Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 36: Sesuai Perkiraan


__ADS_3

Memang masalah yang paling berat adalah untuk menghadapi Keluarga Raymond, khususnya Nenek dan Tante Glen, yang akan sangat merepotkan jika diurus.


Sekarang, Carmila dan Glen udah tiba di rumah keluarga besar itu, Carmila menatap gugup ke arah rumah besar yang sudah lama dia tinggali itu.


"Emm, apakah benar benar tidak masalah jika kita segera masuk ke sana?" Tanya Carmila dengan cemas.


"Mat atau lambat kita akan menghadapi mereka jadi tidak apa-apa, aku yang akan mengurus semuanya,"


"Tapi, aku tidak yakin jika mereka setuju,"


"Dah kita berdua sudah menikah apalagi yang ingin mereka permasalahkan?"


"Justru itulah permasalahannya,"


Mereka berdua masih terlihat cukup jelas dan berdiri di halaman depan rumah, sampai tiba-tiba ada seseorang yang datang dari arah belakang.


Carmila sangat kaget ketika melihat orang itu datang.


Ternyata itu adalah Brian, Ayah Glen yang sepertinya baru saja pulang dari Kantor.


"Jadi Putra dan Menantu Baruku sudah sampai?"


Ketika mendengar itu, Carmila memiliki ekspresi yang cukup kaget tentang bagaimana Ayah Glen, lihat sangat tenang ketika membicarakan ini.


Ternyata, seperti yang Tuan Mudanya katakan, Tuan Brian sudah setuju.


"Salam, Tuan Brian," sapa Carmila dengan ramah.


"Kamu sekarang tidak perlu memanggilku begitu, panggil saja Aku, Ayah Mertua, atau Papa? Itu terserah bagaimana kamu memanggilku, kamu sekarang adalah menantu di rumah ini jadi angkat kepalamu dan berbangga lah,"


Mendengar kata-kata penuh semangat itu, Carmila entah kenapa merasa sedikit laga, setidaknya orang di rumah ini ada yang setuju soal dirinya bersama dengan Glen.


"Ya, Carmila kamu tidak perlu khawatir soal anggota keluarga lainnya, Aku dan Papa pasti akan mencoba membujuk mereka," kata Glen lagi.


Ya, Glen sendiri awalnya cukup sulit untuk meyakinkan Ayahnya soal ini, namun Ayah Glen sempat menolak itu, namun setelah beberapa perdebatan panjang di telepon sebelumnya, akhirnya Brian menyetujui soal keputusan Putranya, walaupun putranya itu masih cukup mudah.


Jadi, mereka bertiga segera melangkah masuk menuju rumah keluarga itu.


Sangat kebetulan, beberapa orang berkumpul di Ruang Tamu, disana ada Nenek, Tante Tasya dan Suaminya Roy, namun ada wajah-wajah tidak dikenal lainnya disana.


Ada sosok dua orang tua disana, bersama seorang gadis yang memiliki wajah familir.


Itu, Cecilia?


Dan orang yang berada di sampingnya itu mungkinkah, Nenek dan Kakeknya?


Kepala Keluarga Connelly?


Hal ini, jelas membuat Carmila menjadi gugup.


Nenek Glen, segera memgabaikan Carmila dan langsung mendatangi cucunya, Glen.


"Astaga, Glen kamu akhirnya pulang, kamu benar-benar datang tepat waktu, mereka dari Keluarga Connelly, kami hanya baru saja membicarakan soal rencana perjodohan antar kamu dan Cecilia, kami melihat bahwa sepertinya kalian berdua memiliki hubungan yang sangat baik, ini mungkin saatnya untuk memikirkan tentang hubungan kalian kedepannya, Pernikahan mungkin terlalu cepat, lalu kami memikirkan soal bagaimana soal bertunangan?"


Glen jangan mendengar kata-kata dari Neneknya itu, jelas segera memiliki ekspresi tidak senang, lu segera menatap ke arah Ayahnya, yang menggelengkan kepala karena tidak tahu apa-apa soal hal ini juga.


Carmila yang mendengar itu, jelas saja merasa memiliki firasat yang sangat buruk.

__ADS_1


Sepertinya akan ada kekacauan di sana.


Glen segera angkat bicara,


"Aku tidak akan dijodohkan dengan siapapun, termasuk dengan Cecilia,"


Tamu tamu yang ada di rumah itu tentu saja terkejut, termasuk Nenek dan Tante Glen.


