
Di tempat lainnya, saat ini ekpersi Glen jelas menunjukkan kesedihan.
Dirinya masih tidak bisa menerima tentang apa yang dilihatnya...
Kenapa...
Kenapa bisa Carmila menyukai Ayahnya?
Dari semua orang Kenapa harus Ayahnya?
Dan sejak kapan Carmila memiliki perasaan semacam itu kepada Ayahnya?
Glen, mulai menggali lagi ingatan nya, ingatan masa kecilnya.
Glen lalu teringat ketika dirinya masih dua belas tahun.
Benar, Glen ingat saat itu, Carmila sedang mengalami kesusahan, karena Ayahnya tiba-tiba derap dan masuk ke rumah sakit karena sebuah kecelakaan.
Kalau tidak salah, saat itu Glen ingat meminta Ayahnya untuk membatu Carmila, karena dirinya merasa tidak senang melihat Carmila sedih.
Glen masih ingat, tatapan penuh berterimakasih pada Ayahnya kala itu, tatapan penuh kekaguman.
Dirinya saat itu masih cukup muda hingga tidak mengerti hal-hal semacam itu, dirinya sibuk belajar, jadi mana tahu hal seperti itu?
Hanya...
Tatapan Carmila pada Ayahnya, menjadi lebih banyak setelah hari itu.
Dan lagi, memang jika Glen ingat lagi, interaksi mereka cukup dekat dalam beberapa hal.
Misalkan saja pagi ini, ketika mereka mengobrol di taman sebelum dirinya datang.
Mungkin banyak hal yang belum pernah dirinya tahu soal mereka berdua.
Semakin Glen memikirkannya, perasaannya makin rumit, jadi akhirnya Glen kembali ke kamarnya, dan mencoba tidur untuk menengakan pikirannya.
Namun mana tahu, lagi-lagi Glen mulai bermimpi buruk.
Kali ini lebih parah dari pada Pernikahan, kali ini yang Glen lihat dalam mimpinya adalah, Carmila memegang seorang anak, dan bilang,
'Ah, ini Kakakmu Glen, panggil dia Kakak,'
Dan disamping Carmila, ada Ayahnya yang juga berkata,
'Benar, ini adikmu Glen, kamu bilang kamu ingin memiliki saudara bukan? Papa sudah membuatkannya satu untukmu, bukankah adik kecilmu ini lucu?'
"TIDAKK!!! DIA BUKAN ADIKKU!!!"
Glen yang sangat kaget itu, segera bertiak dalam mimpinya, dan malah Glen terjatuh dari tempat tidurnya.
Itu adalah bentuuran yang cukup menyakitkan, Glen memegangi punggungnya yang sakit itu, lagu mencoba berdiri dan kembali duduk ditempat tidurnya
Glen benar-benar merasa heran kenapa bisa bisanya dirinya memiliki mimpi tidak masuk akal semacam itu.
Hal soal Ayahnya menikah dengan Carmila, dan yang lebih parah sekarang hari dimana dirinya memiliki seorang adik!!
Tidak!
Hal-hal ini jelas tidak bisa dibiarkan dirinya tidak ingin Carmila menjadi Ibu Tirinya.
__ADS_1
Ya, ini jelas tidak bisa terjadi!!
Carmila hanya akan menjadi Istrinya dan menjadi Ibu dari anak-anak.
Bahkan walaupun saingannya adalah Ayahnya, dirinya tidak akan pernah menyerah.
Lihat saja, jelas dirinya tidak akan membiarkan dua orang itu sampai dekat.
Setelah memikiran rencananya itu, Glen segera melihat kearah jam tangannya.
Ini masih jam 07.00 malam, sepertinya dirinya tidur tidak cukup lama dari sore tadi.
Seharusnya ini belum jam makan malam, untuk menyegarkan pikirannya, Glen segera cucu muka.
Lalu segera menelepon salah satu temannya.
"Mari, bertemu lusa, saya ingin aku bicarakan denganmu,"
'Wow, tumben kamu menelepon dan mengajakku bertemu?'
"Kamu mau atau tidak?"
'Melihat tanda-tanda nya seperti kamu baru saja putus cinta apakah kamu ingin curhat tentang masalah cintamu yang bertepuk sebelah tangan itu? Kamu baru saja ditolak?'
"Berhenti bicara omong kosong, aku tidak ditolak siapa-siapa,"
'Astaga, Glen aku inilah memiliki bentuk sisi aku tahu semua tentangmu, pasti ini curhat Maslaah 'dia'? Bukan?'
"Ya, ya. aku baru saja menemukan sebuah fakta yang tidak akan pernah aku kira namun aku tidak ingin membicarakan nya sekarang makanya besok kamu datang ke rumahku,"
'Hah, kamu ini benar-benar tidak sopan pada teman harusnya kamu yang datang ke rumahku,'
Dan bahkan sebelum mendengar jawaban dari temannya itu, Glen sudah menutup teleponnya.
