Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya

Tuan Muda Posesif Dan Pengasuh Cantiknya
Episode 30: Ini Tidak Bisa


__ADS_3

Satu hari, sekali lagi berlalu, sejak Glen memutuskan untuk menghindari Carmila.


Tentu saja rasanya sangat berat untuk tidak melihat wanita yang sampai saat ini masih ada di hatinya itu.


Seorang wanita, sampai saat ini masih begitu sulit untuk dilupakan, bahkan walaupun dirinya sudah mencoba untuk mendekati Cecilia.


Namun, tetap saja rasanya berbeda.


Jadi, hari itu Glen sekali lagi melanjutkan rencananya untuk menghindari Carmila.


Sampai, kemudian setelah setelah satu hari lagi berlalu, Glen merasa ada yang aneh.


Ini karena Glen benar-benar tidak melihat Carmila lagi.


Lalu, Glen segera bertanya kepada salah satu pelayan yang mengantarkan nya minuman di pagi hari.


"Hari ini, kamu yang mengantarkan nya? Kemana Carmila?"


Ketika mendengar nama Carmila, resi pelayan itu segera menunjukkan keterkejutan dan segera bertanya balik,


"Tuan Glen belum tahu?"


Mendengar pernyataan itu, Glen tiba-tiba memiliki firasat tidak enak dan segera kembali bertanya,


"Apa? Katakan dengan jelas jangan sepotong-sepotong,"


"Carmila sudah mengajukan surat pengunduran dirinya sejak dua hari lalu, moza juga sudah pergi dari rumah ini begitu dia mengirimkan surat pengunduran nya diri itu kepada Tuan Brian,"


"Apa? Kenapa kabar seperti ini aku bisa tidak tahu?"


Pelayan itu, jelas saja tidak tahu harus mengatakan apa, hanya kata seadanya.


"Saya pikir Tuan Muda Glen sudah tahu. Tuan Mudakan tahu sendiri kejadian yang menimpa Carmila beberapa hari yang lalu. itu pasti menjadi sebuah pukulan yang sangat membuat dia trauma, sebenarnya cukup wajar jika dia tiba-tiba mengundurkan diri,"


Mendengar itu, Glen segera berdiri dan menyuruh pelayan itu pergi.


Glen, jelas saja merasa tidak terima dengan hal ini.


Bagaimana bisa, Carmila pergi dan mengundurkan diri dari pekerjaannya secara tiba-tiba?


Bahkan tidak bilang apa pun padanya atau sekedar mengatakan kata-kata perpisahan?


Dan tentu saja dirinya tidak bisa untuk mengijinkan Carmila mengundurkan diri.


Sekarang dirinya harus meminta penjelasan dari Ayahnya kenapa bisa bisanya, Ayahnya itu, memberikan izin untuk Carmila mengundurkan diri.


Jelas, Carmila adalah tanggal jawabannya, karena Carmila selama ini kerja untuk dirinya, dan menjadi pengasuh nya sejak dulu dan sekarang mengurusi soal keperluannya.


Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan!!


Glen yang marah itu segera menuju ke kamar Ayahnya.


Setelah mengetuk pintu, dan diijinkan masuk, Brian menatap ekspresi marah putranya itu dengan heran,


"Ada apa Glen?"


"Papa, bagaimana bisa papa menerima surat pengunduran diri Carmila?"


Brian bolu segera menatap putranya itu dengan ekspresi bingung juga.


"Aku pikir dia sudah bilang padamu. dan alasan kenapa aku menerima surat pengunduran dirinya... Kamu tahu sendiri kejadian yang menimpa Carmila beberapa hari yang lalu. Carmila menggunakan alasan ini untuk berhenti dari pekerjaannya aku bisa apalagi selain menyetujui nya?"

__ADS_1


"Papa tidak bisa seperti itu! Harusnya papa bertanya padaku dulu! Carmila selama ini bekerja untukku bisa-bisanya Papa memutuskan nya seenaknya!"


"Maafkan Papa, Glen. Ini jelas adalah Permintaan Carmila. Namun seharusnya kamu tidak boleh terlalu egois seperti ini, hutan dia mengundurkan diri adalah hak pribadinya, apalagi setelah mengalami kejadian semacam itu. Ini adalah keinginannya jadi kita harus menghormati pilihan yang dia buat,"


Glen yang mendengar kata-kata Ayahnya itu, tetap saja merasa kesal.


Bahkan jika itu keinginan Carmila...


Glen tap saja tidak bisa menerima kepergian itu tiba-tiba.


Ini jelas tidak bisa dibiarkan.


Karena merasa percakapannya dengan Ayahnya, menunjukkan hasil apapun, Glen segera pergi dari kamar itu dan bersiap untuk menuju Rumah Carmila.


