Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 29: Tidak Tahan


__ADS_3

Kejadian hari itu, jelas menjadi hal yang sangat heboh di Rumah Keluarga Raymond.


Glen, pada akhirnya bisa di tenangkan oleh Carmila.


Dan Paman Glen itu, Roy, dibawa ke rumah sakit karena keadaannya yang cukup parah.


Tasya, Tante Glen jelas marah pada Keponakannya itu, karena memukuli Suaminya sampai babak belur itu.


"Glen! Kamu itu tidak masuk akal! Bagaimana bisa-bisanya kamu memukuli pamanmu hanya demi Pengasuh murahan itu?"


Glen yang mendengar kemarahan dari Tantenya itu, jelas langsung balik marah,


"Paman Roy mencoba melecehkan Carmila!! Bagaimana bisa aku membiarkan hal itu?"


"Jelas, Carmila pasti menggoda duluan Suamiku!!"


"Carmila tidak akan pernah melakukan itu!"


"Glen! Kamu itu masih begitu mudah, tahu apa soal masalah wanita! Tante sudah tahu begitu banyak wanita yang menggunakan trik semacam itu dengan cara menggoda laki-laki kaya yang sudah beristri, agar bisa mendapatkan uang, dengan mengunakan tubuhnya!"


Mendengarkan kata-kata dari Tantenya yang sangat tidak masuk akal itu, Glen semakin marah.


"Tante masih membela suami Tante yang bajingan itu?"


"Tante yang seharusnya bilang begitu, bisa-bisanya kamu itu membela Carmila, jangan bilang kamu juga tergoda oleh tipuan dari gadis sialan itu?"


"Kenapa Tante malah mencoba mengalihkan pembicaraan? Ini jelas, salah Suami Tante itu! Aku akan pastikan jika dia menerima ganjarannya! Ayahku akan tahu! Dan di Rumah Keluarga Raymond, tidak diijinkan untuk melecehkan pelayan! Namun berani beraninya suami tante berdua semacam itu! Dan Tante masih saja membela nya? Aku pikir sini Tante adalah yang tidak masuk akal,"


Tasya yang mendapatkan ceramah dari keponakaanya itu, segera diam.


"Nyonua, Tasya mobil sudah siap nyonya harus segera masuk ke mobil untuk mengantarkan Tuan Roy ke Rumah Sakit,"


Kata-kata dari Pelayan itu, mengakhiri pertengkaran itu.


Ayah Glen, yang kebetulan baru datang tentu saja menjadi heran ketika melihat keributan di rumah itu, terutama saat melihat Glen begitu marah pada Tasya.


Brian, segera mulai bertanya pada salah satu pelayan untuk menanyakan apa yang terjadi.


Pelayan disana, sebenarnya tidak begitu tahu apa yang terjadi.


"Jadi, tadi Tuan Glen sepertinya memergoki Tuan Roy, ingin melecehkan Pengasuh Tuan Muda, Carmila. Dan Tuan Muda memukuli Tuan Roy, karena sikap kurang ajar itu. Namun, Nyonya Tasya sepertinya tidak terima dengan hal itu, dan begitulah kenapa mereka bertengkar,"


Brian yang dengar kabar itu tentu saja menjadi marah.


Dia segera mendatangi, Putranya dan berkata,


"Glen, hal yang kamu lakukan sudah benar. Di Rumah ini, tidak diijinkan perbuatan tercela seperti itu, kamu tidak perlu terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh Tante mu. Pokoknya, Papa akan selalu mendukungmu,"


Mendengar kata-kata hangat dari Ayahnya itu, Glen setidaknya merasa cukup lega, karena ada seseorang yang mau membelanya.


Namun saat ini pikiran Glen, masih tidak fokus.


Dirinya masih memikirkan soal keadaan Carmila, dan tindakannya sendiri pada Carmila sebelum-sebelumnya, yang jika dipikirkan lebih jauh itu hampir mendekati pelecehan.


Glen masih ingat tatapan ketakutan Carmila tadi, dan bahkan Carmila yang sepertinya masih sedikit gemetar ketika dirinya antarkan ke kamarnya.


Itu benar, hal semacam itu pasti begitu mengerikan untuk di alami oleh seorang gadis.

__ADS_1


"Glen, lalu bagaimana keadaan Carmila?"


Kata-kata Ayah Glen itu, membayar kan lamunan Glen.


"Ya saat ini sedang beristirahat di kamarnya. Kupikir dia butuh untuk menenangkan diri, aku juga sudah menyuruh pelayan wanita untuk mengantarkan nya minuman hangat dan makanan, agar dia bisa lebih tenang juga,"


"Itu bagus. Aku harap dia akan baik-baik saja setelah ini. Hah, Papa juga tidak pernah mengira bisa ada kejadian seperti ini,"


Glen hanya mengagguk.


Glen yang paling merasa bersalah karena tidak pernah tahu jika ada pelecehan selama ini.


Cermila terlalu pintar menyembunyikan hal-hal semacam itu dari dirinya, sehingga dirinya tidak sadar.


Karena terlalu pusing, Glen akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamarnya juga.


