Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 26: Cemburu?


__ADS_3

Hal-hal yang Carmila lihat, hanya sebagian kecil dari kejadian yang sesungguhnya terjadi.


Didalam sana, awalnya Cecilia yang ingin pergi ke kamar mandi, malah tersandung dan hampir jatuh, hanya saja, Glen secara refleks menangkap gadis itu, agar tidak jatuh, membuat Cecilia secara kebetulan berada dalam pelukan Glen, apalagi jarak wajah mereka juga cukup dekat saat itu.


Jadi, ketika dilihat dari arah belakang, itu memang terlihat seperti sebuah adegan berciuman.


"Ma... Maaf...." kata Cecilia merasa malu dengan sikapnya yang ceroboh, lalu dirinya segera berdiri dan menjaga jarak dengan Glen.


Cecilia merasa jantungnya hampir saja copot karena berada terlalu dekat dengan Glen.


Melihat wajah itu ada begitu dekat membuat jantungnya berdebar debar, belum lagi aroma maskulin yang membuat Cacilia semakin berdebar.


"Tidak masalah, lain kali hati-hati,"


Cecilia benar-benar merasa sangat malu merasa wajahnya berubah memerah, jadi Cecilia segera buru-buru ingin keluar ruangan itu, untuk mencoba menormalkan ekspresinya.


"Ah... Aku akan segera ke kamar mandi,"


"Tentu,"


Glen juga melihat ketika Cecilia membuka pintu Ruang Pribadi itu.


Namun wajah yang familiar yang berada di depan pintu membuat Glen kaget.


Ya, Carmila terlalu terbawa pada pikirannya sehingga tidak menyadari jika saat ini pintu dibuka.


"Kamu? Kenapa kamu berada didepan pintu ruangan ini? Jangan bilang kamu mengintip?" Kata Cecilia menahao Carmila dengan ekspresi heran.


Mendegar suara itu, Carmila segera menjadi panik.


Terutama setelah tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Glen.


Carmila tidak pernah mengira jika dirinya akan ketahuan dengan cara yang begitu memalukan seperti ini.


Sungguh hal-hal ini terlalu memalukan hingga dirinya ingin bersembunyi di suatu lubang.


Bisa-bisanya, jadinya ketahuan mengintip kencan Tuan Muda!!


Astaga...


"Hey!! Jawab Aku!!"


Carmila mendegar kata-kata gadis dihadapannya, tidak tahu harus berkata apa.


"Aku.... Aku hanya kebetulan lewat sini. Sudah aku segera pergi saja,"


Ya, Carmila jelas saja langsung melarikan diri dari arah itu.


"Astaga, apa-apaan dengan wanita tadi?" Kata Cecilia dengan heran ketika menatap kearah Glen.


Namun tiba-tiba ekspresi Cecilia menjadi kaget, ketika melihat Glen ternyata saat ini sedang tersenyum.


Senyuman itu terlihat begitu manis, entah apa yang dipikirkan pemuda itu.


Namun hal-hal itu benar-benar menyilaukan mata, dan begitu mempesona.


"Glen? Ada apa?"


Mendengar perkataan Cecilia, Glen segera mengembalikan ekspresi dinginnya dan berkata,


"Bukan apa-apa. Bukankah kamu ingin ke kamar mandi?"


"Ya, ya. Aku akan kesana,"


"Ah benar, Aku tiba-tiba memiliki beberapa urusan, apakah tidak apa-apa jika Aku pulang dulu?"


Mendengar itu, jelas Cecilia merasa bimbang, mereka memang sudah menyelesaikan makan siang mereka, mereka juga baru mengobrol sebentar.


Padahal Cecilia masih ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan pemuda yang ditemuinya itu.


Apakah Glen tidak begitu suka pada dirinya, sehingga dia ingin segera pulang?


Ketika memikirkan hal ini, ekpersi Cecilia menjadi sedih dan kecewa.


Jelas, wajah kecewa itu terlihat jelas di ekpresi Cecilia, sampai Glen juga menyadarinya.


Glen lalu segera berkata lagi,


"Mari, kapan-kapan kamu bisa mampir ke rumahku. Nenek pasti senang jika bisa bertemu denganmu,"


Mendengar kata-kata itu, jelas Cecilia terlihat menjadi bersemangat kembali.


"Ke Rumahmu?"


"Itu benar, jika kamu memiliki waktu luang kamu bisa mampir. Atau mungkin aku bisa menjemputmu lain waktu,"

__ADS_1


Kata-kata itu terlihat sederhana namun penuh dengan harapan, membuat hati Cecilia begitu senang, berpikir jika rencana perjodohan ini mungkin saja bisa berjalan lancar?


