
Dan begitulah, beberapa hari segera berlalu sejak kejadian kencan buta itu.
Dan benar saja, selama beberapa hari ini, Carmila tidak pergi ke Rumah Keluarga Raymond, memilih untuk mengambil cuti yang jarang dia ambil.
Glen saat ini berada dikamarnya, dalam keadaan yang begitu sedih.
Dirinya tidak akan pernah mengira jika Carmila bersikap seperti ini padanya, dan mengabaikannya seperti ini.
Hah, bahkan tidak menjawab telepon atau SMS darinya.
Jadi, Carmila benar-benar marah padanya?
Glen benar-benar menyesal atas kemarahan itu namun dirinya juga tidak tahu harus berbuat apa.
Tidak mungkin dirinya membiarkan Carmila bersama dengan Pria lain bukan?
Jelas dirinya akan mencoba membujuk Carmila agar mau memanfaatkan dirinya.
Sekarang, Glen masih mencoba memikirkan cara untuk meredakan amarah Carmila.
Namun sebelum itu sebaiknya dirinya mencoba mencari tahu dulu kabar Carmila?
Glen segera mengambil ponselnya, lalu segera menelepon nomor tertentu.
Itu adalah nomor telepon dari Ibu Carmila.
"Hallo, Selamat Malam Bibi, maaf menggagap,"
'Ah? Tuan Muda Glen? Ada apa sampai Malam-malam menelepon?'
"Tidak, tidak. Saya hanya ingin tahu kabar Keluarga Bibi disana, karena tiba-tiba Kak Carmila meminta cuti, namun dia tidak begitu menjelaskan soal alasannya jadi saya khawatir dengan Kalian,"
'Ah, Aku tidak tahu jika Carmila tidak cerita. Keluarga kami baik-baik saja, Ayah Carmila google saat ini kondisi kesehatannya baik anda tidak perlu khawatir Tuan Muda, dan alasan Carmila meminta Cuti, dia bilang sekarang sedang fokus untuk menemukan Jodoh, biasa Putri saya kan sudah usia segitu, mungkin sudah saatnya untuk memikirkan soal pernikahan,'
Jelas, Glen yang mendengar itu merasa sedih namun dirinya tetap menjaga nada bicaranya dan sekali lagi bertanya,
"Ah? Jadi begitu. Kak Carmila sedang mencari jodoh?"
'Itu benar, berapa hari lalu, Carmila sempat gagal dalam Kencan Butanya dan menjadi begitu sedih, namun sekarang sudah tidak apa-apa, Ayahnya baru saja akan memperkenalkan Carmila dengan Putra temannya,'
Mendengar Carmila akan dijodohkan itu jelas menjadi sangat panik dan segera bertanya lagi,
"Carmila akan di Jodohkan dengan Putra teman Paman?"
'Itu benar, rencananya sepertinya mereka akan melakukan pertemuan pertama sekitar besok,'
"Ah, jadi begitu, Terimakasih atas Informasinya Bibi, Aku menduakan semoga lancar, dan Untuk Bibi dan Keluarga semoga sehat selalu,"
'Terimakasih Banyak Tuan Muda Glen, anda baik sekali,'
Telepon itu segera berakhir, yang menyisakan ekpersi tidak bagus di wajah Glen.
Glen benar-benar tidak bisa mempercayai Carmila yang sepertinya begitu niat untuk mencari Kekasih, bahkan setelah kencan buta sebelumnya gagal, sekarang Carmila sudah mau perkenalkan dengan Pria lain lagi?
Ini juga tidak bisa dibiarkan.
__ADS_1
Namun dirinya juga tidak bisa menggunakan rencana sebelumnya takut-takut, malah jadi membenci dirinya.
Tapi, sekarang bagaimana cara dirinya mencegah agar Carmila tidak jadi datang ke Pertemuan itu?
Glen terlihat mondar-mandir di kamarnya itu mencoba mencari sebuah ide.
Sampai dirinya menemukan sebuah ide, kemudian segera menuju ke Kamar mandi.
Ya, ini sudah cukup malam sekitar jam 8 malam.
Apalagi hawa saat ini dingin.
Glen, mulai menyalahkan keran air dingin di kamar mandi, untuk memenuhi bak mandi, dan segera Glen mulai membuka bajunya, dan dengan gemetar masuk ke dalam bak mandi.
Di cuaca sedingin ini jika dirinya berendam air dingin semalaman, besok dirinya pasti sakit, karena tubuhnya memang tidak cocok dengan hal-hal dingin dan lagi jika dirinya sakit, pasti Carmila akan datang dan merawatnya.
Ya, mari bertaruh saja, Carmila akan datang, jadi Carmila akan batal mengikuti acara perjodohan yang diatur oleh orang tuanya itu.
Dengan berbekal rencana itu, Glen benar-benar berendam di air dingin itu, sampai tengah malam.
Dan begitulah, keesokkan harinya, Pelayan yang memeriksa kamar Glen, menemukan kondisi Glen yang terlihat sangat buruk yang meringkuk di tempat tidurnya.
Ketika Pelayan itu menemukannya, Glen sudah kehilangan kesadaran apalagi suhu tubuhnya sangat tinggi, Pelayan itu mencoba untuk membangunkan Glen dan mengguncang tubuhnya, namun tidak ada yang terjadi.
Ini jelas sangat gawat.
"Astaga... Kenapa panas sekali? Dan lagi, sampai Tuan Muda Pingsan! Aku harus segera memanggil Dokter... Ah benar, Aku juga harus segera memanggil Carmila, ini keadaan yang cukup gawat biasanya kan Carmila yang mengurusi Tuan Muda jika sakit,"
Pelayan itu dengan panik, segera mengambil telepon, dan menelepon dokter, baru setelah itu dirinya menelepon Carmila.