####


Hari berlalu dengan cukup cepat, pagi itu Glen sudah tidak lagi melihat wajah Carmila, kata beberapa pelayan Carmila saat ini pulang kerumahnya.


Jadi, Glen hanya bisa menatap kamar Carmila yang saat ini kosong.


Hal-hal kemarin pasti sangat membuat Syok Carmila.


Dari, sini Glen mulai memikirkan lagi soal hubungan antara dirinya dan Carmila.


Sekarang apa yang harus dirinya lakukan?


Apakah sebenarnya Carmila juga mengagap dirinya sama, seperti seseorang yang telah melecehkan nya seperti itu?


Bahwa, dalam hatinya mungkin Carmila jijik padanya?


Jadi...


Tapi, dirinya juga tidak sanggup untuk benar-benar melupakan perasaannya ini.


Apakah dirinya harus mencoba melupakan Carmila?


####


Hari-hari segera berlalu dengan cepat, dan Carmila akhirnya sudah kembali bekerja seperti biasa.


Namun, yang Carmila lihat ketika dirinya kembali ke Rumah Keluarga Raymond, adalah Tuan Muda Glen, yang sepertinya kali ini tidak hanya bersifat dingin padanya, namun lebih seperti mengabaikannya.


Misalkan, Glen akan lebih dulu menyuruh pelayan lain untuk mengurus kebutuhannya, dan membiarkan Carmila untuk mengurus hal-hal dan pekerjaan lainnya.


Dari sini, Carmila jelas saja merasa itu aneh.


Hal-hal yang terjadi sebelumnya, memang sempat membuat dirinya merasa takut.


Namun, dirinya sekarang sudah lebih baik setelah beristirahat di rumah.


Ini jelas karena Carmila belakangan ini di rumah merasa cukup kesepian, karena tidak melihat wajah Tuan Mudanya itu.


Ya, Carmila merasa sangat bersyukur karena hari itu Tuan Mudanya datang menolongnya.


Tuan Mudanya, benar-benar datang ketika dirinya membutuhkan pertolongan...

__ADS_1


Membuat Carmila merasa semakin sulit untuk menghapus perasaannya.


Jadi, dirinya ingin segera kembali ke Rumah Keluarga Raymond, untuk segera mengucapkan terima kasih kepada Tuan Mudanya.


Namun mana tahu, jika Tuan Mudanya itu, malah mencoba menghindari dirinya, kan ketika mereka hampir berpapasan, Tuan Mudanya itu, salah berbalik arah dan memilih pergi ke tempat lain.


Carmila tentu saja menjadi heran dengan sikap itu.


Namun, ketika memikiran soal kejadian sebelumnya, dimana dirinya hampir di lecerkan itu, Carmila jadi merasa takut jangan bilang, jika Tuan Mudanya seperti Nyonya Tasya yang menuduh dirinya dulu yang mengoda Pamannya?


Apalagi, Glen pernah tahu jika dirinya menyukai Ayah Glen.


Carmila, benar-benar menjadi begitu takut untuk salah paham itu.


Namun, Carmila juga tidak tahu bagaimana cara berbicara dengan Tuan Mudanya, dirinya takut untuk membicarakan soal perasaannya ini.


Karena, bahkan walaupun mereka berdua sama-sama saling menyukai, bulan ini benar-benar tidak memiliki masa depan terutama soal restu dari keluarga.


Carmila benar-benar mengalami dilema.


Sampai hari itu, Carmila ketika berada di taman depan, dirinya melihat dimana Tuan Mudanya sedang bersama dengan Cecilia, terlihat sedang asyik mengobrol, dan sangat akrab.


Ya, Carmila setelah menyadari perasaannya sendiri, hatinya begitu sakit ketika melihat mereka berdua bersama.


Namun memang, Carmila tidak bisa untuk tidak mengakui jika gadis seperti Cecilia memang seseorang yang cocok untuk Tuan Mudanya itu.


Carmila yang merasa tidak tahan dengan melihat adegan itu berniat segera pergi dari sana.


Namun tetap saja, diam-diam, Carmila sedikit menengok ke belakang.


Namun mana tahu adegan berikutnya membuat Carmila cukup tercengang.


Tentang bagaimana Tuan Mudanya itu, mencium Cecilia.


Berbeda dari adegan di ruang pribadi sebelumnya yang mana Carmila tidak begitu jelas melihatnya.


Saat ini dirinya melihat adegan itu dengan jelas.


Hatinya, benar-benar terasa sangat hancur.


Bagaimana jika Tuan Mudanya itu, ternyata memang sudah melupakan perasaannya pada dirinya?


Dan benar-benar, mulai jatuh cinta pada gadis bernama Cecilia?


Jujur, ketika membayangkan dimasa depan, dirinya harus lebih sering melihat mereka berdua bersama, hatinya tidak akan sanggup.


Dirinya tidak akan tahan melihat mereka berdua bersama seperti itu, menikah dan memiliki anak.


Dan lagi, dirinya harus mengasuh anak mereka nanti dimasa depan?


Tidak...


Hal ini tidak bisa untuk, Carmila hadapi.


Jadi, Carmila sudah membuat sebuah keputusan.


Ya, keputusan yang terbaik yang bisa dirinya ambil.

__ADS_1


Dan itu adalah....


__ADS_2