Ya, ini adalah hal yang baik, terutama pemuda di depannya itu menunjukkan respon positif.


Yah, walaupun mereka saat ini masih cukup muda, tapi tidak apa-apa, waktu masih panjang untuk mereka memulai sebuah hubungan.


"Tentu saja. Aku tidak keberatan untuk pergi ke sana, aku juga akan sangat senang juga bisa bertemu dengan Nenekmu," kata Cecilia lagi.


"Ya, itu bagus,"


Setelahnya, mereka berdua berpisah, dan Glen segera menuju ke arah dimana Carmila pergi.


Namun jika melihat situasinya, sepertinya Carmila memang sudah pergi dari tempat itu dan melarikan diri.


Jika soal melarikan diri, Carmila adalah yang paling hebat.


Sungguh, Glen terkadang tidak bisa membaca pikiran dari Carmila, atau tindakannya itu.


Carmila dimatanya adalah seorang yang sangat misterius, yang terkadang bisa melakukan hal-hal yang sangat tidak terduga dan membuat dirinya terkejut.


Dari pertama mereka berdua bertemu, Carmila selalu menjadi seperti itu.


Atau karena Carmila terkadang jarang menggunakan otaknya?


Namun sikap seperti itu juga tidak apa-apa, itu sangat lucu, sesuatu yang selalu membuat dirinya merasa tertarik.


Pada akhirnya, Glen segera menuju ke Rumahnya, mencoba untuk menemukan Carmila.


Sekarang dirinya memiliki sebuah cara baru untuk memikat gadis itu.


Sayangnya, selama seharian itu, Glen tidak lagi menemukan Carmila yang melarikan diri.


Sampai keesokan harinya, ketika Carmila mau tidak mau tetap harus bekerja dan mengantarkan minuman pagi pada Tuan Mudanya itu.


Carmila pikir, Tuan Mudanya makan bersikap dingin seperti sebelumnya.


Yah, sebenarnya Carmila masih sangat merasa malu tentang kemarin.


Namun, Carmila baru saja ingat jika saat itu dirinya mengenakan masker, jadi Tuan Mudanya pasti tidak mengenali dirinya bukan?


Dirinya kemarin berlari karena panik.


"Ini minuman Tuan Muda, Saya Permisi dulu," kata Carmila langsung bersiap untuk melangkah pergi dari ruangan itu.


Ketika Glen mengatakan itu, jelas Carmila menjadi sangat gugup.


Dengan ekpersi gugupnya itu, Carmila segera memalingkan tubuhnya untuk menatap ke arah Glen, lalu segera berkata,


"Ada apa Tuan Muda?"


"Hari ini aku ingin kamu berbelanja yang banyak,"


Ketika mendengar itu, Carmila merasa lega karena berpikir dah mungkin saja dirinya memang tidak ketahuan, Carmila lalu segera bertanya lagi,


"Berbelanja?"


"Ya, karena hari ini Aku akan memiliki tamu penting,"


"Ah, begitu tentu saja. Aku akan mempersiapkannya,"


"Ya, beli juga satu kotak Cake yang cukup enak, dan beberapa cemilan lain di cafe yang biasanya, ah benar yang datang ini adalah Cacilia, yang aku ajak bertemu kemarin, jadi tolong pilihkan makanan dan cemilan yang cocok untuk wanita. Kamu mengerti? Juga siapkan makan siang yang cukup enak, full course meal,"


Mendengar itu, jelas ada sebuah ke terkejut di wajah Carmila.


Ya, Carmila tidak pernah mengira jika Tuan Mudanya, sudah benar-benar cukup berani untuk mengajak seorang gadis datang ke rumah.


Padahal mereka baru saja bertemu kemarin bukan?


Walaupun sepertinya mereka teman masa kecil...


Namun tetap saja...


Tapi kalau dipikir lagi melihat mereka berdua kemarin berciuman....


Ketika memikiran kejadian kemarin, ada beberapa rasa tidak nyaman di hati Carmila, yang sampai saat ini dirinya juga tidak mengerti.


"Carmila? Kenapa kamu diam? Apakah kamu mendengarkan perintahku?"


"Tentu saja, Tuan Muda. Aku akan melakukan tuban khusus baik mungkin dan tidak akan mengecewakan Tuan Muda,"


Setelahnya, Carmila segera pergi dari ruangan itu dengan perasaan yang cukup rumit.


####


Ketika siang hari tiba, benar saja, gadis bernama Cecilia itu datang ke Rumah.

__ADS_1


Setelah mendengar kabar dari para pelayan, tentu Carmila segera menjadi begitu tanggap dan hendak mengantarkan makanan dan minuman ke ruang tamu.


