
Hari-hari segera berlalu sekali lagi dalam sekejap sejak Pesta Resepsi Pernikahan Carmila dan Glen.
Juga, sudah beberapa hari Carmila tinggal di Rumah Keluarga Raymond sebagai Istri Glen Raymond.
Namun, hari-hari tidak seindah yang Carmila pikirkan.
Misalnya saja, beberapa teman Pelayan yang biasanya akrab dengannya, karang mulya menjaga beberapa jarak dengan dirinya.
Entah itu mungkin keinginan mereka sendiri, atau mungkin itu suruhan dari Nenek atau Tante nya Glen.
Jadi, ketika di Rumah sendiri saat Glen pergi, Carmila benar-benar tidak memiliki teman yang bisa diajak bicara.
Beberapa pelayan sering kali bergosip juga, tentang Carmila yang menikah dengan Glen.
"Hey, Carmila itu sungguh beruntung sekali, dia bisa menikah dengan Tuan Muda Glen, yang bahkan berumur 10 tahun lebih muda, astaga..."
Salah satu Pelayan lain segera berkata dengan sinis,
"Namun dia itu tidak tahu malu, kamu tahu sendiri bukan? Carmila itu pengasuh Tuan Muda Glen! Mereka bertemu ketika Tuan Muda Glen masih anak-anak dan sekarang, Carmila menikah dengannya? Apakah menurutmu itu bermoral?"
"Kamu benar sekali aku benar-benar tidak habis pikir,"
"Kamu juga ingat, soal kejadian sebelumnya, yang sepertinya Carmila itu mengoda Tuan Roy?"
"Aku ingat itu membuat Nyonya Tasya marah besar,"
"Hah, dan mungkin karena rencananya mengoda Tuan Roy gagal, dia malah mendekati Tuan Muda Glen? Astaga, benar-benar murahan,"
"Jika aku tidak salah ingat, Carmila itu juga cukup dekat dengan Tuan Brian,"
"Astaga, benar-benar tidak tahu malu sepertinya, seperti semua Pria di Rumah ini dia embat semua,"
"Memang, ambisinya cukup besar untuk menjadi Nyonya Keluarga Raymond,"
Ya, seperti itulah gosip yang beredar di antara beberapa pelayan, terutama beberapa Pelayan yang masih cukup baru di Rumah itu, yang bekerja kurang dari 2 tahun.
Gosip memang selalu ada di mana-mana dan menyebar dengan cepat.
Carmila yang kebetulan melewati dapur, mendengar beberapa pelayan itu menggosipkannya.
Ini bukan pertama kalinya dirinya di gosip kan seperti ini setidaknya sejak hari pernikahannya semuanya sudah berlangsung, gosip menjadi semakin liar.
Carmila yang merasa tidak tahan, jelas segera keluar dan berkata,
"Bukankah kalian seharusnya bekerja? Kenapa kalian malah hanya bergosip? Kalian tidak tahu apa-apa sebaiknya diam saja,"
Itu adalah sebuah kata-kata yang cukup dingin, yang membuat para pelayan segera diam.
Ya, karena bagaimanapun juga Carmila masih Nyonya di Rumah ini sekarang.
Namun kebetulan, disana ada Pelayan Pribadi milik Tasya.
Yang gelas tidak terpengaruh dengan kata-kata Carmila, karena ada seseorang yang jelas akan membela nya nanti.
Dia segera berkata dengan arogan,
"Astaga, telah kamu jadi majikan sekarang sikapmu menjadi sangat sombong ya, Carmila? Kami semua hanya mengatakan yang sebenarnya kenapa kamu begitu marah? Kamu hanyalah wanita murahan yang suka menggoda laki-laki Kaya,"
Mendengar sikap tidak sopan dari salah satu Pelayan, yang bahkan berani untuk merendahkan nya seperti ini jelas Carmila merasa cukup emosi.
Ya, dirinya sekarang adalah Istri Glen Raymond, dan demi menjaga kehormatannya dan kehormatan Suaminya, jadinya jelas tidak bisa dipandang rendah oleh orang lain.
__ADS_1
Ini adalah tekat, yang Carmila ingin lakukan mulai dari sekarang.
"Jaga ucapanmu, ya!"
"Kenapa kamu marah? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya! Aku dengar sendiri dari Nyonya Tasya soal kamu yang mencoba untuk menggoda Suaminya, Tuan Roy,"
Carmila ketika mengingat Roy, belas menjadi sangat kesal tentang bagaimana pria itu selain mencoba melecehkan dirinya namun juga memfitnahnya di depan Istrinya dan semua orang.
Carmila segera menampar Pelayan yang tidak sopan itu.
Tamparan itu membuat Pelayan itu kesal, namun sangat beruntung kebetulan Tasya lewat disana, dan melihat Carmila menampar Pelayan Pribadinya itu.