"Hallo, Carmila ini gawat,"
Namun siapa yang tahu dirinya tiba-tiba mendapatkan telepon dari salah satu temannya yang juga bekerja di Rumah Keluarga Raymond.
'Gawat apa? Apa yang terjadi?'
"Tuan Muda Glen tiba-tiba sakit,"
Carmila yang mendengar kabar itu jelas saja merasa kaget.
'Sakit? Sakit bagaimana?'
"Aku tidak tahu apa yang terjadi, namun ketika Aku memasuki kamarnya pagi ini, Aku menemukan Tuan Muda Glen sudah pingsan, dan Aku memeriksa tubuhnya panas sekali, sepertinya dia demam parah,"
Mendengar itu, jelas dari balik telepon, ekpersi Carmila menjadi pucat, dan berkata,
'Apa demam? Kenapa bisa? Astaga... Lalu sekarang bagaimana keadaannya?'
"Dia masih tidak sadarkan diri Aku sudah coba membangunkan nya tapi dia tidak juga bangun, Aku pikir mungkin dia sakit karena cuaca dingin belakangan ini, kamu tahu sendiri Tuan Muda Glen cukup alergi dingin,"
Ya, tentu saja Carmila tahu jika Tuan Mudanya itu tidak cocok dengan cuaca dingin, ketika Tuan Muda Glen masih kecil, pernah bermain-main dengan air hujan sampai kedinginan, dan esoknya Tuan Mudanya itu demam parah.
Carmila ingat, saat itu ketika tubuh kecil itu yang biasanya bergerak dan cukup ceria, terbaring di Rumah Sakit, dengan inpus ditangannya.
Saat itu, Ayah Tuan Muda sedang sibuk di Luar Negeri, dan Keluarga yang lain juga sedang ada urusan, jadi tidak ada yang menjaga Tuan Muda di Rumah Sakit selain dirinya.
__ADS_1
Carmila sangat sedih ketika memikirkan itu, dimana Tuan Mudanya bilang, tidak apa-apa jika tidak ada Keluarganya yang merawatnya ketika sakit, dia sudah biasa.
Ekpersi pucat yang berpura-pura kuat itu, padahal saat itu Carmila tahu, dalam tidurnya, Tuan Mudanya mengigau dan memanggil Mamanya.
Ditinggalkan Ibunya ketika masih kecil, dan Ayahnya begitu sibuk, pasti membuat Tuan Mudanya begitu kesepian dan sedih, dan mungkin dimasa lalu, ketika Tuan Mudanya sakit tidak ada yang bersamanya selain beberapa pelayan yang tidak dekat dengannya.
Sejak saat itu, Carmila sudah berjanji pada dirinya sendiri, jika Tuan Muda sakit, dirinya akan merawatnya dan memastikan tuan muda nya itu tidak pernah merasa kesepitan lagi ketika sakit.
Ya, kebiasaan itu mungkin masih mereka bawa sampai Tuan Mudanya cukup dewasa.
'Kamu cepat panggil Dokter agar membawa peralatan lebih lengkap, Aku merasa keadaannya mungkin lebih buruk daripada yang kita kira,'
"Aku mengerti,"
Setelah panggilan itu berakhir, Carmila yang awalnya sibuk mengurusi baju itu, segera tidak memperdulikan soal baju bajunya dan dengan buru-buru langsung menuju ke Rumah Keluarga Raymond.
Jelas, Carmila menjadi panik memikirkan Tuan Mudanya sakit.
Memang cuaca saat ini dingin, dan ini saat-saat dimana Tuan Mudanya sakit.
Biasanya, dirinya selalu mengingatkan Tuan Mudanya itu agar meminum suplemen atau vitamin tambahan.
Sial.
Carmila jadi merasa bersalah karena pergi tiba-tiba seperti itu, dan sekarang Tuan Mudanya benar-benar sakit!!
Dirinya harus segera sampai di sana.
Benar saja, ketika Carmila sampai yang Carmila lihat adalah Tuan Muda Glen yang terbaring di tempat tidur dengan infus di tangannya, dan dokter yang saat ini masih memeriksa keadaannya.
Carmila melihat wajah pucat itu, benar-benar merasa sangat tidak tega.
"Bagaimana keadaannya, Dokter?"
Sang Dokter segera berkata,
"Saya sudah memberikan obat melalui Infus, harusnya sebentar lagi suhu tubuhnya akan sedikit menurun, dan dia akan segera sadar. Perlu diperhatikan lagi agar Tuan Muda tidak kedinginan, dan perlu perawatan yang cukup, akan lebih baik jika Tuan Muda segera dibawa ke rumah sakit saja,"
"Ya, kalau begitu segera bawa saja ke Rumah Sakit, yang fasilitasnya lengkap,"
Carmila jelas merasa panik dan cemas.
Tepat saat itu, ada sebuah tangan yang cukup panas memegang y Carmila.
"Carmila? Kamu datang?"
Ketika mendengar nada lemah itu, Carmila segera memalingkan wajahnya dan menatap ke arah Tuan Mudanya yang sakit itu.
"Tuan Muda akhirnya sadar? Bagaimana keadaan Tuan Muda? Mana bagian yang sakit?"
Glen juga melihat ekspresi kecemasan dan kekhawatiran di wajah itu, segera tersenyum puas berpikir jika rencananya mungkin berhasil.
Segera Glen meletakan tangan Carmila di jantungnya sambil berkata,
"Hatiku sakit, melihat kamu pergi dan mengabaikan ku,"
__ADS_1
Carmila dengar dengar tidak tahu harus merespon seperti apa dengan kata-kata itu.
"Tuan Muda, ini bukan saatnya untuk bercanda!!"