
"Apa yang menurutmu tidak masuk? Aku jelas melihat bagaimana kamu dekat dengan Ayahku! Apakah itu jelas?"
"Tuan Muda Glen!! Tolong jaga bicaramu Aku tidak seperti itu!!"
Ya, Carmila jelas saja merasa marah dari semua orang seseorang yang menuduhnya kali ini adalah Tuan Muda Glen, orang yang dirinya paling sayangi dan hormati, yang sudah dirinya anggap sebagai keluarganya sendiri.
Anak yang dirinya besarkan dari kecil, mereka berdua harusnya cukup dekat untuk bisa percaya satu sama lain.
Namun, Tuan Mudanya malah menuduh dirinya melakukan hal-hal semacam ini ini benar-benar menyinggung perasaan Carmila.
"Apa? aku juga jelas melihat catatan di buku catatanmu itu tentang bagaimana kamu memiliki perasaan padanya!!"
"Sudah aku bilang soal buku-buku itu, itu tidak ada hubungannya denganmu!!"
"Jelas ini ada hubungannya denganku. Orang yang kamu sukai adalah Ayahku!! Dari semua orang kenapa harus dia, Carmila? Kenapa kamu tidak menyukaiku saja? Kenapa Ayahku?"
Carmila lalu terdiam, menjadi bingung harus menjawab seperti apa.
Bagaimana dirinya menjelaskannya?
Ya, hal-hal yang ada di dalam itu memang sebuah kebenaran.
Bahwa dirinya memang pernah memiliki perasaan kepada Tuan Brian, Ayah Tuan Muda Glen.
Namun itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu.
Ya, saat itu dirinya juga menyadari bahwa perasaannya itu salah dan yang paling penting perasaannya ini hanyalah bertepuk sebelah tangan.
Dirinya tahu, kalau Tuan Brian, tidak akan pernah mencintai wanita lain selain Almarhum Istrinya, yang juga tidak lain adalah Ibu Kandung Tuan Muda Glen.
Bahwa, mungkin Tuan Brian, hanya menganggap dirinya sebagai adik paling banyak, atau hanya sekadar pengasuh dari Putranya, tidak lebih dan tidak kurang.
Dirinya sudah menyadari ini juga bertahun-tahun yang lalu, tulah kenapa dirinya mencoba menghapus perasaan tidak dengar itu.
Dengan mulai mencoba mencari beberapa kekasih di masa lalu, berharap dengan dirinya memiliki seorang kekasih dirinya akan bisa melupakan perasaannya kepada Tuan Brian.
Namun siapa yang tahu bahwa hubungan antara dirinya dan beberapa laki-laki di masa lalu tidak ada yang berjalan dengan baik.
Sampai sekarang dirinya juga tidak mengerti kenapa dirinya selalu ditinggalkan seperti itu oleh berbagai macam pria.
Dan akhirnya dirinya harus mengatasi perasaannya ini sendiri, ba mengubur perasaan ini jauh di dalam hatinya.
Dan butuh waktu lama bahkan sampai detik ini untuk mencoba benar-benar menghilangkan perasaan ini.
Dan saat ini jika ditanyakan soal bagaimana perasaannya pada Tuan Brian....
Ini masih merupakan hal yang sulit...
Namun, Carmila tidak tahu harus menjelaskan seperti apa pada Tuan Mudanya itu.
"Carmila, jawab aku. Apa kamu tidak menyukaiku saja?"
__ADS_1
Ya, sekarang Carmila memipikirkan soal ini, bukankah ini juga merupakan cara yang baik untuk mencoba menolak Tuan Mudanya itu?
"Tuan Muda, Aku sudah bilang sebelumnya jika aku tidak menyukai laki-laki muda sepertimu. Ya, Aku akan jujur, Aku mungkin akan lebih menyukai tipe seperti Tuan Brian, Ayahmu,"
Mendengar kata-kata itu, Glen jelas menjadi sangat marah.
"Kenapa? Hanya karena usiaku lebih muda darimu? Ini benar-benar tidak masuk akal!!"
"Tapi ini sangat masuk akal! Hampir semua wanita tidak menyukai laki-laki yang lebih muda dari mereka,"
"Diam! Aku tidak mau dengar apa yang kamu katakan!!"
Glen yang merasa kesal itu akhirnya memutuskan pergi dari sana.
Tidak ingin lagi mendengar kata-kata penolakan, atau ingin dengar lagi tentang bagaimana Carmila menyukai Ayahnya.
ini masih terlalu menyakitkan dan begitu sulit untuk dirinya terima.
Sekarang, Glen mulai kembali ke kamarnya untuk menenangkan dirinya sendiri.
