
Beberapa hari segera berlalu sejak Carmila datang ke Rumah Keluarga Raymond sebagai Menantu.
Tentu saja, sejak kejadian hari itu, saat kedatangan Carmila kembali, jelas masih tidak ada persetujuan dari Nenek ataupun Tante Glen.
Mereka berdua marah dan masih menentang soal pernikahan itu.
Namun, karena Ayah Glen, Brian setuju, sejauh ini mereka berdua tidak mengatakan apa-apa lagi sementara.
Dan ini adalah pagi yang baru, ketika Carmila bangun tidur dirinya berada di sebuah kamar yang familiar namun sedikit terasa tidak familiar.
Ya, ini adalah kamar dari Glen Raymond.
Tentu saja, Carmila cukup sering untuk memasuki kamar ini, sejak dirinya tiba di rumah ini.
Desain kamar ini, tentu saja berubah seiring berjalannya waktu, sesuai dengan sang pemilik kamar yang tumbuh dewasa.
Namun untuk Carmila, merasakan dirinya tinggal di kamar besar dan mewah ini adalah sesuatu yang tidak bisa dirinya percayai.
Terutama setelah melihat sosok pemuda tertentu yang ada disampingnya, memeluk erat dirinya.
Hal-hal ini seperti sebuah mimpi, jika dirinya benar-benar sudah menjadi milik dari Tuan Muda yang selalu dirinya layani, menjadi Istri dari Tuan Mudanya.
Hal-hal yang sebelumnya tidak pernah tergesit dalam pikirannya.
Namun semua berjalan dengan begitu cepat.
"Kamu sudah bangun Carmila? Kupikir ini masih terlalu pagi,"
Suara magnetis itu berbisik tepat ditelinga Carmila, memberikan Carmila sedikit rasa geli ketika mendengarnya, ada nada penuh kemalasan dari suara itu.
"Aku masih terbiasa bangun lebih awal daripada, kamu,"
"Tapi sekarang kamu tidak perlu lagi bangun awal,"
"Aku hanya tidak terbiasa. Jadi apa yang kamu inginkan pagi ini?"
"Carmila, kamu sekarang sudah bukan pengasuh, berhentilah mencoba menyiapkan semua perlengkapanku, dan hal-hal semacam itu, biar pelayan saja yang melakukannya, menyiapkannya untuk kita berdua,"
"Hah, tapi sebagai Istri tetap saja Aku harus..."
"Ayolah, kamu lebih santailah sedikit dan tidak perlu melakukan apapun, Sebenarnya ada hal lain pagi ini yang sangat aku butuhkan," kata Glen dengan senyumannya, yang terlihat mencurigakan Dimata Carmila.
"Apa yang kamu butuhkan?"
Glen lalu mulai memeluk Carmila lebih erat, dan mulai mengambil tangan Carmila untuk diletakkan ke bagian tertentu, yang sekarang sedikit keras.
Lalu, Glen berkata dengan suara mengoda,
"Emm, Aku ingin kamu membantuku dalam hal-hal ini, maukah kamu melakukannya?"
Wajah Carmila menjadi merah merasa sangat malu ketika dirinya tahu, hal apa yang ada ditangannya.
Carmila merasa tidak habis pikir, jika Glen ini sekarang menjadi semakin tidak tahu malu.
"Apa? Jangan mulai ini masih pagi,"
"Justru karena ini masih pagi, jadi milikku masih bersemangat. Ayolah, Carmila... Mau ya?" Kata Glen sambil mencium teliga Carmila, untuk mengodanya.
"Tolong jangan seperti ini," kata Carmila merasa geli dengan tindakan tiba-tiba itu.
"Tapi kita sudah cukup lama tidak melakukannya,"
Ah, sekarang Carmila baru ingat, beberapa hari lalu, milik Glen memang sempat mengalami 'cedera' ringan, dan tidak bisa di gunakan untuk hal-hal semacam itu.
"Apakah itu sudah sembuh?"
__ADS_1
Glen yang mendengar pertanyaan Carmila, tiba-tiba merasa sedikit kesal.
"Ini sudah sembuh, Apakah kamu masih ingin meledekku karena tidak bisa menggunakannya selama beberapa hari ini?"
"Tidak, tidak, aku hanya cukup khawatir juga dengan keadaanmu,"
"Hpmh, tentu saja kamu harus khawatir. Jika itu tidak bisa digunakan lagi, bagaimana caraku menyenangkanmu?"
