
Glen saat ini sedang mengikuti rapat seperti biasanya. Tidak banyak hal lain yang dirinya lakukan pada Rapat ini, bukan presentasi dan menjelaskan kepada bawahannya tentang proyek-proyek apa saja yang saat ini mereka lakukan dan rencana rencana ke depannya yang akan mereka lakukan.
Ya, semua hanyalah beberapa hari biasa yang sangat biasa yang selalu dirinya lakukan.
Hanya saja, memang ada sedikit ha tidak biasa kali ini, Glen diam-diam menatap kearah pintu menuju ke ruangannya, yang memang sedikit terbuka.
Glen lalu tersenyum, mulai memikirkan sepertinya bagian dari rencananya berhasil.
Ya, hanya ingin menunjukkan beberapa sisi dari dirinya yang tidak pernah Carmila lihat.
Yahh...
Glen sendiri tidak begitu yakin tentang hal ini, namun apalagi yang bisa dirinya lakukan untuk mendapatkan Carmila?
Tentu saja dengan kharisma yang dirinya miliki.
Hanyalah salah satu cara menunjukkan kharisma yang dirinya memiliki mari lihat hasilnya nanti.
Beberapa bawahan yang melihat Glen tiba-tiba tersemyum itu jelas saja menjadi kaget.
Tidak biasanya atasan mereka ini tersenyum seperti itu?
Dia biasanya selalu menunjukkan ekspresi dingin yang sulit didekati.
Walaupun atasan mereka masih begitu muda, namun kualifikasi atau Kemampuannya tidak perlu diragukan lagi membuat mereka cukup respek dan menghormati Atasan meraka. Hanya saja, Atasan mereka ini memiliki ekpersi dingin yang membuat mereka tidak bisa terlalu dekat dengannya.
Nah, jadi bila saja melihat atasan mereka yang biasanya jarang tersenyum, dan tiba-tiba menunjukan senyuman seperti itu mereka sangat syok.
Diam-diam mereka juga menatap kearah samping kemana atasan mereka menatap.
Ya, sekilas mereka melihat dibalik pintu seperti ada seseorang yang melihat?
Tunggu?
Apakah itu terlihat seperti seorang gadis?
Astaga....
Atasan mereka memang masih muda, menunjukkan ekspresi ceria seperti itu jelas atasan mereka ini sedang jatuh cinta!!
Ah, cukup masuk akal.
Cinta masa muda, suatu seperti ini jelas bisa merubah sikap seseorang.
Ah, ini membuat mereka penasaran dan typo tentang siapa kira-kira gadis cantik yang bisa merebut hati atasan mereka ini.
"Baik, saya akan mengakhiri rapat ini kita nanti ada pertanyaan kalian bisa menemuiku ke ruangan ku,"
"Baik, Pak Manager. Terimakasih atas penjelasannya," kata para bawahan itu dengan sopan.
Tepat setelah itu, Glen langsung pergi dari sana dan menuju ke Pintu menuju Ruanaganya.
Sepintas, berapa bawahan yang belum keluar itu menatap ke arah Glen pergi.
Sampai pintu di buka, dan mereka juga menatap orang gadis cantik berdiri di balik pintu.
Astaga....
__ADS_1
Kecantikan ini....
Benar-benar sangat menyilaukan mata...
Pantas saja Tuan Muda Glen sampai tersenyum seperti itu, jatuh cinta pada gadis secantik itu, wajar saja.
Mereka juga melihat sekilas bagaimana atasan mereka itu, memperlakukan gadis itu dengan baik, sebelum pintu itu segera tertutup dan mereka tidak bisa lagi melihat adegan berikutnya.
Di sisi lainnya, jelas saja Carmila cukup terkejut ketika Glen tiba-tiba datang dan membuka pintu.
Carmila masih terbawa dalam lamunan nya untuk mengagumi sisi keren pemuda itu.
"Carmila, kamu sudah disini? Apa yang kamu lakukan mengintip di pintu?"
Merasa dirinya ketahuan, Carmila mencoba tetap mengelak.
"Aku hanya ingin tahu rapatnya masih lama atau tidak,"
Mendengar jawaban itu, Glen segera tersenyum dan berkata lagi,
"Owh? Apakah benar begitu? Namun aku lihat kamu tidak memperhatikan rapat namun kamu hanya memperhatikan ku, apakah aku terlihat keren?"
Mendengar itu, wajah Carmila menjadi sedikit memerah, game segera memalingkan wajahnya sambil berkata,
"Apa? Aku tidak memperhatikanmu, Aku memperhatikan rapatnya, jangan terlalu menjadi percaya diri,"
Glen tentu saja melihat ekspresi malu-malu itu dan tartawa senang, lalu mengelus rambut Carmila secara refleks.
