TRIO DUDA

TRIO DUDA
Bara dan Tasya


__ADS_3

Kini Tasya bersama Bara sudah duduk di mobil menuju ke Athallah Group.


"Kenapa Gw mesti bareng Lo sih Om! Gw bisa bawa motor sendiri!" Tasya mengumpat kesal karena Papanya meminta ia berangkat bersama Bara.


"Am Om, Lo pikir Gw kawin sama Tante Lo! Jangan banyak tingkah! Diem!" Sudah tidak ada Om Taka Bara bebas ngomel pada Tasya.


"Oh jadi begini sifat asli Lo Om! Amit-amit depan Papa aja Lo pura-pura diem. Dasar Om-Om muka 2!" Tasya semakin frontal mengatai Bara.


Bara tidak ambil pusing, ia memilih membalas chat beberapa kliennya yang menanyakan mengapa kasus mereka dilimpahan kepada lawyer dalam tim Bara tidak lagi dipegang Bara secara langsung.


Sementara Tasya melihat Bara yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Tasya mengetik chat kepada Jerry untuk menunggu kabar darinya, karena Tasya sudah merencanakan sesuatu.


Saat tiba di Athallah Group semua pegawai menyambut sang pewaris siapa lagi kalau bukan Tasya Laudya Athallah. Putri satu-satunya CEO mereka Taka Athallah.


Bara berjalan berdampingan dengan Tasya.


Tampak Om Taka juga sudah sampai di perusahaan segera meminta semua yang berkepentingan pada rapat hari ini menuju ruang rapat.


"Hari ini Saya senang sekali sekaligus secara resmi menunjuk putri Saya untuk menggantikan Saya, ini adalah CEO Athallah Group yang baru, Putri Saya, Tasya Laudya Athallah." Om Taka memperkenalkan Tasya kepada dewan direksi yang ikut serta dalam rapat.


Tasya sendiri tidak minat dengan apa yang ia dapatkan hari ini.


"Maaf bukankah seorang CEO harus memiliki kemampuan dan kredibilitas yang baik. Meskipun Tasya adalah keponakanku tapi aku rasa ia belum pantas duduk diposisi itu."


Tasya menyorot tajam Pamannya yang memang sejak dulu tidak suka dengan Tasya.


Omnya itu selalu beranggapan karena melahirkan Tasya, kakak kandungnya meninggal.


Entah maksud apa sebenarnya dibalik sikap Omnya itu namun bagai duri dalam daging Om Tasya selalu berusaha menjatuhkan Taka selaku CEO perusahaan.


Namun Taka bukannya tidak tegas tapi mengingat Soni adalah adik iparnya, adik dari Syaina maka Taka menutup matanya dari kelakuan Soni.


"Aku harap semua yang ada disini, bisa menghormati keputusanku. Aku tahu Tasya memang belum pengalaman dalam mengelola perusahaan, untuk itu aku menunjuk Pengacara Bara untuk menjadi tim penasehat hukum untuk Athallah Group sekaligus pembimbing Tasya. Aku juga berharap dewan direksi disini tidak ada yang berbuat macam-macam, karena aku tidak akan segan-segan mengeluarkan kalian tanpa sepeser uang!" ada nada ancaman dari perkataan Taka kepada para dewan direksi. Sebetulnya hal itu ia tujukan khusus untuk Soni, adik iparnya.


Rapat selesai, masing-masing kembali pada pekerjaannya.


Meski tidak secara terang-terangan namun suara sumbang yang meragukan Tasya sebagai CEO baru terdengar saja.


Tasya yang sejak tadi memilih berkeliling perusahaan tanpa sengaja mendengar pembicaraan sesama OB di pantry yang sedang membicarakan dirinya.


"Kalian digaji untuk bekerja! Bukan bergosip disini!" bentak Tasya pasa kedua OB di ruang pantry.


"Maaf Nona. Jangan pecat kami! Kamu sungguh tidak tahu! Sekali lagi maaf!" OB tersebut ketakutan ulahnya akan membuat Tasya memecat keduanya.

__ADS_1


"Sudah pergi! Lanjutkan pekerjaan kalian." Tasya mengusir mereka agar kembali meneruskan pekerjaan mereka.


Kesal, marah dan bosan. Itulah yang Tasya rasakan saat ini.


Ia sedih. Sebegitunya orang-orang menyepelekannya.


Tasya memiliki bacground pendidikan yang baik. Ia lulus cumlaude dari Harvard. Namun semua itu ia lakukan demi Papanya.


Tasya sebetulnya sejak dulu ingin menjadi model, namun Papanya Taka, tak pernah menyetujui.


Entah karena Tasya adalah pewaris satu-satunya atau karena Taka takut akan pergaulan di dunia model yang banyak negatifnya.


Itu sebabnya Tasya dekat dengan Jerry karena Jerry adalah model sekaligus pemilik agency model yang sangat terkenal di negeri ini.


"Jer, jemput Gw disini! Cepat!" chat Tasya pada Jerry, Tasya berencana kabur meninggalkan kantor.


