
Sore itu, Glen yang baru saja pulang kerjanya itu, segera ke kamarnya, namun dirinya merasa aneh karena tidak melihat Carmila.
Karena biasanya setiap dirinya pulang kerja, akan ada Carmila yang membantu menyiapkannya minum atau untuk mandi.
Namun sekarang tumben dirinya tidak melihat Carmila lagi?
Jangan bilang, Carmila meminta cuti lagi untuk acara kencan buta?
Bukankah itu artinya rencana dirinya sakit tempo hari akan sia-sia?
Glen tanpa pikir panjang segera mencari keberadaan Carmelia.
Mencoba bertanya dengan beberapa pelayan yang ada di rumah, menurut kabarnya Carmelia sepertinya ada di kamarnya.
Jadi, Glen jelas langsung menuju kamar Carmelia di bawah.
Tepat ketika Glen membuka pintu, tidak ada siapa-siapa di sana.
Ini jelas membuat Glen cemas, namun tidak lama Glen mendengar ada suara kran air di kamar mandi.
Oh?
Mungkinkan Carmila sedang mandi?
Jadi, setelah menutup pintu kamar, Glen memutuskan untuk duduk di tempat tidur Carmila.
Ketika duduk tempat tidur itu, Glen mulai mengambil selimut yang ada disana, dari sana Glen bisa merasakan aroma Carmila disana, sangat harum dan menenangkan.
Namun segera, Glen meletakkan selimut itu, sapa yang dirinya lakukan ini perbuatan yang cukup sesat.
Jadi, Glen memutuskan untuk duduk tenang di sana.
Namun itu tidak berlangsung lama ketika pintu kamar mandi terbuka.
Jelas dengan semangat, Glen ingin mengejutkan Carmila, dan segera berdiri menuju pintu kamar mandi.
Mana tahu bahwa hal yang Glen lihat adalah sesuatu yang mengagetkan.
Yang Glen lihat, Carmila sedang mengeringkan rambutnya, dan hanya memakai pakaian dalamnya!!!
Hampir saja, Glen tidak bisa mengendalikan tatapannya, dan terus menatap hal-hal indah itu.
Sampai tatapan mereka segera bertemu, jelas wajah kedua orang itu masing-masing berubah menjadi merah karena hal-hal ini terlalu memalukan.
Glen menutup matanya dengan tangan, dan Carmila segera mengunakan handuk yang tadi untuk mengeringkan rambutnya itu, untuk menutupi tubuhnya.
Carmila segera berteriak malu,
"Tuan Muda Glen!!! Kenapa kamu bisa disini?"
Glen jelas menutupi matanya dengan ekpersi malu, tidak mengira di sore hari seperti ini, dirinya bisa menatap pemandangan panas yang terlalu mengairahkan.
Astaga...
Sadar, Glen kendalikan dirimu!!
Glen mencoba untuk megendalikan pikirannya agar tenang, lalu segera berkata,
"Itu karena kamu tidak ada ketika Aku pulang, jadi aku mulai mencarimu kesini,"
Ekpersi Carmila jelas masih merah, karena malu, sungguh memalukan untuk dilihat Tuan Mudanya dalam keadaan seperti ini.
Akhhhh....
Astaga, tubuhnya yang masih suci ini di lihat oleh seorang Pria!!
__ADS_1
Akhhhh...
Apakah Tuan Muda Glen menatap semuanya?
"Tuan Muda, tolong jangan pernah masuk ke kamar seorang gadis sembarangan!!"
"Ayolah, Carmila, Aku tidak bermaksud seperti itu,"
"Tapi kamu sekarang melihat segalanya!! Akhhhh... Kalau seperti ini bagaimana Aku bisa menikah?"
Kata-kata Carmila barusan menarik perhatian Glen, dia segera menagapi,
"Aku akan bertanggung jawab, Carmila,"
"O.... Omong kosong!! Cepat keluar dari kamarku!!"
"Pfff... Baik-baik, Aku keluar,"
Jadi dengan buru-buru setelah Glen keluar, Carmila langsung memakai baju nya itu.
Sungguh, Carmila merasa sangat malu sekarang.
Ukhh, rasanya ingin bersembunyi dan tidak ingin menatap wajah Tuan Mudanya karena terlalu memalukan.
Dan setelah menormalkan ekpersinya, Carmila segera keluar dari kamar itu.
"Jadi sekarang ada apa Tuan Muda kesini?"
"Tidak, tidak. Aku hanya sekedar ingin mencarimu,"
"Maka, ketuk pintu dulu jangan asal masuk!!"
"Maaf-maaf, kan Aku tidak tahu bahwa kamu hanya memakai baju dalaman ketika berkeliaran di kamarmu,"
"Su... Sudah! Tidak perlu dibahas soal itu lagi!!"
Semacam ini jelas dimanfaatkan oleh Glen untuk mengoda Carmila.
"Jika kamu merasa malu, tidak perlu, jika kamu ingin merasa impas, kamu selalu bisa melihat tubuh telanjangku, jadi kita berdua akan impas," kata Glen sambil meletakkan tangan Carmila ke bajunya.