"Glen, kamu itu apa-apaan sih bisa-bisanya kamu membicarakan hal semacam itu di pertemuan keluarga seperti ini? Aku ingin membuat keluarga kita malu?"


"Nenek, aku hanya mengatakan yang sebenarnya aku tidak ingin di jodoh-jodohan,"


"Padahal Nenek kira hubunganmu hubunganmu dengan Cecilia cukup baik, lalu apa masalahnya sekarang?" Tanya Nenek Glen dengan ekspresi marah.


Glen lalu segera mengatakannya dengan tenang.


"Itu karena Aku sudah menikah,"


Kata-kata itu, jelas saja membuat semua penghuni ruang tamu menjadi sangat kaget, kecuali Ayah Glen.


Ya, Carmila juga sangat kaget mendengar bahwa Glen benar-benar mengatakan soal hal itu dengan keras bahkan ketika masih ada tamu.


Seperti menuangkan, bensin ke dalam api.


Carmila jelas gemetar, mikirkan apa yang akan terjadi setelahnya.


Dirinya pikir, setidaknya Glen tidak akan langsung mengatakannya dan akan melakukan beberapa pendekatan pendekatan dulu, namun mana tahu hal itu akan langsung dikatakan di rumah itu, begitu mereka sampai di sini belum lagi saat ini ada orang luar yang hadir.


"Omong kosong apa yang barusan kamu katakan, Glen! Kamu itu jangan bercanda soal itu!" Kata Nenek Glen dengan marah.


"Itu benar, Glen. Kamu itu jangan bicara sembarangan soal menikah, open kamu menikah kamu itu jelas belum menikah, jangan mulai membuat alasan yang tidak masuk akal," kata Tasya dengan cukup marah juga, dengar kata-kata tidak masuk akal dari keponakannya itu.


Hal semacam itu jelas membuat beberapa orang di ruangan itu menjadi semakin marah.


"Kamu itu, ngomong kosong apalagi yang kamu bicarakan? Carmila adalah pengasuh mu! nenek tahu kamu mencoba menghindari perjodohan namun setidaknya jangan membuat alasan yang memalukan seperti itu!"


Glen udah mengira jika tidak ada orang di rumah itu yang akan percaya, segera Glen mengeluarkan set buku nikah dari saku jas nya.


Lalu, semua orang menatap dengan kaget ketika buku nikah itu di keluarkan, terutama setelah mereka lihat dengan seksama apa sebenarnya isi dari buku itu.


Bahwa, ternyata Glen dan Carmila benar-benar sudah menikah!!


Kepala Keluarga Connelly yang pertama kali angkat bicara dengan hal ini,


"Kalian, Keluarga Raymond! Bisa-bisanya ingin menjatuhkan cucuku dengan seseorang yang sudah menikah! Kalian itu benar-benar tidak tahu malu!"


Nenek Glen jelas saja memiliki ekspresi pucat dan terkejut, sampai hampir saja jatuh untunglah itu ditangkap oleh Putranya, Brian.


"Brian, buka katakan padaku apa yang dikatakan Putramu itu adalah kebohongan,"


"Ibu, yang dikatakan oleh Glen adalah Kenyataan,"


Tasya yang mendengar itu lalu segera angkat bicara,


"Glen! Bahkan jika kamu menikah bisa-bisanya kamu itu menikah dengan orang semacam Carmila! Iya itu adalah wanita murahan! Seorang pelayan rendahan, yang bahkan sempat mengoda Pamanmu sendiri!! Kamu bisa bisanya menikah dengan wanita semacam itu!"


Glen yang mendengar tentang Istrinya itu di jelek-jelek, jelas merasa tidak terima.

__ADS_1


"Tante jangan bicara sembarangan! Itu jelas, Paman Roy yang brengsek!! Bagaimana bisa Tante malah menyalahkan Carmila?"


"Glen kamu berani!"


Para Tamu di Rumah itu, yang melihat pertengkaran itu jelas merasa tidak senang.


Cecilia, jang mendengar kabar itu jelas aja merasa sedih dan saat ini sedang menagis di pelukan Neneknya itu, merasa tidak percaya dengan apa yang dirinya dengar.


"Sungguh, aku tidak mengira jika Keluarga Raymond akan mempermainkan keluarga kami dan kalian bahkan memiliki seorang menantu Seorang Pelayan? Hah, benar-benar tidak tahu malu! Palingan semua harus tahu mulai sekarang hubungan antara keluarga kami putus! Keluargaku and menarik semua investasi pada perusahaan kalian! Kalian sebaiknya segera bersiap!"