"Bara, dimana Tasya, Om belum lihat Tasya sejak selesai rapat." Taka menghubungi Tasya namun tak dijawab oleh putrinya.


"Tadi Tasya bilang mau keliling kantor Om mau melihat situasi. Coba Bara hubungi."


"Tidak diangkat Bara. Om sudah mencobanya sejak tadi!"


"Jangan-jangan kabur!" Om Taka teringat akan ulah Tasya beberapa waktu lalu yang kabur dari jendela rumah menemui Jerry.


"Cari Tasya Bara, Om yakin dia pasti sedang bersama pria berandalan itu!" Om Taka sambil mengatur nafasnya.


"Om jangan panik, nanti penyakit Om bertambah parah. Bara permisi dulu untuk cari Tasya."


Anggukan Om Taka mengiringi langkah Bara diikuti Wisnu asisten Bara.


"Boss, kalau lihat di sosial media yang di tag oleh fans Jerry, Jerry ada disini." Wisnu yang memang memfollow Jerry dengan second account miliknya sejak membantu si Boss mencari bukti perselingkuhan mantan istri Bara.


"Ok kita kesana sekarang! Dasar anak bandel! Lihat saja, Kamu mau main-main sama Aku Tasya, awas kamu kalau ketemu!" Bara dengan senyuman iblisnya siap menghukum Tasya saat ia berhasil menemukannya.


Sementara yang sedang di cari-cari sedang asik santai disebuah lounge asik menikmati minuman ditemani Jerry.


"Honey, aku lagi butuh duit nih! Kamu bisa kan kasih Aku uang, soalnya Aku ada project gede tapi butuh modal banyak."


"Lo itu jadi cowok matre banget sih Jer! Lo minta sana sama Tante piaraan Lo!" Tasya kesal.


"Aku tuh sejak kenal Kamu udah putusin semua cewek Aku Honey, Aku kan sayangnya sama Kamu doang!" Jerry bagai kucing garong ia mau mencium Tasya namun keburu didorong Tasya.


"Please deh Jer, ga gini juga!" Bentak Tasya sambil mendorong Jerry yang mau nyosor.


Meskipun Tasya nakal dan pembangkang, namun Tasya masih bisa menjaga diri dari pergaulan bebas, Jerry saja sampai kesal karena hingga kini belum bisa merasakan apa-apa dari Tasya selain uang Tasya yang ia porotin.

__ADS_1


"Sayang, Aku cuma mau kiss Kamu, kenapa sih, Aku tuh cinta honey, i want kiss you baby!" Jerry bagai singa lapar ia ingin sekali merasakan tubuh Tasya yang selalu menolak disentuh.


"Jer, Awas! Gw ga suka lo begini!" Tasya terus menghindari Jerry.


Jerry yang semakin mendekat pada Tasya namun Tasya masih menghindar hingga,


BUG!


Sebuah bogem mentah tepat mengenai wajah penggoda Jerry membuat sudut bibir pria blasteran itu meneteskan darah.


Jerry berusaha bangkit dibantu oleh Tasya.


Bara melihat itu sangat kesal bukan main, bisa-bisanya Tasya membantu Jerry, jelas-jelas Jerry berlaku tidak sopan dengan memaksa mencium Tasya meskipun Tasya terus menolak.


"Om apa-apan sih! Main pukul aja!" Tasya membentak Bara.


Jerry merasa dibela Tasya ia diam saja, namun tatapannya meledek pada Bara, tentu saja Jerry ingat siapa Bara, laki-laki yang istrinya ia jadikan partner selingkuh bahkan ia poroti habis habisan.


"Ikut Aku!" Bara yang terbawa emosi menarik tangan Tasya.


"Lepas ga! Jerry tolongin gw!"


Jerry akan menolong namun segera Wisnu menghalangi dan memberikan ultimatum pada Jerry.


"Lo ga usah ikut campur! Atau video itu bakal kita sebar!" Wisnu dengan tatapan elangnya penuh ancaman pada Jerry.


"****!" Jerry mengumpat menyugar rambutnya kasar.


Sementara Bara masih menarik keras tangan Tasya dan memasukan Tasya ke mobil.


Tasya masih berontak hingga Bara meraih pinggang Tasya dan mengunci tubuh Tasya dalam kungkungannya.


"Kalau Kamu mau cari kepuasan, Aku bisa memberikannya, bukan seperti perempuan murahan dengan memilih penjahat kelamin seperti Jerry!" ada nada marah dan emosi tertahan dalam setiap kata-kata Bara.


Tasya yang diperlakukan seperti itu kaget bukan main.


Kata-kata Bara membuat Tasya terdiam meski emosi jelas terlihat dari sorot tajam kedua netranya yang membulat sempurna.


Sadar apa yang dilakukannya berlebihan, Bara melepaskan diri dan memilih duduk di depan di samping pengemudi.


Tak lama Wisnu masuk ke dalam mobil melihat Bossnya duduk didepan denga wajah menahan marah.


"Cepat Nu, kita kembali ke Athallah Group!"


Sepanjang perjalanan tak ada suara, hening hingga mobil memasuki pelataran Athallah Group.

__ADS_1


__ADS_2