"Carmila! Apa yang kamu lakukan? Kamu sekarang benar-benar arogan dan memperlakukan pelayan dengan buruk? Apakah kamu tidak sadar dulu siapa kamu?"
Carmila tentu saja menjadi kaget dengan kedatangan Tasya itu.
"Maaf, Tante Tasya... Saya tidak bermaksud seperti itu namun pelayan ini bersikap tidak sopan padaku, aku hanya sedikit mendisiplinkannya,"
Tasya yang mendengar jawaban dari Carmila, jelas Merasa tidak senang dan berkata,
"Kamu sekarang bahkan berani membantahku? Hanya karena Kakak dan Kenopakanku ada di pihakmu, bukan berarti kamu bisa melakukan hal seenaknya di rumah ini apalagi sampai membantah kata-kataku, dan jangan panggil Aku Tante! Aku benar-benar tidak Sudi tentang bagaimana aku menjadi satu keluarga denganmu! Panggil Aku Nyonya seperti biasanya,"
Carmila tentu saja merasa pusing ketika harus berhadapan dengan Tasya, yang memang dari dulu selalu suka membuat masalah dengannya dan belakangan masalah yang dibuat oleh wanita di depannya itu menjadi lebih parah dan lebih parah.
Mengagap sepertinya tidak ada gunanya untuk berbicara lebih banyak atau itu hanya akan menyulut kemarahan wanita di depannya itu, Carmila sekali lagi berkata,
"Saya minta maaf, Nyonya Tasya. Saya tidak bermaksud untuk tidak sopan,"
Pelayan Pribadi Tasya itu, lalu segera berkata dan menambahkan,
"Bohong itu, Nyonya Tasya! Carmila ini barusan menamparku, jika Nyonya tidak datang entah nasib buruk seperti apa yang aku alami,"
Carmila yang mendengar kata-kata membual dari Pelayan itu, jelas merasa kesal dan berkata,
"Aku... Aku hanya mengatakan soal kamu yang mengoda Tuan Roy dulu, apakah aku salah? Aku hanya mengatakan fakta, benar begitu Nyonya Tasya?"
"Tidak, Aku tidak pernah menggoda siapapun," kata Carmila lagi.
Dan segera tamparan mendarat di pipi Carmila dari Tasya.
"Lalu kamu mau bilang jika suamiku lah Yang menggodamu? Apa yang baik dari dirimu sampai-sampai dia menggodamu Dasar kamu tidak tahu malu!!"
Ini bukan tamparan pertama yang Carmila terima, namun saat ini Carmila berpikir ini belum saatnya untuk mencoba melawan balik.
Namun sampai kapan dirinya akan seperti ini?
"Sekarang kamu diam? yang aku katakan jelas benar kamu itu memang wanita murahan yang suka menggoda semua laki-laki yang ada di rumah ini," kata Tasya lagi.
Ya, memang hal-hal yang dikatakan oleh Pelayan Pribadinya itu, kurang lebih berasal dari majikannya itu.
Dari Carmila yang mengoda Suaminya Roy,, lalu mencoba mendekati Kakaknya Brian, sampai sekarang menjebak Glen menikah dengannya, dengan trik murahan.
Tasya sudah dengar awal mula Kenapa mereka berdua bisa menikah mendadak seperti itu, itu karena mereka berdua kepergok berbuat mesum ketika berada di Desa.
Hah, Trik wanita didapannya benar-benar sangat murahan!
Tasya yang memikirkannya saja hanya merasa kesal.
"Tante, Tolong jangan berbicara sembarangan soal, Istriku!"
Glen yang baru saja keluar dari kamar, dan berniat menyusul Carmila yang katanya ingin mengambil minum itu menyusul, karena istrinya itu tidak kunjung kembali, aku terjadi sesuatu di bawah dan ternyata dugaannya benar.
__ADS_1
Dirinya tidak mengira ketika dirinya tidak ada istrinya mendapatkan perlakuan semacam itu dari keluarganya, apakah itu alasan kenapa Carmila belakangan ini memiliki wajah tidak senang?
Jelas, Glen menyadari perubahan sikap Carmila, walaupun terlihat mencoba ceria dan tersenyum di belakangnya namun dirinya tahu jika istrinya itu sepertinya memiliki beberapa tekanan.
Ya, sudah berapa lama Glen mengenal Carmila?
Dulu, saat Carmila punya masalah soal Ayahnya sakit saja, Carmila tidak bercerita apapun dan tetap memasang senyum didepannya kala itu, saat dirinya masih kecil.
Tasya jelas merasa kaget dengan kedatangan keponakaanya itu.
"Glen kamu...."
