Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 8: Terlihat Tampan jika dia Diam


__ADS_3

Pagi itu, Carmila memutuskan untuk menjaga Tuan Mudanya itu yang saat ini terbaring di tempat tidur, terlihat lemah dan tidak berdaya, namun Tuan Mudanya itu, tidak ingin untuk di bawa ke Rumah Sakit.


"Tuan Muda, kenapa kamu bisa sakit seperti ini?"


Carmila lagi-lagi mengajukan pertanyaan.


"Aku sakit karena memikirkanmu, Carmila..."


Mendengar jawaban omong kosong lagi semacam itu, Carmila hanya menghela nafas, lalu segera mengompres kepala Tuan Mudanya itu lagi.


"Hah, Tuan Muda sebaiknya segera minum obat saja,"


"Carmila, artinya kamu tidak benar-benar serius menanggapi penyakitku!"


"Apa lagi, Tuan Muda? Aku sangat khawatir, sampai-sampai Aku bahkan tidak mandi, dan langsung ke sini tepat setelah menerima kabar ini, Aku sangat khawatir, kenapa bisa kamu sakit tiba-tiba seperti ini, dan ada apa dengan suhu yang begitu tinggi ini?" Kata Carmila sambil memeriksa suhu tubuh Glen yang memang masih tinggi.


Mendengar itu, Glen tersemyum, merasa puas jika rencananya berhasil, bahwa Carmila ternyata memang peduli pada dirinya, dan memiliki titik titik lemah tertentu pada dirinya.


Tidak sia-sia dirinya berendam semalaman, walaupun hasil hasilnya nyata lebih buruk daripada yang dirinya perkirakan, sampai pingsan segala, namun ini juga baik melihat betapa cemasnya Carmila.


"Hmm, Terimakasih telah peduli padaku,"


Carmila tidak menjawab, hanya fokus untuk mengompres kelapa Glen.


Tidak lama setelah itu, ada Pelayan yang mengantarkan sarapan untuk Glen, Carmila cara menerima sarapan itu, lalu segera menatap kearah Tuan Mudanya itu,


"Tuan Muda, kamu harus sarapan yang cukup, agar nanti cepat sembuh,"


Glen jelas tidak akan melewatkan kesempatan ini.


"Ah... aku rasanya benar-benar tidak memiliki energi bahkan untuk menggerakkan jariku, aku menjadi kesulitan untuk makan,"


Carmila hanya menghela nafas setelah mendengar itu karena dirinya mengerti apa yang Glen mau.


Memang, ketika Tuan Mudanya sakit, iya bisa bersikap dua kali lebih manja daripada biasanya.


Carmila kera mengambil sendok dan mulai menyuapi Glen di tempat tidur.


Glen benar-benar sangat menikmati situasi ini, dan setelah Glen menghabiskan sarapannya itu, dia berkata,


"Carmila, kamu begitu baik sekali,"


"Ini sudah tugasku,"


"Tapi aku pikir bukannya kamu sedang cuti?"


Sekarang Carmila menjadi ingat, bahwa dirinya memang sedang mengambil masa cuti, dan saatnya istirahat dan tidak bekerja, namun kenapa dirinya sekarang malah berada di Rumah Keluarga Raymond?

__ADS_1


Carmila sendiri tidak mengerti tentang dirinya, nanya tepat ketika dirinya mendengar Tuan Mudanya sakit, pikirannya benar-benar menjadi sangat cemas dan ingin segera ke sini.


"Yah, aku jelas harus mendapatkan bonus tambahan karena harus bekerja di masa cuti,"


Glen segera tersenyum dan berkata,


"Tentu saja, kamu jelas akan mendapatkan bonus tambahan,"


Mendengar kata-kata Tuan Mudanya itu, Carmila jelas senang.


Siapa juga yang tidak senang ketika mendengar kabar mendapatkan bonus gaji?


Ya, Carmila masih cukup menyukai uang.


"Itu harus, Tuan Muda,"


"Kesini sebentar, Carmila, mendekatlah,"


"Kenapa Memangnya?"


"Aku akan memberimu bonus di muka,"


Mendengar itu, Carmila jelas menjadi bersemangat dan tanpa pikir panjang segera mendekat ke arah Glen.


Sampai tiba-tiba, Carmila di kagetkan oleh kehangatan tiba-tiba di pipinya..


Itu adalah ciuman ringan di pipi Carmila, membuat dirinya begitu tidak percaya dan merasa malu sendiri, Carmila segera mundur ke belakang dengan panik, wajahnya sedikit memerah.