Mendengar kata-kata surgesif ini, pipi Carmila menjadi memerah.
"Apa-apaan, itu, kamu terlalu banyak bicara omong kosong,"
"Jadi mari kita langsung praktek saja, Aku juga ingin melihat apakah ini bisa di gunakan dengan baik lagi atau tidak,"
"Glen...."
Itu adalah pagi indah untuk mereka berdua, menikmati kebersamaan mereka.
Dan setelah jam menunjukan setengah delapan pagi, keduanya baru saja selesai mandi, setelah kegiatan pagi mereka.
Carmila yang pertama kali komplain,
"Glen, kamu jangan lagi melakukan hal semacam itu pagi-pagi, sekarang lihat, kamu akan jadi terlambat pergi ke Kantor, padahal ini hari pertamamu pergi bekerja setelah kamu libur panjang,"
"Tidak masalah sama sekali, memang siapa yang akan marah padaku? Aku biasanya rajin hanya sedikit bolos dan berangkat lebih siang tidak masalah, lagipula aku hanya mengurus beberapa hal penting setelah itu Aku akan segera pulang,"
"Huh? Kenapa kamu terlihat tidak semangat pergi ke kantor? Dan ingin cepat-cepat pulang?"
"Carmila, Apakah kamu tidak ingat? Kita berdua harus segera menyelenggarakan resepsi pernikahan kita, Ayahku sudah menyewa weding organizer, ini akan selesai dalam beberapa hari, hari ini kita akan memilih baju pengantin dan foto Prewedding, persiapannya benar-benar buru-buru, Jadi mungkin tidak akan bisa semewah yang kamu inginkan,"
Ah, Carmila baru saja ingat soal hal itu.
"Sebenarnya tidak perlu terlalu mewah yang paling penting, yah karena ini adalah Pernikahan dari Tuan Muda Keluarga Raymond, Aku rasa yang penting semua teman-teman dan kerabat di undang,"
"Baik-baik, jadi aku tidak perlu terlalu ribut mengurusnya?"
"Ya, tinggal terima jadi,"
####
Dan sesuai rencana, setelah beberapa hari, Acara Resepsi Pernikahan Glen dan Carmila saat ini sedang diadakan di salah satu hotel mewah milik Keluarga Raymond.
Ini sedikit Private Party, dimana hanya kerabat dekat, beberapa kolegan Perusahaan, dan tentu saja beberapa teman baik Glen dan Ayahnya, juga tidak lupa teman-teman Carmila tentunya.
Acara itu, awalnya berjalan cukup lancar, hanya saja, beberapa tamu tempat bergosip tentang bagaimana Glen menikah dengan Carmila.
Terutama soal Identitas Carmila.
"Astaga, kalau tidak salah bukankah Carmila ini adalah Pengasuh Tuan Muda Glen? Dia yang merawat Tuan Muda Glen sejak kecil bukan?"
"Ya, itu benar. Aku jelas tahu, di beberapa Pesta dulu, saat Tuan Muda Glen masih kecil dia akan ditemani oleh Pengasuhnya kemana-mana, dan itu Carmila ini,"
"Jadi, Carmila ini hanya dari kelas rendah?"
"Tapi yang lebih parah dari itu, wanita bernama Carmila ini lebih tua dari Tuan Muda Glen, Aku dengar dia sudah tiga puluh lebih,"
"Astaga, ini benar-benar tidak tahu malu. Wanita bernama Carmila itu jelas menipu Tuan Muda Glen bukan? Hah, menikahi Pria yang jauh lebih muda, apalagi harinya menjadi Tuan Mudanya yang dia rawat dari kecil, sungguh tidak tahu malu,"
"Aku juga heran kenapa bisa keluarga Raymond menyetujui hal-hal memalukan ini, tidak hanya menerima menantu rendahan, namun juga lebih tua,"
Ya, kira-kira semacam itulah gosip-gosip yang beredar di antara para tamu undangan.
Hal semacam itu jelas saja, membuat Tasya dan Nenek Glen merasa sangat jengkel dengan semua gosip yang beredar.
Mereka menjadi sangat malu dengan semua gosip itu.
__ADS_1
Jadi, begitu Pesta selesai, dan Glen pergi untuk mengurus hal-hal lain, Carmila yang ada di rumah menjadi bahan pelampiasan kemarahan.
Saat ini, Carmila sedang duduk di teras belakang sedang beristirahat karena begitu lelah setelah menghadiri resepsi panjang itu.