Glen yang melihat respon gugup dari Tantenya itu, segera berkata lagi,
"Kenapa Tante? Aku sungguh tidak mengira di belakangku, Tante bisa bersikap seperti itu kepada Istriku,"
Tasya mencoba menenangkan dirinya, karena sepertinya percuma berbicara baik-baik dengan keponakannya itu, Tasya segera berkata dengan emosi,
"Apa? aku hanya menghukum istrimu itu karena sekarang dia bersikap sombong dan arogan, dan lagi, kamu itu ya Glen, bisa-bisanya menikah dengan wanita semacam ini dan membuat kekacauan di Perusahaan!"
"Tante, Aku sudah bilang sebenanya, jangan pernah menghina Istriku lagi, soal kekacauan di perusahaan aku pasti akan bisa mencari solusi,"
"Ini jelas salah wanita sialan itu! Di Tulang Pembawa Sial! sudah berapa banyak ke sialan yang keluarga kita dapatkan karena kamu menikah dengannya? Hah, warga kita bahkan dicap buruk oleh keluarga keluarga lain apakah kamu tidak tahu? Pernikahan mu itu hanya membuat malu apalagi Aku tahu tentang alasan kenapa kalian berdua menikah, itu karena Carmila menjebak mu bukan?"
Glen merasa kata-kata Tantenya itu semakin lama semakin tidak masuk akal.
"Ini semua bukan salah Carmila,"
"Jelas itu semua adalah salahnya! kamu itu tidak oleh wanita murahan ini seperti bagaimana dia menggoda suamiku apakah kamu tidak tahu?"
Glen yang mendengar itu menjadi semakin emosi, apalagi ketika mengingat pamannya.
"Itu semua jelas karena Paman Roy saja yang hidung belang, Tante udah tahu saja kelakuannya di belakang Tante!"
"Jangan bicara secara sembarangan soal suamiku, jelas Carmila itu yang mengoda semua Pria di Rumah ini, apakah kamu tidak tahu? Bahkan Carmila itu mengoda Ayahmu sendiri, Brian!"
Terjadi pertengkaran yang sangat hebat di sana, Carmila mencoba untuk menenangkan Glen, namun tetap tidak berhasil.
Salah satu pelayan yang mendengar ribut ribut itu jelas aja segera pergi keluar, untuk mencari Nyonya Besar, Nenek Glen agar bisa menenangkan situasi itu.
Ayah Glen kebetulan sedang di luar dan berolahraga jadi tidak tahu jika ada keributan yang terjadi di dalam rumah.
Apalagi setelah Nenek Glen datang, bukannya situasi menjadi semakin baik namun situasi malah menjadi semakin buruk.
"Glen! Nenek sesungguhnya sangat kecewa padamu apalagi sejak kamu menikah dengan, wanita Pembawa sial ini! Nenek udah habis pikir kenapa kamu bisa menikahi wanita tua sepertinya," kata Nenek Glen dengan marah, yah akhirnya semula kemarahan yang ditunda selama beberapa hari, oa ketidakpuasan pernikahan cucunya itu segera keluar semua.
"Nenek, kenapa Nenek musih begitu menentang soal pernikahanku?"
"Bagaimana Nenek setuju? Hah, wanita itu jelas hanya mengincar hartamu, jika kamu bukan dari Keluarga Raymond, kamu pikir wanita di sampingmu yang menjadi Istrimu itu mau menikah denganmu? Itu hanya dimanfaatkan namun tidak sadar,"
"Carmila Dia, tidak seperti itu, dia tidak mengincar hartaku,"
"Halah, Glen kamu itu hanya ditipu oleh nya dan bisa-bisanya kamu di tipu benar-benar membuat Keluarga Raymond malu! Tidak tahu apa kata kerabat kita soal kamu? Pria yang di perdaya oleh Pelayannya. Kan lebih baik jika kamu segera menceraikan Carmila itu!"
"Nenek! Aku tidak akan pernah bercerai dengan Carmila!"
"Apa lagi yang kamu harapkan dari Carmila? Seharusnya, kamu itu menurut apa kata Keluarga, tanpa Keluarga Raymond, kamu itu bukan apa-apa dan tidak memiliki apapun," tambah Tasya memperkeruh situasi.
"Itu bener, Glen masih muda dan tidak tahu apa tentang dunia kamu itu seharusnya menurut pada keluargamu jangan hanya termakan cinta buta pada Carmila, kamu itu harus segera bercerai dengan nya ini semua demi kebaikanmu sendiri,"
Glen yang merasa sekarang harga dirinya di injak-injak itu segera marah.
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak akan bercerai dengannya! Apa yang salah jika Aku menikah dengannya? Dan lagi, Aku memang masih muda, namun bukan berarti jika tidak ada Keluarga Raymond aku tidak bisa hidup,"