Carmila menatap kepergian Glen, dengan ekpersi rumit, walaupun sebenarnya dirinya tidak ingin Tuan Muda Glen tahu soal hal-hal ini, Karena sekarang sudah menjadi seperti ini dirinya hanya bisa memanfaatkan hal ini.
Mungkin dengan ini, Tuan Muda Glen akan menyerah dengan perasaannya, dan akan menjauhinya.
Ya ini adalah pilihan yang paling baik.
Carmila mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini tidak apa-apa untuk melihat Tuan Mudanya tidak menyukainya lagi.
Akhhh...
Sialan!
Tuan Muda Glen, benar-benar memberinya terlalu banyak masalah.
####
Hari segera berlalu, dan pagi tiba, malam itu setidaknya Glen tidak lagi memiliki mimpi yang terlalu macam-macam, dan bisa tidur cukup nyenyak.
Kebetulan Sekarang adalah hari Sabtu, Glen hari ini libur, jadi dia memiliki waktu luang untuk nanti sore bertemu dengan temannya itu.
Karena masih pagi, Glen memutuskan untuk pergi ke dapur untuk mengambil minuman.
Biasanya, jam segini Carmila sudah akan membuatkan dirinya minum, jam bangun Glen cukup konsisten bahkan di hari libur.
Namun yang membuat Glen heran, tidak ada Carmila tidak ada di dapur.
Dan malah ada Pelayan lain yang sepertinya di minta oleh Carilah menyiapkan minuman untuknya.
"Carmila kemana?"
"Dia sedang di kebun, mengurusi beberapa hal disana, lagi diam meminta aku untuk menyiapkan keperluan pagi Tuan Muda Glen,"
__ADS_1
Mendegar kata-kata pelayan itu, ekpersi Glen jelas menunjukkan ketidaksukaan.
Glen tahu, ini pasti Carmila mencoba menghindarinya.
Namun sejujurnya dirinya juga tidak tahu harus berkata apa lagi ketika bertemu dengan Carmila.
Namun, hal yang paling jelas, adalah jadinya tidak akan pernah membiarkan Carmila dekat dengan Ayahnya, apapun yang terjadi.
"Kamu tidak perlu menyiapkan nya aku akan pergi keluar pagi ini, bilang saja nanti pada Carmila, ketika aku pulang dari lari pagi, siapkan jus, harusnya dia sudah selesai dengan urusannya,"
"Baik Tuan Muda, saya akan bilang padanya nanti,"
Glen lalu pergi untuk lari pagi sendiri keliling kompleks untuk mencoba menjadi nih kan pikirannya dan memikirkan tentang apa yang akan dirinya lakukan ketika berhadapan dengan Carmila nanti.
Namun pada akhirnya ketika dirinya sampai di rumah, dirinya tidak melihat Carmila, dan allah hanya seorang pelayan lain yang menyiapkannya jus.
"Kemana ini Carmila?"
"Itu, Carmila bilang dia harus pergi ke swalayan untuk berbelanja Beberapa keperluan Tuan Muda Glen,"
Ekpersi Glen jelas menjadi buruk.
Sepertinya Carmila ini, benar-benar hanya ingin mencari alasan untuk menghindarinya.
Ini jelas tidak bisa dibiarkan.
Namun sampai seharian, pada akhirnya Glen tidak bisa bertemu dengan Carmila.
Ya, mika masih berada di dalam satu rumah namun untuk tidak berpapasan bahkan sekalipun hari itu membuat kesabaran Glen habis.
Saat ini, di sore hari, teman Glen akhirnya datang ke sana dan melihat ekspresi sahabatnya itu yang menunjukkan kemarahan.
"Astaga, Glen. Aku pikir patah hati mu itu lebih parah daripada yang aku kira,"
"Diamlah, Aku sedang tidak patah hati,"
"Lalu kenapa wajahmu seperti itu?"
"Hanya, kamu tahu Carmila?"
"Ya, Aku tahu. Orang yang kamu sukai apakah kamu sudah mendapatkan penolakan dari nya?"
Glen makin merasa kesal setelah mendengar kata-kata dari sahabatnya itu yang selalu begitu yakin jika dirinya akan di tolak oleh Carmila.
Namun kenyataannya memang begitu pahit, dan dirinya benar-benar ditolak oleh orang itu.
"Tapi bagaimana kamu yakin jika Aku akan di tolak?"
"Kamu tidak mengerti? Itu terlihat sangat jelas tentang bagaimana, Carmila selama ini memperlakukanmu,"
"Memang itu seperti apa?"
__ADS_1