Ya, Glen terlalu tertekan dengan semua masalah ini membutuhkan seorang teman untuk diajak curhat.
Hah, setidaknya dirinya butuh sebuah nasehat untuk mengatasi masalahnya ini, biasanya jika dirinya memiliki masalah dirinya juga bisa berbicara dengan Ayahnya, namun tidak mungkin pula dirinya berbicara atau bercerita soal ini pada Ayahnya.
Tepat ketika Glen keluar kamar, juga arah dapur karena hendak minum air, melihat dimana Carmila menyerahkan kopi pada Ayahnya.
Dari arah, Glen, dirinya bisa mendengar percakapan mereka.
"Ini Tuan Brian, Kopi hitam yang biasa Tuan sukai, tanpa gula seperti biasanya,"
"Ya, Terimakasih Carmila sudah menyiapkannya. Kopi buatanmu ini biasanya sangat enak,"
"Tuan terlalu berlebih-lebihan, tidak ada yang istimewa dari kopi buatanku,"
"Tapi sungguh, kopi buatanmu ini berbeda,"
Glen yang mendengar itu juga melihat ekspresi wajah Carmila yang memerah karena malu itu.
Hati Glen jelas saja merasa panas.
Apa-apaan mereka saling mengoda di malam hari seperti ini di dapur!
Sungguh tidak tahu malu!!
Apakah hal-hal semacam itu sering terjadi ketika dirinya tidak ada?
__ADS_1
Hah!!
Benar-benar menyebalkan.
Jadi, Glen yang merasa kesal itu, segera manuju ke arah mereka berdua, sebelum Ayahnya meminum kopi itu, Glen mengambil kopi itu, dan berkata,
"Owh? Carmila membuat kopi? Mari Aku coba,"
Dua orang itu, menatap Glen dengan ekpersi kaget, berniat untuk menghentikan Glen meminum kopi itu.
"Tunggu, Glen jangan di minum," kata Brian.
"Apa? Ayah tidak ingin berbagi hal-hal yang baik padaku?"
Glen jelas tidak mendengarkan apa kata Ayahnya itu, langsung menyeruput kopi dalam cangkir itu, namun belum dua tegukan, Glen langsung memuntahkan kopi itu ke wastafel didekat sana.
"Astaga, apa-apa ini begitu pait seperti obat?"
Brian akhirnya mengehela nafas melihat kelakuan Putranya yang tiba-tiba tidak masuk akal itu.
"Papa baru saja mau bilang, jika itu adalah Kopi hitam, kamu tidak suka minuman pahit semacam itu,"
Carmila yang didekat sana juga menyetujui itu, dan segera berkata,
"Ya, Tuan Muda Glen selalu tidak menyukai minuman semacam itu, jika Tuan Muda ingin, nanti akan saya buatkan Susu hangat, kamu biasanya menyukai Susu hangat,"
Entah kenapa, ketika Carmila mengatakan itu, Glen merasa tersinggung, dan berkata,
"Aku... Aku tidak suka lagi minum susu! Jangan buatkan Aku Susu lagi, memang Aku anak kecil!"
Ekspresi Brian dan Carmila jelas menjadi bingung dan menatap satu sama lain seolah berkata, 'Ada apa lagi dengan Glen ini? Kenapa dia bertingkah aneh dan tidak masuk akal?'.
Carmila hanya mengelengkan kepalanya, karena tidak tahu apa-apa.
Glen jelas melihat ketika dua orang itu saling bertatap and sekolah memberikan kode menjadi semakin marah.
Namun, Glen mencoba menahan emosinya, dan berkata,
"Papa, bukankah papa masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus diurus?"
"Ah benar juga sampai lupa, Aku akan kembali ke Ruanganku. Ah benar, Carmila nanti bahkan kopi baru, dan antarkan ke ruangan ku,"
Namun sebelum Carmila menjawab, Glen segera berkata,
"Papa, nanti biar pelayan lain saja yang membuatkanya, dan mengatakannya kesana, Carmila sibuk, dia harus membuatkanku, Kopi Susu dan... Harus mengurus beberapa hal denganku,"
Brian hanya mengaguk setuju, merasa itu tidak masalah, dan segera pergi dari sana dengan tenang.
Carmila lalu segera menatap Glen, dengan heran,
"Tuan Muda itu sebenarnya kenapa?"
Glen menatap Carmila dengan ekpersi marah, dan berkata,
"Kamu sepertinya lupa tentang hal yang aku lihat sore ini. Jadi ini, hal-hal yang kamu lakukan dibelakangku? Saling menggoda dan sangat akrab seperti itu dengan Ayahku? Apakah kamu benar-benar ingin menjadi Ibuku? Kamu selalu bilang mengagapku seperti Putramu sendiri,"
Kata-kata itu sangat sarkastik, membuat Carmila marah dan tersinggung.
"Tuan Muda Glen sangat tidak masuk akal!"
__ADS_1