Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 11: Tidak Tahan


__ADS_3

"Carmila?"


Panggilan dari Glen itu, segera membuyarkan lamunan Carmila.


"Apa? Kenapa Tuan Muda bisa tahu hal-hal seperti itu?"


"Itu karena Aku menyukaimu, jadi aku tahu semua hal tentangmu,"


Ada rasa penasaran dalam diri Carmila, dirinya segera bertanya,


"Sejak kapan kamu menyukaiku?"


Glen terdiam lalu segera menjawab dengan aura misterius,


"Hmm, mungkin akan memberitahumu setelah kamu menerima cintaku,"


Carmila memilih untuk mengabaikan hal itu dan kembali memakan makan siangnya.


Mereka akan siang dengan tenang.


Hal ini mengingatkan Carmila tentang masalalunya, dimana Tuan Mudanya itu, ketika masih kecil sangat pemilih makanan, namun kebiasaan pemilih makanan itu menghilang semakin Tuan Muda nya itu dewasa.


Sekarang, Tuan Mudanya sudah mau untuk memakan sayuran seperti brokoli, atau selada.


Padahal, dulu Carmila sangat susah untuk membujuk Tuan Mudanya itu, agar dia mau makan sayuran.


Ya, Carmila sedikit memperhatikan ke arah samping, dan mengakui Tuan Mudanya yang dulunya manis dan imut itu, sekarang memang sudah tumbuh dewasa dan lebih mandiri.


Rasanya sedikit aneh ketika melihat seorang anak yang dirinya asu sekarang sudah menjadi terbesar ini.


Hah, dari sini Carmila juga menyadarinya jika sekarang dirinya bertambah tua.


Mencoba mengalihkan pikirannya, Carmila mulai memakan makanannya dengan cukup cepat.


Hingga, saat mereka berdua selesai, Carmila jelas meminta izin agar dirinya bisa segera pulang.


"Carmila, kenapa kamu buru-buru untuk pulang? Kamu kan bisa di sini sebentar,"


"Tapi udah ada apa-apa yang bisa aku lakukan di sini, itulah di rumah aku masih memiliki beberapa pekerjaan,"


"Hah, kamu itu sangat membosankan, padahal ini kesempatan yang bagus untuk melihat-lihat diluar rumah,"


"Tapi ini jelas bukan pertama kalinya Aku menguji tempat ini,"


"Ah, banar you ketika aku masih kecil, Aku sering mengajakmu kesini untuk mencari Ayahku,"

__ADS_1


"Ya, dan Tuan Muda sering menghilang entah kemana membuatku cemas ketika sampai di gedung ini,"


"Hah, itu kamu saja yang terlalu berlebihan, ketika aku ada di gedung ini aku tidak akan pernah tersesat aku tahu cara untuk pergi ke Ruagan Ayahku,"


Mereka berdua mulai membicarakan tentang hal-hal masa lalu, Carmila melihat senang ketika memikirkan soal masa lalu.


Dari sini Carmila juga sadar, mari sebagian waktu hidupnya belakangan ini memang hanya diisi oleh kenangan soal Tuan Mudanya.


Itukah kenapa dirinya sulit mendapatkan pacar selama ini?


"Carmila, aku akan mengantarkan mu parkiran,"


"Tidak perlu repot-repot,"


"Aku bosan berada di ruangan ini terus setidaknya ya bisa santai dengan berkeliling,"


Mendengar permintaan itu, Carmila tidak bisa menolak dan mengikutinya saja.


Saat itu masih jam Istirahat, jadi berapa sariawan yang kebetulan masih ada di kantor jelas menatap pemandangan di mana Tuan Muda Glen, sama dengan seorang gadis cantik.


Itu membuat semua mata yang melihat mereka bertanya tanya soal hubungan mereka.


Glen jelas saja menyadari tatapan orang-orang, jadi dengan tidak tahu malu, Glen lalu merangkul tangan Carmila.


"Tuan Muda apa-apaan?" Kata Carmila mencoba memberontak.


"Tapi itu karena Tuan Muda masih kecil, masih sangat suka melarikan diri dari pandanganku, membuat aku panik,"


"Jadi, sekarang kamu sudah menganggap aku sebagai Pria Dewasa?"


Dengar pertanyaan itu sepertinya kembali kebahasaan sebelum-sebelumnya, Carmila memilih untuk tidak menjawab dan mengabaikan nya.


Namun Carmila, udah merasa sedikit richeese tentang pandangan dari orang-orang yang terlihat menatap mereka berdua dengan penasaran.


Sungguh, Carmila merasa sangat malu dengan ini, dirinya segera mencoba mendorong Glen menjauh, namun jelas Glen sangat keras kepala merangkul tangan Carmila.


Tangan mereka saling bertautan satu sama lain.


Carmila ingat, dulu tangannya lebih besar, dan mengegam tangan kecil itu, namun sekarang berkebalikan, tangan Glen sudah lebih besar, dia juga sudah lebih tinggi.


Dan sekarang ada perasaan aneh ketika tangan mereka saling bergandengan seperti ini.


Memikirkan ini, Carmila merasa malu sendiri.


Glen diam-diam menatap Carmila yang ada disampingnya itu, menunjukkan ekspresi memerah yang sangat lucu.

__ADS_1


Ini benar-benar membuat dirinya tidak tahan.


Saat ini mereka sudah ada di parkiran yang sepi.


"Carmila, kamu sangat cantik,"


"Tuan Muda, sudahlah jangan terlalu berlebihan aku hanyalah gadis tua,"


"Tapi kamu masih sangat cantik, sungguh udah beberapa tahun berlalu namun tidak ada yang berubah dari dirimu, cantik seperti dulu,"


Semua wanita selalu suka jika dipuji seperti itu, tidak terkecuali Carmila.


Ekpersi manis itu benar-benar terlalu mengoda untuk Glen.


Jadi, Glen segera menarik Carmila kedalam pelukannya.


"Tuan Muda, apa yang kamu lakukan tiba-tiba?"


"Carmila, aku benar-benar tidak tahan ingin membuat kamu menjadi milikku, jadi aku bisa bebas memelukmu seperti ini,"


"Jangan seperti ini...."


Glen yang tidak tahan itu, segera mendekatkan wajahnya pada Carmila.


Tatapan mereka segera bertemu, dan Glen segera memberikan sebuah ciuman didahi Carmila.


Membuat wajah Carmila menjadi merah, lalu segera mendorong Glen sampai Glen jatuh.


Ya, Carmila tidak menduga akan ada serangan mendadak seperti itu.


Tuan Mudanya...


Semakin kesini sikapnya menjadi semakin tidak tahu malu!!


Untungnya baru saja hampir copot dengan ciuman tiba-tiba itu, iya hampir berpikir jika Tuan Mudanya akan mencium bibirnya...


Astaga....


Kutukan pikiran!!


"Aku akan benar-benar marah jika kamu melakukan itu lagi,"


"Tapi, Carmila kamu begitu lucu dan sangat manis di mataku, benar-benar tidak bisa menahannya,"


Tanpa mereka sadari, ternyata ada beberapa orang lewat yang kebetulan melihat sedikit adegan itu.

__ADS_1


Hal-hal menarik tidak terduga yang dilihat.


__ADS_2