Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 21: Kekecewaan


__ADS_3

"Carmila, Aku bisa jelaskan...." Kata Glen terlihat sambil memohon pada Carmila itu.


Ekpersi wajah Glen, menunjukkan ekspresi kesedihan dan rasa bersalah.


Namun jelas sekali bahwa saat ini Carmila sedang marah.


Ya, sampai-sampai Carmila tidak tahu, apa yang harus dinya lakukan setelah tau semua kenyataan ini.


Semua kenyataan ini begitu mengagetkan sampai-sampai dirinya terlalu syok dan terlalu tidak siap untuk menerimanya.


Apakah selama ini dirinya hanya dipermainkan?


Seberapa banyak lagi kebohongan yang telah Tuan Mudanya lakukan?


"Carmila, Aku sungguh minta maaf... Aku berjanji tidak akan mengulangi ini semua lagi, maafkan Aku, kumohon," kata Glen lagi, dengan nada penyesalan.


Carmila Masih dia mematung di sana, air mata perlahan-lahan turun.


"Carmila...."


Glen yang tidak mendengar jawaban itu hanya bisa memanggil nama itu dengan putus asa, biasa aja dirinya merasa sangat takut ketika semua ini akhirnya di ungkap oleh Carmila.


"Kenapa? Kenapa Tuan Muda melakukannya?" tanya Carmila dengan nada penuh kemarahan.


"Karena aku sangat mencintaimu," kata Glen sambil memegang tangan Carmila, namun tangan Glen segera ditepis oleh Carmila, jelas masih terlihat kemarahan yang ada diwajah Carmila.


"Tidak!! Itu bukan namanya cinta!! Itu hanya karena kamu terobsesi denganku!!!"


"Carmila, ini karena aku begitu mencintaimu. Namun apalagi yang bisa aku lakukan? Saat itu aku masih terlalu muda, bahkan sampai saat ini, jika aku mengatakan perasaanku sekitar lima atau enam tahun lalu, Kamu mungkin tidak akan pernah mengagap itu serius bahkan sekarang, itu hanya seperti omongan dari bocah remaja labil yang tidak tahu apa-apa, namun bahkan setelah waktu berlalu, walaupun aku mencoba menghilangkan perasaan ini, sampai saat ini masih sama. Aku tidak bisa melihat kamu bersama dengan orang lain, hatiku selalu begitu sakit ketika mendengar kamu bersama orang lain. Aku hanya ingin kamu untuk menatapku, bukan orang lain,"


Terlihat wajah putus asa ketika Glen mengatakannya.


Seolah-olah semua emosi terpendam dalam dirinya dikeluarkan dengan rangkaian kata-kata itu.


Carmila juga menatap wajah itu, wajah penuh keputusan.


Namun Carmila sendiri tidak tahu harus berekspresi seperti apa, rasa marah yang ada di hatinya karena selama ini dipermainkan jelas muncul.


Dan tanya banyak berpikir, Carmila segera berkata,


"Tidak!! Tuan Muda hanya mempermainkanku!! Tuan Muda hanya teropsesi padaku! Cinta seperti itu salah, itu dinamakan pemaksaan, dan Tuan Muda tidak lebih dari seorang Stalker!!"


Glen yang mendengar kata-kata Carmila itu, menjadi terdiam.

__ADS_1


Mendengar kata-kata itu hati Glen begitu sakit, hatinya seolah remuk ketika Carmila mengatakan hal-hal semacam itu tentang dirinya, dan dirinya tidak pernah mengira jika dari semua hal, yang akan Carmila katakan adalah dia yang meragukan cinta yang dirinya miliki, lebih lagi memanggil dirinya seorang Stalker.


Namun Apakah benar yang dirinya lakukan selama ini hal semacam itu?


Ketika Glen memikirkan lagi semua tindakannya di masa lalu sampai sekarang, Glen tiba-tiba terdiam, namun dirinya masih tidak bisa menerima disamakan dengan sesuatu semacam itu.


"Apa? Tuan Muda Glen sekarang tidak mengatakan apa-apa? Apa yang aku katakan semuanya benar!! Aku tidak suka Bagaimana kamu memperlakukan dan mempermainkanku seperti ini!! Kamu benar-benar sangat egois dan menjijikkan!! Cukup sama dengan beberapa laki-laki brengsek di luar sana!! Aku sangat kecewa padamu, Tuan Muda Glen!!"


