arjuna menjadi salah satu yang dikirim dari institusinya ke Libanon untuk urusan pekerjaannya.
"Belum lama. Sudah selesai. Kakak baru kembali seminggu yang lalu. Kamu sendiri apa kabar?" Wajah Arjuna menampilkan senyum manis.
"Kita harus segera balik ke kantor!" Bara dengan singkat menyela sesi temu kangen yang menurut Bara membosankan.
"Om balik saja duluan! Aku mau kangen-kangenan dulu sama Kak Juna." Tasya sudah mengalungkan tangannya di lengan Juna.
"Tapi Om Taka pasti akan," Bara belum sempat melanjutkan ucapannya pada Tasya.
"Oh iya, Om Taka apa kabar Tasya, wah kangen deh, inget dulu suka main catur kalau kerumah kamu." Juna kembali tersenyum manis pada Tasya.
"Nih Tentara apa bintang iklan pasta gigi, mesam-mesam mulu!" batin Bara mendumel kesal.
Tentu saja kata-kata Arjuna membuat Bara kesal.
__ADS_1
Tanpa banyak kata-kata Bara memilih pergi dari hadapan kedua orang yang ia anggap menyebalkan itu.
Tentu saja kepergian Bara menyenangkan hati Tasya.
"Boss itu Mbak Tasya ga diajak pulang sekalian?" Wisnu heran saat melihat Tasya malah pergi dengan seorang aparat negara.
"Mau pacaran kali! Nu, Kamu ikut yang lain balik ke kantor kita. Aku ada urusan lain."
Bara mengambil kunci mobilnya menyetir sendiri sementara sesuai perintah Wisnu kembali ke kantor.
Bara teringat akan keterlibatan mantan istrinya yang kini terancam hukuman bui.
Bukan karena Bara masih cinta, tapi ia hanya tak habis pikir, untuk apa mantan istrinya ikut menjadi pengedar barang haram itu.
Bukankah lebih dari cukup harta gono gini perceraian mereka plus semua perhiasan selama ia masih menjadi istri Bara yang tak sedikit dibawa pula saat mereka bercerai.
Kemana habisnya semua harta benda itu.
Bara yang sejak tadi banyak dihubungi oleh media memilih mengabaikan saja.
Toh sudah bukan urusan Bara lagi.
Bara menghubungi Chris apakah sudah sampai dirumah.
Karena saat di RS nyatanya Chris sudah diperbolehkan pulang.
"Bro, sudah balik ya dari RS?" Bara langsung menanyakan posisi Chris saat tersambung.
"Kalau gitu Gw kesana ya!"
"Baguslah ABG labil itu pacaran! Gw bisa istirahat di rumah Chris!" Bara kesal teringat Tasya dengan seenaknya tak menganggap keberadaannya yang sibuk mengurusinya.
Bara sampai di rumah Chris.
"Sore Mam, Chris mana? Hai gantengnya Om Bara. Wait, Om cuci tangan dulu ya." Bara menuju kamar mandi ia mai membersihkan tangannya dulu sebelum menggendong Rafael.
"Bara mau minum apa?" Mama Chris menawarkan.
"Air es aja Mam. Haus nih. Makasi ya Mam."
Mama Chris meminta ART mereka menyiapkan air dan cemilan untuk Bara.
"Mana sini sama Om Bara, tadi jemput Papa ya?" Bara mengajak Rafael ngobrol terlihat Bara sangat senang sekali.
"Bar," sapa Chris yang baru gabung.
__ADS_1
"Oit!" Bara menyahut singkat ia asik bermain bersama Rafael.
"Bar, Lo pasti udah tahu ya soal kabar mantan istri lo?"
Chris melihat media sosial dan ada berita keterlibatan mantan istri Bara dalam penggerebekan Jerry selingkuhan mantan istri Bara.
Bara malas menjawab namun kedua alisnya terangkat sebagai tanda.
"Pasti media bakal ngejar Lo, Lo sabar aja. Gw tahu Lo biasa handle soal begini." Chris paham Bara akan menjadi incaran media meski ia sudah berstatus mantan.
"Ya thanks Chris. Gw gapapa kok! Udah biasa itu sih!"
"Bara, Mam ikut prihatin mendengar berita yang sekarang sedang beredar. Ada hikmahnya ya semua sudah berlalu. Tuhan maha baik Bara! Paling tidak dengan adanya kasus ini orang akan melihat mana yang baik dan tidak." Mama Chris memeluk sahabat putranya yang sudah ia anggap layaknya anak sendiri.
"Makasi Mam. Ya aku lega. Jadi lebih hati-hati aja sih kedepannya." Bara sekan berpikir panjang bila kelak ia memutuskan menikah lagi.
"Iya. Mam doakan kalian bertiga kelak akan mendapatkan pasangan yang baik. Yang mau menerima kelebihan maupun kekurangan kalian. Apalagi Chris, udah ada Rafael." Mama Chris menasehati Bara dan Chris.
"Iya Mam. Bantu doa ya!"Bara dengan senyum.
"Always son!"
"Thanks Mam."
"Oh iya Chris, Hania itu lusa Mam suruh kesini."
"Wait, Hania? Siapa Mam?" jiwa kepo Bara meronta sambil melirik pada Chris penuh selidik.
"Anak magang dikantor Chris, dia tadi bantuin Mam jaga Rafael. Anaknya cekatan banget Bar! Masih muda, cantik lagi! Kamu tahu kan Rafael ga gampang mau sama orang, tapi sama Hania malah anteng banget!" Mama Chris bercerita dengan semangat.
"Weh, kayaknya udah ada yang nyuri star nih dari Gw sama Al? Kenalin lah!" Bara menyenggol lengan Chris.
"Mam, jangan suka asal ngomong kalo ada Bara, tahu sendiri nih anak satu Kemal banget, alias Kepo Maksimal!" Chris memberikan pembelaan.
"Gaya Lo Chris, pasti ini gara-gara siapa tadi namanya Mam, makanya Chris bisa bahasa gaul gitu!"
"Ah Gw mau telp si kunyuk dulu! Gw suruh kesini lah!"
Bara dengan semangat 45 menghubungi Al.
Tentu saja bila Bara dan Al sudah terhubung maka pertengkaran dan adu mulut selalu mengiringi keduanya.
Bara tertawa puas setelah menutup telpon nya dengan Al.
"Bar, kenapa ga bilang mau makan, si Bibi sudah masak loh!" Mama Chris yang mendengar Bara meminta makanan untuk Al belikan.
__ADS_1
"Gapapa Mam, seneng tahu Mam bikin si Al kesel! Makin terhibur akunya! Hahahahaa!" Bara puas sekali kalau Al kesal dengan ulahnya.
"Dari dulu ga berubah kalian, usia aja nambah tua, kelakuan masih kayak anak-anak." Mama Chris tersenyum hanya bisa geleng-geleng kepala.