"Carmila! Kamu malah enak-enakan duduk di sana! Sungguh Kamu itu tidak tahu malu dan parasit! Apakah kamu tahu apa yang semua orang bicarakan tentang Keluarga Raymond? Keluarga tidak tahu malu yang menerima Menantu rendahan dan bahkan menerima wanita yang lebih Tua untuk Tuan Mudanya!"
Carmila jelas saja menjadi kaget ketika mendengar hal itu dari Tasya.
Sampai tidak tahu harus merespon apa.
Dirinya tidak mengira akan ada gosip semacam itu.
"Benar! Carmila, kamu itu memang sungguh tidak tahu malu berani sekali menikah dengan Cucuku! Padahal umurmu itu sampa seperti Tante nya Glen, sungguh Kamu itu tidak tahu diri sekali,"
Kata-kata dari Nenek Glen itu benar-benar menusuk.
"Tenang Ibu, Ibu jangan terlalu emosi pada Wanita tidak tahu malu ini. Aku yakin dia memang menjebak Glen dari awal, yang dia inginkan memang untuk menjadi Nyonya Keluarga Raymond, dia jelas mengincar harta Keluarga kami,"
"Tidak, Kau tidak seperti itu... Aku menikah dengan Glen karena Aku mencintainya..." Kata Carmila mencoba untuk membela diri.
Hal itu Tentu saja tidak dipercayai oleh dua wanita lain di sana.
Tasnya malah menampar pipi Carmila, dan berkata,
"Sudahlah berhenti bicara omong kosong. Namun kamu jangan pernah berharap hidupmu akan nyaman setelah menikah dengan Glen. Glen itu masih muda, aku yakin nanti setelah dia bosan denganmu, kamu pasti akan segera diceraikan,"
Kata-kata itu cukup menusuk.
"Itu benar, Aku yakin Cucuku itu akan segera sadar, bahwa kamu itu hanya Pembawa Sial! Apakah kamu tidak tahu? Karena Pernikahanmu dengan Glen, Perusahaan Raymond saat ini sedang dalam masalah besar, itu karena Keluarga Connelly memutuskan Hubungan mereka, banyak kerugian yang harus kita tanggung dengan ini,"
Carmila Tentu saja tidak begitu tahu soal hal-hal yang ada di perusahaan, karena Glen tidak pernah bercerita.
Dirinya memang sempat dengar soal putus hubungan itu, namun dirinya pikir itu hanya gertakan karena terbawa emosi dirinya tidak pernah mengira jika itu benar-benar terjadi.
"Aku... Aku tidak tahu bisa seperti itu," kata Carmila dengan gugup.
"Memang, Kamu itu tidak tahu apa-apa! Kamu pikir berapa Uang yang hilang dari Perusahaan Raymond? Itu 50 Milyar! Kamu bisa hitung sendiri seberapa banyak itu! Uang yang tidak akan pernah kamu bisa dapatkan bahkan seumur hidupmu! Itu hampir setara dengan 5% Saham Perusahaan, Hah... Sampai kehilangan 5%... Ini benar-benar membuat kekacauan," kata Tasya dengan marah.
Ketika mendengar hal itu, jelas ekpersi Carmila menjadi pucat.
50 Milyar?
Itu jelas jumlah yang sangat besar untuk dirinya...
Dirinya tidak mengira, Perusahaan sampai harus kehilangan Dana sampai sejauh itu...
Sial.
Dirinya awalnya tidak terlalu memikirkan efek samping dari Pernikahan mereka...
Apakah memang keputusasaanya untuk menikah dengan Glen benar-benar salah?
Carmila menjadi begitu sedih ketika memikirkan semua ini.
Bahwa dirinya benar-benar menjadi beban untuk Glen.
Itulah, seberapa beda kehidupan mereka berdua.
Glen adalah Tuan Muda dari Keluarga Kaya Raya...
Dan dirinya hanya gadis miskin.
Dirinya sempat lupa soal hal-hal ini, karena terbuai dengan Kebahagiaan bersama dengan Glen, orang yang dicintainya.
"Carmila! Kamu itu memang tidak tahu malu dan hanya merusak Masa Depan Cucuku! Seberapa banyak kerugian yang di miliki hanya dengan Menikah denganmu! Dan bahkan reputasi Keluarga jadi buruk! Semua itu gara-gara kamu! Kamu pembawa sial!" Kata Nenek Glen dengan marah.
__ADS_1