Ketika Carmila sampai disana, dirinya melihat bagaimana gadis bernama Cecilia ini berbicara dengan sangat akrab dengan Nenek dan Tante Tuan Mudanya, yang kebetulan ada di rumah.


Glen yang melihat Carmila datang itu, segera menyuruh Carmila meletakkan kue-kue itu.


Glen, lalu segera mengambil salah satu kue yang ada di situ dan memberikannya kepada Cecilia secara langsung.


"Cobalah Kue ini, Kue ini cukup enak,"


Cecilia yang tiba-tiba mendapatkan perlakuan ramah dari Glen itu, jelas saja merasa senang dan menerima kue itu.


Namun saat Glen memberikan kue itu, tangan mereka bersentuhan, Cecilia menjadi gugup, terutama setelah melihat pria di depannya itu terlihat tidak mencoba menjauhkan tangannya.


Tatapan mereka kebetulan bertempat, dan Glen tersemyum ramah.


Ya, Carmila jelas melihat adegan itu dengan tidak senang.


Apa-apaan mereka?


Disini, saat ini ada begitu banyak orang, mendua orang itu dengan tidak tahu malu bermesra-mesraan seolah-olah dunia hanya milik berdua.


Carmila benar-benar merasa kesal dan tidak senang ketika melihat itu.


Sampai suatu surat menyadarkan lamunan Carmila.


"Kenapa kamu tetap di situ? Nana kembali saja ke dapur," kata Tasya, Tante Glen dengan ekpersi marah.


Carmila segera menormalkan ekpersinya, dan berniat segera pergi dengan buru-buru.


Sampai tiba-tiba, Carmila mendegar suara Glen yang berbicara pada Cecilia.


"Kamu memiliki jari-jari yang indah dan cantik,"


Cecilia yang mendengar itu, wajahnya menjadi memerah karena malu, masa sangat tersipu dipuji seperti itu.


"Kak Glen bisa saja,"


"Namun kamu memang benar-benar cantik, benar bukan Nenek? Tante?"


"Itu benar, kamu sangat cantik dan berpendidikan baik, udah dari keluarga yang terpandang, benar-benar berbeda dari beberapa gadis di luar sana yang tidak tahu tepatnya,"


Ya, itu lebih semacam sebuah sindiran dari Tasya.


Carmila tentu saja menyadarinya, bahwa dirinya ini bukan siapa-siapa.


Hanya gadis miskin, dan hanya lulusan SMA.


Bahkan dirinya sudah cukup Tua, benar-benar seseorang yang tidak layak dengan Tuan Muda Glen yang seperti itu.


Dan lagi, Tuan Mudanya itu, juga menjadi cukup serasi dengan Cecilia itu.


Dan lagi, sepertinya Tuan Muda Glen terlihat cukup memperlakukan gadis itu dengan baik.


Hal ini membuat Carmila merasa iri tiba-tiba.


Apalagi, belakagan Tuan Mudanya itu, memperlakukan dirinya dengan dingin.


Carmila, yang merasa sangat tidak nyaman itu, berniat segera pergi, namun Carmila yang buru-buru itu malah terpeleset di lantai hingga jatuh.


Hal itu, jelas membuat beberapa orang di ruangan itu terkejut.


"Kamu!! Jangan mencoba mencari perhatian sama cepat kembali ke dapur!!"


Glen menatap Carmila yang jatuh, hampir saja secara refleks datang dan membantu Carmila, namun dirinya menahan diri.


Carmila yang kenapa cukup maju itu segera bagun, dan berjalan pergi dari sana, menahan rasa sakit di kakinya, yang sepertinya sedikit terkilir.


Hal ini, tiba-tiba membuat Carmila ingat, kadang harinya memang suka bersikap ceroboh seperti ini, namun ketika dirinya jatuh atau terkena masalah, biasanya akan ada Tuan Muda Glen yang perhatian padanya dan membantunya.


Namun sekarang, melihat perlakuan dingin itu yang sepertinya Tuan Mudanya sudah tidak memperdulikannya, membuat Carmila sedih.


Dan lagi, Tuan Mudanya yang dekat dengan gadis lain.


Namun sayangnya, tidak ada apa-apa yang bisa Carmila lakukan.


Setelah itu, Carmila pergi ke Dapur, dan memutuskan untuk duduk di sana dan menenangkan diri.


Namun mana tahu, tidak lama setelah itu, Carmila mendapati Glen datang.


"Tuan Muda? Bukankah kamu ada di Ruang Tamu? Bertemu dengan Cecilia itu?"


Glen juga mendegar nada dingin itu, lalu tersenyum dan berkata,


"Apa? Apakah kamu sekarang merasa cemburu? Aku tahu kamu bahkan kemarin mengikutiku ketika Aku Berkencan bukan?"

__ADS_1


__ADS_2