Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 33: Tidak Terduga


__ADS_3

Sore itu, Carmila dan Glen menikmati matahari terbenam hanya berdua.


"Carmila, bolehkan aku mencium mu?"


Mendengar pertanyaan yang tiba-tiba itu, wajah Carmila menjadi memerah karena malu.


"Kamu... Kamu biasanya tidak pernah minta izin,"


"Ayolah, sayang, Aku tiba-tiba merasa tidak ingin menjadi Pria Brengsek yang memaksamu, jadi tentu saja aku minta izin,"


"Omong kosong dari mana itu? Aku tidak pernah menganggapmu seperti itu,"


Glen yang mendengar itu lalu segera tersenyum dan memberikan ciuman singkat di bibir Carmila.


Glen benar-benar tidak mengira jika gadis di depannya ini benar-benar menjadi miliknya.


"Carmila, sekarang kamu benar-benar milikku bukan? Aku tidak bermimpi bukan?"


"Apa? Tuan Muda tidak bermimpi sedikitpun, ini semua nyata. Aku ada di depanmu," kata Carmila lagi, sambil menepuk kedua pipi Glen dengan kedua tangannya untuk menyakinkan pemuda di depannya itu bahwa semua ini nyata.


Glen, lalu melakukan hal yang sama, dan memegang kedua pipi Carmila, menatap gadis pujaan hatinya itu lekat-lekat.


Keduanya, saling bertatap saling satu sama lain, tenggelam dalam tatapan itu.


Sampai-sampai mereka tidak menyadari jika angin semakin kencang, angin yang membawa mendung.


Dan tidak lama setelah itu, hujan tiba-tiba turun.


Hal itu, menyadarkan dari sepasang kekasih itu dari lamunannya.


"Astaga, cuaca tadi sangat cerah kenapa bisa tiba-tiba hujan?" Kata Glen terlihat kesal dengan perubahan cuaca ini, dan jelas Glen saat ini tidak memakai pakaian lebih, hanya kemeja satu-satunya, jadi Glen tidak bisa melepas bajunya untuk mencoba melindungi Carmila dari hujan, sesuatu semacam itu, ini membuat Glen kecewa juga.


"Aku juga tidak tahu, mari sebaiknya kita segera berteduh saja,"


Keduanya, segera saling bergandengan tangan, coba mencari tempat berteduh di sekitar sana.


Dan kebetulan tidak jauh dari sana ada sebuah gubuk tua, yang sepertinya biasa digunakan oleh orang-orang yang sedang bertani untuk beristirahat.


Keduanya, tentu saja langsung memasuki gubuk kecil itu.


Didalam sana, ada tikar yang disiapkan untuk duduk, keduanya, lalu segera duduk disana, sambil menunggu hujan lebat di luar.


"Hah, cuaca begitu aneh. Padahal seharian tadi panas, namun tiba-tiba langsung hujan badai seperti ini," keluh Glen terlihat kesal, apalagi bajunya basah semua.


"Hah, begitulah Tuan Muda... Ah maksudku, Glen... Apa nenek memang belakangan cuaca di sini seperti ini sangat tidak jelas,"


"Mungkin ini efek pemanasan global. Lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu tidak apa-apa?"


"Ini hanya basah sedikit, tidak banyak, hanya bagian luarnya saja, untungnya aku memakai baju dobel,"


"Di cuaca panas seperti ini?"


"Ini hanyalah kebiasaan cadangan, lalu bagaimana denganmu?"


Lalu, Carmila menatap kearah pemuda yang ada disampingnya itu, yang awalnya hanya menggunakan kemeja berwarna putih tipis, dan sekarang setelah basah, itu benar-benar terlihat cukup parah, sesuatu seperti apapun terlihat dibalik baju itu.


Menatap hal-hal itu, Carmila dah kenapa merasa panas, dan malu.


Apalagi, karena status mereka sekarang sudah berubah menjadi sepasang kekasih, wajar untuk memiliki keinginan semacam itu?


Glen juga menatap Carmila yang ada di sampingnya itu terlihat menatap dirinya dan dari situ, Glen sadar apa yang Carmila tatap.

__ADS_1


"Padahal bagus yang kamu lihat? Kamu terlihat sangat menikmatinya,"


Dengan kata-kata itu, Carmila menjadi salah tingkah dan segera memalingkan wajahnya.


"A.. Aku tidak melihat apapun,"


Glen yang mendengar nada malu-malu itu, tiba-tiba memiliki perasaan untuk mengoda gadis didepannya itu lebih banyak.


Glen segera ngambil tangan Carmila dan meletakkannya di tubuhnya.


"Kamu tidak perlu malu, nanti jika kita sudah menikah kamu bisa melihat segalanya,"


Carmila segera menarik tangannya karena malu.


"Jangan bicara omong kosong! Sebaiknya kita segera mengeringkan diri, ah disana ada tungku untuk menyalakan api, huh kebetulan ini sangat dingin,"


Carmila mencoba mengalihkan pembicaraan dengan cara, mencoba untuk menyalakan tungku disana, untuk membuat mereka hangat, karena kebetulan ada juga korek api disana.


Glen mencoba mengalah, dan tidak mengatakan apa-apa lagi.


Kaduanya, selalu menghabiskan waktu untuk menghangatkan diri di depan tungku, ambil menunggu cuaca di depan membaik.


Sesekali, mereka akan mulai membicarakan begitu banyak hal.