"Carmila, kamu itu ternyata juga memiliki sisi yang lucu dan menggemaskan, aku benar-benar tidak tahan dengan keimutanmu,"
Jarak yang terlalu dekat entah kenapa membuat Carmila merasa aneh.
"Di... Diamlah, Tuan Muda. Jangan terlalu banyak menggoda ku, aku sudah membawakan makan siang sebaiknya segera dimakan sebelum menjadi dingin,"
Glen memutuskan untuk tidak mengatakan apa-apa dan segera menuju ke arah sofa di mana di meja itu, udah ada kotak makan siang yang disiapkan Carmila.
"Hmm, ini bagus,"
Carmila lalu menyusul Glen menuju sofa dan berkata,
"Karena Aku sudah mengantarkan ini, Aku akan segera permisi pergi,"
Jelas, Glen tidak akan membiarkan Carmila pergi begitu saja, Glen segera menarik Carmila ke pangkuannya, dan berkata,
"Kamu tidak bisa pergi, kamu di sini saja,"
Mendapatkan tarikan tiba-tiba itu, Carmila segera memberontak mencoba berdiri.
"Tuan Muda, jangan seperti ini, inilah mencoba melecehkan ku,"
"Melecehkan apa? Aku tidak melakukan apapun padamu," kata Glen segera melepaskan tangannya, dan Carmila yang kaget dan kehilangan keseimbangannya itu segera jatuh ke lantai.
"Padahal aku hanya bermaksud agar kamu tidak jatuh," lanjut Glen lagi.
Carmila segara bangun dan berkata dengan marah,
"Kamu jelas sengaja melakukan ini,"
__ADS_1
"Astaga, Carmila do karena kamu buru-buru pergi kenapa buru-buru pergi?"
"Aku juga lapar, butuh makan siang,"
"Kamu makan saja disini bersamaku aku juga tidak enak untuk makan sendirian. Itulah kenapa tadi aku bilang untuk membawakan 2 porsi,"
Glen saat ini membuka kotak makan siang, yang memang sudah disiapkan untuk 2 porsi.
Kata Glen awalnya, itu untuk dimakan sore hari atau malam karena alam ada meeting malam, tapi ternyata itu hanya alasan.
Carmila tidak memiliki cara untuk menolak segera duduk di sana dan menemani Glen makan siang.
Di sela-sela makan siang itu, mereka berdua mulai berbicaralah, Glen memulai duluan,
"Carmila, bagaimana menurutmu presentasi ku sebelumnya di ruang rapat?"
Mendengar pernyataan tiba-tiba, Carmila tanpa pikir panjang langsung menjawab,
"Itu cukup hebat, apakah kamu biasanya seperti itu?"
"Ya, aku memang harus seperti itu agar bawahan ku menurut padaku agar mereka menghormati ku, kamu tahu sendiri aku jauh lebih mudah daripada semua orang di kantor ini,"
"Jadi begitu, Aku juga merasa Tuan Muda ternyata sangat hebat bisa memimpin mereka semua,"
"Tentu saja, namun sangat melelahkan ada di posisi ini, juga melihat bukan dokumen-dokumen yang ada di mejaku?"
"Ya, tuan muda sangat rajin dan hebat bisa mengatasi semua ini,"
"Kamu merasa aku hebat?"
"Ya, kamu sangat hebat,"
"Lalu, jatuh cintalah padaku, karena aku hebat,"
Carmila hampir saja menjawab yah atas pertanyaan yang tiba-tiba itu, namun untunglah berhasil menghentikan dirinya sendiri.
Namun jujur, Carmila jika menatap pemuda di hadapannya itu yang menurutnya sempurna dan tidak ada cela, memiliki pesona dan karisma yang cukup hebat juga memiliki wajah tampan, kaya dan pintar.
Untuk seseorang seperti itu memiliki perasaan pada dirinya, Carmila tiba-tiba merasa tidak pantas.
Apalagi, jelas umur mereka...
"Tuan Muda, jangan seperti itu,"
Glen mainnya tersenyum lalu segera, mengambil beberapa hal di tempat makan Carmila, membuat Carmila terkejut.
"Kamu tidak suka wortelkan? Biar aku saja yang memakannya,"
Carmila cukup terkejut bagaimana Tuan Mudanya tahu hal-hal itu.
Ternyata, memang Tuan Mudanya selain begitu hebat, juga sangat perhatian....
Astaga...
Carmila mencoba menyingkirkan pemikiran anehnya itu, bilang pada dirinya sendiri juga ini tidak bisa dibiarkan, iya tidak boleh terpesona pada pemuda di depannya yang jelas-jelas lebih muda darinya.
Ya, ini pasti hanya sebuah perasaan bangga karena anak yang biasanya sudah tumbuh sehebat ini.
__ADS_1