Ya, Carmila memiliki beberapa pengalaman buruk juga dengan beberapa laki-laki di luar sana, misalnya saja Tuan Roy, yang selalu suka kurang ajar dan bersikap tidak sopan padanya.


Ada juga, beberapa laki-laki menyebalkan di masa lalu yang pernah dirinya temui yang hampir melecehkannya.


Ukhhh...


Tapi, sekarang Carmila mulai menyesali ucapannya sendiri.


Mungkin apa yang dirinya katakan terlalu berlebihan.


Bagaimanapun juga, Tuan Mudanya tidak seburuk itu juga, hanya saja cara dia melakukannya benar-benar buruk.


Carmila merasa rumit ketika memikirkan hal ini lagi dan tidak lagi bisa berkata-kata akhirnya Carmila yang tidak tahan itu segera pergi dari sana.


Namun tangannya, dicegah oleh Glen.


"Jangan sentuh aku!"


Glen saat ini juga merasa begitu syok, tidak rasional.


"Carmila... Maafkan Aku...."


"Jika memang Tuan Muda Glen ingin Aku memaafkanmu, akhiri semua ini!!"


Setelah mengatakan itu, Carmila segera pergi dari sana, untuk mencoba menenangkan emosinya sendiri.


Namun melihat Carmila pergi seperti itu, Glen entah kenapa menjadi begitu marah, dia lalu segera mengejar Carmila, dan menarik Carmila kedalam pelukannya.


"Carmila... Kamu tidak bisa seperti ini... Aku sangat mencintaimu.... Jangan marah padaku..."


Jelas, Carmila mencoba memberontak dari pelukan itu.


"Lepaskan!! Jangan menyentuhku!! Dan berhentilah berbicara omong kosong soal cinta!!!"


"Carmila!! Aku sungguh mencintaimu, kenapa kamu menolakku? Apa yang kurang dariku?"

__ADS_1


"Tuan Muda, mohon jangan seperti ini," kata Carmila lagi, sambil mendorong Glen, dan akhirnya lepas dari pelukan itu.


Namun adegan berikutnya adalah sesuatu yang tidak akan pernah Carmila duga.


Glen tiba-tiba menarik Carmila sekali lagi, lalu memberikan sebuah ciuman.


Jelas, Carmila yang mendadak mendapatkan ciuman ini, menjadi marah dan mengigit bibir Glen, lalu segera menampar Glen.


"Cukup, Tuan Muda Glen!! Kamu kali ini keterlaluan!! Aku sungguh membencimu!! Hal yang kamu lakukan tidak tahu malu!!"


Dengan tamparan itu, mengembalikan Glen pada pikirannya.


Glen lalu segera terdiam, pikirannya saat ini tidak jernih, hanya terbawa oleh emosi, temannya Vano menarik Glen, agar temannya itu tidak berbuat terlalu berlebihan lagi.


Sedangkan Carmila, dia segera pergi dari sana sambil menagis, ya sekarang dirinya tidak mengerti lagi tentang, Tuan Mudanya.


Itu bukan Tuan Mudanya yang manis dan lucu yang dirinya kenal.


Seolah Tuan Muda yang barusan dirinya lihat bukanlah seseorang yang dirinya kenal.


Apakah ini karena dirinya menolak dengan buruk?


Carmila seolah tidak tahu lagi harus bagaimana, yang jelas saat ini dirinya merasa sangat kecewa dengan apa yang Tuan Mudanya lakukan.


Ya, selama ini dirinya dipermainkan, terutama saat dirinya merasa sangat mencemaskan Tuan Mudanya itu, seperti belum lama ini saat Tuan Muda sakit, dirinya mengabaikan segalanya agar tetap bisa merawat Tuan Mudanya.


Seperti itulah, dirinya mengagap Tuan Mudanya begitu berharga dalam hidupnya, sesuatu yang sangat dirinya hargai dan dirinya jaga selama bertahun-tahun.


Namun ternyata, semua itu hanyalah sebuah rekayasa yang dibuat-buat.


Namun sejak kapan semua ini dimulai?


Carmila benar-benar tidak punya petunjuk.


Dirinya tahu, yang namanya cinta bisa datang pada siapa saja...


Namum tetap saja, Carmila merasa ini salah...


Dirinya merawat Tuan Mudanya sejak dia masih kecil, saat masih bocah lucu yang sedikit nakal.


Dan harusnya Tuan Mudanya bisa hormat padanya atau setidaknya mengagapnya sebagai Ibu Asuhnya atau sesuatu.


Namun bagaimana itu bisa menjadi cinta?

__ADS_1


__ADS_2