Namun ketika Glen sampai disana, lagi-lagi Glen menemukan kabar yang cukup mengejutkan,


"Tuan Muda Glen? Kamu mencari Putriku Carmila? Saat ini dia sedang pergi keluar kota bersama adik-adiknya, dia bilang tiba-tiba ingin berlibur,"


"Bibi, kalau boleh tahu kemana dia pergi?"


"Carmila pergi ke rumah Kakek Neneknya di Desa,"


"Kalau boleh tahu, apakah aku bisa tahu alamatnya?"


"Eh? Kenapa tiba-tiba? Apakah ada urusan mendesak?"


"Iya, Bibi. Ada beberapa hal mendesak yang harus Aku urus dengan dia,"


"Ah, begitu. Baiklah, nanti akan aku kirimkan alamat lokasinya,"


"Emm, Bibi kalau bisa jangan cerita pada Carmila jika aku tahu kemana dia pergi,"


"Memangnya kenapa?"


"Aku hanya ingin mengejutkan dia sebentar,"


"Ah, begitu. Anak muda jaman sekarang memang sangat suka mengejutkan orang, sebentar lagi kan memang ulang tahun Carmila,"


Ketika Ibu Carmila mengatakan itu, Glen kemudian baru ingat tanggal hari itu.


Astaga...


Bagaimana bisa dirinya merupakan momen penting itu?


Dan lagi, sebenarnya alasan dirinya tidak ingin Carmila tahu, jika dirinya akan kesana, Karena dirinya takut, jika Carmila akan kabur dan malah pergi ke suatu tempat yang tidak bisa dirinya temukan.


Sungguh memikirkan tentang dirinya tidak akan pernah bisa melihat wajah Carmila lagi, hanya kesedihan yang ada di dalam hatinya.


Jadi kali ini, dirinya akan mencoba menyusul Carmila...


Lalu sekali lagi menyatakan perasaannya...


Dan kali ini dirinya harus melakukannya dengan lebih serius.


Yups, karang tidak ada waktu untuk terlalu memikirkannya, dia harus segera bersiap siap ke sana, takut Carmila benar-benar akan pergi jauh.


Ya, Glen merasa tidak sanggup hanya dengan memikirkannya saja.


Hah, namun Carmila itu...


Kenapa dia bisa tiba-tiba pergi seperti itu?

__ADS_1


Bahkan tanpa memberikan kabar.


Apakah kejadian sebelumnya, memang memberikan trauma yang mendalam?


Namun menurutnya, Carmila bukan tipe yang seperti itu, ampun itu kejadian cukup mengerikan itu bukanlah sesuatu yang bisa membuat Carmila trauma.


Carmila adalah gadis yang cukup kuat yang dirinya tahu, seorang gadis yang selama ini telah melalui berbagai macam hal menyakitkan.


Jelas, ada alasan lain kenapa Carmila pergi..


Atau ini karena dirinya?


Glen sebenarnya merasa cukup takut ketika memikirkan ini.


Namun tidak ada gunanya pulang memikirkannya.


Mari, tanya langsung ke orangnya.


####


Di tempat lainnya, tepatnya di sebuah desa yang penuh dengan hamparan sawah.


Terlihat seorang gadis sedang menatap kearah dataran sawah didekat disana.


Ya, itu adalah Carmila yang saat ini sedang mencoba menenangkan hatinya dengan pergi ke tempat yang tenang.


Namun tetap saja, pikiran Carmila masih penuh dengan satu orang.


Keputusaan untuk berhenti dari pekerjaannya jelas merupakan hal yang berat.


Namum Ini adalah sebuah keputusan yang harus dirinya ambil.


Apalagi setelah dirinya menyadari perasaannya sendiri...


Perasaan yang sebenarnya cukup salah...


Apalagi, Tuan Muda Glen saat ini menjalin hubungan dengan gadis lain.


Dirinya terlalu tidak sanggup untuk melihatnya, Carmila sendiri merasa putusan yang dirinya ambil dengan melarikan diri seperti ini merupakan hal yang kekanak-kanakan dan pengecut.


Namun mau bagaimana lagi...


Hah...


Lalu jika memikirkannya, ini membuat Carmila penasaran.


Apa yang akan Tuan Muda Glen pikirkannya, setelah tahu dirinya pergi?


Ah, namun mungkin Tuan Mudanya, tidak akan benar-benar terlalu peduli melihat bagaimana dirinya sekarang diabaikan seperti itu.


Carmila!


Berhenti memikirkan Glen!


Carmila mencoba meyakinkan dirinya sendiri untuk berhenti memikirkan hal-hal yang tidak berguna dan fokus untuk menenangkan pikirannya.


"Kak Carmila, Kakak kenapa disana saja? mari Bantu nenek di kebun! Ada buah-buahan segar di sana,"


Suara dari adik Carmila itu, membuyarkan lamunannya.


"Ya, tunggu Tio, Kakak akan segera kesana,"

__ADS_1


__ADS_2