Carmila yang sudah lama tidak mengobrol santai dengan Glen itu, jelas saja merasa sangat senang.


Jadi begitu, Carmila benar-benar sangat merindukan momen ketika mereka berdua sangat akrab.


Menunggu, Glen mau tersenyum dan berbicara hangat lagi padannya.


Carmila lalu segera meletakkan kepalanya di pundak Glen dan berkata,


"Glen, di masa depan kamu jangan lagi bersikap dingin padaku seperti sebelumnya,"


"Tentu saja, Aku tidak akan bersikap seperti itu padamu, sejujurnya untukku bersikap seperti itu padamu adalah hal yang sangat berat namun itu semua aku lakukan, untuk mencoba membuatmu cemburu,"


Carmila yang mendengar itu segera memberikan beberapa pukulan kecil.


"Tuan Muda benar-benar sangat menyebalkan sampai membuatku, seperti itu,"


"Itu juga karena kamu begitu keras kepala,"


Setelah beberapa perdebatan kecil, keduanya lalu segera tertawa lagi.


Meraka sudah cukup lama beranda di sana, mungkin sekarang sudah jam sembilan, namun cuaca masih sangat buruk, masih hujan lebat diluar.


Sangat beruntung, di dalam gubuk itu, ada beberapa camilan yang bisa dimakan, seperti Mie, di mereka berdua sudah makan tadi untuk menghangatkan badan mereka.


Namun, begitu kenyang keduanya malah mulai perlahan-lahan mengantuk.


"Astaga, kenapa hujannya tidak segera berhenti?" Kata Carmila dengan kesal.


"Entahlah, Aku juga lupa membawa ponsel lagi, jadi tidak bisa menghubungi orang untuk menjemput kita,"


"Aku juga, karena buru-buru ke sini jadi tidak sempat membawa ponsel juga,"


"Hah, apa artinya nasib kita buruk, mungkin yang paling buruk, kita akan bermalam di gubuk tua ini,"


"Dari pada hujan-hujanan di luar itu sungguh menyebalkan,"


"Kamu benar,"

__ADS_1


Karena cuaca yang buruk, dan keduanya juga cukup pulanglah setelah kegiatan seharian, mereka berdua perlahan-lahan, tengelam dalam rasa ngantuk, dan mulai tidur disana tanpa keduanya sadari.


Dan begitulah, malam hidup mereka berdua menghabiskan malam tidur digubuk tua itu.


Mana tahu, keesokan harinya, terjadi kesembuhan saat beberapa warga menemukan Carmila dan Glen itu.


Yang terlihat dalam posisi mencurigakan pagi itu.


Carmila, kera dibangunkan oleh suara-suara berisik dari luar.


"Hey! Bukankah itu cucu dari Kakek Riko? Bagaimana bisa dia melakukan hal masuk di gubuk dengan seorang Pria?"


"Astaga, kamu benar kelakuan anak muda jaman sekarang benar-benar diluar akal,"


"Hal semacam ini, kelas tidak bisa dibiarkan di desa kita, ini mengotori nama baik desa kita!"


"Benar! Anak-anak kota itu, benar-benar sangat keterlaluan bahkan melakukan hal-hal semacam itu di sini sungguh tidak tahu malu!"


Carmila yang mendengar suara-suara itu jelas menjadi panik dan mencoba untuk membangunkan Glen.


Glen juga jadi bangun, mencoba membantu Carmila untuk menyakinkan semua orang.


"Dua orang ini jelas harus di hukum! Di arak keliling desa!" Kata seorang warga yang agresif itu.


Ya, desa itu masih cukup terpencil dan masih punya tradisi yang ditunggu-tunggu.


"Tidak! Jangan! Kami sungguh tidak melakukan apapun!"


Salah seorang warga lalu segera memberikan usul lagi,


"Bagaimana jika kita nikahkan saja mereka berdua? Jelas, itu menyelesaikan semua masalah!"


"Itu benar! Di desa ini, tidak menerima perbuatan tercela semacam ini! Mari kita nikahkan saja dua orang ini!!"


Glen dan Carmila yang mendengar itu jelas segera menatap satu sama lain dengan ekspresi kaget.


Mereka berdua memang baru saja mengungkapkan perasaan masing-masing, baru malam tadi, hubungan asmara mereka, bahkan belum ada 24 jam!


"Ya! Mari kita Nikahkan saja mereka??"


"Setuju!"


"Tunggu dulu!" Kata Carmila jelas karena keputusan warga itu sangat tidak masuk akal.


"Apa! Kalian menolak menikah? Lebih sudah di arak keliling desa?"


Mendengar hal itu, wajah Carmila menjadi pucat, lalu segera menatap kearah Glen.


Glen, sejujurnya juga cukup bingung dengan perubahan suasana yang tiba-tiba.


Memang, dirinya kemarin sempat mengajak Carmila untuk memikiran soal pernikahan...


Namun...


Tidak mengira akan menjadi secepat ini bahkan belum sampai 24 jam sejak hubungan mereka dimulai.


Namun, Glen segera membuat keputusan,


"Ya, mari kita menikah saja Carmila, daripada ribet nanti urusannya, ikuti saja apa mau mereka,"


Carmila yang mendengar kata-kata pemuda didepannya itu, sangat terkejut.

__ADS_1


Ya!


Semua ini terlalu tiba-tiba!


__ADS_2