Nenek Glen lalu segera angkat bicara, untuk menengkan Kepala Keluarga Connelly itu.


"Tidak, kamu jangan bicara seperti itu, kami pasti bisa membicarakan ini baik-baik,"


Namun kemarahan jelas masih muncul di wajah Kakek Cecilia itu.


"Ayo, sebaiknya kita segera pergi sudah tidak ada gunanya berbicara dengan Keluarga Raymond yang memalukan itu!"


Nenek Glen yang tidak bisa mencegah mereka itu segera menatap ke arah Putranya, Brian berharap Putranya itu, mau mencari solusi soal hal ini.


Brian sendiri, tidak tahu harus berbuat apa untuk menenangkan kemarahan dari Kepala Keluarga Connelly, bisnis yang saat ini kedua perusahaan jalin, tentu saja merupakan sebuah bisnis besar, dan Investasi yang mereka berikan pada Perusahaan, tentu saja hal yang cukup besar juga.


Hah, mungkin Perusahaan kan memiliki beberapa masalah soal hal hal ini.


Brian sudah menduga hal-hal semacam ini mungkin saja terjadi, namun mau bagaimana lagi, dirinya juga tidak bisa membujuk Putranya yang keras kepala itu, yang memang sangat mencintai Carmila itu.


"Tuan Connelly, mohon maaf atas keributan ini, dan soal masalah bisnis, saya mohon anda untuk mempertimbangkan nya lagi," kata Brian mencoba menenangkannya.


Namun, hal itu jelas tidak disambut dengan hangat oleh Kepala Keluarga Connelly itu.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, ini sudah cukup kalian sampai membuat Cucuku sakit hati, lagu membuat keluarga kami malu, dah tidak ada lagi yang perlu dilakukan dengan kalian, hubungan keluarga kami sudah putus. Ayo, Cacilia, kamu hanya menangis di sini kamu tidak bisa menunjukkan wajah seperti itu di depan Keluarga Raymond yang kurang ajar itu,"


Cacilia segera diajak berdiri oleh Neneknya, jang mencoba menenangkan nya karena dari semua orang yang paling terpukul atas semua ini adalah Cecilia.


Terutama, karena Cecilia mengagap bahwa Glen memiliki beberapa perasaan padanya, dan bahkan sempat memberikan beberapa harapan, misalnya saja ciuman hari itu...


Cacilia yang merasa kesal, sedih dan marah itu, segera berdiri, dan menuju ke arah Glen berada.


Untuk terakhir kalinya, mencoba bertanya pada pemuda itu,


"Jadi, apa yang kamu katakan barusan semuanya bener?"


Glen menatap gadis muda didepannya itu, dengan ekspresi sedikit gugup, merasa sedikit bersalah juga, karena sempat memanfaatkan gadis itu hanya untuk membuat Carmila cemburu, namun pada akhirnya semuanya harus diungkapkan, jadi Glen segera berkata,


"Maaf, Cecilia semua itu benar. Aku baru saja menikah, dan sangat mencintai, Carmila,"


Tepat setelah mengatakan itu, Glen segera mendapatkan sebuah tamparan dipipinya, itu tamparan yang cukup menyakitkan.


"Kamu benar-benar, Brengsek Glen!" Kata Cecilia lagi, namun pelampiasan kesal nya tidak hanya seperti itu.


Segera, Cecilia mengangkat kakinya dan menendang bagian tertentu dari tubuh Glen, yang membuat Glen begitu kesakitan.


Arena Vital dari setiap lelaki!


"Hpmh, Mari Kakek dan Nenek, kita pergi saja dari sini tidak perlu lagi berurusan dengan mereka, semua laki-laki memang Brengsek," kata Cecilia yang sepertinya setelah melampiaskan kemarahan nya, melihat wajah Glen yang sekarang terlihat kesakitan itu.


Beberapa Pria di ruangan itu hanya bisa menahan nafas, memikirkan betapa ngilunya itu, hal yang dirasakan Glen.

__ADS_1


Mengigatkan, kalau Cecilia saat di Luar Negeri sepertinya belajar ilmu bela diri yang bagus.


Carmila menatap Glen, entah kenapa tidak bisa berkata-kata awalnya dirinya panik dan cemas, namun ketika melihat Glen sekarang yang memiliki wajah pucat itu, seolah berkata 'Masa depanku...', Carmila tiba-tiba ingin tertawa.


__ADS_2