Carmila segera menarik tangan itu.
"Tidak tertarik, tidak ada yang menarik disana. Sebelumnya, Aku sudah melihat semuanya, ketika memandikanmu dulu,"
Ekpersi Glen jelas menjadi gelap, dan berkata lagi,
"Tapi itu ketika Aku masih kecil!! Sekarang jelas beda!! Pasti ada hal-hal yang akan membuatmu tertarik!"
"Tidak!!"
Mereka berdua terlihat berdebat sebentar, sampai akhirnya, Glen menyadari sesuatu di pipi Carmila agak lebam, juga ada sedikit memar di dagu Carmila.
Dengan cemas, Glen bertanya,
"Astaga, kenapa dengan pipi dan dagumu?"
Sekarang, ekpersi Carmila menjadi kaget, dirinya ingat ini pasti karena tamparan Nyonya Tasya dan hal-hal yang dibuat Suami Nyonya Tasya itu.
Sial.
Sampai memar?
"Bukan apa-apa, lini tadi aku terpeleset di kamar mandi dan begitulah, wajahku dulu yang sampai lantai, bagian pipi dan dagu jadi kena,"
Glen tentu saja bukan orang yang bodoh, tidak mudah ditipu dengan hal-hal semacam itu, dirinya tahu itu pasti memar karena tamparan?
__ADS_1
Lalu, di dagunya itu?
Apakah luka cengkraman?
Memikirkan hari ini ada kemarahan kuat dalam dirinya, siapa yang berani membuat masalah pada Carmilanya?
Ini jelas tidak bisa dibiarkan.
Namun, Glen mencoba menahan emosinya dan berkata pura-pura tidak tahu,
"Owh, begitu. Mari, di obati dulu, mungkin kita membutuhkan kompres air dingin agar ini tidak bengkak,"
Ya, Glen yakin kalau Carmila lebih suka menyembunyikan masalahnya jika dirinya memaksa, gadis depannya itu hanya akan marah, lagi lebih baik dirinya menyelidiki nya nanti.
"Tidak perlu berlebihan, ini nanti akan sembuh sendiri,"
Glen kali ini tidak mendengarkan Carmila, hanya langsung menarik Carmila ke dapur, kemudian menyuruh Carmila duduk didekat sana, dan Glen mengambil kompres es.
"Kamu diam saja, dan kompres pipimu dengan es, agar nanti tidak bengkak,"
Kata-kata itu, terlihat begitu tulus dan sangat memperhatikan Carmila, hingga Carmila tidak tahu harus merespon seperti apa.
Ketulusan dan kekhawatiran padanya ini, entah kenapa membuat hati Carmila hangat.
Ya rasanya menyenangkan ketika ada seseorang yang memperhatikannya dan mengkhawatirkan keadaannya.
Namun tanpa mereka sadari, ada beberapa orang yang lewat disana, dan menatap kearah mereka berdua.
Itu adalah, Nenek Glen bersama Tasya yang kebetulan lewat dan sedang mengobrol.
"Lihat bukan Ibu? Pengasuh itu sangat centil dan genit pada Glen, Aku takut di masa depan dia ingin merayu Glen dan banyak melakukan hal-hal lebih, itulah kenapa tadi Aku menyarankan Ibu, agar Glen sebaiknya dijodohkan saja dengan salah satu Putri dari Keluarga kolegan kita,"
Nenek Glen menatap pemandangan itu dengan ekspresi marah,
"Kamu benar, Tasya. Aku juga merasa kedekatan mereka itu tidak wajar, ini memang tidak bisa dibiarkan. Aku pasti akan segera mengatur perjodohan Glen,"
"Itu bagus, Ibu. Semakin cepat semakin baik,"
Begitulah, akhirnya ketika sedang makan malam Keluarga Topik soal Perjodohan ini dibawa ke meja makan.
Kebetulan, Glen masih belum datang, jadi Nenek Glen berbicara dulu dengan Brian.
"Brian, bagaimana jika kita menjodohkan Glen?"
Mendengar pertanyaan tiba-tiba itu, Brian menjadi cukup terkejut,
"Apakah tidak terlalu cepat?"
"Ya kan, bisa mulai perkenalkan dulu tidak harus buru-buru menikah,"
"Itu benar, Kakak. Ada baiknya jika Glen diperkenalkan pada gadis cantik putri dari keluarga kolegan kita," tambah Tasya.
Brian terlihat terdiam sedang memikirkan tentang hal ini, namun dia segera ke lanjut berkata,
"Hmm, itu mungkin tidak buruk. Nanti terserah Glen saja, Apakah dia mau atau tidak,"
Tepat ketika Brian mengadakan itu, Glen sampai di meja makan.
Glen jelas saja mendengar sebagian percakapan itu.
"Apa-apaan itu menjodohkanku? Aku jelas tidak mau,"
Nenek Glen langsung berkata,
"Glen, kamu itu jangan seperti itu ini juga demi kebaikanmu sendiri. Aku akan menemukan seorang gadis yang cocok untukmu,"
__ADS_1