Hal-hal ini, benar-benar hampir membuat jantungnya copot saling kagetnya.


"Tuan Muda... Apa yang barusan kamu lakukan?"


Glen tersenyum penuh percaya diri dan berkata,


"Ini adalah bonus yang aku berikan, memang kamu tidak menyukainya?"


"Aku pikir itu tambahan gaji!! Apa-apaan ini! Tuan Muda jelas tidak boleh melakukan hal semacam itu di masa depan,"


"Aku tidak pernah bilang jika aku akan memberimu bonus berupa gaji tambahan, kamu saja yang dari awal terlalu bersemangat dengan bonus ini, kamu benar-benar tidak berubah masih sama sejak pertama kali kita bertemu, masih suka tertipu oleh trikku," kata Glen sambil tertawa.


Carmila kemudian menjadi teringat tentang pertemuan pertama mereka, dimana Glen yang saat itu sikecil meni punya dengan cara meng iming-iming dirinya uang, jika dirinya mau berpura-pura menjadi Mama Glen.


"Owh, benar, saat itu Tuan Muda jurus ku untuk berpura-pura sebagai, Mamamu, kamu sungguh lucu ketika memanggilku Mama,"


"Kami bukan Mamaku, aku sudah bilang aku tidak akan pernah menganggap kamu seperti itu, Carmila,"


Hah, Carmila memilih untuk diam karena jika diteruskan lagi bahasanya akan menjadi seperti sebelum-sebelumnya dan berakhir dengan mereka berdua bertengkar.

__ADS_1


Dan memang, sudah sejak lama Tuan Muda ini hanya memanggil namanya ketika memanggil dirinya, sikap tidak sopan ini hanya berlaku untuk dirinya, Carmila benar-benar tidak habis pikir soal hal-hal yang Tuan Mudanya lakukan.


Setelah minum obat, Glen yang memang kondisinya tidak begitu baik itu segera merasa lelah dan tidur.


"Carmila, kamu jangan pergi kemana-mana, temani Aku di sini,"


Carmila hanya tersenyum dan mencoba menyakinkan Tuan Mudanya itu.


"Tentu saja, aku tidak akan kemana-mana aku akan di sini menemani Tuan Muda sampai sembuh,"


"Kamu berjanji?"


"Tentu saja, Aku janji, aku benar-benar tidak akan kemana-mana. Memang kemana lagi aku pergi?"


Glen mulai memikirkannya, mungkin saja Carmila akan pergi lagu bertemu dengan laki-laki yang ingin dijodohkan oleh orang tuanya itu bukan?


Dirinya kan benar-benar sangat sedih jika hal itu terjadi, jika ketika dirinya tidur Carmila pergi.


Segera, Glen mengambil tangan Carmila, dan mengegam erat tangan itu.


"Kamu tidak boleh pergi, kamu harus berjanji, dan jangan melepaskan tanganku,"


Carmila merasa hal hal ini terlalu berlebihan namun apa boleh buat dirinya menerimanya saja.


Kemudian, Glen yang memang cukup lelah itu perlahan-lahan menutup matanya dan mulai bertidur.


Carmila mulai menatap pemuda di hadapannya itu yang saat ini mulai tertidur dengan lelap.


Dirinya melihat ekspresi tenang itu, ekpersi tidur yang terlihat damai dan indah.


Tanpa sadar, Carmila menatap lekat wajah itu, gajah dari seorang pria yang terbilang sudah cukup dewasa.


Sudah bukan lagi Tuan Muda kecil ketika dirinya pertama kali bertemu.


Bulu matanya yang indah dan sedikit panjang, juga kulit wajahnya yang begitu putih, wajahnya yang terlihat sangat tampan, sungguh maha karya pencinta yang indah.


Carmila tanpa sadar sedikit mengelus bulu mata itu.


Mengapa wajah diam itu.


"Hmm, jika Tuan Muda tenang dan diam seperti ini, dia benar benar terlihat sangat tampan,"


Ketika mengatakan itu, Carmila tiba-tiba merasa tidak nyaman.


Astaga...


Apa sih yang baru sendirinya lakukan?

__ADS_1


Hah, yes dirinya tidak boleh bersikap tidak tahu malu seperti ini.


Carmila segera menarik tangannya dan mulai memalingkan wajahnya agar tidak menatap Glen lagi.


__ADS_2